Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pengembangan pariwisata dan ruang ekspresi masyarakat melalui sejumlah program serta fasilitas baru. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, dalam kegiatan di Aula Pemkot Balikpapan, Kamis (27/11/2025).

Ratih mengungkapkan bahwa Balikpapan kini resmi ditetapkan sebagai destinasi wisata halal. Penetapan ini merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, melibatkan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Dinas Perdagangan, DKUMKMP, serta dukungan perbankan. Pemerintah daerah juga telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai pengakuan resmi atas pengembangan wisata halal tersebut. “Kami sudah berkolaborasi dan Balikpapan telah ditetapkan sebagai destinasi wisata halal. Kami bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Dinas Perdagangan, DKUMKMP serta perbankan. Selain itu, kami juga telah memperoleh penetapan HAKI sebagai hak cipta di bidang tersebut,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Disporapar juga terus memperluas fasilitas publik yang ramah keluarga. Ratih menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan Ruang Bermain Anak Indonesia yang diresmikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang aman bagi anak untuk beraktivitas sekaligus wadah interaksi sosial masyarakat.

“Dengan fasilitas ini, masyarakat kini lebih mudah mengakses ruang publik dan melakukan berbagai kegiatan,” tambahnya.

Dalam upaya memperkuat ekonomi kreatif, Disporapar menghadirkan Ruang Kreatif Balikpapan Kreatif Center yang dipimpin Hj. Nurlena, Ketua Forum Ekonomi Kreatif. Tempat ini aktif digunakan sebagai ruang berkarya, pelatihan, dan pengembangan 17 subsektor ekonomi kreatif.

Seluruh pelatihan dan pendampingan diberikan secara gratis bagi masyarakat maupun pelaku industri kreatif. Ratih menyebut bahwa ruang ekspresi masyarakat juga difasilitasi melalui program Si Permata, termasuk pengembangan olahraga seperti basket untuk generasi muda.

Pemkot turut menyediakan meeting point wisata dengan aplikasi yang terhubung ke layanan bus City Tour gratis dari program CSR salah satu perusahaan di Balikpapan. Di akhir penyampaiannya, Ratih menegaskan bahwa seluruh inovasi ini merupakan langkah konsisten pemerintah untuk membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat agar bisa berekspresi, berkembang, dan menikmati fasilitas publik secara menyeluruh.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma rapat bersama walikota di Aula Pemkot 

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN — Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperkuat sektor Meeting, Event, and Sport Tourism (MES) terus dilakukan secara bertahap melalui peningkatan infrastruktur, perluasan aksesibilitas, hingga kerja sama penerbangan internasional maupun domestik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, dalam kegiatan pemaparan kebijakan daerah di Aula Pemkot Balikpapan pada Kamis (27/11/2025).

Ratih menjelaskan bahwa langkah pengembangan MES dimulai dari penguatan infrastruktur kota sebagai fondasi utama untuk mendukung penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. “MES yang pertama, seperti yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak-Ibu di kota, adalah penguatan infrastruktur,” ujarnya.

Setelah itu, peningkatan aksesibilitas menjadi fokus berikutnya. Pemerintah memperluas jaringan penerbangan internasional guna memudahkan mobilitas wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan. “Kami sudah membuka kerja sama, khususnya dengan penerbangan luar negeri. Tahun 2023 sudah dibuka rute Malaysia melalui Malaysia Airlines dan AirAsia. Kemudian penerbangan ke Singapura melalui Scoot, dan yang terbaru launching pada Februari 2025 yaitu ke Brunei,” tutur Ratih.

Ia menyebut, penambahan rute ini menjadi strategi memperluas jaringan wisata dan membuka pintu masuk lebih lebar menuju Kota Balikpapan. Tidak hanya penerbangan internasional, jalur domestik juga diperkuat melalui penambahan jadwal oleh sejumlah maskapai.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan arus aktivitas pariwisata serta mendukung pergerakan peserta event olahraga maupun kegiatan berskala besar lainnya. “Selain penerbangan internasional, penerbangan domestik juga sudah ditambah baik yang menuju Balikpapan maupun keluar dari Balikpapan,” tambahnya.

