Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak Kamis pagi (19/6/2025) memicu banjir di sejumlah wilayah Balikpapan Selatan. Genangan dilaporkan terjadi di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai Bahagia, hingga Sepinggan Raya—area yang berdekatan dengan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Camat Balikpapan Selatan, Muhammad Hakim, menyebutkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat menanggulangi dampak banjir. Tim gabungan kecamatan bersama lurah dan relawan turun ke lokasi dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. “Sekitar 500 bungkus nasi dan paket sembako telah disalurkan ke beberapa titik banjir, terutama di Damai Bahagia dan Sepinggan Raya,” ujar Hakim saat ditemui di lokasi.

Selain distribusi bantuan, pihak kecamatan juga melakukan pemantauan di kawasan rawan banjir. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Hakim menegaskan, banjir yang terjadi menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menyebut tumpukan sampah di saluran air menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan. “Kami imbau masyarakat membuang sampah sesuai jadwal, yaitu antara pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Pembuangan di luar waktu tersebut kerap menyebabkan sampah berserakan dan menyumbat drainase,” jelasnya.

Ia juga mendorong partisipasi aktif warga dalam kegiatan kerja bakti yang rutin digelar setiap pekan. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari upaya pencegahan banjir. “Kerja bakti adalah bentuk tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih dan terawat akan mengurangi risiko bencana,” tambahnya.

Camat Hakim menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan banjir. Ia berharap, kesadaran akan kebersihan tidak hanya muncul saat bencana, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana,” tutupnya.

Banjir kali ini menjadi peringatan bahwa persoalan lingkungan harus ditangani secara menyeluruh dan berkelanjutan, demi mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Agenda kegiatan pengembangan wisata Halal dihadiri Asisten II Pemerintah kota Balikpapan Andi Muhammad Yusri Ramli

SWARAREPUBLIKA.com BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan dan Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong pengembangan kawasan wisata halal di kota ini. Sebagai langkah awal, Taman Bekapai dipilih sebagai proyek percontohan destinasi wisata halal pertama di Balikpapan.

Kepala BI Perwakilan Balikpapan, Robby Aryadi, menyampaikan bahwa pengembangan ini sangat sejalan dengan kondisi masyarakat Balikpapan yang mayoritas beragama Islam. Menurutnya, sektor wisata halal memiliki potensi ekonomi besar jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan. “Balikpapan harus menjadi kota yang ramah bagi wisatawan, khususnya wisatawan muslim. Dengan mayoritas penduduk muslim, sudah semestinya kita hadirkan pilihan wisata yang halal dan thayyib,” ujar Robby, Kamis (19/6/2025).

Sebagai bentuk komitmen, Robby menjelaskan bahwa BI telah menyelenggarakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) bagi para pedagang ayam di kawasan Taman Bekapai. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh proses penyembelihan hewan sesuai dengan ketentuan syariah. “Para pedagang ayam di sini telah mengikuti pelatihan Juleha. Kami pastikan daging yang dijual benar-benar halal, aman, dan sesuai standar,” tambahnya.

Di sisi lain, penyediaan sarana ibadah seperti mushala, tempat wudhu, dan toilet bersih juga menjadi perhatian utama. Fasilitas ini telah disiapkan di area kuliner malam dan zona pedagang kaki lima untuk menunjang kenyamanan pengunjung muslim. Robby menegaskan bahwa Taman Bekapai hanya menjadi titik awal. Ke depan, pengembangan kawasan halal akan diperluas ke kecamatan lain, seperti Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara.

“Kita mulai dari pusat kota, lalu bertahap akan kita replikasi ke wilayah lainnya,” katanya.

