Dinas Perhubungan Kota Balikpapan gencarkan peningkatan kesadaran berlalu lintas lewat program SALUD

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus menggencarkan upaya peningkatan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program Sadar Lalu Lintas Sejak Dini (SALUD), yang menyasar peserta didik di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak.

Pada Senin (5/5/2025), Dishub Balikpapan kembali menyelenggarakan kegiatan edukatif ini dengan menggandeng siswa-siswi TK Tri Asih 1. Bertempat di Aula Kantor Dishub Balikpapan, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung yang interaktif dalam memahami pentingnya tertib berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, tim dari Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub memperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas, mulai dari rambu peringatan, larangan hingga rambu perintah. Tidak hanya itu, peserta juga diberi pemahaman tentang pentingnya menggunakan helm saat berkendara, serta diajarkan cara menyeberang jalan yang aman dan benar dengan menggunakan zebra cross.

Koordinator Taman Lalu Lintas, Budiansyah, menjelaskan bahwa program SALUD merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Dishub dalam membentuk karakter anak yang peduli terhadap keselamatan di jalan. “Kami ingin membentuk budaya disiplin berlalu lintas sejak dini. Anak-anak adalah generasi penerus, dan mereka perlu dibekali dengan pemahaman keselamatan sebagai pejalan kaki dan calon pengendara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala TK Tri Asih 1 Balikpapan, Doharta Maulina Pakpahan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pendekatan yang digunakan dalam edukasi sangat sesuai dengan karakter anak-anak. “Kegiatan ini sangat menarik dan mudah dipahami. Anak-anak terlihat senang dan aktif terlibat. Ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna,” ungkapnya.

Program SALUD sendiri bukan hal baru. Dishub Balikpapan secara konsisten melaksanakan kegiatan serupa di berbagai PAUD dan TK, termasuk sebelumnya di TK Putra 1. Kegiatan ini tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga praktik langsung, sehingga lebih mudah diserap oleh anak-anak.

Melalui program ini, Dishub berharap tumbuh generasi muda yang lebih sadar dan tertib dalam berlalu lintas. Upaya ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk menurunkan angka kecelakaan serta menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan beretika di Kota Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala DP3AKB Kota Balikpapan Ir Heria Prisni

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan bersama mitra kerja menggelar layanan Keluarga Berencana (KB) dan edukasi kesehatan reproduksi secara serentak di wilayah khusus, Senin, 5 Mei 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Binti Solekah, Balikpapan ini menjadi momentum penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi perempuan usia subur dan ibu pasca persalinan.

Program ini diinisiasi atas kerja sama antara DP3AKB Balikpapan, BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, IBI Provinsi Kaltim, IBI Cabang Kota Balikpapan, serta fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Tidak hanya menghadirkan layanan medis, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang edukatif.

Dua narasumber ahli turut hadir memberikan pemahaman mendalam seputar pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Dr. Tri Seno Adji Budhiharjo, Sp.OG (K), menekankan pentingnya pemilihan alat kontrasepsi pasca persalinan sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Menjaga jarak kehamilan yang ideal sangat berperan dalam proses pemulihan tubuh ibu dan tumbuh kembang anak. Edukasi seperti ini sangat diperlukan agar masyarakat mampu membuat keputusan yang tepat dalam perencanaan keluarga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dra. Dwita Salverry, MM., Psikolog, menyoroti pentingnya kesiapan orang tua dalam aspek emosional dan psikologis saat membesarkan anak. Menurutnya, kualitas pengasuhan akan jauh lebih baik ketika keluarga direncanakan secara matang.

“Pola asuh yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi, tetapi juga kesiapan emosional orang tua. Ini berdampak besar pada perkembangan mental dan karakter anak di masa depan,” ungkapnya.

Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Ir. Heria Prisni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan preventif dan promotif yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga yang tangguh. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi para bidan dan tenaga kesehatan yang turun langsung memberikan layanan dan edukasi kepada masyarakat. Sinergi antara lembaga ini sangat penting untuk memastikan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang merata,” tutur Heria.

Dengan terlaksananya layanan KB dan edukasi secara serentak ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk menciptakan keluarga sehat, berkualitas, dan sejahtera melalui pendekatan berbasis edukasi berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Ratih Kusuma diacara Gebyar Karya Music Balikpapan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan dukungan nyatanya terhadap dunia musik lokal dengan mendorong terciptanya ekosistem yang lebih sehat dan profesional bagi para pelaku seni.

