Foto : Plt. Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin.

SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Pelayanan pemeriksaan alat ukur dan timbangan bagi pelaku usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tetap berjalan tanpa dipungut biaya. Namun, keterbatasan sarana transportasi petugas menjadi tantangan bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar untuk menjangkau lokasi pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Burhanuddin, mengatakan pelayanan metrologi legal dilaksanakan melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD) khusus yang menangani pengujian alat ukur dan timbangan. Peralatan yang diperiksa beragam, mulai dari timbangan kelapa sawit dan pompa bahan bakar minyak (BBM) hingga timbangan yang digunakan pedagang di pasar.

“Jadi di Disperindag, memang ada UPT khusus yang menangani metrologi legal. Kantornya tersendiri di Jalan Udang,” kata Burhanuddin.

Ia menjelaskan, pelayanan metrologi legal kini menjadi bagian dari kewenangan pemerintah kabupaten. Pelaku usaha atau perusahaan yang memiliki alat ukur dan timbangan dapat mengajukan permohonan kepada Disperindag Kukar untuk menjalani pemeriksaan.

Setelah permohonan diterima, petugas akan melakukan verifikasi dan pengujian di lokasi guna memastikan alat tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku. Proses ini penting untuk menjaga keakuratan hasil pengukuran dalam transaksi perdagangan, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. “Sehingga, setiap ada permohonan, perusahaan-perusahaan yang memiliki alat timbang harus mengajukan permohonan kepada kami. Setelah itu, teman-teman turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi, termasuk melakukan pengujian,” ujarnya.

Tingginya aktivitas pelayanan terlihat dari permohonan yang terus masuk. Burhanuddin menyebut, dalam sehari terkadang terdapat sekitar 10 berkas yang ditandatanganinya untuk diteruskan ke tahap penanganan berikutnya. “Ini berjalan terus. Jadi setiap hari kadang-kadang ada sekitar 10 berkas yang saya tanda tangani untuk meneruskan proses tindak lanjut teman-teman ke lapangan,” ungkapnya.

Meski pelayanan berlangsung rutin, kebijakan penggratisan metrologi legal turut memengaruhi dukungan operasional yang tersedia. Burhanuddin mengatakan, sebelumnya terdapat pembiayaan untuk pelayanan tersebut, tetapi skema itu telah dihapus sehingga masyarakat tidak lagi dikenai biaya. “Cuma persoalan kami, karena ternyata pelayanan itu memang gratis. Dulu ada pembiayaan, tetapi itu dicabut dari pusat. Jadi sekarang memang gratis, termasuk air minum dan sebagainya,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan ketika petugas harus mendatangi perusahaan atau lokasi alat ukur yang memerlukan pemeriksaan. Keterbatasan transportasi membuat Disperindag harus mencari cara agar pelayanan tetap terlaksana tanpa membebani masyarakat dengan biaya tambahan.

Dalam beberapa kesempatan, perusahaan yang mengajukan permohonan membantu menyediakan transportasi bagi petugas, baik melalui penjemputan maupun pengantaran menuju lokasi pemeriksaan. “Kendala kami karena kegiatan teman-teman di OPD ini, transportasinya tidak ada. Jadi kadang-kadang untuk mengakali itu, biasanya perusahaan yang didatangi menyediakan penjemputan atau menjemput teman-teman untuk melakukan pelayanan,” pungkasnya.

Disperindag Kukar tetap berupaya menjaga keberlangsungan layanan metrologi legal agar pemeriksaan alat ukur dan timbangan dapat dilakukan sesuai permohonan. Di tengah kendala operasional, layanan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketepatan takaran, mendukung transaksi perdagangan yang adil, serta memberikan perlindungan kepada konsumen dan pelaku usaha

(ADV/Diskominfo Kukar)

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan Aus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Kalimantan Timur H Rudi Mas'ud kunjungan di kampus ITK

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10). Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari kegiatan di lingkungan perguruan tinggi hingga meninjau langsung infrastruktur air baku.