Dukungan dari Pemerintah Kota pun diapresiasi, termasuk peran aktif Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE, ME, beserta jajaran camat yang telah mendukung terwujudnya sinergi tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas komitmen dan kolaborasi yang terbangun dengan baik,” ucap Robby.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, turut mengapresiasi inisiatif BI dan berbagai pihak yang telah berperan dalam pengembangan ekosistem halal di Balikpapan. Ia menyebut bahwa langkah ini tidak hanya relevan dengan karakter masyarakat, tetapi juga menjawab peluang ekonomi masa depan.

“Industri kuliner tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan pengelolaan yang baik dan strategi promosi yang tepat, sektor ini bisa menjadi pilar penting dalam mendukung pariwisata daerah,” ujarnya.

Andi optimistis bahwa sektor kuliner halal akan tumbuh pesat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari luar daerah. “Hari ini, kita bergerak bersama dalam sebuah langkah strategis menghadirkan zona kuliner halal yang aman, sehat, dan higienis di pusat kota Balikpapan, tepatnya di Taman Bekapai. Ini bukan sekadar kawasan makan biasa, tapi wujud nyata komitmen kita dalam menghadirkan produk yang halal dan terjamin keamanannya,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal, BI juga mengajak lembaga keuangan syariah seperti BPD Syariah untuk turut serta dalam mendukung program ini. “Isu halal tidak hanya berkaitan dengan keyakinan, tapi juga menjadi peluang besar dalam perekonomian nasional,” pungkas Robby.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) meninjau langsung operasional Tempat Hiburan Malam (THM) Helix yang berlokasi di kawasan MT Haryono, Balikpapan Selatan, Rabu (18/6/2025).

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kelengkapan izin usaha, terutama menyangkut persyaratan teknis dan legalitas bangunan. Dalam peninjauan tersebut, Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa THM Helix belum sepenuhnya memenuhi ketentuan dasar perizinan yang disyaratkan untuk dapat beroperasi secara legal. Ia mengungkapkan bahwa setiap usaha, termasuk tempat hiburan malam, wajib memiliki dokumen seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum menjalankan operasionalnya.

“Izin usaha memang bisa diperoleh melalui sistem OSS, tapi tetap harus disertai dengan persyaratan dasar seperti PBG dan SLF. Tanpa itu, operasional belum sah menurut aturan,” jelas Helmi.

Menurutnya, keberadaan PBG menjadi indikator penting untuk menilai apakah sebuah bangunan layak difungsikan secara teknis dan aman dari sisi konstruksi. Ia menambahkan, tanpa adanya PBG dan SLF, risiko terhadap keselamatan pengunjung dan bangunan menjadi sangat tinggi.

Lebih lanjut, Helmi juga menyampaikan bahwa Helix belum memiliki izin untuk menjual minuman beralkohol, karena salah satu syarat utama untuk mendapatkan izin tersebut adalah PBG yang belum dikantongi.

“Kalau PBG saja belum ada, maka izin untuk menjual minuman beralkohol otomatis belum bisa diterbitkan. Ini sudah sesuai dengan aturan perizinan yang berlaku,” tegasnya.

Terkait klaim dari pihak manajemen Helix yang menyebutkan bahwa proses perizinan telah berlangsung selama hampir 10 bulan, Helmi menjelaskan bahwa memang izin tata ruang atau PKKPR telah terbit pada Juli 2024. Namun, proses berikutnya berupa penyusunan site plan baru masuk ke DPMPTSP pada April 2025.

“Setelah site plan masuk, kami langsung teruskan ke Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang dalam waktu tiga hari. Evaluasi lintas dinas pun dilakukan pada 22 April 2025. Hasilnya sudah kami sampaikan kepada pihak Helix, termasuk poin-poin perbaikan yang harus dilakukan,” jelasnya.

Sayangnya, hingga pertengahan Juni 2025, belum ada tindak lanjut dari pihak manajemen untuk memperbaiki dokumen yang diminta. Hal ini menunjukkan bahwa proses belum berjalan secara optimal dari sisi pemohon. Pemerintah Kota Balikpapan melalui DPMPTSP menegaskan pentingnya pemenuhan seluruh dokumen perizinan sebagai syarat utama operasional yang sah dan aman.

