Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUNLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan kembali mengingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit, khususnya COVID-19, seiring dengan kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah dalam beberapa waktu terakhir.

Seruan ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di tengah peralihan musim. "Cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Penyakit seperti flu dan COVID-19 memiliki gejala yang sangat mirip, sehingga masyarakat perlu lebih waspada," ungkap Bagus saat diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di Gedung Parkir Klandasan, Selasa (10/6/2025).

Ia mengingatkan bahwa perbedaan antara flu biasa dan COVID-19 sangat tipis, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra agar tidak salah mengira gejala yang muncul. Dalam kondisi seperti ini, peran masyarakat untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan menjadi sangat penting. Saat ini, berdasarkan informasi terbaru, dua pasien positif COVID-19 sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda.

Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan tengah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mencegah meluasnya kasus serupa. Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah penerbitan surat edaran dari Pemkot Balikpapan guna memperkuat kembali penerapan protokol kesehatan (prokes) serta penguatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kami sedang menyusun surat edaran agar penerapan prokes kembali ditegakkan di semua lini. Selain itu, kecamatan dan kelurahan juga telah kami minta untuk kembali mengaktifkan kegiatan kerja bakti," jelasnya.

Pemkot juga akan menggalakkan kembali semangat gotong royong warga melalui program bersih-bersih lingkungan yang dijadwalkan secara rutin setiap minggu. Fokus utamanya adalah pembersihan saluran air, pengelolaan sampah, serta penyemprotan disinfektan di area publik. Tidak hanya itu, Bagus memastikan kesiapan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Balikpapan dalam merespons kemungkinan munculnya kasus baru.

Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga medis sudah disiagakan dan prosedur penanganan pasien positif telah disiapkan dengan matang. "Apabila ditemukan kasus baru, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur yang berlaku. Kami pastikan fasilitas dan tenaga medis dalam kondisi siap," tambahnya. Warga pun diimbau agar tidak lengah, tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari kerumunan bila tidak perlu.

Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, Bagus berharap Balikpapan dapat terhindar dari lonjakan kasus dan tetap menjadi kota yang sehat dan aman di tengah perubahan cuaca yang ekstrem.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan Muhammad Arif Fadillah 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan bantuan hewan kurban kepada masyarakat Kota Balikpapan dalam rangka perayaan Idul adha 1446 Hijriah. Bantuan berupa seekor sapi jenis Simmental Cross dengan bobot sekitar 830 kilogram diserahkan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Jumat (6/6/2025).

Sapi kurban tersebut disalurkan ke Masjid Jami Al-Ula di Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Balikpapan, Muhammad Arif Fadilah, mewakili Wali Kota Rahmad Mas’ud.

Dalam sambutannya, Arif menyampaikan rasa syukur atas perhatian Presiden kepada masyarakat daerah, termasuk Kota Balikpapan. Ia menyebutkan bahwa bantuan hewan kurban ini merupakan tradisi yang terus dilanjutkan dari presiden sebelumnya, namun di masa pemerintahan Prabowo Subianto, skema penyaluran diperluas hingga ke seluruh kabupaten dan kota.

“Tahun ini, Presiden Prabowo memberikan bantuan sapi kurban ke 514 kabupaten/kota di 38 provinsi. Balikpapan menjadi salah satu penerima, dan ini tentunya menjadi kebanggaan serta bentuk perhatian terhadap masyarakat,” ujar Arif dalam sambutannya.

Ia juga berharap proses penyembelihan hewan kurban yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/6/2025) dapat berjalan lancar sesuai syariat, serta daging kurban bisa didistribusikan secara adil kepada masyarakat yang berhak.

“Atas nama masyarakat Balikpapan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden. Semoga bantuan ini membawa berkah dan kebahagiaan di Hari Raya Iduladha,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Panitia Hari Raya Kurban Masjid Jami Al-Ula, Abdul Kadir. Ia mengungkapkan rasa syukur karena untuk pertama kalinya masjid mereka menerima bantuan kurban langsung dari Presiden RI. “Kami sangat bangga, ini menjadi sejarah bagi kami.