Strategi pengembangan MES juga menyasar kolaborasi lintas sektor melalui skema pentahelix, di mana pemerintah bekerja sama dengan akademisi dan sejumlah Dinas Pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami sudah menjalin kemitraan dengan beberapa dinas pariwisata se-Indonesia serta bekerja sama dengan akademisi untuk memperkuat promosi pariwisata kami,” jelas Ratih.

Selain itu, kerja sama dengan maskapai turut diperluas untuk meningkatkan jangkauan promosi pariwisata Balikpapan ke khalayak yang lebih luas. Ratih menegaskan bahwa keseluruhan langkah tersebut merupakan bagian dari visi besar Balikpapan sebagai kota tujuan kegiatan MICE, olahraga, dan wisata terpadu. “Demikian izin penjelasan kami,” tutupnya.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Persaingan perolehan medali antara Balikpapan dan Samarinda pada gelaran pertandingan olahraga tingkat provinsi kian memanas menjelang penutupan event. Hingga hari ini, kedua kota tercatat sama-sama mengemas 52 medali emas, menyisakan pertandingan penentu yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara umum.

Hal ini disampaikan Kadisporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, Kamis (27/11/2025) di Aula Pemkot Balikpapan.

Ratih menjelaskan bahwa kompetisi berjalan sangat ketat dan penuh tekanan, mengingat peluang juara masih terbuka lebar bagi kedua daerah. “Kita bersaing ketat dengan Samarinda. Posisi sekarang sama-sama 52 emas. Kan sebentar ditutup tuh. Jadi masih ada pertandingan basket. Moga-moga kita bisa meraih emas di basket yang menutup dengan juara umum,” ungkapnya penuh harap.

Meskipun situasi kompetisi penuh tensi, Ratih tetap optimistis Balikpapan mampu memberikan hasil terbaik. “Ya kami kan tetap berdoa semoga bisa meraih sisa pertandingan ini emas untuk Bapak. Ini sama nama,” ujarnya.

Menurut Ratih, atmosfer persaingan terasa begitu kuat hingga membuatnya terus memantau perkembangan perolehan medali. “Sangat sengit sekali. Tadi saya tidak konsen juga, saya melihat hasilnya, dilaporkan baru menerima 6 emas ya, tadi dari cabang olahraga renang,” tuturnya.

Perolehan emas dari renang menjadi tambahan penting yang menjaga Balikpapan tetap kompetitif hingga akhir. Ratih menyebutkan bahwa capaian atlet tidak datang secara instan, melainkan buah dari program pembinaan yang disusun matang jauh sebelum ajang berlangsung. “Ya itulah penyiapan kita, mulai kita melakukan seleksi, melakukan asistensi dengan cabor. Karena kan penetapan atlet ini juga kita alokasikan dengan anggaran.

Kemudian kita sudah memberikan pelatihan Balikpapan juara, pelatihan kepada cabor khususnya pelatih, serta bagaimana strategi di dalam memenangkan pertandingan,” tegasnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Ratih menyampaikan harapan bagi para atlet yang masih berjuang. “Semoga bapak-bapak juara muda,” ujarnya, menutup dengan optimisme bahwa Balikpapan punya peluang besar menutup gelaran ini sebagai juara umum.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor pariwisata. Dalam Wonderful Indonesia Award yang diprakarsai Kementerian Pariwisata, Balikpapan berhasil masuk nominasi Most Inspiring Tourism Leader, sebuah kategori yang menekankan inovasi, komitmen, serta kontribusi dalam pengembangan pariwisata daerah.

Hal ini disampaikan Kadisporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Kamis (27/11/2025) di Aula Pemkot Balikpapan.

Ratih mengungkapkan bahwa proses penilaian telah berlangsung panjang, melalui seleksi yang ketat dan berlapis. “Itu adalah Wonderful Indonesia Award yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata dan di kategori Most Inspiring Tourism Leader. Balikpapan masuk tiga besar, yang mana proses itu kita lakukan di bulan September-Oktober. Melalui 4 indikator tersebut, saya daftar, kemudian masuk dengan elemen penilaiannya, dokumen, semua kita sudah upload,” ujarnya.

