Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mesmpercepat proses distribusi seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Seluruh paket seragam ditargetkan telah diterima siswa sebelum hari pertama masuk sekolah pada 13 Juli mendatang.

Saat ini, seluruh seragam telah berada di Balikpapan dan tengah memasuki tahap penyortiran berdasarkan jumlah siswa serta jenjang pendidikan di masing-masing sekolah. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran berlangsung tertib, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pihaknya terus memaksimalkan proses pemilahan agar distribusi ke seluruh sekolah dapat segera dilakukan.

"Target kami sebelum tanggal 13 Juli seluruh paket seragam sudah diterima siswa. Sekarang masih dilakukan pemisahan sesuai jumlah siswa SD dan SMP agar penyalurannya lebih cepat," ujar Irfan, Kamis (9/7/2026).

Program seragam gratis yang digulirkan Pemerintah Kota Balikpapan tahun ini tetap memberikan tiga jenis seragam kepada setiap siswa baru, yakni seragam nasional, seragam pramuka, dan seragam batik khas Balikpapan. Irfan menjelaskan, motif batik yang digunakan masih mempertahankan desain khas daerah yang telah dipatenkan sehingga tidak mengalami perubahan.

Perbedaan hanya terdapat pada warna seragam, yakni merah marun untuk siswa SD dan biru donker untuk siswa SMP. "Motif batiknya tetap sama karena sudah dipatenkan, jadi tidak berubah. Yang membedakan hanya warna sesuai jenjang pendidikannya," jelasnya.

Disdikbud juga mengantisipasi kemungkinan adanya seragam yang belum sesuai dengan ukuran tubuh siswa. Mengingat jumlah penerima mencapai puluhan ribu orang, penyesuaian ukuran dinilai menjadi hal yang sulit dihindari.

Meski demikian, Irfan memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama sekolah. Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa baru masih diperbolehkan mengenakan seragam dari jenjang pendidikan sebelumnya.

"Kalau ada ukuran yang kurang pas nanti bisa dilakukan penyesuaian. Selama MPLS, siswa baru masih boleh memakai seragam sekolah sebelumnya, sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran," pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak masyarakat menyikapi fenomena LGBT dengan mengedepankan pendekatan edukatif, pendampingan keluarga, serta dukungan layanan kesehatan.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya direspons dengan stigma maupun pengucilan, melainkan melalui pembinaan yang melibatkan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Bagus usai menghadiri sebuah kegiatan di Balikpapan, saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Presiden yang menyebut LGBT sebagai ancaman bagi bangsa.

Bagus menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga masyarakat diharapkan tetap menjunjung tinggi norma agama dan moral yang berlaku.

“Indonesia adalah negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dari sudut pandang agama maupun nilai-nilai Pancasila, perilaku LGBT tidak sejalan dengan nilai yang kita anut,” ujarnya. Senin (6/7/2026)

Meski demikian, ia menilai masyarakat perlu bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi persoalan tersebut. Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi seseorang sehingga pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian lebih diperlukan dibandingkan memberikan stigma.

“Saya berharap masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi persoalan ini. Lingkungan harus mampu memberikan arahan yang positif, bukan justru mengucilkan,” katanya.

Bagus meyakini setiap persoalan memiliki peluang untuk diperbaiki apabila terdapat keinginan dari individu yang bersangkutan serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan layanan kesehatan jiwa yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di tingkat puskesmas tersedia pelayanan kesehatan jiwa, sementara rumah sakit memiliki dokter spesialis psikiatri yang dapat memberikan penanganan sesuai kebutuhan medis. “Kalau memang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter psikiater agar memperoleh penanganan yang tepat,” jelasnya.

Menanggapi fenomena “boti” yang belakangan menjadi perhatian publik, Bagus kembali menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter seseorang. Ia meminta keluarga memberikan nasihat, perhatian, dan dukungan positif apabila menemukan anggota keluarganya menghadapi persoalan tersebut.

Di akhir pernyataannya, Bagus mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma ataupun mengisolasi individu yang sedang menjalani proses pendampingan. Menurutnya, kolaborasi antara keluarga, lingkungan sosial, dan tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih efektif dalam membantu seseorang, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai agama, Pancasila, dan norma yang berlaku di Indonesia. 

