Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Memasuki Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut menciptakan suasana yang lebih semarak sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia diharapkan tidak hanya identik dengan pemasangan atribut merah putih, tetapi juga diwujudkan melalui aksi gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Komitmen tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 400.14.1.1/1879/E/SETDA yang diterbitkan pada 31 Juli 2026. Edaran itu ditujukan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, perangkat daerah, BUMN, BUMD, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat sebagai pedoman pelaksanaan peringatan HUT Ke-81 RI di Kota Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial semata. Menurutnya, peringatan 17 Agustus menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun budaya gotong royong di tengah masyarakat.

"Peringatan Hari Kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial. Momentum ini harus menjadi penguat semangat persatuan, gotong royong, serta kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan," ujar Rahmad Masud sebagaimana tertuang dalam surat edaran tersebut. Senin (3/8/2027)

Sejalan dengan tema nasional "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", seluruh instansi pemerintah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi, hingga masyarakat diminta menggunakan logo resmi HUT Ke-81 RI beserta identitas visual yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai bentuk keseragaman selama rangkaian peringatan berlangsung.

Tidak hanya itu, warga juga diajak menggelar kerja bakti di lingkungan masing-masing. Berbagai kegiatan seperti membersihkan saluran drainase, mengecat pagar, merapikan fasilitas umum, hingga memperindah kawasan permukiman diharapkan mampu menghadirkan wajah kota yang lebih bersih, tertata, dan nyaman selama Bulan Kemerdekaan.

Pemkot turut mengimbau pemasangan umbul-umbul, baliho, spanduk, lampu hias, dan ornamen bernuansa merah putih sesuai pedoman resmi. Pengibaran Bendera Merah Putih juga diminta dilakukan secara serentak mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 di rumah, kantor pemerintahan, sekolah, perusahaan, maupun ruang publik.

Selain mempercantik lingkungan, masyarakat didorong mengisi peringatan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi warga. Mulai dari perlombaan tradisional, olahraga, pentas seni budaya hingga kegiatan sosial dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat semangat nasionalisme.

"Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, kami berharap peringatan HUT Ke-81 RI tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan rasa memiliki terhadap Kota Balikpapan," tutup Rahmad.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemkot berharap peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi momentum membangun lingkungan yang lebih bersih, tertib, harmonis, sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara.  

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan segera mengisi jabatan kepala sekolah definitif di sekitar 10 sekolah yang hingga kini masih dipimpin pelaksana tugas (Plt).

Proses tersebut akan dilakukan setelah tahapan pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) selesai dan peserta yang dinyatakan lulus memperoleh sertifikat sebagai syarat utama pengangkatan.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pelatihan BCKS yang baru saja dilaksanakan diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Program tersebut menjadi tahapan wajib dalam mekanisme pengangkatan kepala sekolah sesuai ketentuan terbaru yang ditetapkan pemerintah.

"Pelatihan ini diikuti sekitar 65 peserta. Setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus, mereka akan memperoleh sertifikat BCKS. Sertifikat tersebut menjadi syarat utama untuk bisa diangkat sebagai kepala sekolah," ujarnya.Rabu (29/7/2026)

Ia menjelaskan, masih adanya sekolah yang dipimpin Plt bukan disebabkan lambannya proses pengisian jabatan, melainkan karena adanya perubahan regulasi mengenai persyaratan kepala sekolah.

Dalam beberapa tahun terakhir, mekanisme pengangkatan terus mengalami penyesuaian, mulai dari program calon kepala sekolah, kemudian melalui skema Guru Penggerak, hingga kini menggunakan mekanisme BCKS.

Menurut Irfan, perubahan kebijakan tersebut membuat proses pengisian kepala sekolah definitif harus menyesuaikan aturan baru. Karena itu, sejumlah sekolah sementara dipimpin Plt agar aktivitas belajar mengajar dan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal.

Usai pelaksanaan pelatihan, Disdikbud kini menunggu hasil penilaian dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) bersama penyelenggara pendidikan. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat BCKS yang menjadi dasar pengusulan pengangkatan kepala sekolah definitif sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski telah mengikuti pelatihan, Irfan menegaskan para peserta belum otomatis menduduki jabatan kepala sekolah. Mereka masih harus melalui tahapan evaluasi yang mencakup kepangkatan, jabatan, rekam jejak, hingga hasil penilaian kompetensi selama mengikuti pelatihan.