Rangkaian kegiatan AHY diawali di Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Di kampus tersebut, AHY dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka senat. Dalam kesempatan yang sama, AHY juga menghadiri peresmian Forum Konsorsium Institut Teknologi Negeri di Indonesia (ITX) serta memberikan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan melalui ilmu pengetahuan, gagasan dan inovasi. Menurutnya, keterlibatan kampus diperlukan agar pembangunan yang dijalankan pemerintah dapat menyesuaikan dengan karakteristik daerah serta persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Perguruan tinggi dapat memberikan masukan dan inovasi yang membantu pemerintah mencari solusi sesuai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Herzaky.

Setelah agenda di ITK, AHY melanjutkan kunjungan ke Sumur Air Baku Gunung Tembak. Di lokasi tersebut, ia akan menerima paparan mengenai infrastruktur air baku sekaligus melihat langsung kondisi fasilitas yang ada.

AHY juga dijadwalkan berdialog dengan masyarakat yang menerima manfaat dari infrastruktur tersebut. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda untuk mengetahui secara langsung kondisi pelayanan air dan kebutuhan warga. Herzaky mengatakan peninjauan lapangan penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya melihat pembangunan dari sisi fisik, tetapi juga mengetahui manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Air merupakan kebutuhan dasar. Karena itu, kondisi infrastrukturnya perlu dilihat langsung, termasuk mendengar pengalaman masyarakat yang memanfaatkannya,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan AHY di Balikpapan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi ketiga unsur tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung.

Dalam kunjungan kerja tersebut, AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal serta sejumlah staf khusus, yakni Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Ahmad Khoirul Umam dan Arief Rahman. (/*)

Menteri koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama warga masyarakat kelurahan tritip kecamatan Balikpapan Timur 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan masih belum sebanding dengan kapasitas produksi yang tersedia. Dari kebutuhan sekitar 2.500 liter per detik, suplai air yang saat ini tersedia baru berada di kisaran 1.500 liter per detik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat. Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan untuk menambah pasokan adalah mengembangkan sumber air baku alternatif, termasuk melalui pemanfaatan sumur dalam.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan hal tersebut saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Sumur Dalam di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (8/10/2026) sore.

AHY mengatakan kebutuhan air di Balikpapan masih cukup tinggi sehingga penambahan suplai perlu terus dilakukan secara bertahap. “Balikpapan masih sangat membutuhkan suplai air. Hari ini tersedia 1.500 liter per detik, sementara kebutuhannya kurang lebih 2.500 liter per detik,” kata AHY.

Ia menilai pengembangan sumur dalam dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tersebut. Sumur dalam di Teritip yang ditinjau dalam kunjungannya saat ini mampu memberikan tambahan produksi sekitar 10 liter per detik dan sudah digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Menurut AHY, peningkatan kapasitas air bersih juga perlu dipersiapkan untuk menghadapi kondisi kemarau, termasuk kemungkinan El Nino berkepanjangan. “Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di masa kemarau dan El Nino berkepanjangan,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang, kata AHY, Balikpapan tetap memerlukan sumber air dengan kapasitas yang lebih besar. Salah satu alternatif yang sedang diperhitungkan yakni memanfaatkan aliran dari Sepaku Semoi, yang saat ini menjadi bagian dari sistem pemenuhan kebutuhan air di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan kajian karena jarak sumber air dengan Balikpapan cukup jauh. Selain aspek teknis, kebutuhan anggaran untuk membangun infrastruktur pendukung juga harus dihitung secara matang. “Yang paling signifikan kalau kita bisa mendapatkan aliran dari Sepaku Semoi. Jaraknya cukup jauh, sehingga kita perlu menghitung ulang karena memang membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.

