Pemerintah Kota Balikpapan luncurkan program Gerakan Bersama Posyandu Berantas Stunting

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya serius menekan angka stunting, Pemerintah Kota Balikpapan secara resmi meluncurkan program “Gerakan Bersama Posyandu Berantas Stunting” atau Gempur Stunting pada Minggu (25/5/2025) pagi di Halaman Gedung Parkir Klandasan.

Program ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, posyandu, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam pencegahan stunting berbasis komunitas. Peluncuran program dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati, Ketua TP PKK Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, Ketua Komisi IV DPRD Gasali, serta Asisten III Pemkot Balikpapan Andi Sri Juliarty.

Kepala DKK Balikpapan Alwiati menegaskan, rendahnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan utama dalam penanganan stunting. Saat ini, hanya 40,6 persen warga yang aktif membawa anak balita mereka ke posyandu.

“Masih banyak balita yang belum diperiksa kesehatannya. Oleh karena itu, gerakan ini penting untuk menggugah kesadaran bersama,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program Gempur Stunting melibatkan ketua RT sebagai orang tua asuh bagi balita di wilayahnya masing-masing. RT diharapkan proaktif melaporkan balita yang terindikasi kekurangan gizi agar segera ditangani oleh puskesmas. “Ketua RT harus menjadi pengawas pertama di lingkungan masing-masing. Ini gerakan gotong royong,” tambah Alwiati.

Ketua TP PKK Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut stunting bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia kota. “Anak stunting berisiko menghadapi gangguan perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, bahkan masa depan ekonominya,” jelasnya.

Menurut Nurlena, program ini juga difokuskan pada penimbangan 100 persen balita serta penyuluhan melalui kelas “Ibu Pintar” yang memberikan edukasi tentang pola asuh dan gizi yang tepat.

“Dengan peran aktif masyarakat, kita bisa membentuk generasi yang sehat dan cerdas,” ungkapnya.

Asisten III Pemkot Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2023, prevalensi stunting di Balikpapan mencapai 21,6 persen. Meski di bawah rata-rata provinsi, angka ini tetap menjadi perhatian serius.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DKK dan TP PKK, menandai sinergi yang terarah dan berkelanjutan untuk pemberantasan stunting di Balikpapan. 

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud Selesaikan program S3 di Universitas Mulawarman, Samarinda 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, resmi meraih gelar doktor setelah menyelesaikan program pendidikan strata tiga (S3) di Universitas Mulawarman, Samarinda. Capaian akademik ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, di tengah kesibukannya memimpin kota dan menjalankan berbagai tanggung jawab publik.

Disertasi yang mengantarnya menyandang gelar doktor berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perwujudan Pembangunan Kota Cerdas dan Nyaman: Studi Kota Balikpapan.” Dalam riset tersebut, Rahmad mengupas secara mendalam sejumlah elemen kunci yang memengaruhi kesuksesan pembangunan kota cerdas yang juga nyaman untuk dihuni.

Penelitiannya bukan hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan tantangan yang dihadapi kota-kota modern, khususnya Balikpapan. Beberapa faktor penting yang diidentifikasi dalam disertasinya meliputi komitmen pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat, ketersediaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kebijakan tata ruang dan pelestarian lingkungan hidup, serta kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintahan.

Ia menekankan bahwa keselarasan antara data, kebijakan, dan pelibatan warga menjadi pilar utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dalam keterangannya kepada media, Kamis (22/5/2025), Rahmad menyatakan bahwa ilmu yang ia peroleh selama menempuh pendidikan S3 akan langsung diterapkan dalam kebijakan dan program strategis Pemerintah Kota Balikpapan.

“Ilmu itu harus diamalkan. Apa yang saya pelajari selama kuliah S3, akan saya aplikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di Balikpapan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menuntut ilmu, tanpa menjadikan usia maupun kesibukan sebagai penghalang.

“Gelar ini bukan semata-mata simbol prestise, tetapi tanggung jawab moral. Pendidikan membentuk karakter dan memperkuat fondasi dalam pengambilan keputusan publik yang adil dan bijaksana,” tambahnya.