"Dalam BCKS dilakukan penilaian untuk memastikan peserta benar-benar layak menjadi kepala sekolah. Setelah seluruh tahapan selesai, baru kami mengusulkan pengangkatannya," pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan terus memperluas pembinaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pangan olahan.

Upaya tersebut dilakukan dengan membuka akses pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) melalui pelatihan keamanan pangan yang menjadi tahapan awal sebelum sertifikat diterbitkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan kepemilikan PIRT merupakan bagian penting dalam memastikan produk pangan yang dipasarkan telah memenuhi standar keamanan. Menurutnya, legalitas tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.

"Sebelum mengajukan PIRT, pelaku usaha wajib mengikuti pelatihan keamanan pangan. Di sana kami membekali peserta dengan pengetahuan mengenai proses produksi yang bersih, aman, dan sesuai ketentuan sehingga mutu produk dapat terjaga," ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Ia menilai masih ada sebagian pelaku UMKM yang belum memahami pentingnya sertifikasi tersebut. Padahal, keberadaan PIRT dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya saing produk sekaligus memberikan rasa aman bagi konsumen saat memilih produk pangan. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai penerapan sanitasi, pemilihan bahan baku yang layak, kebersihan lokasi produksi, penggunaan peralatan, teknik pengemasan, hingga tata cara penyimpanan agar kualitas produk tetap terpelihara.

"Keamanan pangan harus diterapkan pada setiap tahapan produksi. Mulai dari bahan yang digunakan, proses pengolahan, pengemasan, hingga produk sampai ke tangan konsumen, semuanya harus memenuhi standar yang berlaku," jelas Alwiati.

Setelah menyelesaikan pelatihan, pelaku usaha dapat melanjutkan proses pengajuan PIRT sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Sertifikat tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi produk untuk dipasarkan di toko modern, mengikuti pameran, maupun menjangkau pasar di luar daerah.

Selain menggelar pelatihan secara berkala, Dinas Kesehatan juga aktif memenuhi undangan dari berbagai instansi, komunitas, hingga sektor swasta untuk memberikan edukasi mengenai keamanan pangan.

Menurut Alwiati, meningkatnya permintaan sosialisasi menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk pangan yang aman terus berkembang.

"Kami berharap semakin banyak UMKM mengurus PIRT sejak usaha mulai berjalan. Dengan standar produksi yang baik sejak awal, produk akan lebih mudah dipercaya konsumen dan memiliki peluang berkembang di pasar yang lebih luas," pungkasnya

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian kota Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan mulai menyiapkan strategi baru dalam membina pelaku usaha kerajinan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar.

Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi sehingga mampu meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruresandy Setia Kesuma, mengatakan pembinaan terhadap pelaku kerajinan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pelatihan rutin.

Menurutnya, perkembangan pasar menuntut adanya inovasi dalam pola pendampingan agar produk lokal mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. Ia menjelaskan, Dekranasda ingin menghadirkan perubahan dalam konsep pembinaan dengan menyusun program yang menyentuh seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran.

Melalui pendekatan tersebut, para pengrajin diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki peluang usaha yang lebih besar.

"Kami ingin melakukan transformasi sehingga program pembinaan tidak lagi monoton seperti setiap tahun. Harapannya, pengrajin di Balikpapan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang," ujar Heruressandy. Selasa (28/7/2026)

Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, Dekranasda juga mendorong pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kerajinan khas Balikpapan.

Di sisi lain, pengembangan produk berbasis kearifan lokal tetap menjadi perhatian utama. Produk-produk tersebut akan dikemas dengan desain yang lebih modern agar memiliki ciri khas sekaligus mampu menarik minat konsumen yang lebih luas. Heruresandy menegaskan keberhasilan pembinaan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Karena itu, Dekranasda membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi, di antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf), guna memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha.

"Setiap tahapan harus memiliki peran yang jelas. Mulai dari bahan baku, produksi, pemasaran hingga pembiayaan harus saling mendukung agar pembinaan benar-benar memberikan hasil," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antar lembaga juga menjadi langkah strategis untuk menghindari tumpang tindih program sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran.

Dengan kolaborasi yang terbangun, manfaat pembinaan diharapkan dapat dirasakan lebih luas dan mendorong pertumbuhan sektor kerajinan sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di Kota Balikpapan. 