Pemkot mendorong manajemen Helix agar segera menindaklanjuti seluruh persyaratan teknis, demi memastikan operasional usaha berjalan sesuai aturan hukum dan menjamin keselamatan pengunjung serta lingkungan sekitar.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) gelar pelatihan pembuatan Jelly Art

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam membekali generasi muda dengan keterampilan inovatif kembali diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan jelly art yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, sejak 17 hingga 18 Juni 2025, dan dipusatkan di Hotel Grand Tjokro Balikpapan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang kreatif bagi para pemuda, sekaligus memperkenalkan seni menghias jelly atau agar-agar sebagai peluang usaha yang potensial. Dengan menggabungkan unsur seni dan kewirausahaan, pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi anak muda Balikpapan untuk mengembangkan bakat serta menciptakan produk bernilai jual, Selasa (17/6/2025)

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi membuka pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda melalui pelatihan yang aplikatif dan memiliki prospek ekonomi. Menurutnya, jelly art bukan sekadar aktivitas menghias makanan, melainkan keterampilan yang bisa diolah menjadi usaha kreatif.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal kepada pemuda agar mampu menciptakan karya yang tidak hanya cantik dilihat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menciptakan generasi muda yang mandiri dan kreatif,” ujar Ratih.

Pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik langsung yang melibatkan teknik dasar pembuatan jelly, pemilihan bahan berkualitas, hingga tips mencapai tekstur yang ideal. Selain itu, peserta juga diajarkan cara membuat berbagai pola artistik dengan teknik pewarnaan dan penggunaan alat khusus, yang menjadikan setiap karya jelly tampak unik dan menarik.

Lebih dari itu, peserta dibimbing untuk memahami pemanfaatan jelly art dalam berbagai konteks, seperti hantaran, suvenir pernikahan, hingga produk komersial yang dapat dipasarkan secara daring. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang relevan dengan tren masa kini.

“Program ini sejalan dengan visi kami menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua. Kami percaya bahwa pemuda yang kreatif adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” tambah Ratih.

Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta yang berasal dari berbagai kalangan pemuda. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak muda yang ingin mengembangkan potensi diri melalui jalur ekonomi kreatif.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tengah mendorong penyusunan regulasi khusus terkait penataan dan pengelolaan kawasan pergudangan. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari strategi tata ruang kota yang kini berperan vital sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa kebutuhan akan Peraturan Daerah (Perda) tentang pergudangan menjadi hal mendesak. Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan logistik di Balikpapan menuntut adanya kebijakan yang mampu mengatur secara komprehensif keberadaan gudang di wilayah tersebut.

"Penataan kawasan pergudangan sangat krusial. Balikpapan kini memikul tanggung jawab besar sebagai penyangga IKN. Artinya, kebutuhan masyarakat akan logistik dan barang konsumsi semakin meningkat, dan ini harus diantisipasi dengan kebijakan yang tepat,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Selasa (17/6/2025).

Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi aspirasi kalangan mahasiswa dalam audiensi yang berlangsung beberapa waktu lalu. Salah satu poin yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah perlunya pemindahan lokasi gudang ke luar area inti kota, demi mengurangi kemacetan serta memperlancar arus distribusi barang dari pelabuhan.

Bagus menekankan bahwa gudang merupakan bagian penting dalam sistem distribusi barang, mencakup kebutuhan pokok, sandang, barang elektronik, hingga berbagai logistik lainnya. Keberadaan gudang yang tertata akan mendukung kelancaran suplai dan stabilitas harga barang di pasaran.

“Kita menyadari bahwa banyak distributor besar tidak memiliki fasilitas produksi di Balikpapan. Mereka hanya membutuhkan tempat penyimpanan sebelum barang dipasarkan. Maka dari itu, keberadaan gudang yang strategis dan terintegrasi menjadi solusi efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bagus menyebut bahwa pengaturan zonasi pergudangan juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Sektor ini bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aspek retribusi, sewa lahan, hingga perizinan.

