
SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Ancaman kekeringan terhadap lahan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) direspons dengan penanganan berbasis kondisi lapangan. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar memastikan ketersediaan sumber air menjadi pertimbangan utama sebelum memberikan bantuan pompa kepada petani yang menghadapi kesulitan pengairan.
Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan lahan. Dalam pelaksanaannya, Distanak berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk untuk dukungan pompa air dan bahan bakar minyak (BBM). “Yang kita verifikasi sumber airnya dulu. Kalau ada sumber airnya, kita support pompa. Yang agak repot itu kalau tidak ada sumber air,” ujar Rifani, Senin (12/10).
Salah satu contoh penanganan dilakukan di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Sebelumnya, sekitar 209 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut dilaporkan terancam kekurangan air saat musim kemarau. Menindaklanjuti kondisi itu, Distanak Kukar berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan dukungan berupa pompa air dan BBM.
Bantuan tersebut membantu petani memenuhi kebutuhan pengairan hingga lahan yang sebelumnya terancam gagal panen akhirnya dapat dipanen. “Alhamdulillah, mereka bisa panen sekarang. Jadi, seperti itu polanya. Kalau ada laporan, kita upayakan penanganannya,” jelasnya.
Rifani menegaskan, keberadaan pompa saja tidak cukup untuk mengatasi kekeringan apabila sumber air tidak tersedia atau sulit dijangkau. Karena itu, verifikasi menjadi tahapan penting agar bantuan yang diberikan dapat berfungsi efektif dan memberikan manfaat bagi petani. Selain melakukan pemeriksaan langsung, Distanak juga mengandalkan laporan petani sebagai dasar untuk mengidentifikasi lahan yang membutuhkan penanganan.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi agar dukungan dapat diarahkan sesuai kondisi di lapangan. “Pola penanganannya seperti itu, kita verifikasi dulu kebutuhan petani di lapangan. Kalau memang ada sumber air dan memungkinkan untuk dibantu, kita upayakan dukungan pompa agar tanaman tetap bisa bertahan dan petani tidak sampai gagal panen,” tandasnya.
Melalui langkah tersebut, Distanak Kukar berupaya menekan risiko kehilangan hasil produksi akibat kekurangan air selama musim kemarau. Penanganan berdasarkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan petani diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian di wilayah terdampak.
(ADV/Diskominfo Kukar)