Ia bahkan bercerita bahwa pengumuman yang diterima datang begitu tiba-tiba. “Dan kemarin, kaget juga, jam 7 pagi terima surat, saya pikir itu surat undangan, ada rapat, pertemuan lewat jum, gitu. Begitu saya baca baik-baik, lupanya ini, saya sampai lupa, karena kita ada ngikutin dua kategori, desa wisata sama yang inspiring leader ini,” tuturnya.

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti keseriusan pemerintah kota dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Berarti itu menunjukkan bahwa kota Balikpapan sangat berkomitmen sekali di bidang pariwisata. Ya, terbukti kita masuk 30 besar. 30 besar yang desa wisata, ya sebentar lagi kan akan diumumkan, sudah dinilai, dievaluasi, sudah paparan, sudah visitasi,” katanya.

Selain kategori Most Inspiring Tourism Leader, Balikpapan juga ikut serta dalam kategori Desa Wisata yang kini sedang memasuki tahap akhir penilaian. “Dan sekarang ini untuk pimpinan, jadi itulah komitmen pemerintah kota dalam hal ini, Bapak Balik Kota yang menuangkan di dalam program prioritas, yaitu Balikpapan sebagai kota mais, wisata, Balikpapan sebagai kota kreatif dan inovatif,” ujar Ratih.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang turut mendorong kemajuan sektor pariwisata di kota minyak tersebut. “Itu yang menjadi garis besar dan saya tentunya apresiasi, terima kasih dengan pembangunan pariwisata maupun keberhasilan dari sisi pemberdayaan masyarakat, kemudian pendapatan sektor pariwisata yang bisa menaikkan capaian pariwisata,” ungkapnya.

Ratih menegaskan bahwa pengumuman resmi mengenai penghargaan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Setelah presentasi ini nanti akan diumumkan kembali, ya awal Desember,” pungkasnya. Menutup penyampaian, ia pun mengajak masyarakat mendoakan hasil terbaik bagi Balikpapan.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma dikegiatan focus group discusion dihotel Grand Mega Mustika 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) RIPPDA pada Selasa (25/11/2025) di Hotel Grand Tiga Mustika. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk meninjau kembali Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) dan memastikan arah pembangunan wisata Kota Minyak selaras dengan kebijakan nasional serta kebutuhan masyarakat.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, membuka FGD secara resmi dan menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang sinkronisasi visi antar pemangku kepentingan. “Forum ini memberi kesempatan untuk menilai kesesuaian strategi pariwisata lokal dengan perkembangan kebijakan nasional. Hasil diskusi akan menjadi pijakan penting untuk menyusun Raperda RIPPDA yang lebih relevan dan berkelanjutan,” jelas Ratih.

Dalam kegiatan ini, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, dan Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman, hadir untuk memantau proses review kebijakan. Kehadiran mereka memastikan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pelaku usaha pariwisata, dapat diakomodasi dalam penyusunan kebijakan.

FGD juga menghadirkan perwakilan sejumlah OPD Kota Balikpapan yang berperan dalam mendukung sektor wisata. Diskusi difokuskan pada penyesuaian RIPPDA terhadap RUU Kepariwisataan, dengan tujuan menegaskan keselarasan dokumen daerah dengan regulasi nasional.

Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan rekomendasi terkait arah pembangunan wisata, strategi pengembangan destinasi, hingga peningkatan kualitas layanan wisata. Ratih menambahkan, “Evaluasi dan masukan dari FGD ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan naskah akademik RIPPDA baru. Kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diterapkan berbasis data, aspirasi pelaku industri, dan kebutuhan masyarakat.”

Disporapar menekankan bahwa RIPPDA yang direvisi diharapkan dapat menjadi pedoman strategis agar pembangunan pariwisata berjalan terarah, terkoordinasi, dan berdampak positif bagi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan langkah ini, Kota Balikpapan diharapkan mampu membangun sektor wisata yang berkualitas, kompetitif, dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga dan pelaku industri pariwisata.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Penguatan sektor pariwisata Kota Balikpapan mendapat dorongan signifikan melalui Focus Group Discussion (FGD) RIPPDA yang digelar pada Selasa (25/11/2025) di Hotel Grand Tiga Mustika. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari legislatif, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga pelaku usaha pariwisata, untuk membahas strategi pembangunan wisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan bahwa keterlibatan legislatif dalam FGD ini penting untuk memastikan setiap aspirasi pelaku industri wisata dapat terserap dalam kebijakan daerah. “Dialog terbuka ini memungkinkan kami memahami tantangan di lapangan dan memastikan strategi pembangunan wisata Kota Balikpapan berjalan efektif, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Fauzi.

Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman, menambahkan bahwa FGD ini memberi ruang bagi perwakilan OPD dan pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, ide, dan rekomendasi terkait pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas layanan, serta promosi industri kreatif. Dengan begitu, forum ini menjadi sarana penyamaan persepsi antar pemangku kepentingan.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa FGD juga menjadi wadah untuk mengevaluasi implementasi RIPPDA dan menyesuaikannya dengan RUU Kepariwisataan di tingkat nasional. “Partisipasi aktif semua pihak sangat menentukan keberhasilan sektor pariwisata. Kami ingin setiap strategi yang diterapkan membawa dampak positif bagi ekonomi kreatif, lapangan kerja, dan pelestarian lingkungan,” ungkap Ratih.

Forum ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan industri wisata agar pembangunan pariwisata lebih terintegrasi dan berdaya saing tinggi. Dengan keterlibatan OPD dan pemangku kepentingan secara aktif, Kota Balikpapan diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan FGD ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan dapat menghasilkan strategi pembangunan wisata yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma di kegiatan workshop kata kreatif" wisata budaya Paser Balik Balikpapan"di hotel Novotel Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya memperkuat identitas budaya lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif kembali mendapat ruang besar di Kota Balikpapan. Selama dua hari, 24–25 November 2025, para pelaku ekonomi kreatif, pemerhati budaya, dan pemangku kebijakan berkumpul dalam Workshop KaTa Kreatif “Wisata Budaya Paser Balik Balikpapan” yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dan menghadirkan narasumber tokoh budaya Suku Paser Balik, Totok, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai kekayaan budaya lokal.

Dalam sesi pembukaan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan workshop yang dinilai menjadi ruang penting bagi pelaku industri kreatif di Balikpapan.

Ia menilai bahwa keterlibatan para pelaku ekraf dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memperluas wawasan sekaligus membangun narasi baru mengenai budaya Paser Balik yang semakin mendapat perhatian publik.

Ratih menegaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia ekonomi kreatif sangat diperlukan, mengingat sektor ini menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi kota. Melalui workshop ini, ia berharap akan lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mencerminkan jati diri budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menekankan bahwa penyelenggaraan KaTa Kreatif merupakan strategi pemerintah provinsi untuk menghidupkan potensi budaya daerah melalui pendekatan konten kreatif yang relevan dengan perkembangan era digital.

Menurutnya, kekayaan budaya Suku Paser Balik memiliki nilai historis yang kuat dan perlu ditampilkan dalam format cerita, visual, maupun produk kreatif yang dapat diakses oleh masyarakat luas. “Kegiatan ini kami rancang untuk memperluas pemahaman tentang budaya daerah dan memberikan kesempatan bagi para kreator lokal menghasilkan narasi yang lebih kaya dan berkualitas,” ujarnya.

Ririn berharap workshop ini dapat menjadi wadah kolaborasi lintas sektor. Ia meyakini bahwa pertemuan para penggiat ekraf, budayawan, serta pemerintah akan memunculkan ide-ide baru yang mampu memperkuat karakter budaya di Balikpapan maupun Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai peluang untuk membangun jejaring, menggali inspirasi, dan menghasilkan karya yang memiliki dampak nyata dalam mempromosikan budaya Paser Balik. Kehadiran narasumber Totok turut memperkaya diskusi melalui pemaparan mengenai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai khas Paser Balik.

Para peserta mendapatkan wawasan langsung dari tokoh budaya yang memahami akar kebudayaan tersebut, sehingga materi yang diterima tidak hanya teoritis, tetapi juga berangkat dari pengalaman autentik masyarakat setempat.

Melalui pelaksanaan workshop ini, baik pemerintah kota maupun provinsi berharap penguatan identitas budaya dapat berjalan sejalan dengan perkembangan ekonomi kreatif, sehingga budaya lokal tidak hanya menjadi kekayaan sejarah, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan peluang bagi generasi muda untuk berkarya.

