BALIKPAPAN - Aksi perambahan hutan mangrove dan pengupasan lahan terjadi di kawasan Kariangau, Teluk Balikpapan, Kecamatan Balikpapan Barat.

Perambahan dan pengupasan lahan yang diduga ilegal itu, diduga dilakukan oleh sebuah perusahaan yang ada di Balikpapan. Akibat aktivitas tersebut, habitat pesut Teluk Balikpapan dan Bekantan (monyet hidung merah), terancam punah.

Pasalnya, hutan mangrove yang sedianya menjadi tempat berkembang biaknya aneka biota laut yang menjadi makanan pesut Teluk Balikpapan ini serta buah mangrove, menjadi rusak parah.

Aktivitas perambahan hutan mangrove dan pengupasan lahan tidak bertanggung jawab tersebut, berkat temuan Balikpapan Watch, yakni sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendampingan kebijakan publik.

Lokasi berada di kawasan Teluk Balikpapan, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat. Aktivitas tersebut, juga sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat sekitar, karena kawasan tersebut jadi lokasi warga mencari nafkah seperti, mencari ikan, kepiting, serta lainnya.

Ketua LSM Balikpapan Watch, Haris Syamta mengatakan, temuan aktivitas diduga tak berizin itu bermula dari laporan masyarakat, baik warga di kawasan Kariangau maupun warga dari desa Jenebora dan Pantai Lango, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). "Temuan aktivitas diduga ilegal ini berdasarkan laporan masyarakat.

Kami coba investigasi ternyata benar di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, telah terjadi perusakan lingkungan, diantaranya pengupasan lahan (belum diketahui lahan punya siapa), termasuk alat berat yang bekerja dan perusahaan siapa yang melakukannya," kata Haris Syamta saat ditemui wartawan, Jumat (14/08/2020).

Yang disesalkan, tambah Haris, sapaan akrab Haris Syamta Evo, terancam punahnya habitat sejumlah hewan asli Kalimantan di Teluk Balikpapan, diantaranya Pesut (Orcaella brevirostris) dan Bekantan (Nasalis larvatus).

Bekantan adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus Nasalis.

Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan bakau, rawa dan hutan pantai. "Di lokasi kegiatan, hutan mangrove yang berada di pesisir pantai Kariangau habis ditebangi.

Kini terlihat sisa batang kayu mangrove yang dibiarkan berserakan di kawasan tersebut. Ini sangat riskan dan kami sesalkan karena tidak adanya pengawasan dari pihak-pihak terkait," katanya.

Dirinya menyayangkan tidak adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, untuk mengantisipasi terjadinya aktivitas diduga perusakan lingkungan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya mempertanyakan perizinan dari aktivitas tersebut.

"Ini yang coba kami pertanyakan kepada Pemkot Balikpapan terkait upayanya mencegah aktivitas yang diduga ilegal tersebut," ujar Haris.

Saat sejumlah wartawan melakukan peninjauan ke lokasi yang dimaksud dengan menggunakan dua speed boat untuk mengambil gambar aktivitas di lokasi kegiatan, rombongan wartawan mendapat intimidasi dari sejumlah orang yang diduga pekerja dari lokasi tersebut.

Mereka juga melarang wartawan memotret atau sekadar mengambil gambar dengan kamera handphone dan mengusir wartawan untuk meninggalkan kawasan tersebut, seolah kawasan tersebut adalah kawasan ekslusif.

Bahkan, sejumlah orang dengan menggunakan sebuah kapal klotok dan satu speed boat berusaha mengejar rombongan wartawan hingga motoris speed boat ketakutan dan memilih tancap gas meninggalkan kawasan tersebut.

"Sebelum pergi, kami sempat mengabadikan aktivitas di lokasi itu, terlihat juga sebuah kapal LCT yang sedang sandar, sebuah truk dan tiga unit alat berat yang sedang melakukan aktivitas pengupasan lahan," ujar Dayat, salah satu wartawan yang melakukan peninjauan lokasi.

Balikpapan-Kasus pembunuhan yang terjadi didepan Gapura SD 002, Jalan Cendrawasih, RT 17, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, yang menewaskan Seorang pedagang es keliling akibat ditikam benda tajam ,Sabtu (29/2/2020) . 

Korban diketahui berinisial AJ (48), warga Jalan Telindung, RT 052, Muara Rapak, sementara pelaku yang sudah di amankan Mapolsek Balikpapan Utara berinisial M (50), yang merupakan pedagang pisang.