Terima kasih kepada Presiden dan Pemkot Balikpapan yang telah memfasilitasi hingga sapi kurban ini bisa sampai ke masjid kami,” ujar Abdul Kadir. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta menjadi simbol kepedulian dalam semangat Idul adha.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Heria Prisni

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di berbagai titik strategis kota.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Heria Prisni, menyatakan bahwa saat ini kota sudah memiliki empat RBRA aktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Empat RBRA yang sudah tersedia antara lain terletak di Taman Puspoyudo, Taman Bekapai, Taman Tiga Generasi, dan kawasan Masjid Balikpapan Islamic Center,” ujar Heria saat ditemui di Gedung Kesenian Balikpapan, Kamis (5/6/2025).

Keberadaan RBRA menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) tingkat nasional. Menjelang proses verifikasi nasional yang akan dilaksanakan pada 12 Juni 2025, Pemkot Balikpapan terus melakukan berbagai persiapan untuk mempertahankan predikat KLA kategori utama yang telah diraih sebelumnya.

“Tanggal 12 Juni nanti akan dilakukan verifikasi oleh tim pusat. Kami berupaya keras agar Balikpapan tetap mempertahankan status KLA kategori utama,” tegas Heria.

Dalam upaya meningkatkan fasilitas ramah anak, tahun ini pemerintah juga merencanakan pembangunan RBRA baru yang akan ditempatkan di area sekitar Gereja Bukti Benuas. Heria menekankan bahwa inisiatif ini mencerminkan semangat inklusivitas, bahwa fasilitas publik ramah anak harus bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

“Pembangunan RBRA di dekat tempat ibadah umat Kristen ini juga sebagai bentuk keterwakilan lintas agama dalam menciptakan ruang yang ramah dan setara bagi semua anak,” lanjutnya.

Menurut Heria, fungsi RBRA tak hanya sebatas tempat bermain. Lebih dari itu, RBRA juga menjadi media edukatif bagi anak-anak dalam membangun interaksi sosial dan mengembangkan karakter. Di sana anak-anak bisa belajar budaya antre, bersosialisasi, dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

“RBRA punya nilai edukatif. Anak-anak bisa lebih aktif, berinteraksi langsung dengan teman-temannya, serta terbiasa dengan nilai-nilai positif dalam kehidupan sosial,” jelasnya.

Rencana jangka menengah Pemkot Balikpapan juga mencakup pembangunan RBRA di seluruh kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Proses ini akan dilakukan secara bertahap agar seluruh anak memiliki akses bermain yang aman dan mudah dijangkau.

“Pembangunan RBRA di seluruh kelurahan sudah masuk dalam rencana jangka menengah. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan kota yang ramah bagi semua anak,” tambah Heria.

Dengan langkah ini, diharapkan Balikpapan semakin dekat pada visi menjadi kota yang tidak hanya nyaman ditinggali, tetapi juga ramah dan mendukung tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dalam menyambut Hari Raya Idul adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dua aspek penting dalam pelaksanaan ibadah kurban, yakni kelestarian lingkungan dan kesehatan hewan yang akan dikurbankan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh panitia pelaksana kurban untuk mulai meninggalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah pembungkus daging kurban. Ia menilai, penggunaan plastik yang berlebihan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama karena plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai.

“Meski belum ada aturan yang mewajibkan, alangkah baiknya jika masyarakat mulai menggunakan wadah alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau daun jati. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap bumi,” tutur Bagus, Rabu (5/6/2025).

Ia mengingatkan bahwa perayaan hari besar keagamaan seharusnya tidak menambah beban terhadap lingkungan. Justru, momen Iduladha bisa menjadi sarana edukasi untuk mulai beralih ke pola hidup yang lebih berkelanjutan. “Ini bukan hanya seruan semata, tapi sebuah ajakan untuk bertindak nyata demi lingkungan yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.

Selain isu lingkungan, Pemerintah Kota melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) juga tengah melakukan langkah pengawasan ketat terhadap lalu lintas dan kondisi kesehatan hewan kurban.