Komitmen ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, saat menghadiri acara Gebyar Karya Musik Balikpapan 2025 yang digelar DPC Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Balikpapan, Minggu (4/5/2025).

Bertempat di Sekretariat DPC PAPPRI Balikpapan, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, melainkan juga ruang produktif yang memberikan apresiasi bagi karya-karya orisinal musisi lokal. Para seniman diberi kesempatan untuk tampil dan mengekspresikan kreativitas mereka di atas panggung, sekaligus mendapatkan pembekalan penting melalui talkshow edukatif bertajuk Bincang Musik.

Talkshow tersebut menghadirkan para musisi nasional seperti Aji Jikustik, Awan Langit, dan Yunus Vai, yang berbagi pengalaman seputar dunia musik. Mereka membahas proses kreatif dalam penciptaan lagu, pentingnya hak cipta, hingga isu royalti yang masih menjadi tantangan utama dalam industri musik tanah air.

"Musik bukan hanya soal bakat, tapi juga soal keberanian melindungi karya sendiri. Kita harus sadar betapa pentingnya memahami hak cipta dan nilai dari lagu yang kita ciptakan," ujar Aji Jikustik dalam sesi diskusi.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Devano Gabriel, drummer cilik asal Balikpapan yang baru-baru ini menorehkan prestasi nasional. Devano meraih Juara 1 kategori Junior dan menyabet gelar Best of The Best All Categories dalam ajang Chics Drum Battle 2025 di Jakarta. Ia tampil penuh percaya diri dan menjadi inspirasi bagi musisi muda lainnya.

“Saya senang bisa tampil di acara ini. Semoga bisa memotivasi teman-teman di Balikpapan untuk terus semangat berkarya,” kata Devano dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Ratih Kusuma menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digagas oleh PAPPRI Balikpapan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir untuk memfasilitasi pertumbuhan komunitas seni musik melalui berbagai bentuk dukungan.

“Pemkot Balikpapan akan terus berupaya membangun ekosistem musik yang sehat. Kami tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga akan fokus pada edukasi, fasilitasi, dan perlindungan hukum atas karya musisi lokal,” tutur Ratih.

Gebyar Karya Musik Balikpapan 2025 membuktikan bahwa Hari Musik Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran musisi lokal dalam industri kreatif serta membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku seni demi kemajuan musik di Balikpapan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang mandiri dan berdaya saing. Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar), Pemkot menggelar kegiatan bertajuk Sosialisasi Kewirausahaan Pemuda 2025 pada Sabtu (3/5), yang berlangsung di Hotel Zurich Balikpapan.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya konkret untuk menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan pemuda. Mengangkat tema “Menjadi Wira Muda Kreatif, Inovatif, dan Mandiri”, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pemuda Balikpapan dari berbagai latar belakang.

Para peserta mendapatkan beragam materi dan motivasi dari narasumber yang terdiri dari pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan lembaga pendukung UMKM. Para pembicara membagikan pengetahuan praktis dan pengalaman nyata dalam merintis dan mengembangkan usaha.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan di Kota Balikpapan. Ia menekankan pentingnya pemuda untuk memiliki keberanian dan keterampilan dalam membangun usaha sendiri.

“Program ini kami rancang untuk membekali pemuda dengan wawasan, keterampilan, dan rasa percaya diri dalam memulai bisnis. Kami ingin mereka siap menghadapi tantangan dan mampu menciptakan peluang ekonomi secara mandiri,” ujar Ratih.

Beragam topik disampaikan dalam sesi sosialisasi, mulai dari langkah awal memulai usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, hingga akses pembiayaan. Tak hanya mendengarkan paparan, peserta juga aktif berdiskusi dan menyampaikan tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha.

“Melalui forum interaktif ini, kami ingin peserta mendapatkan solusi langsung dari para pelaku usaha yang telah berpengalaman. Harapannya, mereka bisa belajar dari kisah nyata yang dibagikan,” tambahnya.

Ratih juga memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala. Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan muda yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menopang ekonomi daerah. “Kita ingin pemuda Balikpapan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, bukan hanya pencari kerja. Pemuda yang berani berwirausaha adalah aset besar bagi masa depan kota ini,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pemerintah berharap lahir lebih banyak pemuda yang kreatif, inovatif, dan memiliki semangat tinggi untuk berkarya dalam dunia usaha.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud pimpin jalannya upacara dihalaman kantor Pemerintah kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral sebagai agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas bersama dalam membangun generasi unggul di masa depan, Jumat (2 /5/2025)

Menurut Rahmad, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan layanan pendidikan. Terbatasnya sumber daya manusia dan anggaran menjadi tantangan besar yang hanya bisa diatasi melalui kerja sama lintas sektor.