Dengan latar belakang akademik yang semakin kuat dan hasil riset yang sejalan dengan visi pembangunan kota, Rahmad Mas’ud diharapkan mampu mempercepat transformasi Balikpapan menuju kota yang cerdas, ramah lingkungan, dan layak huni bagi seluruh warganya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kegiatan Diseminasi penguatan karakter keluarga berlandaskan nilai Pancasila dan dirangkai dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 53

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa peran PKK sangat strategis dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah hingga menyentuh unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Diseminasi Penguatan Karakter Keluarga Berlandaskan Nilai-nilai Pancasila yang dirangkai dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Kota Balikpapan. Acara digelar di BSCC Dome dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pemerintah Kota Balikpapan pada Kamis, 22 Mei 2025.

Acara ini dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo, jajaran Forkopimda, serta para kader dan anggota TP PKK dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se-Kota Balikpapan. Dalam sambutannya, Hj Nurlena menyampaikan rasa syukurnya atas peringatan HKG PKK ke-53, yang menurutnya merupakan momen penting untuk membangkitkan semangat para kader dalam menggerakkan program-program yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita merayakan semangat yang selama puluhan tahun telah menggerakkan para kader PKK. Tema HKG PKK tahun ini, ‘Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas’, menjadi semangat kolektif untuk memperkuat langkah kita,” ujar Nurlena.

Ia menjelaskan bahwa frasa “bergerak bersama” mengandung makna pentingnya keselarasan gerak antara kader PKK dan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dalam menyukseskan pembangunan keluarga Indonesia.

Hal ini, menurutnya, selaras dengan visi PKK untuk membentuk keluarga yang beriman, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki akhlak mulia. Lebih jauh, Nurlena menekankan perlunya sinergi yang kuat antara PKK dan pemerintah daerah, khususnya melalui implementasi 10 program pokok PKK.

Ia berharap TP PKK dapat menjadi motor penggerak utama di masyarakat, sekaligus menjalin kemitraan yang efektif dengan berbagai stakeholder. “Gerakan PKK adalah gerakan nasional yang tumbuh dari bawah, oleh dan untuk masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk terus membangun koordinasi dan sinergi lintas sektor,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi dasar hukum dari gerakan ini, yang diperkuat melalui Permendagri Nomor 36 Tahun 2020 sebagai aturan pelaksana dari Perpres Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK sebagai mitra strategis pemerintah. Di akhir sambutannya, Nurlena memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader PKK yang selama ini telah bekerja secara sukarela demi kemajuan masyarakat.

“Gerakan PKK adalah gerakan sosial yang tidak dibayar. Saya mengucapkan terima kasih setulusnya kepada para kader yang tanpa pamrih terus bergerak dan mengabdi. Tanpa kalian, PKK tak akan berarti,” ucapnya dengan penuh haru. Ia berharap, integrasi program PKK dalam perencanaan dan penganggaran daerah dapat terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Sinergi yang kuat antara PKK dan pemerintah daerah akan membawa manfaat yang berkelanjutan dan konkret bagi kesejahteraan warga Balikpapan,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Program kegiatan Bela negara di Balikpapan Ratih Kesuma salah satu penggagas 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang secara konsisten melaksanakan kegiatan bela negara.

Program ini bahkan telah mendapatkan apresiasi dan pengakuan langsung dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan), menjadikan Balikpapan sebagai contoh nyata dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, Jumat (16/5/2025)

Kegiatan bela negara di Balikpapan pertama kali diluncurkan pada tahun 2019. Program ini bertujuan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. Meski sempat terhenti selama pandemi Covid-19, kegiatan tersebut kembali digelar pada tahun 2023 dan berlanjut hingga 2024. Bahkan, Pemerintah Kota Balikpapan telah memastikan pelaksanaannya akan terus berlanjut hingga tahun 2025.

Ratih, salah satu penggagas kegiatan bela negara di Balikpapan, menegaskan bahwa program ini bukan hanya seremonial semata. Menurutnya, kegiatan bela negara dirancang agar mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

“Kami ingin membentuk pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap bangsanya. Bela negara bukan hanya milik militer, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga negara,” ungkap Ratih.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Balikpapan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia dalam menjalankan program serupa. Ratih meyakini, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dan dukungan penuh dari masyarakat, kegiatan bela negara bisa menjadi gerakan nasional yang dimulai dari daerah.