"Selain sebagai fasilitas pendukung perdagangan, gudang juga berpotensi memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah jika dikelola secara profesional," tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek keamanan, kelancaran lalu lintas, dan kenyamanan masyarakat sekitar dalam proses penataan kawasan pergudangan. “Penataan yang baik akan menciptakan aktivitas jual beli yang lancar tanpa mengganggu kenyamanan publik. Ini yang sedang kami rancang, agar kebutuhan logistik terpenuhi namun tetap memperhatikan aspek tata ruang kota,” pungkasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat menyiapkan fondasi infrastruktur logistik yang kuat untuk mendukung pertumbuhan kota di masa depan, terutama dalam menyambut operasional penuh IKN yang akan membawa lonjakan permintaan barang dan jasa di kawasan ini.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit menular, terutama virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV), menyusul kepulangan jemaah haji ke Kota Balikpapan. Upaya ini dilakukan dengan memperketat pengawasan kesehatan di titik-titik kedatangan jemaah haji, khususnya di Debarkasi Balikpapan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Balai Karantina Kesehatan. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pelaksanaan skrining kesehatan terhadap seluruh jemaah haji yang baru tiba. Pemeriksaan difokuskan pada deteksi suhu tubuh dan gejala pernapasan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman virus MERS-CoV.

“Setiap jemaah yang datang langsung kami periksa kesehatannya. Pemeriksaan suhu tubuh menjadi tahap awal. Bila terdeteksi suhu di atas 38 derajat, maka jemaah tersebut akan langsung dipisahkan dan dirujuk ke rumah sakit untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut,” terang Alwiati saat ditemui Selasa (17/6/2025).

DKK telah menunjuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Kanujoso Djatiwibowo sebagai rumah sakit rujukan utama dalam penanganan kasus yang memerlukan observasi intensif atau kemungkinan infeksi serius. Alwiati mengingatkan bahwa meskipun pandemi Covid-19 telah mereda, ancaman virus sejenis seperti MERS-CoV tetap perlu diwaspadai.

Virus ini merupakan salah satu turunan dari keluarga Coronavirus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat, bahkan kematian. “Gejala awalnya mirip dengan flu biasa atau batuk akibat kelelahan. Tapi karena virus ini berasal dari kawasan Timur Tengah dan tingkat vitalitasnya tinggi, maka setiap gejala tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

DKK juga menyiapkan tim medis di lokasi kedatangan jemaah untuk melakukan tindakan cepat. Pemeriksaan mencakup suhu tubuh, kondisi fisik umum, dan jika diperlukan, tes lanjutan untuk mendeteksi kemungkinan infeksi. Selain upaya di lapangan, Alwiati juga mengimbau kepada seluruh jemaah haji yang telah pulang agar tetap memperhatikan kondisi tubuh mereka.

Ia meminta masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasakan gejala seperti demam, batuk, atau sesak napas. “Ibadah haji sangat menguras tenaga, baik fisik maupun mental. Penting bagi para jemaah untuk segera memulihkan diri. Perbanyak istirahat, konsumsi vitamin, gunakan masker bila batuk, dan jaga kebersihan tangan.

Bila merasa tidak sehat, jangan tunda untuk ke Puskesmas atau rumah sakit,” tutupnya. Melalui langkah pencegahan ini, DKK Balikpapan berharap dapat meminimalisasi risiko penyebaran penyakit menular dan menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh, khususnya di masa arus kepulangan jemaah haji yang cukup padat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala inspektorat kota Balikpapan silvia Rahmadina

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berintegritas. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah partisipasi aktif dalam pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025 yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Survei ini dinilai sebagai alat penting dalam memetakan tingkat integritas di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah. Guna menyukseskan agenda tersebut, Inspektorat Kota Balikpapan menggelar sosialisasi secara berkelanjutan sepanjang bulan Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta aparatur pemerintah mengenai pentingnya peran aktif dalam mengisi survei.