"Negara tidak mungkin mampu menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan sendirian. Kita butuh partisipasi seluruh lapisan masyarakat agar pendidikan bisa benar-benar menjangkau dan memajukan semua anak bangsa," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak Oktober 2024. Pemerintah pusat dinilainya telah menunjukkan keseriusan dalam membenahi layanan pendidikan dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari manajerial, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik.

Dari sisi manajerial, Kemendikdasmen terus memperbaiki sistem tata kelola pendidikan, termasuk melakukan pembinaan intensif terhadap guru serta mendorong peningkatan kinerja tenaga pendidik di seluruh daerah.

“Guru yang profesional dan berintegritas akan menciptakan ruang belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang anak,” tambah Rahmad. Di sisi kurikulum, langkah-langkah inovatif juga telah disiapkan. Pemerintah berencana menerapkan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam, memperkenalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta memasukkan pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) dalam materi ajar.

Menurut Rahmad, ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman yang kian digital dan berbasis teknologi. Sementara itu, dari aspek pedagogi, Kemendikdasmen juga memperkenalkan kebijakan baru berupa Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah inisiatif pembentukan karakter yang diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada peserta didik.

Menutup pernyataannya, Rahmad Mas’ud mengajak semua pihak untuk terus menghidupkan semangat gotong royong dalam membangun pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan. "Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandengan tangan, bahu-membahu, dan bergotong royong mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua," pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Bunda PAUD Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud luncurkan Buku anak berjudul "Aku Cinta Kota Balikpapan" di momen peringatan hari Pendidikan Nasional 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana semangat dan keceriaan menyelimuti peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang digelar di halaman Balai Kota Balikpapan.Jumat (2-Mei-2025)

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum reflektif sekaligus perayaan kerja sama antara pemerintah kota, tenaga pendidik, dan para pelajar dalam memajukan dunia pendidikan di Kota Beriman. Salah satu momen paling istimewa dalam rangkaian peringatan tahun ini adalah peluncuran buku anak berjudul “Aku Cinta Kota Balikpapan” yang ditulis oleh Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, SE.

Buku ini menghadirkan kisah-kisah ringan yang mengangkat keindahan alam, keberagaman budaya, dan kearifan lokal kota Balikpapan dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak usia dini. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas hadirnya buku tersebut.

Ia menilai karya ini sebagai langkah positif dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kotanya sejak usia dini. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peluncuran buku ini. Semoga menjadi inspirasi dan media pembelajaran yang efektif dalam mengenalkan Balikpapan kepada generasi muda,” ungkapnya dalam sambutan upacara.

Buku “Aku Cinta Kota Balikpapan” dirancang sebagai media literasi interaktif. Selain menyuguhkan narasi yang sederhana, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi berwarna yang menarik perhatian anak-anak. Menurut Hj. Nurlena, buku ini bukan sekadar bacaan, tetapi juga sarana edukasi yang mengajak anak-anak mengenal lingkungan sekitar secara menyenangkan. “Kami ingin anak-anak mencintai kotanya melalui cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan mereka, mengenalkan budaya serta alam Balikpapan sejak dini,” jelasnya.

Sebagai simbolisasi peluncuran, dilakukan pelepasan balon udara yang merepresentasikan harapan untuk masa depan pendidikan yang lebih gemilang di Balikpapan. Buku ini kemudian dibagikan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan pelajar dan lembaga pendidikan anak usia dini yang hadir dalam upacara.

Pemerintah Kota Balikpapan menaruh harapan besar agar buku ini bisa menjadi pemicu semangat literasi sejak dini, sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap daerah asal. Hardiknas tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan yang menyeluruh, inklusif, dan mampu menumbuhkan karakter cinta tanah air sejak usia dini.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Ganung Pratikno

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru honorer yang belum terakomodasi dalam skema P3K.

Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan akan melakukan studi ke DKI Jakarta guna mendalami konsep Kontrak Kerja Individu (KKI). Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Balikpapan, Ganung Pratikno, saat berdiskusi bersama para pengawas sekolah.