AHY menegaskan pemerintah pusat akan mengawal penambahan suplai air tersebut bersama Kementerian Pekerjaan Umum, balai teknis di Kalimantan Timur, serta Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Menurutnya, penambahan kapasitas tidak harus langsung dalam jumlah besar. Peningkatan secara bertahap tetap penting selama dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

“Walaupun tidak bisa langsung besar suplai yang bisa kita tambahkan, tetapi selalu ada progres, selalu ada kemajuan. Sepuluh liter per detik, kita tambah lagi 10 liter dan seterusnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menjelaskan, produksi sumur dalam di Teritip saat ini berada di angka sekitar 10 liter per detik. Air tersebut telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan 1.089 rumah di wilayah Balikpapan Timur. Yudhi menyebut fasilitas tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan. Dari dua sumur yang tersedia, kapasitas produksi secara keseluruhan berpotensi ditingkatkan hingga 30 liter per detik.

“Kapasitas produksi hanya 10 liter per detik di sini. Saat ini kami melayani 1.089 rumah. Kami punya dua sumur dan seharusnya ini bisa ditingkatkan hingga 30 liter per detik,” ungkap Yudhi.

Apabila peningkatan kapasitas itu dapat direalisasikan, PTMB memperkirakan tambahan suplai tersebut nantinya mampu memperluas cakupan pelayanan hingga sekitar 2.000 rumah.

(*/R)

Foto : Conference pers Dilokasi Sirkuit BMC jalan Soekarno Hatta km 10 Balikpapan Utara H Ahmad Rustam ketua penyelenggara, H Danang Seksi acara, Ketua IMI Balikpapan I Gusti Lanang wiweka dan Ariono steward pengawas IMI pusat 

SWARAREPUBLIKAcom, BALIKPAPAN — Sirkuit BMC, Jalan Soekarno-Hatta Km 10, Balikpapan Utara, bersiap menjadi arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GTX Motocross Putaran III Regional Kalimantan, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).

Ajang balap tersebut terbuka untuk masyarakat. Warga Balikpapan dan sekitarnya dapat menyaksikan langsung persaingan para pembalap tanpa dipungut biaya. Pelaksanaan kejuaraan disampaikan dalam konferensi pers di Sirkuit BMC, Jumat (2/10/2026) sore.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI ke-81. Tidak hanya balapan, panitia juga menyiapkan bazaar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, serta bantuan sosial bagi masyarakat.

Ketua pelaksana penyelenggara yang juga Ketua HDCI Balikpapan, H. Ahmad Rustam, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut disiapkan agar pelaksanaan kejuaraan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran masyarakat bersama keluarga juga diharapkan dapat membuat suasana kejuaraan semakin meriah, sekaligus memberi kesempatan bagi pelaku UMKM memasarkan produknya.

Konferensi pers turut dihadiri H. Danang selaku seksi acara, Ketua IMI Balikpapan I Gusti Lanang Wiweka,  serta Aryono yang ditunjuk IMI Pusat sebagai steward atau pengawas lomba.

Lanang menjelaskan, putaran pertama Kejurnas GTX Regional Kalimantan telah berlangsung di Kalimantan Barat. Sementara putaran kedua yang semula direncanakan di Kalimantan Tengah dibatalkan atas arahan IMI Pusat karena kondisi kabut asap. Balikpapan kemudian ditunjuk menjadi tuan rumah putaran ketiga.

Setelah itu, rangkaian kejuaraan akan berlanjut ke Kalimantan Selatan sebagai putaran penutup. Peserta berasal dari lima provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Selain peserta regional, tersedia pula kelas terbuka yang diikuti pembalap dari luar Kalimantan, di antaranya dari Jawa, Bali, dan Sumatera.

Sebanyak 12 kelas dipertandingkan dalam kejuaraan ini. Penentuan juara menggunakan akumulasi poin dari setiap putaran. Panitia juga menyiapkan empat unit sepeda motor sebagai hadiah utama, masing-masing dua unit untuk pemenang kelas utama dan dua unit untuk kelas penunjang.

Lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer untuk setiap putaran. Jumlah lap pada babak final akan ditentukan pimpinan lomba dengan mempertimbangkan kondisi lintasan dan ketentuan perlombaan.

