SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berhasil menampung individu tanpa identitas yang ditemukan di kawasan depan sebuah rumah sakit di kota ini pada awal pekan ini.
Dalam wawancara pada Selasa, 24 Februari 2025, Edy mengungkapkan bahwa kondisi orang tersebut saat ditemukan oleh petugas lapangan menunjukkan tanda-tanda tidak sehat, dengan dugaan faktor bulan puasa yang sedang berlangsung menjadi salah satu penyebab utama kondisi fisiknya yang lemah.
"Kondisi saat ditemukan memang kurang baik, mungkin karena bulan puasa atau faktor kesehatan lainnya. Kami langsung mengambil langkah untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan menyeluruh," ucap Edy dalam wawancaranya.
Setelah melalui pemeriksaan kesehatan menyeluruh di fasilitas kesehatan kerja sama seperti puskesmas atau rumah sakit terkait, pihak dinas akan membawanya ke Rumah Penampungan yang terletak di pusat kota jika dinyatakan dalam kondisi fisik yang stabil dan layak untuk dipindahkan.
"Penanganan kasus tanpa identitas ini menjadi bagian dari upaya terus-menerus kami dalam menjaga kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan yang penuh dengan nilai kasih sayang," jelas Edy dengan tegas.
Di tengah suasana bulan Ramadan yang penuh berkah dan kebaikan, program bantuan rutin yang telah berjalan selama bertahun-tahun di Dinas Sosial tidak pernah berhenti atau berkurang. Setiap bulan secara teratur, bantuan berupa pangan, sandang, dan dukungan kesehatan diberikan bagi kelompok anak disabilitas dengan kondisi berat serta orang tua terlantar yang tidak memiliki keluarga atau sumber penghasilan.
"Besok hari Kamis (26/2), kami akan menyerahkan bantuan beras dari kejaksaan tinggi daerah sebanyak sekitar 400 karung masing-masing 5 kilogram ke panti asuhan LKSA di berbagai kecamatan," ungkapnya.
"Pemberian bantuan ini dilakukan dengan sistem by name by address agar sasaran tepat dan tidak terjadi penyimpangan," tambahnya. Jumlah dan jenis bantuan yang diberikan setiap bulan disesuaikan dengan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD Kota Balikpapan.
Bagi kelompok disabilitas yang jumlahnya mencapai sekitar dua ribu orang di seluruh wilayah kota ini, fokus prioritas bantuan diberikan kepada mereka yang tidak dapat melakukan aktivitas apapun.
"Bagi mereka yang masih mampu bekerja, kami akan berikan pelatihan keterampilan sesuai minat dan kemampuan masing-masing untuk meningkatkan daya saing serta kemandirian mereka di masa depan," jelas Edy.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)