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih menunggu rampungnya proses pemetaan talenta aparatur sipil negara (ASN) sebelum mengisi tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang hingga kini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Kebijakan tersebut merupakan konsekuensi penerapan sistem merit berbasis Manajemen Talenta yang kini menjadi acuan nasional dalam promosi jabatan ASN. Adapun tiga jabatan strategis yang belum memiliki pejabat definitif yakni Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD), Sekretaris DPRD Kota Balikpapan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menegaskan, proses pengisian jabatan eselon II tidak lagi dilakukan melalui mekanisme asesmen seperti sebelumnya. Seluruh tahapan kini harus mengikuti ketentuan Manajemen Talenta yang diterapkan pemerintah pusat.

"Beberapa posisi yang masih kosong memang belum kita tetapkan karena harus memenuhi persyaratan melalui sistem Manajemen Talenta. Jadi prosesnya tidak bisa dilakukan secara langsung, tetapi harus mengikuti ketentuan yang berlaku," ujar Rahmad, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, Balikpapan menjadi salah satu pemerintah daerah yang telah menerapkan sistem tersebut bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda. Melalui kebijakan itu, promosi jabatan diharapkan berlangsung lebih objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.

Rahmad menjelaskan, setiap ASN yang diproyeksikan mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama wajib masuk dalam kategori Box 7, Box 8, atau Box 9 berdasarkan hasil pemetaan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Saat ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan masih melakukan pemetaan terhadap pejabat yang memenuhi persyaratan tersebut.

"ASN yang akan menduduki jabatan eselon II harus berada pada kategori Box 7, 8, atau 9 sesuai hasil penilaian BKN. Saat ini proses pemetaan masih berjalan sehingga kita ingin memastikan pejabat yang dipilih benar-benar memenuhi kualifikasi," katanya.

Ia menambahkan, Manajemen Talenta tidak hanya mengukur kemampuan teknis ASN, tetapi juga menilai rekam jejak, kinerja, potensi kepemimpinan, serta kesiapan dalam mengemban jabatan strategis. Dengan demikian, promosi jabatan dilakukan berdasarkan kualitas dan kapasitas, bukan semata-mata pertimbangan administratif. Meski masih terdapat tiga jabatan yang belum terisi secara definitif, Rahmad memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Seluruh tugas pada organisasi perangkat daerah yang masih kosong tetap dilaksanakan oleh pejabat pelaksana tugas sehingga tidak mengganggu roda pemerintahan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan publik tetap berjalan. Selama belum ada pejabat definitif, tugas akan dijalankan oleh Plt sehingga roda pemerintahan tetap berlangsung sebagaimana mestinya," tegasnya.

Rahmad menambahkan, mutasi dan rotasi pejabat merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus membuka peluang pengembangan karier ASN sesuai kompetensi yang dimiliki. Ke depan, seluruh pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Balikpapan akan sepenuhnya mengacu pada sistem merit berbasis Manajemen Talenta guna mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota bagus Susetyo hadir dalam kegiatan advokasi Perlindungan anak

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan peran keluarga, sekolah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membuka Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) yang dirangkaikan dengan kegiatan advokasi perlindungan anak bersama para pemerhati anak, Kamis (23/7/2026).

Bagus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Gugus Tugas KLA yang terus bersinergi menjaga pemenuhan hak-hak anak di Kota Balikpapan. Menurutnya, perlindungan anak tidak semata-mata untuk mempertahankan predikat Kota Layak Anak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

"Anak merupakan investasi terbesar bangsa. Karena itu, perlindungan terhadap mereka harus menjadi komitmen semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, sekolah, dunia usaha, media, dan masyarakat," ujarnya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan, perkawinan usia dini, eksploitasi dan perdagangan anak, penyalahgunaan teknologi digital, persoalan kesehatan reproduksi remaja, hingga ancaman penyalahgunaan narkotika. Kondisi tersebut, kata Bagus, harus diantisipasi melalui edukasi yang berkelanjutan, pendampingan, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

Untuk mendukung terwujudnya Kota Layak Anak, Pemkot Balikpapan telah menerapkan berbagai kebijakan strategis, di antaranya Peraturan Daerah tentang Kota Layak Anak, Peraturan Wali Kota mengenai standar operasional lembaga pengasuhan, penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak, serta pemenuhan lima klaster hak anak yang meliputi hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan khusus.