Kepala DKP3, Sri Wahjuningsih, menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai kegiatan seperti vaksinasi, pengawasan pedagang, hingga pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong. “Hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan label khusus berupa stiker agar masyarakat tahu bahwa hewan tersebut layak dikurbankan,” jelasnya.

Ia menjabarkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 1.253 ekor sapi dan 570 ekor kambing dari 26 pedagang resmi telah diperiksa dan dinyatakan layak. Tak hanya itu, DKP3 juga akan melakukan pemeriksaan antemortem pada sehari sebelum penyembelihan dan pemeriksaan postmortem saat dan setelah proses kurban berlangsung, termasuk selama hari tasrik.

“Kami juga rutin memberikan sosialisasi kepada panitia kurban di masjid dan musholla agar mereka memahami prosedur penyembelihan yang sesuai standar,” tambahnya.

Dari data DKP3, diperkirakan antara 1.600 hingga 2.000 ekor hewan kurban akan masuk ke wilayah Balikpapan. Mayoritas hewan tersebut berasal dari daerah luar seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur. Sebagai langkah antisipatif, koordinasi dengan Balai Karantina juga telah dilakukan untuk memastikan hewan yang masuk bebas dari penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Jembrana. “Langkah ini kami ambil agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat menerima dan mengonsumsi daging kurban,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

 

Lurah Karang Joang Balikpapan Utara Maryana

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni, Lurah Karang Joang, Balikpapan Utara, Maryana, mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik balik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Menurut Maryana, Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga alam. “Hari Lingkungan Hidup ini hendaknya menjadi refleksi kita bersama. Bumi tempat kita tinggal perlu dijaga dan dirawat demi keberlangsungan hidup anak cucu kita nanti. Lingkungan yang rusak akan membawa dampak negatif, baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” kata Maryana saat diwawancara awak media.

Maryana menambahkan, selama ini pihak kelurahan bersama RT dan warga aktif mengadakan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan. Di antaranya, kerja bakti rutin, penanaman pohon di lahan terbuka, kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

“Gerakan peduli lingkungan ini harus berangkat dari hal kecil. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, mulai memilah sampah, dan memanfaatkan pekarangan rumah untuk penghijauan. Ini langkah kecil, tapi berdampak besar jika dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Ia juga mengajak sekolah-sekolah, tokoh masyarakat, serta pemuda Karang Joang untuk berperan aktif dalam gerakan lingkungan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat penting agar kesadaran menjaga alam bisa berkelanjutan.

“Pendidikan lingkungan perlu dimulai sejak dini. Anak-anak dan remaja harus diberikan pemahaman soal pentingnya air bersih, udara segar, dan pentingnya tidak merusak alam. Ini adalah investasi sosial dan moral bagi masa depan kita,” ujar Maryana

Selain itu, Maryana menyebutkan bahwa pihaknya juga tengah mendorong pengembangan bank sampah di beberapa RT agar warga memiliki kesadaran dalam mengelola sampah bernilai ekonomi. Menutup pernyataannya, Mariana berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini tidak berlalu begitu saja, tapi menjadi semangat baru bagi warga Karang Joang dalam menjaga bumi.

“Kalau kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita. Ayo mulai dari sekarang, dari diri sendiri,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo dalam kegiatan ideologi Pancasila yang digelar di BSCC Dome 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai pijakan utama dalam kehidupan sehari-hari. Seruan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar di BSCC Dome, Rabu (4/6/2025).

Dalam sambutannya, Bagus menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara atau simbol semata, tetapi merupakan ideologi pemersatu bangsa yang harus terus ditanamkan dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menilai bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman yang kompleks, mulai dari isu politik, ekonomi, budaya hingga perkembangan teknologi, bangsa Indonesia memerlukan fondasi yang kuat dan kokoh agar tetap teguh pada jati dirinya.

"Kita membutuhkan fondasi yang sangat kuat untuk menjaga keutuhan bangsa. Fondasi itu adalah Pancasila," tegas Bagus.

Ia juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa memperkokoh nilai-nilai Pancasila merupakan komitmen nasional. Nilai-nilai tersebut harus terus hidup dalam sanubari rakyat Indonesia agar perjalanan menuju Indonesia Emas pada peringatan 100 tahun kemerdekaan benar-benar dapat terwujud.