Kepala Inspektorat Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPI tahun ini difokuskan pada validitas dan akurasi data responden. Pasalnya, pada pelaksanaan tahun sebelumnya, muncul sejumlah kendala yang berdampak pada rendahnya tingkat partisipasi.

“Banyak warga enggan terlibat karena beredarnya informasi hoaks dan data responden yang tidak tepat. Tahun ini kami berupaya memperbaiki itu dengan pendataan yang lebih akurat,” ujar Silvia, Jumat (13/6/2025).

Survei ini akan melibatkan tiga kelompok utama responden, yakni internal yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), kelompok eksternal seperti pengguna layanan publik dan media, serta pihak ekspert seperti BPK, BPKP, dan Ombudsman. Ketepatan dalam menjangkau ketiga kelompok tersebut menjadi kunci dalam memperoleh hasil survei yang mencerminkan kondisi sebenarnya.

Sejak pertama kali mengikuti SPI pada 2021, Kota Balikpapan mencatat perkembangan yang signifikan. Jika sebelumnya sebagian besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masuk kategori “rentan”, kini sudah banyak yang naik ke kategori “terjaga”. Bahkan, lima OPD berhasil masuk ke kategori terbaik, yakni Bappeda Litbang, BPBD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DLH, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Meski begitu, Silvia mengungkapkan bahwa masih ada 12 OPD yang perlu perhatian serius karena berada di zona waspada, dan beberapa lainnya masih tergolong rentan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, masyarakat, media, serta lembaga pengawasan—untuk menciptakan ekosistem pemerintahan yang bersih.

“SPI bukan sekadar penilaian tahunan, tapi refleksi kualitas pelayanan publik. Perubahan hanya mungkin terjadi jika seluruh elemen masyarakat turut terlibat,” pungkas Silvia.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

DKUMKMP gelar Pelatihan pengolahan ikan Bandeng bagi pelaku UMKM Binaan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dalam upaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pengolahan ikan bandeng bagi pelaku UMKM binaannya.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Rabu (11/6/2025) di Rumah Makan Torani, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Sebanyak 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM binaan DKUMKMP mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

Pelatihan disusun dengan metode kombinasi antara teori dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami dasar pengolahan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam kegiatan usaha mereka.

Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan DKUMKMP Balikpapan, Ady Sumardi, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan mencakup beragam aspek penting dalam usaha olahan makanan berbahan dasar ikan bandeng. Mulai dari teknik mencabut duri ikan, metode pengolahan, hingga perhitungan harga pokok produksi (HPP) turut diajarkan.

"Pelatihan ini lengkap. Kita mulai dari proses dasar pengolahan ikan bandeng, cara mencabut durinya, pengembangan produknya, sampai ke strategi penjualan dan penghitungan HPP. Harapannya, peserta dapat menjalankan usaha dengan pendekatan yang lebih profesional," jelas Ady.

Pada hari pertama, peserta menerima materi teori yang mencakup manajemen usaha, potensi pasar, serta strategi inovasi produk. Sementara hari kedua difokuskan pada praktik pengolahan langsung. Aneka produk olahan seperti bandeng presto, bandeng crispy, pepes bandeng, bandeng bakar, hingga produk bandeng beku (frozen) diajarkan langsung kepada peserta.

Ady juga menekankan pentingnya inovasi dalam menciptakan produk bernilai jual tinggi. Menurutnya, pelaku UMKM didorong untuk menggali potensi lokal dan selera pasar, serta melakukan diferensiasi produk agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan industri makanan olahan.