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 

Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan Heruressandy

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang operasional Koperasi Merah Putih. Program nasional yang diinisiasi pemerintah pusat tersebut diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan, namun pelaksanaannya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Koperasi, termasuk mekanisme penunjukan manajer atau pengelola koperasi.

Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma, mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh tahapan pembentukan Koperasi Merah Putih dapat berjalan sesuai rencana. Salah satu aspek yang masih menunggu kepastian adalah penempatan manajer yang nantinya akan bekerja bersama pengurus koperasi dalam menjalankan operasional.

"Masih menunggu arahan dari Kementerian Koperasi terkait keberadaan manajer atau pengelola koperasi. Nantinya mereka akan berkolaborasi dengan pengurus sehingga seluruh aktivitas koperasi dapat berjalan sesuai ketentuan," ujarnya. Senin (6/7/2026)

Heruressandy menjelaskan, Koperasi Merah Putih tidak hanya difungsikan sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga dirancang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Koperasi akan menjadi wadah pemasaran produk unggulan UMKM di setiap kelurahan sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal.

Selain itu, koperasi juga diproyeksikan menjadi mitra pemerintah dalam mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok dan barang bersubsidi. Melalui skema tersebut, penyaluran bantuan diharapkan lebih merata, tepat sasaran, serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

"Kami ingin koperasi ini tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Produk UMKM bisa dipasarkan melalui koperasi, sementara distribusi barang subsidi juga dapat dilakukan secara lebih adil dan merata," katanya.

Untuk mendukung keberhasilan program, DKUMKMP terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pengurus koperasi. Berbagai pelatihan telah disiapkan, meliputi administrasi koperasi, pengelolaan keuangan, perpajakan, pemasaran, hingga pengembangan usaha.

Menurut Heruressandy, pembinaan tersebut bertujuan agar para pengurus siap mengelola koperasi secara profesional sejak hari pertama beroperasi.

"Kami terus meningkatkan kompetensi pengurus melalui berbagai pelatihan. Harapannya, ketika koperasi mulai berjalan seluruh sistem sudah siap sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal," jelasnya.

Di sisi infrastruktur, Pemkot Balikpapan juga mulai menyiapkan jaringan gerai Koperasi Merah Putih. Sebanyak 11 gerai akan memanfaatkan aset milik pemerintah kota, sedangkan empat gerai lainnya berasal dari dukungan aset PT Pertamina melalui skema pinjam pakai.

Dengan demikian, total 15 gerai ditargetkan tersedia di berbagai wilayah Balikpapan. Meski demikian, tidak semua kelurahan memiliki aset pemerintah yang dapat dimanfaatkan. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah membuka peluang penggunaan aset milik BUMN maupun fasilitas lain yang dapat dipinjamkan sementara agar pelayanan koperasi tetap berjalan.

Heruressandy menambahkan, hingga kini belum ada gerai yang mulai beroperasi karena masih menunggu penyelesaian sarana dan prasarana pendukung. Perlengkapan seperti rak display, mesin kasir, kendaraan operasional, hingga perangkat administrasi dijadwalkan mulai dilengkapi pada Agustus 2026.

Ia berharap seluruh tahapan persiapan dapat rampung sesuai jadwal sehingga Koperasi Merah Putih segera beroperasi sebagai pusat pelayanan ekonomi masyarakat, memperluas akses pemasaran produk UMKM, serta memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan barang bersubsidi di Kota Balikpapan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Ustadz Abdul Somad diacara Tabligh Akbar peringatan Tahun baru Islam  1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Islamic Center Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ribuan jamaah memadati Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center untuk mengikuti Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad sebagai penceramah itu menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus merefleksikan makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Balikpapan telah berdatangan memenuhi area masjid. Suasana khusyuk menyelimuti jalannya kegiatan yang dipenuhi lantunan doa dan tausiyah, menciptakan semangat kebersamaan dalam menyambut tahun baru Hijriah.

Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad menekankan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan dari satu tahun ke tahun berikutnya, melainkan perubahan sikap menuju kehidupan yang lebih baik. Ia mengajak umat Islam meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT, memperbanyak taubat, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama. Dengan semangat hijrah, setiap muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat mengikuti Tabligh Akbar.