“Harapannya, kami bisa menjadi pilot project dan menginspirasi pemuda kota dan kabupaten se-Indonesia,” pungkasnya.

Program ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah, organisasi kepemudaan, dan lembaga pendidikan di Balikpapan. Banyak pihak menilai bahwa inisiatif seperti ini sangat relevan untuk membangun ketahanan nasional dari aspek sumber daya manusia.

Dengan terus berlanjutnya kegiatan bela negara hingga 2025, Balikpapan tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga sebagai kota yang menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang cinta tanah air dan siap menjaga keutuhan NKRI.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Pemerintah kota sosialisasi penataan pedagang kaki lima (PKL) kawasan pasar Pandan Sari

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali menggulirkan upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Pasar Pandan Sari, Kamis (15/5/2025)

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar belum lama ini, Pemkot berfokus pada pendekatan persuasif demi menciptakan ketertiban tanpa mengabaikan hak para pedagang kecil untuk mencari nafkah. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Balikpapan, Yosef Gunawan, menegaskan bahwa proses penataan ini tidak melulu soal penindakan.

Pemerintah Kota justru ingin membuka ruang dialog terbuka dengan para pedagang.

“Kami hadir bukan hanya untuk menertibkan, tapi juga untuk mendengarkan. Kami paham para pedagang mencari nafkah untuk keluarga. Namun di sisi lain, kami juga memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban kota dan memfungsikan ruang publik sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Namun demikian, dari total PKL yang diundang, hanya sebagian yang hadir dalam forum tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pihak Satpol PP dan OPD terkait karena dialog hanya akan efektif jika diikuti secara kolektif oleh seluruh pedagang. Kepala UPT Pasar Pandan Sari,

Teguh, menjelaskan bahwa saat ini lantai 1 pasar telah dipenuhi sekitar 400 pedagang aktif. Sementara itu, masih terdapat banyak ruang yang belum dimanfaatkan di lantai 2 dan 3, masing-masing tersedia 281 dan 300 petak.

“Syaratnya mudah saja, hanya perlu membawa KTP dan KK ke kantor UPT. Tidak dipungut biaya sewa,” jelasnya.

Yosef menambahkan bahwa para PKL diberikan pilihan. Jika bersedia mengikuti aturan dan menempati petak resmi, pemerintah siap memfasilitasi.

“Kalau tidak mau masuk, maka kami akan melakukan penertiban secara bertahap. Tapi kalau mau bergabung secara resmi, kami dukung sepenuhnya,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa para PKL yang berjualan di luar kawasan pasar tidak dikenakan sewa, namun membayar iuran kebersihan sekitar Rp2.000 per hari. Ironisnya, banyak di antara mereka tidak mengetahui bahwa lahan tempat mereka berjualan merupakan fasilitas umum yang dilarang untuk kegiatan komersial.

Perwakilan Dinas Perhubungan menambahkan bahwa keberadaan PKL di tepi jalan menimbulkan kemacetan dan melanggar aturan lalu lintas. Seluruh juru parkir resmi hanya diizinkan beroperasi di dalam area pasar. Sejumlah pedagang, seperti Halimun dan Ilyas, turut menyampaikan harapan mereka. Halimun menyatakan kesediaannya pindah ke dalam pasar asalkan dilakukan secara adil dan kolektif.

Sementara Ilyas mengeluhkan adanya oknum yang mengklaim petak kosong dan menghambat pedagang lain untuk menempatinya. “Kami siap tertib, asal semuanya diatur secara transparan dan tidak ada monopoli petak,” kata Ilyas.

Sosialisasi diakhiri dengan komitmen bersama bahwa proses penataan harus berjalan secara terbuka, tidak diskriminatif, dan melibatkan seluruh pihak demi menciptakan keteraturan dan keadilan bagi semua pedagang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Camat Balikpapan Barat Erwin Dahri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menginisiasi Lomba Kelurahan Tingkat Kota 2025 dengan tema “Desa dan Kelurahan Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas.”

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kelurahan di berbagai bidang. Proses penilaian berlangsung selama dua hari, pada 14 hingga 15 Mei 2025, dengan melibatkan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Balikpapan.