Bagus berharap seluruh organisasi perangkat daerah, Forum Anak, akademisi, dunia usaha, media, hingga masyarakat terus memperkuat koordinasi dalam memenuhi seluruh indikator Kota Layak Anak sehingga Balikpapan mampu mempertahankan prestasi yang telah diraih sekaligus meningkat ke kategori Paripurna.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Triseno Adi serta Psikolog HIMPSI Patria Rahmawaty sebagai narasumber advokasi perlindungan anak. Keduanya menyoroti tingginya kerentanan anak usia 11 hingga 18 tahun terhadap kekerasan, perundungan, pergaulan bebas, serta dampak negatif perkembangan teknologi digital.

Menutup sambutannya, Bagus mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua, guru, dan anak. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci agar setiap persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui sejak dini, sehingga solusi dapat diberikan secara cepat dan tepat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai mematangkan strategi pembentukan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser. Alih-alih mengirim atlet di seluruh cabang olahraga, pemerintah memilih memusatkan perhatian pada nomor-nomor pertandingan yang dinilai memiliki peluang terbesar menghasilkan medali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun kontingen yang lebih kompetitif sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan efektif.

Saat ini, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan tengah melakukan pendataan atlet serta mengevaluasi cabang olahraga yang layak diprioritaskan.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan keputusan mengenai cabang olahraga yang akan diberangkatkan belum dapat ditetapkan karena pihaknya masih menunggu diterbitkannya Technical Handbook (THB) dan petunjuk teknis (juknis) dari panitia penyelenggara sebagai acuan resmi pelaksanaan pertandingan.

"Technical Handbook dan petunjuk teknis akan menjadi dasar kami untuk melihat jadwal, kategori, serta nomor pertandingan yang diperlombakan. Dari situ baru ditentukan cabang olahraga yang memiliki peluang terbesar meraih medali," ujar Ratih. Selasa (21/7/2026)

Menurutnya, Disporapar juga telah berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur agar THB dan juknis dapat segera diterbitkan. Dengan begitu, proses penyusunan kontingen dapat dilakukan lebih cepat sehingga persiapan menuju Porprov berjalan lebih matang.

Ratih menegaskan, Balikpapan tidak akan memaksakan diri mengikuti seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan. Dari total 64 cabang olahraga, pemerintah memilih menerapkan skala prioritas dengan hanya mengirim atlet pada nomor-nomor yang dinilai memiliki peluang paling besar untuk meraih prestasi.

"Tidak mungkin seluruh cabang olahraga kami ikuti. Selain melihat peluang meraih medali, kami juga harus memperhitungkan kebutuhan akomodasi dan pembiayaan kontingen menuju Kabupaten Paser," katanya.

Setelah THB dan juknis diterima secara resmi, Disporapar akan menyusun kebutuhan anggaran secara rinci. Perhitungan tersebut mencakup jumlah atlet dan ofisial, biaya transportasi, penginapan, konsumsi, akomodasi selama pertandingan, hingga uang saku peserta. Melalui pemetaan sejak dini, Pemkot Balikpapan berharap kontingen yang diberangkatkan benar-benar diisi atlet terbaik di cabang olahraga unggulan.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang perolehan medali sekaligus memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Asisten Ekonomi, Pembangunan dan kesejahteraan rakyat Setda kita Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menggulirkan Program Beasiswa Stimulan Pendidikan Tinggi Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Balikpapan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mencetak generasi yang memiliki daya saing. Sebelum proses pendaftaran dimulai, Pemkot menggelar sosialisasi secara daring yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik di Balikpapan maupun luar daerah.

Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk 142 penerima yang tersebar pada berbagai jenjang pendidikan. Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, menegaskan bahwa pemberian beasiswa merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Beasiswa ini tidak hanya dimaknai sebagai bantuan pembiayaan kuliah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di masa mendatang,” ujarnya saat membuka sosialisasi, Selasa (21/7/2026).

Yusri juga mengingatkan para calon pendaftar agar mencermati seluruh persyaratan administrasi sebelum mengunggah dokumen. Menurutnya, ketelitian menjadi faktor penting karena masih banyak peserta yang gagal pada tahap verifikasi akibat kekurangan dokumen maupun kesalahan teknis.