Ia menilai kehadiran Ustaz Abdul Somad memberikan pesan moral yang sangat relevan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

"Pergantian Tahun Baru Islam hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri. Hijrah adalah proses menjadi pribadi yang lebih ikhlas, lebih peduli terhadap sesama, serta semakin dekat kepada Allah SWT. Semangat inilah yang harus kita bawa dalam menjaga persatuan dan membangun Balikpapan menjadi kota yang aman, damai, dan penuh keberkahan," ujar Rahmad Mas'ud. Sabtu (4/7/2026)

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan Balikpapan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter masyarakatnya. Pemerintah Kota Balikpapan berharap peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi penguat nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat hijrah, masyarakat diharapkan semakin kompak, saling peduli, serta berkontribusi menciptakan Balikpapan yang harmonis, sejahtera, dan berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ayah Diminta Lebih Dekat dengan Anak Peran seorang ayah dalam keluarga tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Pemerintah Kota Balikpapan mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam kehidupan anak memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, mental, hingga masa depan generasi penerus.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (29/6/2026).

Momentum itu dimanfaatkan untuk mengajak seluruh keluarga memperkuat pola pengasuhan yang lebih harmonis dan berkualitas. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk kepribadian seorang anak.

Menurutnya, nilai-nilai agama, moral, disiplin, serta etika harus mulai ditanamkan sejak dini di dalam rumah sebelum anak mengenal lingkungan yang lebih luas. "Pendidikan pertama yang diterima anak berasal dari keluarga.

Karena itu, orang tua harus mampu menghadirkan rasa aman, kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan karakter agar anak memiliki bekal menghadapi berbagai tantangan di luar rumah," ujar Bagus usai memimpin upacara Harganas ke-33.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan media digital membawa tantangan baru bagi keluarga. Arus informasi yang begitu cepat, pergaulan yang semakin bebas, hingga ancaman penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh orang tua.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Bagus, sosok ayah tidak boleh hanya diposisikan sebagai pencari nafkah. Kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari anak dinilai sama pentingnya dengan dukungan ekonomi yang diberikan kepada keluarga.

"Selama ini masih ada anggapan bahwa tugas ayah sebatas mencari nafkah. Padahal ayah juga harus meluangkan waktu untuk berkomunikasi, mendengarkan keluh kesah anak, memberikan perhatian, serta mendampingi perkembangan psikologis mereka," katanya.

Bagus menambahkan komunikasi yang terjalin secara terbuka akan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Dengan kedekatan tersebut, keluarga dapat lebih cepat mengenali berbagai persoalan yang dihadapi anak, mulai dari pendidikan, pergaulan, hingga kondisi mentalnya. Melalui peringatan Harganas tahun ini, Pemkot Balikpapan berharap seluruh keluarga semakin menyadari pentingnya kolaborasi antara ayah dan ibu dalam mendidik anak.

Keluarga yang harmonis diyakini menjadi pondasi utama untuk mencetak generasi yang berkarakter, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kabid PSU disperkim Balikpapan Edy Saputra

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan terus mendorong para pengembang perumahan agar segera memenuhi kewajibannya menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

Langkah tersebut dilakukan agar berbagai fasilitas umum yang telah dibangun dapat dikelola pemerintah dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Disperkim Kota Balikpapan, Edy Saputra, mengatakan pemerintah masih mengedepankan pembinaan dan pendekatan persuasif kepada para pengembang. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar proses penyerahan PSU dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kewajiban yang harus dipenuhi pengembang, Senin 29/6/2026

"Prinsip yang kami kedepankan adalah pembinaan dan pendekatan persuasif, sehingga kewajiban para pengembang untuk menyerahkan PSU dapat segera dilaksanakan," ujar Edy.

Ia menjelaskan, setelah aset PSU diserahkan, seluruh fasilitas tersebut akan menjadi aset Pemerintah Kota Balikpapan sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah PSU di Perumahan Bukit Batakan Permai dan Neo Batakan yang kini telah dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan sekolah guna memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Timur.