Setiap kelurahan dinilai berdasarkan sejumlah indikator penting, seperti pelayanan pemerintahan, program peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengelolaan potensi lokal, serta capaian pembangunan yang berkelanjutan. Kecamatan Balikpapan Barat memilih Kelurahan Baru Ulu sebagai wakil dalam lomba ini.

Camat Balikpapan Barat, Erwin Dahri, menjelaskan bahwa pemilihan Baru Ulu didasarkan pada berbagai keunggulan yang dimiliki, khususnya di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan budidaya masyarakat.

“Salah satu potensi yang menonjol di Baru Ulu adalah budidaya jamur. Kegiatan ini mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga dan telah berkembang cukup baik di masyarakat,” ujar Erwin usai kegiatan penilaian, Kamis (15/5/2025).

Ia menambahkan, pelayanan publik di kelurahan tersebut juga mengalami peningkatan yang signifikan. Proses administrasi seperti pengurusan KTP, surat keterangan ahli waris, hingga IMTN kini lebih cepat dan efisien. Erwin menilai kemajuan ini tak lepas dari kolaborasi aktif antara pemerintah kelurahan dan warga.

“Antusiasme masyarakat dalam menyambut lomba ini luar biasa. Kami berharap semangat ini tidak berhenti di lomba saja, tapi terus berlanjut dalam bentuk pengembangan UMKM yang bisa menjangkau pasar luar daerah,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Lurah Baru Ulu, Abas, menjelaskan bahwa penilaian dilakukan oleh tim juri lintas sektor, yang terdiri dari perwakilan sejumlah instansi, mulai dari DP3AKB, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, akademisi, hingga TP-PKK dan Dinas Ketahanan Pangan.

Menurut Abas, keikutsertaan dalam lomba ini memberi semangat baru bagi aparatur kelurahan untuk terus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintahan tetapi juga masyarakat.

“Kami berharap, melalui lomba ini, ekonomi warga dapat tumbuh dan ketahanan pangan bisa lebih kuat, sejalan dengan semangat kemandirian pangan lokal,” tuturnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Satpol PP lakukan Penertiban Iklan dan reklame rokok 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan ramah bagi anak-anak. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penertiban iklan dan reklame rokok oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan bersama sejumlah instansi terkait.

Penertiban ini merupakan bagian dari implementasi program Kota Layak Anak (KLA) yang telah dicanangkan Pemkot Balikpapan. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kegiatan tersebut mengacu pada surat edaran Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Nomor 970/1680/BPPDRD tertanggal 4 Desember 2023, yang secara resmi menginstruksikan penurunan berbagai bentuk reklame rokok. Sasaran utama penertiban kali ini meliputi wilayah Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan Timur, dan Balikpapan Tengah.

Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, menegaskan bahwa penertiban reklame rokok ini selaras dengan amanat Peraturan Daerah yang mendukung terwujudnya Kota Layak Anak.

“Kami berkomitmen untuk menegakkan aturan yang melindungi anak-anak dari pengaruh negatif iklan rokok. Kami ingin Balikpapan benar-benar bebas dari promosi rokok,” ujarnya pada Kamis (15/5/2025).

Menurut Boedi, paparan iklan rokok memiliki dampak serius terhadap perilaku anak-anak dan remaja. Karena itu, berbagai bentuk promosi seperti baliho, spanduk, hingga stiker kecil di warung turut menjadi target dalam kegiatan ini. Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Balikpapan, Yosep Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan 25 unit reklame rokok bertiang tersebar di tiga kecamatan tersebut. Meski sebagian besar sudah diturunkan oleh pemiliknya, masih ada beberapa yang belum ditindak.

“Reklame besar sebagian besar sudah dicopot, tapi masih ada yang tersisa. Kami akan segera ambil tindakan bila ditemukan,” tegasnya.

Untuk reklame tanpa izin atau yang tidak membayar pajak, seperti stiker di toko-toko, Satpol PP menempelkan tanda penertiban dari DPMPTSP dan memberikan tenggat waktu seminggu bagi pemilik untuk menurunkannya secara sukarela.

Melalui langkah ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat identitas kota sebagai tempat yang aman dan sehat bagi generasi muda.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Ketua Tim penggerak PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Menyambut peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2025, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Balikpapan mulai menggelar rangkaian penilaian lomba di seluruh wilayah kecamatan. Kegiatan ini resmi dimulai pada Jumat, 2 Mei 2025, dan dilaksanakan secara maraton menyasar enam kecamatan yang ada di kota ini.