Bagus menyoroti pentingnya implementasi lima sila Pancasila, mulai dari Ketuhanan Yang Maha Esa hingga Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ia menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti pada tataran teori, namun harus dihidupkan dalam perilaku dan tindakan konkret sehari-hari.

“Ketika nilai-nilai Pancasila dijalankan oleh mahasiswa dan pelajar, maka cita-cita besar Indonesia bukan sekadar angan, melainkan bisa menjadi kenyataan yang kita raih bersama,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menjaga warisan luhur dari para pendirinya. Para pendiri bangsa telah menitipkan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, Bagus menyerukan kepada seluruh pihak, khususnya kalangan pendidik dan orang tua, agar terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Tanggung jawab ini menurutnya tidak bisa dibebankan pada satu institusi saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

“Mari kita jadikan Pancasila sebagai nafas dan jati diri bangsa. Semangat ini harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan keputusan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Ia berharap, melalui pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila, akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat kebangsaan, dan kepedulian sosial yang tinggi. Dengan begitu, Indonesia akan terus tumbuh sebagai bangsa yang disegani di kancah internasional.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Pengukuhan Dharma Wanita Persatuan Kota Balikpapan Di Aula Pemerintah Kota Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Balikpapan dan DWP unsur pelaksana dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk masa bakti 2024–2029.

Acara pengukuhan berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan pada Rabu (4/6/2025), yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, para pejabat OPD, serta jajaran anggota DWP.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi DWP selama ini yang dinilainya memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah dan pelayanan publik.

"Selamat kepada seluruh pengurus DWP yang telah dikukuhkan. Peran perempuan dalam organisasi ini sangat vital, tidak hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam masyarakat," ungkap Bagus.

Ia menekankan bahwa keberadaan DWP memberikan dampak positif dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis, yang secara tidak langsung berkontribusi pada kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Keluarga yang solid dan harmonis menjadi fondasi bagi terciptanya ASN yang produktif dan berintegritas.

“Jika seorang istri mampu menjaga keharmonisan rumah tangga dan mendidik anak-anak dengan nilai-nilai moral yang baik, maka suaminya sebagai ASN akan lebih semangat dalam mengabdi kepada negara,” tambahnya.

Bagus juga mendorong para pengurus DWP yang baru untuk lebih aktif menginisiasi kegiatan sosial dan program pemberdayaan, terutama di bidang ekonomi keluarga, pendidikan anak, serta pelestarian nilai-nilai moral dan budaya. “Kolaborasi dengan komunitas lokal dan lembaga lainnya juga perlu diperkuat agar pelaksanaan program DWP benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas,” pesannya.

Momentum pengukuhan ini juga menjadi ajang evaluasi dan refleksi bagi DWP Balikpapan dalam memperbarui semangat pengabdian. Dengan struktur organisasi yang baru, diharapkan muncul terobosan dan inovasi program yang mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Acara ditutup dengan harapan besar bahwa DWP Balikpapan akan semakin berperan aktif dalam mendukung pembangunan kota dan mempererat sinergi dengan pemerintah serta masyarakat.

(ADV/Diskominfo Bpp)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo bersama Dinas Perdagangan dalam kegiatan pasar murah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) kembali menggelar kegiatan pasar murah sebagai langkah konkret menekan lonjakan harga bahan pokok.

Kegiatan ini berlangsung di halaman parkir Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat, Selasa (3/6/2025), dan melibatkan berbagai instansi, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia Balikpapan, Bulog, serta Pertamina Patra Niaga. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, turut hadir meninjau kegiatan tersebut.

Didampingi oleh Kepala Disdag Haemusri Umar, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Robi Ariadi, serta Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, ia menyampaikan apresiasinya atas sinergi antar instansi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Pasar murah ini merupakan bagian dari langkah Satgas Pengendali Inflasi Daerah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, apalagi menjelang hari besar keagamaan. Harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasaran dan kegiatan ini direncanakan berlangsung rutin, minimal 13 kali dalam setahun,” jelas Bagus.