Edy mengungkapkan, hingga triwulan pertama tahun 2026 terdapat sekitar 26 kawasan perumahan yang sedang menjalani proses penyerahan PSU. Proses tersebut masih berada pada berbagai tahapan, mulai dari verifikasi administrasi, pengkajian dokumen, hingga evaluasi oleh tim verifikasi.

"Kurang lebih ada 26 perumahan yang sedang kami proses. Ada yang masih tahap verifikasi, pengkajian dokumen, hingga evaluasi. Pada prinsipnya kami terus mendorong pengembang yang seharusnya sudah lama menyerahkan PSU agar segera menuntaskan kewajibannya," jelasnya.

Menurut Edy, hambatan yang paling banyak ditemui berasal dari persoalan internal pengembang, terutama terkait penyelesaian sertifikat maupun kelengkapan dokumen lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan proses penyerahan PSU di sejumlah perumahan belum dapat diselesaikan sesuai target. Meski demikian, Disperkim telah menyiapkan langkah lanjutan terhadap pengembang yang tidak menunjukkan itikad baik.

Salah satunya melalui mekanisme pengambilalihan PSU oleh pemerintah dengan mengikuti tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. "Proses pengambilalihan itu tentu ada tahapannya. Kami sudah mulai melakukan proses tersebut di beberapa perumahan terlantar dan mudah-mudahan tahun ini ada yang berhasil diambil alih karena sebelumnya belum pernah dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 50 perumahan terlantar yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Sebagian besar berada di kawasan Balikpapan Selatan, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Utara yang selama puluhan tahun terakhir menjadi wilayah utama pengembangan perumahan.

Beberapa kawasan yang masuk dalam pendataan di antaranya Bangun Reksa, Batu Ampar Lestari, serta sejumlah perumahan berskala besar lainnya. Disperkim berharap seluruh pengembang dapat segera memenuhi kewajibannya menyerahkan PSU sehingga aset tersebut dapat dikelola pemerintah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) menorehkan pencapaian penting dalam pengembangan sektor energi nasional dengan berhasil mencapai Gas Pertama (First Gas) dari Lapangan Karamba yang berada di Wilayah Kerja Wain PSC, daratan Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan gas domestik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. Lapangan Karamba akan memulai produksi awal sebesar 4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Produksi tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai tingkat produksi stabil atau plateau sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV tahun 2026. Seluruh gas yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur bersama PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan ISOG dalam mempercepat pengembangan lapangan migas. Proyek Karamba berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024. Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak bersejarah bagi perusahaan karena Karamba menjadi proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang berhasil dikembangkan melalui skema fast-track development.

“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimistis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pasokan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Lapangan Karamba diketahui memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P). Pengembangannya meliputi re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi yang menggembirakan dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd. Capaian tersebut menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan menjadi dasar optimisme terhadap keberlanjutan produksi Lapangan Karamba dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan pasokan gas nasional, proyek ini juga memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, serta membuka peluang pengembangan proyek migas baru di wilayah daratan Cekungan Kutai. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi atas keberhasilan ISOG mencapai Gas Pertama sesuai target yang telah ditetapkan.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat, tepat, dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba mampu memenuhi target yang ditetapkan serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional,” kata Djoko.

Menurutnya, keberhasilan Proyek Karamba menjadi bukti bahwa sinergi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting mampu mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efisiensi investasi. Proyek Karamba mulai memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan resmi beroperasi (onstream) pada 24 Juni 2026.

Kehadiran lapangan gas ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sumber daya gas di Kalimantan Timur sekaligus mendukung upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan energi nasional di tengah terus meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri. (*)

Kepala Dinas kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Fenomena hujan debu yang belakangan menjadi perhatian masyarakat di sejumlah kawasan Kota Balikpapan mulai mendapat respons dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Meski kondisi udara yang dipenuhi partikel debu memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan, hingga kini pemerintah daerah belum menemukan bukti adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan langsung dengan fenomena tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Menurutnya, setiap informasi yang mengaitkan hujan debu dengan meningkatnya kasus gangguan pernapasan harus didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada klaim seperti itu, tentu kami akan uji terlebih dahulu. Sejauh ini belum ada laporan yang masuk mengenai peningkatan angka kesakitan ISPA yang dikaitkan dengan debu," ujarnya saat ditemui, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa penyakit ISPA memang menjadi salah satu keluhan kesehatan yang kerap muncul di Balikpapan, terutama ketika terjadi perubahan cuaca. Namun demikian, tingginya angka kasus secara umum tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai dampak dari hujan debu yang sedang terjadi.