“Bandeng dipilih karena merupakan komoditas yang melimpah di Balikpapan dan cukup diminati masyarakat. Ini menjadi peluang usaha yang sangat potensial bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, DKUMKMP berharap peserta tidak hanya sekadar menjadi pelaku usaha, namun mampu menjadi inovator yang menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di pasar lokal maupun luar daerah.

“Tujuannya agar peserta bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Kami ingin ilmu yang mereka dapat tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam pengembangan bisnis mereka,” tutup Ady.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin DKUMKMP Balikpapan dalam mendorong pemberdayaan UMKM, yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan Ratih Kusuma Berikan sambutan di kegiatan Pelatihan pemandu Wisata Tingkat Dasar di Hotel Blue Sky Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pemandu Wisata Tingkat Dasar, yang berlangsung selama dua hari pada 10–11 Juni 2025, di Hotel Blue Sky Balikpapan.

Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan instansi pemerintah dan komunitas-komunitas pariwisata di Balikpapan. Tujuannya adalah membekali peserta dengan pemahaman dasar dan keterampilan teknis sebagai pemandu wisata yang profesional.

Kehadiran para peserta dari latar belakang yang beragam juga menjadi indikasi kuatnya minat terhadap pengembangan kapasitas di bidang pariwisata.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memajukan industri pariwisata daerah.

“Pelatihan ini merupakan langkah awal dalam menciptakan pemandu wisata yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etika pelayanan yang baik dan mampu mendukung potensi ekonomi kreatif,” ujar Ratih.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta menerima berbagai materi dari narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang kepariwisataan. Materi yang diberikan meliputi teori dasar kepemanduan, teknik komunikasi efektif, prinsip pelayanan prima, serta praktik lapangan. Praktik langsung ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta dalam menghadapi berbagai situasi saat memandu wisatawan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Mereka aktif dalam sesi diskusi, serta antusias mengikuti simulasi lapangan yang menjadi bagian dari pelatihan. Semangat belajar yang tinggi dari peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini dalam menumbuhkan minat serta kesiapan mereka terjun langsung ke dunia pariwisata.

Sebagai penutup, Disporapar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik narasumber, panitia pelaksana, maupun para peserta. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi batu loncatan bagi lahirnya SDM pariwisata yang unggul dan mampu bersaing di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan Zulkifli

SWARAREPUBLIKA.com BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat melalui percepatan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemkot dalam menjawab persoalan gizi kronis di wilayah perkotaan, seperti stunting, kekurangan zat besi, dan gizi buruk.

Sebagai langkah awal, pemkot telah menetapkan tiga lokasi strategis untuk pembangunan dapur MBG. Ketiga titik yang dipilih berada di Kecamatan Balikpapan Timur, Utara, dan Barat. Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi pusat penyediaan makanan sehat bagi kelompok masyarakat yang menjadi prioritas sasaran.

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan aksesibilitas, status lahan, dan kedekatannya dengan masyarakat penerima manfaat.

“Saat ini kami tengah menyelesaikan proses administrasi. Ketiga lahan tersebut berstatus pinjam pakai dan sedang kami sempurnakan dokumen penggunaannya,” ujar Zulkifli saat ditemui pada Selasa, 10 Juni 2025.

Dapur pertama akan dibangun di kawasan Pantai Asri, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur. Lokasi kedua berada di kilometer 7, Perumahan Korpri, Balikpapan Utara, di atas tanah milik pemerintah kota. Sementara itu, dapur ketiga akan berdiri di area Industri Tahu Tempe Somber, Balikpapan Barat. Zulkifli menambahkan bahwa setiap dapur akan berdiri di atas lahan seluas minimal 25 x 40 meter.

Meski tidak terlalu luas, setiap dapur harus memenuhi standar sanitasi dan kesehatan, serta berada di lokasi yang bebas dari potensi pencemaran seperti tempat pembuangan akhir (TPA) atau peternakan. Dapur juga harus mudah dijangkau kendaraan distribusi dan tenaga kerja. Pemkot menargetkan seluruh proses administrasi dan perizinan tuntas pada minggu ketiga Juni 2025. Dengan begitu, pembangunan fisik dapur bisa segera dimulai.