(ADV/Disporapar)

Wisata Bambu Kilometer 15 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata berbasis alam dengan menyiapkan pengembangan Wisata Bambu Kilometer 15 sebagai destinasi unggulan baru.

Langkah ini dipimpin oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan yang menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dan pusat edukasi lingkungan yang terintegrasi. Hal itu disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025).

Ratih mengungkapkan bahwa kawasan bambu yang memiliki luas sekitar lima hektare tersebut akan diarahkan sebagai ruang hijau alternatif di jalur poros Balikpapan–Samarinda. Selain memberi suasana teduh dan alami, area ini dinilai cocok sebagai lokasi pembelajaran mengenai ekosistem bambu, manfaat budidayanya, hingga peluang ekonomi yang dapat tumbuh dari tanaman tersebut.

Ia menyebut karakter visual hutan bambu yang unik menjadi daya tarik yang dapat bersaing dengan destinasi alam lainnya. Menurut Ratih, hutan bambu memiliki pesona estetika yang jarang ditemui di wilayah lain dan mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda. “Kami melihat potensi besar di kawasan ini. Suasana sejuk dan kontur visual bambu yang khas memberikan nilai lebih yang bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan, baik dari Balikpapan maupun dari luar daerah,” ujarnya.

Tak hanya mengedepankan aspek rekreasi, pemerintah juga menyiapkan konsep edukasi yang lebih mendalam. Wisatawan nantinya tidak sekadar menikmati suasana, tetapi juga dapat mempelajari berbagai pemanfaatan bambu, mulai dari bahan kerajinan, konstruksi, hingga produk kreatif bernilai ekonomi. Ratih menegaskan bahwa sebuah destinasi wisata modern perlu memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Ke depan kami berencana menggandeng kelompok perajin agar wisatawan bisa menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan bambu dan bahkan mencoba membuatnya. Dengan begitu, mereka pulang membawa pengalaman baru, bukan hanya foto,” jelasnya.

Guna menunjang kenyamanan pengunjung, Disporapar juga menyiapkan sejumlah fasilitas baru seperti jalur tracking bambu, gazebo, area UMKM, ruang terbuka untuk aktivitas komunitas, hingga area parkir terintegrasi. Fasilitas tersebut disiapkan agar kawasan ini tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menampung berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif.

Ratih menambahkan bahwa pengembangan Wisata Bambu Km 15 merupakan strategi pemerintah dalam memperluas persebaran kunjungan wisata agar tidak terkonsentrasi pada destinasi tertentu seperti Pantai Manggar atau Hutan Sungai Wain. Kehadiran destinasi baru di jalur poros diharapkan dapat memberikan alternatif bagi wisatawan yang datang dari luar daerah. “Kami ingin Balikpapan memiliki wajah pariwisata yang lebih beragam. Penguatan wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan harus menjadi identitas yang kita tonjolkan,” tegas Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan pengembangan kawasan tetap memperhatikan aspek konservasi. Prinsip utama yang dijaga adalah pembangunan tanpa merusak potensi alam yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

“Harapan kami, Wisata Bambu Km 15 dapat menjadi ikon baru pariwisata hijau Balikpapan sekaligus ruang rekreasi yang aman dan ramah bagi keluarga,” tutup Ratih.

(ADV/Disporapar)

Dahor Heritage Apartemen Pertamina

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata berbasis sejarah dengan mulai mempersiapkan Dahor Heritage Apartemen Pertamina sebagai destinasi budaya dan edukasi modern yang diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Upaya ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025), sebagai bagian dari strategi memperkaya ragam wisata kota yang identik dengan industri migas.

Ratih menjelaskan bahwa Dahor Heritage memiliki peran penting dalam perjalanan panjang Balikpapan sebagai kota minyak. Kawasan tersebut menjadi saksi bagaimana industri perminyakan dibangun sejak masa kolonial hingga berkembang menjadi sektor strategis nasional.

Menurutnya, pelestarian situs ini bukan hanya soal menjaga bangunan tua, tetapi juga memikirkan bagaimana warisan sejarah tersebut dapat disampaikan kepada publik melalui pendekatan yang lebih relevan dan menarik bagi generasi masa kini. “Dahor Heritage memiliki kisah panjang yang harus diketahui generasi sekarang. Ini bukan hanya bangunan, tapi saksi sejarah perkembangan industri migas di Balikpapan.