Lanang menyambut baik pelaksanaan Kejurnas GTX di Balikpapan. Menurutnya, selain menjadi ajang olahraga otomotif, kejuaraan ini membuka ruang bagi masyarakat dan pelaku UMKM untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Ariono mengatakan penunjukannya sebagai steward dari IMI Pusat bertujuan memastikan perlombaan berjalan sesuai aturan. Pengawasan dilakukan agar seluruh peserta memperoleh perlakuan yang sama selama kompetisi.

“Pimpinan lomba memegang kendali tertinggi di sirkuit. Karena itu kinerjanya harus diawasi, supaya semua pihak diperlakukan sama, tidak ada yang diistimewakan maupun dirugikan,” ujar Aryono.

Ahmad Rustam kembali mengajak masyarakat datang ke Sirkuit BMC dan menikmati rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. “Datanglah bersama keluarga, tonton balapannya secara gratis, belanja produk UMKM di bazaar, dan manfaatkan pemeriksaan kesehatan yang kami sediakan,” katanya.

Kejurnas GTX Motocross Putaran III Regional Kalimantan diselenggarakan IMI Balikpapan bersama BMC Balikpapan Motocross, dengan dukungan IMI Kalimantan Timur, IMI Pusat, HDCI Balikpapan, serta unsur terkait dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke-81.

(*)

Menteri koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono didampingi Gubernur Kalimantan Timur H Rudi Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pengembangan transportasi di Kalimantan Timur dinilai membutuhkan pilihan moda yang mampu mengangkut orang sekaligus komoditas dalam skala besar. Salah satu yang mulai mendapat perhatian pemerintah adalah pengembangan jaringan kereta api.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kebutuhan tersebut sejalan dengan besarnya potensi komoditas yang dimiliki Kalimantan Timur, termasuk batu bara dan minyak sawit mentah atau CPO. Hal itu disampaikan AHY saat melakukan kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, potensi komoditas yang besar harus ditunjang sistem transportasi dengan kemampuan angkut yang kuat. Kereta api, kata AHY, dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik. “Komoditas di Kalimantan, termasuk khususnya di Kalimantan Timur ini banyak sekali. Dari batu bara hingga CPO dan lain sebagainya. Perlu daya angkut, perlu moda transportasi yang tangguh,” ujar AHY.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang menjadikan kereta api sebagai bagian penting dalam sistem konektivitas, khususnya untuk membawa barang dalam jumlah besar. Karena itu, pemerintah melihat peningkatan kapasitas transportasi di Kalimantan perlu mempertimbangkan pengembangan moda kereta. “Di sinilah pentingnya peningkatan kapasitas transportasi, termasuk melalui kereta,” katanya.

AHY menyebut pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia masih melakukan pematangan terhadap rencana pengembangan jaringan tersebut. Menurut dia, pembangunan jaringan kereta tidak dapat dilakukan secara sederhana.

Sejumlah faktor harus dihitung secara matang, mulai dari kesesuaian tata ruang, kemampuan fiskal pemerintah hingga pola investasi yang dapat berjalan secara berkelanjutan. “Pengembangan kereta ini membutuhkan perhitungan yang benar-benar detail karena berkaitan dengan tata ruang, kapasitas fiskal, investasi yang harus juga sustainable karena ini membutuhkan anggaran yang besar,” jelasnya.

Infrastruktur Harus Berjalan Bersama Penguatan SDM Dalam agenda kunjungan yang sama, AHY juga menghadiri Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Kehadiran perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan teknologi dan inovasi di Kalimantan Timur.

AHY menilai potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah harus diimbangi dengan kualitas manusia yang mampu mengelolanya. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. “Kekayaan alam yang kita miliki pada akhirnya perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi, tetapi juga punya integritas,” tuturnya.

Ia mengatakan pembangunan jalan, jembatan, perumahan dan penyediaan air bersih memang penting untuk mendukung aktivitas masyarakat serta memperkuat hubungan antarwilayah. Namun, pembangunan fisik tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan pendidikan dan kesehatan. “Pada akhirnya itu semua sekali lagi harus ditopang oleh infrastruktur manusianya. Pendidikan, kesehatan, dan juga meningkatkan kesehatan secara umum,” katanya.