“Manfaatkan kesempatan sosialisasi untuk memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi. Dengan begitu, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan peluang lolos seleksi semakin besar,” katanya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan, Muhammad Arif Fadilah, menambahkan kuota penerima tahun ini mencapai 142 mahasiswa dengan total anggaran Rp1 miliar. Ia berharap program tersebut mampu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi investasi pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

“Harapan kami, bantuan ini tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan studi, tetapi juga melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ungkapnya.

Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Mahasiswa Diploma III memperoleh Rp5 juta, Diploma IV dan Strata I sebesar Rp7 juta, Strata II menerima Rp9 juta, sedangkan Strata III mendapatkan Rp10 juta. Khusus mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi jenjang Strata I, bantuan yang diberikan mencapai Rp9 juta per orang.

Pendaftaran dilakukan secara daring mulai 7 Juli hingga 28 Agustus 2026 melalui laman resmi beasiswa.balikpapan.go.id. Pranata Komputer Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, Lili Herawati, menjelaskan seluruh peserta wajib membuat akun baru karena sistem pendaftaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Selain itu, Pemkot menerapkan dua tahap verifikasi administrasi agar peserta memiliki kesempatan melengkapi dokumen apabila masih ditemukan kekurangan pada pemeriksaan awal sebelum penetapan hasil akhir.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Plt Sekretaris Daerah Pemerintah kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan seluruh catatan dan masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah dan pelaksanaan program pembangunan.

Saat ini, raperda tersebut memasuki tahapan evaluasi oleh Gubernur Kalimantan Timur sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan proses evaluasi gubernur merupakan tahapan wajib setelah pembahasan bersama DPRD rampung. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang III Tahun Sidang 2025/2026 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (20/7/2026).

67Menurut Agus, dokumen raperda akan menjalani proses evaluasi selama kurang lebih dua pekan. Apabila hasil evaluasi tidak memerlukan penyempurnaan substansial, pemerintah daerah dapat segera menetapkannya menjadi Perda.

“Setelah paripurna, tahapan berikutnya adalah evaluasi gubernur. Kurang lebih sekitar dua minggu. Kalau secara substansi hasil evaluasinya sudah sesuai, nanti dikembalikan kepada pemerintah daerah dan bisa ditetapkan menjadi Perda,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 memiliki fungsi strategis karena menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah dalam menyusun Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau sudah menjadi Perda, itu menjadi dasar kita untuk melakukan perubahan APBD apabila memang telah disepakati bersama,” katanya.

Selain menunggu hasil evaluasi gubernur, Pemkot Balikpapan juga mulai menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan DPRD. Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kinerja perangkat daerah, efisiensi penggunaan anggaran, serta pengelolaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) agar semakin transparan dan akuntabel.

“Catatan-catatan dari DPRD tentu menjadi perhatian kami. Ada yang saat ini sudah dalam proses perbaikan, ada juga yang akan terus kami tindak lanjuti. Semuanya menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja, efisiensi, dan kejelasan pengelolaan SiLPA pada masa mendatang,” jelas Agus.

Menanggapi pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD, Agus menegaskan komunikasi selama ini telah berjalan dengan baik melalui berbagai forum, termasuk rapat dengar pendapat (RDP).

Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci dalam memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta menjawab kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan. “Kami selama ini rutin melakukan koordinasi dengan DPRD, salah satunya melalui rapat dengar pendapat.

Ketika ada persoalan atau masukan dari lapangan, DPRD memanggil kami untuk membahasnya. Itu merupakan bentuk koordinasi yang harus terus dilakukan demi perbaikan pelaksanaan pembangunan di Kota Balikpapan,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Rencana pembangunan sirkuit balap di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, mulai memasuki tahapan perencanaan. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan kini memfokuskan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai langkah awal sebelum proyek pembangunan fisik dapat direalisasikan. Penyusunan DED diharapkan dapat memperoleh dukungan anggaran melalui Perubahan APBD Tahun 2026.

Dokumen teknis tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menentukan desain, kebutuhan anggaran, serta tahapan pembangunan sirkuit pada tahun-tahun berikutnya.

Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengarahkan seluruh tim terkait untuk memprioritaskan penyusunan DED pada tahun ini. Menurutnya, penyelesaian dokumen perencanaan menjadi fokus utama sebelum pemerintah melangkah ke tahap pembangunan.