Wisata budaya harus mendapatkan ruang agar identitas sejarah kita tidak hilang,” ujar Ratih. Konsep pengembangan yang disiapkan pemerintah mencakup berbagai fasilitas yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata sejarah yang imersif. Penataan kawasan akan diselaraskan dengan pembangunan ruang pameran sejarah, pusat digital arsip migas, museum interaktif, hingga area publik yang dapat dimanfaatkan untuk pertunjukan seni dan budaya.

Semua elemen tersebut diharapkan dapat menyajikan perjalanan industri migas Balikpapan dalam format yang lebih modern dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Selain itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pertamina sebagai pemilik aset, komunitas sejarah, akademisi, hingga organisasi seni dan budaya.

Ratih menilai kolaborasi ini menjadi kunci agar pengembangan Dahor Heritage memiliki perspektif yang komprehensif serta mampu menggambarkan sejarah migas secara lebih akurat, kreatif, dan edukatif. Ia juga menekankan bahwa penggabungan konsep heritage dengan suasana resor modern akan menjadi daya tarik baru yang tidak hanya diminati wisatawan keluarga, tetapi juga para pelaku bisnis yang berkunjung ke Balikpapan.

Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat industri dinilai perlu menonjolkan sisi historisnya agar kunjungan wisatawan lebih beragam dan bertahan lebih lama. “Wisata sejarah tidak boleh kaku dan membosankan. Kami ingin tampilkan dalam format digital dan storytelling, bukan sekadar papan informasi. Pengunjung harus bisa merasakan suasana masa lalu melalui teknologi,” jelasnya.

Ratih optimistis bahwa keberadaan Dahor Heritage akan memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota wisata sejarah migas terbesar di Kalimantan. Ia meyakini kawasan ini kelak mampu menggerakkan sektor UMKM, menciptakan ruang berkumpul masyarakat, serta menghadirkan kegiatan seni budaya yang berlangsung secara rutin. “Kita punya modal besar untuk kekuatan narasi dan pengalaman ruang,” tegas Ratih.

Dengan seluruh rencana tersebut, ia berharap Dahor Heritage dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, destinasi rekreasi bagi keluarga, sekaligus ikon kebanggaan yang menegaskan identitas Balikpapan sebagai kota bersejarah namun tetap modern. “Tujuan kami sederhana, yaitu menghidupkan memori kolektif dan mengembalikan kesadaran bahwa pariwisata dan sejarah dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar)

Kawasan Mangrove Margo Mulyo 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus memperkuat arah pengembangan kawasan Mangrove Margo Mulyo sebagai ruang wisata ekologis yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga menjadi tempat belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Komitmen ini kembali ditegaskan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025), yang menyebut bahwa kawasan tersebut berpotensi menjadi ikon wisata hijau di tengah kota.

Ratih menjelaskan bahwa Mangrove Margo Mulyo merupakan salah satu titik ekowisata mangrove yang paling mudah diakses masyarakat karena lokasinya berada tidak jauh dari pusat kota. Kondisi ini membuat kawasan tersebut memiliki nilai strategis, baik dari aspek perlindungan ekosistem maupun sarana edukasi publik.

Ia menekankan bahwa keberadaan flora mangrove dan satwa endemik seperti bekantan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap rencana pengembangan. Menurutnya, kawasan ini ideal untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus, seperti aktivitas kayak, kano, tracking mangrove, hingga pengamatan burung (bird watching).

Kegiatan-kegiatan tersebut dinilai sejalan dengan konsep wisata berbasis konservasi yang mengedepankan pengalaman langsung di alam tanpa merusak ekosistem. “Kami ingin Mangrove Margo Mulyo bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar terbuka. Pengunjung dapat menikmati alam sekaligus memahami bagaimana ekosistem pesisir bekerja dan mengapa keberadaannya sangat penting,” ujar Ratih.

Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah berencana melakukan sejumlah pembenahan fasilitas. Jalur tracking kayu akan diperpanjang agar pengunjung dapat menjelajahi area yang lebih luas. Selain itu, menara pantau burung dan ruang edukasi khusus untuk sekolah akan ditambahkan.