Pusat dan Daerah Diminta Perkuat Sinkronisasi Persoalan pembangunan daerah juga menjadi bagian dari pembahasan AHY dalam pertemuannya dengan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Diskusi tersebut antara lain menyangkut kebutuhan pembangunan, kondisi fiskal serta peluang investasi di daerah. AHY menilai kapasitas fiskal menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Sebab, kebutuhan anggaran tidak hanya muncul ketika membangun infrastruktur baru, tetapi juga untuk menjaga dan memperbaiki fasilitas yang sudah tersedia.

“Belum bicara membangun, tetapi membicarakan misalnya perbaikan jalan rusak atau jembatan rusak. Itu saja membutuhkan anggaran yang cukup,” ungkapnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan wilayah. “Kami sepakat sekali tadi, pusat dan daerah ini harus benar-benar duduk bersama, mensinkronkan segala sesuatunya,” tegas AHY.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun konektivitas sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengolah potensi Kalimantan Timur dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. 

(*/R)

SWARAREPUBLIKA.com, BANJARBARU – Sebanyak 83 balita bersama keluarganya mengikuti kegiatan Edukasi Keluarga Balita yang digelar Alfamidi di gerai Alfamidi Tanjung Remaja, Banjarbaru, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali Anak, Tumbuh Kembang Optimal” tersebut menjadi ruang edukasi bagi orang tua untuk memahami lebih jauh pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperhatikan proses tumbuh kembang anak sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, Alfamidi menggandeng Puskesmas Martapura 1. Para orang tua mendapat penyuluhan mengenai kesehatan balita, disertai pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang mengikuti kegiatan.

Branch Manager Alfamidi Samarinda, Mulya Dwi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, perhatian orang tua terhadap kesehatan anak perlu dimulai sejak dini. Salah satunya dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembangnya.

“Kami berharap para orang tua semakin memahami bahwa imunisasi merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal,” ujar Mulya.

Sementara itu, Bidan Fatiya dari Puskesmas Martapura 1 mengapresiasi kegiatan yang melibatkan keluarga balita tersebut. Ia menyebut antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan cukup baik. Ia berharap edukasi kesehatan bagi keluarga balita tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak orang tua mendapatkan informasi yang tepat mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan tersebut, Alfamidi turut mengambil bagian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat membantu orang tua lebih memperhatikan kesehatan anak dalam masa pertumbuhan.

 

Dirut PTMB Balikpapan Yudhi Saharuddin 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali memanfaatkan sumur sebagai salah satu sumber air baku untuk mempertahankan pelayanan kepada masyarakat di Balikpapan Timur.

Langkah ini dilakukan karena sumber air permukaan di sekitar lokasi belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan instalasi pengolahan air (IPA) di kawasan Balikpapan Timur tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 10 liter per detik dengan cakupan pelayanan mencapai 1.089 sambungan rumah (SR).

Menurut Yudhi, terdapat tiga sumber air baku yang dapat dimanfaatkan di lokasi itu. Saat ini PTMB mengoperasikan dua sumur, sedangkan sumber air dari Sungai Selok Api belum dapat digunakan karena kondisinya sedang kering.

“Kalau musim hujan, kita bisa mengambil dari Sungai Selok Api. Tapi sekarang sungainya kering, jadi masih menggunakan sumur,” ujar Yudhi saat ditemui di lokasi, Kamis (8/10/2026).

Ia berharap kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke lokasi tersebut dapat membuka peluang peningkatan kapasitas IPA. PTMB berencana mengusulkan penambahan kapasitas produksi hingga 30–50 liter per detik.

Dengan peningkatan tersebut, cakupan pelayanan di Balikpapan Timur diharapkan dapat diperluas hingga sekitar 3.000 sampai 5.000 sambungan rumah. Yudhi menjelaskan, fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun cukup lama dan sempat tidak difungsikan karena PTMB lebih banyak menggunakan sumber air permukaan.