Untuk memperoleh gambaran yang akurat, Dinkes akan menghimpun laporan dari seluruh puskesmas di Kota Balikpapan. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam melakukan analisis apakah terdapat kecenderungan peningkatan kasus yang berkaitan dengan kualitas udara.

"Kami akan kumpulkan data dari puskesmas-puskesmas. Tapi yang jelas, saya harus tahu dulu debunya itu apa, partikelnya seperti apa. Saya pun belum menerima laporan dari rekan-rekan di bidang kesehatan lingkungan," jelas Alwiati.

Selain mengumpulkan data pelayanan kesehatan, Dinkes juga akan mengidentifikasi karakteristik debu yang beredar di udara, termasuk asal-usul, jenis, serta kandungan partikelnya. Kajian tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah material yang beterbangan memiliki potensi menimbulkan gangguan kesehatan atau hanya merupakan dampak dari kondisi cuaca yang sedang panas dan kering.

Meski belum ditemukan kondisi yang mengarah pada situasi darurat kesehatan, Alwiati tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan upaya pencegahan.

Menurutnya, cuaca ekstrem yang disertai udara berdebu tetap berpotensi menimbulkan iritasi saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Kondisi sekarang kan memang lagi panas. Kita harus waspada. Saya imbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area yang banyak debu. Perbanyak minum air putih juga sangat penting untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan," pesannya.

Dinkes Kota Balikpapan menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala dan siap berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, apabila hasil kajian menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan akibat kualitas udara.

Masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya agar dapat memperoleh penanganan sedini mungkin.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial kota Balikpapan Arfiansyah tinjau uji coba Perlinsos Digital di kelurahan Manggar Baru

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mematangkan implementasi program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggelar uji coba pendaftaran layanan tersebut di Kelurahan Manggar Baru, Selasa (23/6/2026), sebagai bagian dari tahapan sebelum program diterapkan secara penuh.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, turun langsung meninjau jalannya pelaksanaan uji coba guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang telah dirancang. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melihat kesiapan sistem digital yang nantinya akan digunakan masyarakat dalam mengakses layanan perlindungan sosial.

Pelaksanaan uji coba ini merupakan tindak lanjut dari Program Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah. Melalui sistem tersebut, masyarakat diberikan kemudahan untuk melakukan pendaftaran secara mandiri melalui platform digital maupun memanfaatkan bantuan agen pendamping yang telah memperoleh akses resmi dari Tim Pelaksana Pusat (TPP).

Arfiansyah mengatakan, uji coba di Kelurahan Manggar Baru menjadi tahapan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang masih muncul sebelum layanan diresmikan secara luas.

"Pelaksanaan uji coba ini bertujuan memastikan sistem dapat berjalan dengan baik sehingga nantinya masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran," ujar Arfiansyah.

Dalam proses pelaksanaan, masih ditemukan sejumlah kendala teknis yang memengaruhi kinerja sistem. Meski demikian, temuan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses penyempurnaan agar aplikasi dapat beroperasi secara optimal saat diterapkan secara menyeluruh.

"Beberapa kendala teknis yang kami temukan sudah dilaporkan kepada Tim Pelaksana Pusat sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan. Kami berharap seluruh permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sebelum peluncuran resmi dilakukan," katanya.

Menurut Arfiansyah, hasil evaluasi dari uji coba di Manggar Baru akan menjadi dasar dalam menyempurnakan sistem Perlinsos Digital. Dengan demikian, saat program resmi diluncurkan, seluruh mekanisme pelayanan diharapkan telah siap digunakan oleh masyarakat tanpa mengalami hambatan berarti.

Melalui digitalisasi layanan ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap proses pendataan dan pendaftaran penerima manfaat perlindungan sosial dapat berlangsung lebih efektif, transparan, serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala BKPSDM Balikpapan Purnomo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Laju pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan terus meningkat dan menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan pelayanan publik. Setiap bulan, sejumlah pegawai dari berbagai bidang mengakhiri masa pengabdiannya sehingga kebutuhan sumber daya manusia di sejumlah instansi semakin mendesak.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan, Purnomo, mengungkapkan bahwa ASN yang memasuki masa purna tugas tidak hanya berasal dari jabatan struktural, tetapi juga tenaga fungsional yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat.