Wahana wisata air seperti kayak akan disiapkan secara bertahap dan dikelola dengan pembatasan tertentu guna menjaga habitat satwa tetap aman. Ratih menegaskan bahwa seluruh pengembangan akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Ia menolak pendekatan wisata yang hanya berfokus pada pembangunan fisik tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan. “Kalau fasilitas bertambah tapi keanekaragaman hayatinya hilang, maka tujuan wisata itu tidak lagi relevan. Konservasi adalah fondasi utama dari destinasi ini,” tegasnya.

Sebagai langkah memperkuat peran masyarakat, Pemkot juga menggandeng komunitas peneliti, perguruan tinggi, hingga pelaku UMKM untuk menghadirkan program edukasi berkelanjutan. Kegiatan seperti adopsi pohon dan penanaman mangrove akan dijadikan agenda rutin agar masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga kawasan.

Ratih menambahkan bahwa pihaknya ingin menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan dampak baik bagi lingkungan. “Mengambil foto itu boleh saja, namun lebih penting jika pengunjung bisa meninggalkan kontribusi bagi alam,” katanya.

Ia berharap Mangrove Margo Mulyo ke depan dapat menjadi pusat aktivitas generasi muda, baik dalam penelitian lingkungan, konservasi, maupun kegiatan ilmiah lainnya. Menurutnya, keberlanjutan pariwisata di masa mendatang sangat ditentukan oleh kemampuan menghadirkan perubahan positif. “Balikpapan harus menjadi contoh pengembangan wisata hijau di Kalimantan,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar)

  1. KPWLH Km 23 Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Satwa dan Hutan Tropis di Balikpapan
  2. Hendrawisata Mangrove Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Keluarga Berbasis Komunitas di Balikpapan
  3. Bukit Kebo Dipersiapkan Jadi Ikon Wisata Panorama Baru, Disporapar Dorong Konsep Ekowisata Berkelanjutan
  4. Sanggar Mathilda Entertainment Tampilkan Karya Memukau, Seni Balikpapan Kian Berkembang
  5. Pesona Balikpapan Jadi Motor Baru Dongkrak Wisata Pantai Manggar
  6. Livin Run Fest x Guang Zhao 2025 Diserbu 2.500 Pelari, Jadi Magnet Baru Aktivitas Sehat di Balikpapan
  7. Pemkot Balikpapan Apresiasi Livin Run Fest x Guang Zhao 2025 sebagai Penggerak Olahraga dan Pariwisata
  8. Pemkot Balikpapan Tekankan Diplomasi Budaya Lewat Kimchi Day untuk Wujudkan Kota Global
  9. Festival Kimchi Day 2025 Meriahkan Balikpapan, Hadirkan Kolaborasi Budaya Indonesia–Korea
  10. Disporapar Tingkatkan Kwalitas Wisata Pantai Manggar Untuk Gaet Lebih Banyak Pengunjung
  11. Disporapar Balikpapan Siapkan Pengamanan Terpadu untuk Sambut Lonjakan Wisatawan Akhir Tahun
  12. Semarakkan Dunia Marching Band Nasional, MBGB SMPN 1 Balikpapan Mantap Berlaga di Batavia Competition 2025
  13. Balikpapan Kumpulkan Poin Terdepan di BK Porprov, Disporapar Dorong Atlet Tetap Fokus
  14. Disporapar Dorong Sinergi Solid dengan Pengurus Baru KONI Balikpapan untuk Matangkan Persiapan Porprov 2026
  15. POPDA 2025: Balikpapan Usung Misi Besar Antar 322 Atlet Raih Prestasi Puncak
  16. Balikpapan Mantapkan Posisi di Panggung Nasional Lewat Prestasi Duta Wisata 2025
  17. Perputaran Ekonomi Balikpapan Fest Tembus 7 Miliar, Even Makin Dilirik Nasional
  18. Balikpapan Kerahkan 322 Atlet untuk POPDA XVII, Targetkan Juara Umum
  19. Balikpapan Perbarui Dua Perda untuk Perkuat Arah Pembangunan Wisata dan Olahraga
  20. Balikpapan Lepas 322 Atlet Pelajar Menuju Popda Kaltim 2025 di PPU