Salah satu komoditas yang paling banyak diburu warga adalah elpiji 3 kilogram atau gas melon, yang dijual hanya Rp19.000 per tabung. “Tercatat sekitar 360 tabung disiapkan setiap hari, dan totalnya mencapai lebih dari 1.200 tabung selama empat hari pelaksanaan,” ungkap Bagus.

Selain gas melon, barang-barang lain yang dijual dalam pasar murah ini juga menarik minat warga. Tersedia sekitar 400 bungkus beras, telur segar dari peternak lokal, serta bahan pokok lain yang langsung diambil dari gudang tanpa perantara, sehingga harganya jauh lebih murah. Pemkot Balikpapan pun berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ini ke wilayah lain agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.

“Kami akan berkoordinasi dengan BI dan Bulog agar pasar murah seperti ini bisa dilaksanakan bergiliran di berbagai kecamatan. Ini penting agar tidak ada kesenjangan antar kawasan,” tambahnya.

Diharapkan, inisiatif ini mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok secara ekonomis, sekaligus menjaga daya beli warga di tengah tantangan ekonomi jelang hari raya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Komisi IV DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan untuk membahas perkembangan terkini sejumlah proyek pembangunan sekolah di kota ini. Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap mitra kerjanya di sektor pendidikan, Senin (2/Juni/2025)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menyampaikan bahwa diskusi tersebut menjadi ajang penyampaian informasi terkait capaian pembangunan infrastruktur pendidikan. Ia menjelaskan bahwa Komisi IV sebagai mitra kerja Disdik memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut.

“Pertemuan ini merupakan bentuk sinergi antara DPRD dan Dinas Pendidikan dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai dengan rencana. Kami melaporkan bahwa hingga saat ini, progres pembangunan fisik sekolah di Balikpapan telah mencapai sekitar 43 persen,” ujar Irfan.

Menurut Irfan, capaian 43 persen tersebut tergolong positif, mengingat saat ini baru memasuki bulan Mei. Ia optimistis sisa pembangunan sebesar 57 persen dapat diselesaikan tepat waktu hingga akhir tahun 2025. Ia juga menegaskan bahwa fungsi kontrol dari Komisi IV sangat penting untuk mengawal pelaksanaan pembangunan agar tetap sesuai dengan target dan kualitas yang diharapkan.

“Tentu ini jadi perhatian bersama. Masih ada waktu hingga akhir tahun untuk menyelesaikan sisanya. Harapan kami, DPRD sebagai pengawas dapat terus memberikan masukan agar pelaksanaan pembangunan semakin baik,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Irfan juga menyinggung soal rencana pembangunan Sekolah Dasar (SD) baru di kawasan Balikpapan Timur. Ia menyampaikan bahwa proyek tersebut sudah memasuki tahap pelaksanaan dan optimis akan segera terealisasi. “Alhamdulillah, pembangunan SD di Balikpapan Timur sudah mulai berjalan.

Mudah-mudahan bisa segera rampung dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya. DPRD Kota Balikpapan melalui Komisi IV menyatakan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi seluruh program pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kota. Mereka berharap pembangunan sekolah dapat berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang baik antara legislatif dan eksekutif, diharapkan sektor pendidikan di Kota Balikpapan dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan yang merata serta berkualitas bagi seluruh warga kota.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Ketua Tim penggerak PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud dalam kunjungan pembinaan di kelurahan Gunung Sari Ilir 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Menurutnya, meskipun ruang terbuka di wilayah perkotaan semakin sempit, masyarakat tetap bisa berinovasi memanfaatkan lahan sempit untuk kegiatan produktif yang bermanfaat.

Ajakan ini ia sampaikan saat kunjungan pembinaan ke Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI), Balikpapan Tengah, pada Senin (26/5/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Nurlena mengajak kader PKK dan warga untuk lebih jeli dalam melihat potensi pekarangan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia menilai, pekarangan rumah bisa dijadikan tempat menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti cabai, tomat, kangkung, dan tanaman obat keluarga.