"Untuk DED, semoga bisa. Tadi saya juga sudah menyampaikan kepada tim agar tahun ini fokus menyusun DED terlebih dahulu," ujar Ratih kepada awak media, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini Disparpora masih mengupayakan agar anggaran penyusunan DED dapat diakomodasi dalam Perubahan APBD 2026. Namun, besaran anggaran yang dibutuhkan masih dalam tahap pembahasan bersama bidang teknis.

"Untuk anggarannya belum ada. Saat ini kami masih memperjuangkan terlebih dahulu. Nanti saya akan berkoordinasi lagi dengan bidang terkait," katanya.

Ratih menuturkan, lokasi yang direncanakan sebagai kawasan pembangunan sirkuit tetap berada di wilayah Lamaru, Balikpapan Timur. Meski lokasi telah ditetapkan sejak awal, pembangunan fisik belum dapat dilaksanakan karena pemerintah masih menyelesaikan proses perencanaan teknis.

"Untuk sementara masih menggunakan lokasi yang sama. Sekarang kami menyusun DED dulu. Selanjutnya akan menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia," jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Disparpora juga telah melakukan survei lapangan di lokasi yang direncanakan. Hasil survei tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan DED, meski luas lahan yang akan digunakan masih menunggu data final dari tim teknis.

"Lokasinya memang di Balikpapan Timur dan sudah disurvei. Untuk luas lahannya saya masih harus berkomunikasi dengan tim yang melakukan survei," pungkas Ratih.

Apabila penyusunan DED dapat diselesaikan sesuai target dan memperoleh dukungan anggaran, maka Pemerintah Kota Balikpapan akan memiliki landasan teknis untuk melanjutkan rencana pembangunan Sirkuit Lamaru sebagai salah satu fasilitas olahraga otomotif yang diharapkan mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus menjadi daya tarik baru bagi sektor olahraga dan pariwisata di Kota Balikpapan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 

  1. Pemekaran Kelurahan Manggar Disetujui Secara Akademis, Realisasi Masih Menunggu Kesiapan Anggaran
  2. Pemkot Balikpapan Perketat Aturan Pom Mini, Wajib Kantongi Persetujuan Warga
  3. Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud Serahkan Seragam Gratis
  4. Sidang Tipiring di Tempat Jadi Senjata Baru Satpol PP Balikpapan Tertibkan PKL dan Jukir Liar
  5. PTMB Perkuat Sistem Air Baku, Interkoneksi Pipa Tingkatkan Keandalan Distribusi Air Bersih
  6. Porpamnas IX 2026 Diproyeksi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Balikpapan
  7. Satpol PP Balikpapan Perketat Penertiban Pengamen di Lampu Merah
  8. BPBD Balikpapan Bekali Siswa Baru Pengetahuan Kebencanaan saat MPLS
  9. Disdik Balikpapan Pastikan SPMB 2026 Transparan, Rayonisasi Jadi Bahan Evaluasi
  10. JMF 2026 Bidik Penyerapan Tenaga Kerja di Atas 50 Persen
  11. Irfan Taufik : Seragam Gratis Ditarget Rampung Sebelum 13 Juli
  12. Bagus Susetyo: Hadapi Fenomena LGBT dengan Edukasi, Pendampingan Keluarga, dan Layanan Kesehatan
  13. Gerai Koperasi Merah Putih di Balikpapan Disiapkan, Operasional Tunggu Juknis Pusat
  14. Semangat Hijrah Menggema di Balikpapan, Rahmad Mas'ud Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Keimanan
  15. Dihari Harganas Bagus Susetyo tekankan Ayah Diminta Lebih Dekat dengan Anak
  16. Disperkim Balikpapan Tegaskan Pengembang Wajib Serahkan PSU
  17. ISOG Raih Gas Pertama Lapangan Karamba, Perkuat Pasokan Energi untuk Kilang Balikpapan
  18. Debu Selimuti Balikpapan, Dinkes Belum Temukan Lonjakan ISPA dan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
  19. Uji Coba Perlinsos Digital di Manggar Baru Jadi Langkah Awal Penyempurnaan Layanan Sosial Balikpapan
  20. ASN Pensiun Bertambah, Pemkot Antisipasi Kekurangan Pegawai