Ketua TP PKK Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa kegiatan penilaian lomba ini merupakan bagian dari evaluasi rutin untuk mengukur sejauh mana peran aktif para kader PKK dalam melaksanakan program-program kerja yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kegiatan lomba ini jadi alat ukur sejauh mana peran nyata kader PKK di tengah masyarakat.Karena semua yang dilombakan merupakan kegiatan bersentuhan langsung dengan kehidupan warga,” ujar Nurlena saat dikonfirmasi, Senin (12/5/2025).

Penilaian dimulai dari Kecamatan Balikpapan Utara, kemudian berlanjut ke Balikpapan Selatan, Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, Balikpapan Timur, dan ditutup di Balikpapan Barat. Seluruh wilayah tersebut akan dinilai berdasarkan beberapa kategori lomba yang menjadi indikator kinerja kader di lapangan.

Adapun kategori lomba yang dilaksanakan meliputi Tertib Administrasi, PKK Bangga Kencana Kesehatan, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Gerakan Serentak (Gertak), Profil Jarwasnaba, serta Pembinaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih Sehat (LBS). Selain itu, lomba “Aku Hatinya PKK” juga menjadi salah satu kategori andalan yang mengedepankan keindahan dan ketertiban lingkungan rumah tangga.

Nurlena menambahkan, seluruh kegiatan ini selaras dengan semangat PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berdaya. PKK tidak hanya menjalankan peran sosial, tetapi juga terlibat aktif dalam mendukung program pembangunan yang pro-rakyat.

Puncak peringatan HKG PKK Balikpapan tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2025 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) atau Dome Balikpapan. Dalam acara tersebut, sekitar 11 ribu kader PKK dari seluruh kelurahan dan kecamatan di Balikpapan akan berkumpul untuk merayakan semangat kebersamaan dan pencapaian kinerja selama setahun terakhir.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para kader yang menunjukkan dedikasi tinggi, panitia menyiapkan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah.

“Semoga hadiah ini bisa memotivasi kader PKK untuk terus berkarya dan memberi dampak positif di tengah masyarakat,” tutup Nurlena.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan merata. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), program subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kini menyasar siswa SD dan SMP di sekolah swasta, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan di semua lini.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa bantuan subsidi ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh orang tua murid, khususnya dari kalangan berpenghasilan rendah. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga mendorong keadilan dalam sistem pendidikan.

“Subsidi ini langsung disalurkan ke sekolah masing-masing, namun tetap melibatkan orang tua siswa agar prosesnya transparan. Mereka wajib menandatangani bukti penerimaan bantuan tersebut,” terang Irfan pada Jumat (9/5/2025).

Besaran subsidi yang diberikan menyesuaikan dengan biaya SPP masing-masing sekolah. Sebagai contoh, jika total biaya SPP per semester adalah Rp200 ribu, dan pemerintah memberikan subsidi Rp150 ribu, maka orang tua hanya perlu membayar kekurangannya sebesar Rp50 ribu. Irfan menekankan bahwa kebijakan ini sangat membantu keluarga kurang mampu agar tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang layak.

Selain itu, pihaknya tengah menyiapkan sistem pengelolaan subsidi berbasis teknologi demi memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah kartu siswa khusus, yang hanya dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan, termasuk pembayaran SPP di sekolah.

“Dengan sistem ini, dana subsidi akan lebih terkontrol dan tidak bisa disalahgunakan, karena transaksi hanya dapat dilakukan di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Namun demikian, Irfan mengingatkan para orang tua agar tidak bersikap pasif. Ia mengaku masih menerima laporan adanya wali murid yang tetap membayar SPP penuh karena tidak menyadari bahwa anaknya telah terdaftar sebagai penerima subsidi. “Kami imbau agar orang tua aktif bertanya ke sekolah mengenai hak subsidi anak-anak mereka. Jangan sampai dana yang sudah turun tidak digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap dapat mendorong terciptanya sistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan, di mana sekolah swasta pun mendapatkan perhatian setara dengan sekolah negeri. Dukungan merata inilah yang dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan secara keseluruhan.