Aksi pembunuhan ini terjadi sekira pukul 10.00 Wita. Saat itu bertepatan dengan pulangnya siswa-siswi kelas I SD 002 Balikpapan, pelaku mengaku nekat membunuh korban dengan menggunakan badik lantaran sakit hati.

Korban sebelumnya sempat mengembalikan pisang dagangannya yang sudah dibeli seharga Rp 15.000 karena dianggap busuk, atas perlakuan itulah pelaku gelap mata dan nekat merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Kronologisnya , Pelaku menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motor, Dia mengambil badik dalam jok motornya dan menikam korban, Korban mengalami luka tusukan di bagian perut dan lengan.

Setelah menikam korban tersebut, pelaku sempat melarikan diri, sementara korban sempat di evakuasi oleh warga ke RSUD Kanujoso Djatiwinowo, namun tidak terselamatkan Sementara pelaku yang sempat jadi buruan Pihak Berwajib karena melarikan diri akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Balikpapan Utara Rekontruksi pembunuhan berencana telah di gelar di kelurahan muara rapak, kecamatan Balikpapan Utara , berlangsung dengan lancar dan aman.

Kamis(19/03/2020) Kapolsek Balikpapan Utara Kompol muh.mas'ud SH mengatakan" setelah rekonstruksi ini selesai , akan di lanjutkan dengan pemberkasan untuk di serahkan ke kejalsaan" terang Kapolsek Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau kurungan penjara maksimal 20 tahun.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau kurungan penjara maksimal 20 tahun.

(AG)

Selasa,3/3/2020,Ketua LPM sungai nangka Balikpapan selatan Parlindungan Sihotang SE, menyikapi adanya pemekaran wilayah yang isunya sudah berkembang di masyarakat.

Dari beberapa RT sudah disampaikan bahwa belum bisa dikatakan falid pemekaran wilayah ini sebelum dilakukan pengecekan data terlebih dahulu untuk memastikan apakah warga  betul betul memang warga asli yang tinggal ditempat tersebut.

Kata parlindungan yang menjabat sebagai ketua LPM sungai nangka bahwa ada warga yang memang sudah menjadi warga Balikpapan selatan tetapi identitasnya seperti KTP setelah dicek keberadaannya ternyata bukan warga Balikpapan selatan tetapi hanya sebagai penghuni saja.

tentu ini menjadi suatu catatan penting yang harus diketahui oleh seluruh pihak Rt agar tidak salah kaprah dan terburu buru untuk melakukan pemekaran wilayah ini khususnya di Balikpapan selatan.

Parlindungan menambahkan dengan adanya perpres yang baru RT tidak menangani masalah warga (Orang) yang mutasi karena sudah ada rana nya tersendiri yaitu Capil  , jadi RT hanya menerima laporan dari kelurahan  bahwa ada warga yang berpindah dari wilayah A ke wilayah B, jadi RT hanya menerima laporan dari kelurahan dengan adanya warga yang pindahan.

Masih Parlindungan"sangat diharapkan dengan adanya Perda Baru seperti warga yang sudah tinggal didaerah setempat atau di salah satu RT selama 6 bulan berturut turut untuk diwajibkan untuk memindahkan KK nya ke RT setempat.

Sangat diharapkan disdukcapil atau pemerintah kota bisa menerbitkan Perda yang mengatur seperti hal yang demikian pastinya akan lebih tertib,tegas parli."

,Balikpapan, 20 DESEMBER 2019,Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan melakukan upaya antisipasi terhadap peningkatan konsumsi masyarakat akan BBM & LPG di wilayah Kalimantan. Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 30 November 2019 sampai dengan 8 Januari 2019 di kantor Region dan seluruh lokasi suplai point BBM dan LPG yang tersebar di wilayah Kalimantan.

BALIKPAPAN-Sebanyak 5.732 berkas tenaga kerja lokal Balikpapan, telah diserahkan Tim 11 gabungan dari 31 Ormas (organisasi massa), hingga saat ini tidak mendapatkan respon pihak Pertamina RDMP (Refineri Development Master Plan) RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe.

Wakil Ketua Tim 11 Balikpapan Rona Fortuna menilai, tidak adanya respon baik dari pihak RDMP RU V Balikpapan, terkait 5.732 berkas tenaga kerja