“Insya Allah begitu dokumen rampung, pembangunan langsung dimulai. Kami ingin program ini tepat sasaran, efisien, dan memberikan dampak nyata,” tegas Zulkifli.

Setiap dapur MBG nantinya akan dilengkapi fasilitas lengkap, seperti ruang penyimpanan bahan makanan, dapur produksi, hingga area distribusi yang higienis. Selain menyediakan makanan bergizi secara gratis, program ini juga dirancang untuk melibatkan UMKM lokal, kader posyandu, serta komunitas ibu-ibu PKK dalam pengelolaan dan pendistribusian makanan.

Zulkifli menyebut, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi solusi atas persoalan gizi, tetapi juga bagian dari pembangunan sumber daya manusia kota secara menyeluruh. “Ini adalah investasi jangka panjang, tidak hanya untuk kesehatan anak-anak kita, tapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daya saing generasi mendatang,” katanya.

Pemerintah kota juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, baik dari sisi teknis operasional maupun dari sisi dampak terhadap status gizi masyarakat. Keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Tidak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga membuka ruang kerja sama dengan sektor swasta, LSM, dan lembaga kemasyarakatan untuk mendukung keberlanjutan dapur MBG. Diharapkan, sinergi ini mampu memperluas jangkauan layanan serta memastikan operasional dapur MBG tetap berjalan optimal di masa mendatang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Bagus Susetyo : Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 di Tengah Cuaca Tak Menentu
  2. Pemkot Balikpapan Terima Bantuan Sapi Kurban Dari Presiden Prabowo
  3. Balikpapan Perluas Ruang Bermain Ramah Anak untuk Wujudkan Kota Layak Anak
  4. Pemkot Balikpapan Dorong Kurban Ramah Lingkungan dan Pastikan Kesehatan Hewan Jelang Idul adha
  5. Lurah Karang Joang Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
  6. Wakil Wali Kota Bagus Susetyo Ajak Generasi Muda Bumikan Nilai Pancasila
  7. Pemkot Kukuhkan Pengurus DWP Balikpapan, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
  8. Pasar Murah Jelang Idul Adha, Pemkot Balikpapan Sediakan Sembako Harga Terjangkau
  9. Komisi IV DPRD dan Disdik Balikpapan Bahas Progres Pembangunan Sekolah, 43 Persen Proyek Sudah Berjalan
  10. Nurlena Rahmad Mas’ud Dorong Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan
  11. Pemkot Balikpapan Luncurkan Gempur Stunting, Libatkan RT sebagai Orang Tua Asuh Balita
  12. Rahmad Mas’ud Raih Gelar Doktor, Siap Wujudkan Balikpapan Sebagai Kota Cerdas dan Nyaman
  13. TP PKK Balikpapan Jadi Mitra Strategis Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Keluarga
  14. Balikpapan Jadi Pelopor Program Bela Negara di Tingkat Kota, Diapresiasi Kemenhan
  15. Pemkot Balikpapan Dorong Penataan PKL Pasar Pandan Sari Lewat Dialog dan Solusi Bersama
  16. Kelurahan Baru Ulu Tampil Unggul di Lomba Kelurahan 2025, Dorong Kemandirian Pangan dan UMKM
  17. Balikpapan Gencarkan Penertiban Reklame Rokok Demi Wujudkan Kota Layak Anak
  18. Tim Penggerak PKK Balikpapan Gencarkan Penilaian Lomba HKG 2025, Siapkan Hadiah Umrah untuk Kader Terbaik
  19. Pemkot Balikpapan Perkuat Dukungan ke Sekolah Swasta Lewat Subsidi SPP Berbasis Teknologi
  20. Pemkot Balikpapan Usulkan Pembangunan Dua Sekolah Ramah Lingkungan di Eks Puskib