"Setiap bulan ada pelepasan ASN yang memasuki purna tugas. Yang berkurang bukan hanya pejabat struktural, tetapi juga guru, tenaga kesehatan, serta pegawai fungsional lainnya," ujarnya. Senin (22/6/2026)

Menurut Purnomo, kondisi tersebut memaksa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penyesuaian agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Di sisi lain, pemerintah daerah telah mengusulkan kebutuhan formasi ASN kepada pemerintah pusat, namun hingga kini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

"Formasi sudah kami usulkan, tetapi saat ini kami masih menunggu keputusan dari Menpan terkait jumlah formasi yang disetujui," katanya.

Selama menanti kebijakan tersebut, Pemkot Balikpapan mengoptimalkan pegawai yang masih tersedia. Jabatan yang kosong akibat pensiun sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) agar roda pemerintahan tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Sektor pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa kewenangan pengadaan guru berada di pemerintah pusat, sedangkan pemerintah daerah hanya mengusulkan kebutuhan setiap tahun.

"Hampir 10 tahun tidak ada penambahan guru, sehingga jumlahnya terus berkurang karena pensiun, mutasi maupun sebab lainnya," jelas Irfan.

Ia menambahkan, pengangkatan 2.233 guru melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu memang meningkatkan jumlah ASN. Namun, sebagian besar merupakan tenaga honorer yang sebelumnya sudah mengajar dan kini hanya mengalami perubahan status.

Pemkot Balikpapan berharap pemerintah pusat segera menetapkan alokasi formasi ASN baru sehingga kekurangan pegawai, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, dapat segera terpenuhi demi menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

  1. SDN 022 Batakan Siap Beroperasi Juli 2026 BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Balikpapan Perkuat Gerakan Pilah Sampah, Targetkan Beban TPA Turun 50 Persen
  3. Mahasiswa Soroti Beragam Persoalan Kota, Wali Kota Balikpapan Janjikan Tindak Lanjut
  4. Dishub Balikpapan Perangi Parkir Liar, Sejumlah Titik Usaha dan Kuliner Jadi Sasaran Penertiban
  5. Dari Lokal ke Global, Kaltim Siapkan 1.050 UMKM Naik Kelas dan Go Export
  6. BPBD Balikpapan Dorong Pembangunan Pos Pemadam Baru di Kariangau dan Gunung Tembak
  7. BPBD Balikpapan Ingatkan Warga Waspadai Potensi Gempa dan Tsunami
  8. Manfaatkan Lahan Kosong, Pemkot Balikpapan Ajak Warga Kembangkan Ayam Petelur
  9. Lalu Lintas Jalan Al Munawar Kembali Normal, Dishub Balikpapan Akhiri Rekayasa Arus Pasca RDMP
  10. Audiensi dengan NPC, Dinsos Perkuat Sinergi Atlet Disabilitas
  11. Jalan Syarifuddin Yoes Ditutup, Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Hingga Agustus
  12. Verifikasi Calon Penerima Bantuan Lansia Dimulai, Dinsos Balikpapan Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
  13. Dinas Perdagangan Balikpapan Perketat Pengawasan Swalayan, Dorong Kepatuhan Aturan dan Dukung
  14. Posko SPMB Permudah Layanan Administrasi
  15. UMKM Hijau Jadi Investasi Masa Depan
  16. Disdukcapil dan Disdikbud Balikpapan Buka Posko Terpadu, Permudah Warga Urus Administrasi Jelang SPMB 2026
  17. Pemkot Bidik 50 Sekolah Direvitalisasi
  18. Disdikbud Balikpapan Pastikan Tak Ada Kursi Kosong, Jalur Reguler SPMB 2026 Resmi Dibuka
  19. Anak Usia 5 Tahun Bisa Masuk SD dengan Syarat Khusus, Disdikbud Balikpapan Perkuat Pendidikan Pra-SD
  20. Balikpapan Jadi Percontohan Nasional Perlinsos Digital