“Sekolah swasta merupakan bagian dari sistem pendidikan kita. Sudah sewajarnya mereka juga mendapatkan dukungan dari pemerintah,” pungkas Irfan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

 
Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggagas inovasi pendidikan dengan mengusulkan pembangunan dua sekolah baru berkonsep ramah lingkungan. Rencana ini akan direalisasikan di kawasan Eks Puskib, Balikpapan Tengah, dan ditargetkan masuk dalam anggaran tahun 2026.

Dua sekolah yang direncanakan meliputi satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kedua institusi pendidikan ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat belajar, namun juga akan menjadi contoh penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di sektor pendidikan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas empat hektare untuk mendukung proyek ini. “Dari total luas tersebut, dua hektare akan digunakan untuk pembangunan fisik sekolah, sementara sisanya akan dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/5/2025).

Lebih lanjut, Irfan menyampaikan bahwa sekolah ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan. “Kami ingin membangun sekolah dengan konsep green school, yang bukan hanya hemat energi tapi juga membentuk karakter peserta didik agar peduli terhadap isu-isu lingkungan,” tegasnya.

Penerapan konsep tersebut mencakup pemanfaatan panel surya sebagai sumber listrik utama, ventilasi alami untuk sirkulasi udara, sistem pemanenan air hujan untuk irigasi taman, serta penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan.

“Dengan penerapan teknologi hijau ini, Disdikbud menargetkan efisiensi biaya operasional sekolah dalam jangka panjang, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi para siswa,” tambah Irfan.

Ia pun berharap konsep ini bisa menjadi standar baru dalam pembangunan fasilitas pendidikan di Indonesia. Menurutnya, Balikpapan dapat menjadi pelopor pembangunan sekolah hijau di Kalimantan Timur, bahkan bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Saat ini, usulan pembangunan dua sekolah tersebut masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan dan akan segera diajukan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai program prioritas di sektor pendidikan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

  1. Anggun Dengan Batik Klubut IKN, Nurlena Rahmad Mas'ud Tunjukkan Identitas Balikpapan Di APEKSI 2025
  2. Waspada Kebakaran, BPBD Balikpapan Gencarkan Edukasi dan Imbauan ke Warga
  3. Pemkot Balikpapan Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Sehat Lewat ODF dan Gempur Stunting
  4. Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan Gencarkan Wisata Edukasi untuk Tumbuhkan Budaya Membaca Anak
  5. Wujud Kepedulian Pendidikan Pemkot Balikpapan Bagikan Seragam Untuk Siswa Baru
  6. Dua Pemuda Balikpapan Harumkan Kota di Ajang Nasional Youth City Changers 2025
  7. Kelurahan Margasari Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Pelatihan Bahaya Kebakaran
  8. Dinas Perdagangan Balikpapan Dorong Poklahsar Berkah Bahari Kembangkan Produk Olahan Laut Lokal
  9. Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Hari Raya, Fokus pada Stabilitas Pasokan Daging Beku
  10. Permintaan Hewan Kurban Meningkat, Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha 2025
  11. Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini, Dishub Balikpapan Edukasi Siswa TK Tri Asih 1
  12. Peringati HUT IBI ke-74, DP3AKB Balikpapan Gelar Layanan KB dan Edukasi Kesehatan Reproduksi Serentak
  13. Pemkot Balikpapan Dorong Musisi Lokal Lewat Gebyar Karya Musik 2025
  14. Dorong Jiwa Wirausaha, Pemkot Balikpapan Bekali Pemuda Lewat Sosialisasi Kewirausahaan
  15. Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud Serukan Kolaborasi Demi Pendidikan Bermutu dan Membangun Peradaban
  16. Semarak Hardiknas 2025 di Balikpapan: Peluncuran Buku Anak “Aku Cinta Kota Balikpapan” Warnai Peringatan
  17. Ganung Pratikno: Balikpapan Pelajari Skema Kontrak Kerja Individu untuk Atasi Kekurangan Guru Honorer
  18. PPDB Resmi Berganti SPMB, Balikpapan Tegaskan Komitmen Pada Seleksi Adil Dan Inklusif
  19. Pemkot Balikpapan Genjot Pengelolaan Sampah Capai 50 Persen, Bangun Tiga TPPAS Baru
  20. Rahmad Mas’ud Apresiasi Semangat Duta Wisata Manuntung Balikpapan 2025