Namun, bertambahnya kebutuhan sambungan rumah seiring pertumbuhan penduduk membuat sumur kembali dimanfaatkan. “Kita akui saat ini memang kekurangan sumber air baku. Jadi ini salah satu IPA yang membantu menambah layanan di sekitar Balikpapan Timur,” katanya.

Kondisi ketersediaan air baku juga menjadi perhatian PTMB menyusul terus menurunnya level air waduk. Menurut Yudhi, dampaknya cukup terasa di Balikpapan Timur karena wilayah tersebut banyak bergantung pada pasokan dari IPA Teritip.

Saat ini produksi IPA Teritip hanya mampu berjalan sekitar 50 persen. Untuk mempertahankan pelayanan, PTMB memaksimalkan sumur-sumur yang tersedia di sejumlah IPA untuk diolah dan disalurkan kepada masyarakat. “Terutama di Timur itu sangat terasa. Level waduk Teritip makin turun, sehingga kita hanya bisa produksi 50 persen. Sumur-sumur yang ada kita maksimalkan untuk kemudian diolah dan disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.

Yudhi mengatakan kondisi tersebut juga berkaitan dengan dampak El Nino yang menyebabkan gangguan terhadap pelayanan air bersih. PTMB pun menyiapkan layanan air melalui mobil tangki sebagai langkah antisipasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan pelayanan perpipaan. “Mungkin saat ini banyak gangguan karena adanya El Nino, tapi kita juga mengantisipasi dengan menyiapkan layanan tangki,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Menurutnya, keterbatasan sumber air baku membuat penggunaan air perlu diperhatikan agar ketersediaannya tetap terjaga dan pelayanan dapat diberikan kepada masyarakat. Di sisi lain, PTMB mendapat dukungan dari kalangan pengusaha, khususnya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dalam pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki.

Yudhi menjelaskan, kerja sama tersebut bukan merupakan pembentukan satuan tugas. Para pengusaha membentuk tim untuk membantu masyarakat yang terdampak gangguan layanan perpipaan, sementara PTMB menyediakan air bersihnya. “Teman-teman pengusaha, khususnya HIPMI, membentuk satu tim untuk membantu masyarakat. Kami menyiapkan airnya, sedangkan teman-teman HIPMI menyiapkan mobil tangki bekerja sama dengan Kodam,” jelasnya.

Mulai Jumat (9/10/2026), PTMB bersama pihak yang terlibat akan mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan pasokan air bersih. Penyaluran selanjutnya dilakukan menggunakan mobil tangki ke lokasi yang terdampak.

PTMB saat ini telah menyiapkan 17 mobil tangki. Ditambah dukungan sekitar empat armada dari HIPMI dan Kodam, total sekitar 20 mobil tangki disiapkan untuk membantu pendistribusian air kepada masyarakat.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Seorang pelajar salah satu SMP di Balikpapan ditemukan meninggal dunia di wilayah Balikpapan Timur, Kamis (24/9/2026) sore.

Peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Informasi diterima kepolisian melalui layanan darurat 110, dan petugas segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen menyampaikan, begitu laporan masuk, personel langsung menuju tempat kejadian. "Kami segera turun ke lokasi dan melakukan tindakan kepolisian di tempat," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (25/9/2026).

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit AURI untuk pemeriksaan medis, dan pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Kepolisian telah menjalankan rangkaian prosedur: meninjau tempat kejadian, melakukan tindakan pertama di lokasi, hingga olah TKP.

Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur juga bekerja bersama tim INAFIS Polresta Balikpapan guna meneliti lokasi serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hingga kini, perkara masih ditangani Polsek Balikpapan Timur.

Tim penyidik memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta mendalami urutan kejadian. "Kami masih memeriksa saksi, mengamankan barang bukti, dan mendalami bagaimana peristiwa ini terjadi serta apa latar belakangnya," jelas Chusen.

Pihak kepolisian juga terus meneliti penyebab kematian guna memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam peristiwa tersebut. "Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan sesuai fakta hasil penyidikan," pungkasnya. (*)