“Jangan biarkan lahan pekarangan kosong begitu saja. Meskipun sempit, kalau ditata dengan baik bisa sangat bermanfaat, baik untuk konsumsi sendiri maupun sebagai tambahan penghasilan keluarga,” ujar Nurlena.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar gerakan pemanfaatan pekarangan tidak berhenti di GSI saja, tetapi menyebar ke seluruh wilayah Kota Balikpapan. Ia menekankan pentingnya peran aktif para kader PKK sebagai motor penggerak yang dapat mendorong masyarakat di tiap kelurahan agar mau ikut terlibat dalam gerakan tersebut.

Selain fokus pada ketahanan pangan, Nurlena juga menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, terutama terkait stunting yang masih menjadi tantangan serius. Ia menawarkan konsep “orang tua asuh” untuk anak-anak yang terindikasi stunting sebagai langkah kolaboratif dalam mempercepat penanganan.

“Kita bisa menggandeng masyarakat yang peduli untuk menjadi orang tua asuh. Mereka dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak tersebut secara rutin dan berkelanjutan,” jelas istri Wali Kota Balikpapan itu.

Tak hanya itu, Nurlena juga menyoroti minimnya partisipasi warga dalam kegiatan Posyandu. Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan pemanfaatan taman kota sebagai lokasi alternatif pelayanan Posyandu. Menurutnya, ruang terbuka hijau dapat disulap menjadi sarana multifungsi untuk kegiatan sosial, literasi, dan layanan kesehatan masyarakat.

“Jangan terpaku hanya pada satu tempat. Kita bisa manfaatkan taman kota sebagai lokasi Posyandu agar lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Nurlena berharap muncul kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan lingkungan yang sehat, sejahtera, dan mandiri. Kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan berbagai program yang dicanangkan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Pemkot Balikpapan Luncurkan Gempur Stunting, Libatkan RT sebagai Orang Tua Asuh Balita
  2. Rahmad Mas’ud Raih Gelar Doktor, Siap Wujudkan Balikpapan Sebagai Kota Cerdas dan Nyaman
  3. TP PKK Balikpapan Jadi Mitra Strategis Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Keluarga
  4. Balikpapan Jadi Pelopor Program Bela Negara di Tingkat Kota, Diapresiasi Kemenhan
  5. Pemkot Balikpapan Dorong Penataan PKL Pasar Pandan Sari Lewat Dialog dan Solusi Bersama
  6. Kelurahan Baru Ulu Tampil Unggul di Lomba Kelurahan 2025, Dorong Kemandirian Pangan dan UMKM
  7. Balikpapan Gencarkan Penertiban Reklame Rokok Demi Wujudkan Kota Layak Anak
  8. Tim Penggerak PKK Balikpapan Gencarkan Penilaian Lomba HKG 2025, Siapkan Hadiah Umrah untuk Kader Terbaik
  9. Pemkot Balikpapan Perkuat Dukungan ke Sekolah Swasta Lewat Subsidi SPP Berbasis Teknologi
  10. Pemkot Balikpapan Usulkan Pembangunan Dua Sekolah Ramah Lingkungan di Eks Puskib
  11. Anggun Dengan Batik Klubut IKN, Nurlena Rahmad Mas'ud Tunjukkan Identitas Balikpapan Di APEKSI 2025
  12. Waspada Kebakaran, BPBD Balikpapan Gencarkan Edukasi dan Imbauan ke Warga
  13. Pemkot Balikpapan Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Sehat Lewat ODF dan Gempur Stunting
  14. Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan Gencarkan Wisata Edukasi untuk Tumbuhkan Budaya Membaca Anak
  15. Wujud Kepedulian Pendidikan Pemkot Balikpapan Bagikan Seragam Untuk Siswa Baru
  16. Dua Pemuda Balikpapan Harumkan Kota di Ajang Nasional Youth City Changers 2025
  17. Kelurahan Margasari Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Pelatihan Bahaya Kebakaran
  18. Dinas Perdagangan Balikpapan Dorong Poklahsar Berkah Bahari Kembangkan Produk Olahan Laut Lokal
  19. Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Hari Raya, Fokus pada Stabilitas Pasokan Daging Beku
  20. Permintaan Hewan Kurban Meningkat, Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha 2025