Ia menekankan bahwa saat ini pemerintah daerah tidak diperkenankan lagi merekrut tenaga honorer, sesuai arahan dari pemerintah pusat. "Kita lihat kasus di Berau. Hari pertama ada larangan dari pusat soal pengangkatan honorer, semua guru honor murni langsung dihentikan.

Anak-anak tidak belajar karena guru yang ada hanya PNS dan P3K. Hari keempat mereka kembali mengajar karena tidak ada pilihan lain," ujar Ganung. Menurutnya, kondisi serupa juga dialami Balikpapan. Banyak guru yang tidak bisa mendaftar P3K karena tidak terdata dalam Dapodik, meskipun mereka sudah aktif mengajar.

Oleh karena itu, KKI dinilai bisa menjadi solusi alternatif yang logis dan legal.

"Kami akan pelajari bagaimana mekanisme KKI di DKI Jakarta. Karena guru tetap dibutuhkan, dan perubahan jumlah guru bisa terjadi karena pensiun, wafat, atau ikut pasangan pindah domisili. Ini harus ada kebijakan yang fleksibel," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Wali Kota Balikpapan sangat mendukung upaya ini, selama tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku. “Pak Wali sangat welcome, yang penting legal dan logis. Jangan sampai kita lakukan sesuatu yang melanggar aturan,” ucap Ganung.

Sebagai contoh kebijakan progresif, Ganung menyebut Balikpapan sudah lebih dulu memberi subsidi SPP untuk sekolah swasta, sesuai amanat dalam Pasal 50 yang memungkinkan pemerintah daerah memberikan keringanan biaya pendidikan. Kebijakan ini bahkan telah diatur dalam peraturan wali kota.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Ganung Pratikno

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Pendidikan Kota Balikpapan resmi mengubah nama sistem penerimaan peserta didik baru dari yang sebelumnya dikenal sebagai PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) menjadi SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru).

Perubahan ini bukan hanya sebatas nama, tetapi juga mencerminkan semangat baru dalam pelaksanaan proses seleksi yang lebih transparan, adil, dan berpihak pada keberagaman potensi siswa.

Sekretaris Dinas Pendidikan Balikpapan, Ganung Pratikno, menjelaskan bahwa pergantian nama ini disertai dengan sejumlah perubahan signifikan, terutama terkait komposisi kuota bagi setiap jalur penerimaan.

Salah satu yang paling mencolok adalah peningkatan peran jalur prestasi yang kini mendapatkan alokasi kuota minimal 25 persen dari total daya tampung siswa di sekolah negeri.

“Kalau sebelumnya jalur prestasi hanya mengisi sisa kuota setelah jalur zonasi, afirmasi, dan donasi, sekarang tidak lagi. Jalur prestasi punya hak minimal 25 persen dari total kursi yang tersedia,” ungkap Ganung.

Lebih lanjut, jalur prestasi tersebut dibagi dalam beberapa kategori, yakni jalur akademik sebesar 8 persen, non-akademik 8 persen, hafiz Qur’an 3 persen, kepramukaan 1 persen, serta jalur ujian standar kota (SPK) sebesar 6 persen.

Menariknya, SPK akan dilaksanakan melalui sistem berbasis komputer, dengan soal yang diacak agar setiap siswa mendapatkan soal yang berbeda, sehingga dapat meminimalisir potensi kecurangan.

“SPK ini akan jadi ujian berbasis komputer. Soal tiap anak berbeda, jadi tidak bisa saling contek. Nantinya akan diambil 5 persen nilai tertinggi dari total peserta,” tambah Ganung.

Sementara itu, jalur afirmasi tetap dipertahankan dengan kuota minimal 20 persen. Namun, apabila jumlah peserta dari keluarga kurang mampu di suatu wilayah cukup tinggi, maka kuota afirmasi bisa dinaikkan hingga 30 persen.

Dinas Pendidikan juga menegaskan komitmennya dalam memberikan ruang pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kami pastikan seluruh sekolah negeri wajib menerima siswa penyandang disabilitas, tentu disesuaikan dengan kemampuan layanan sekolah masing-masing,” tegasnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari empat program strategis Dinas Pendidikan Balikpapan, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi informasi, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan sistem pengelolaan sekolah berbasis digital.

Dengan reformasi ini, diharapkan proses penerimaan siswa baru di Balikpapan menjadi lebih berimbang, inklusif, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik untuk mengembangkan potensi terbaik mereka, ungkapnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), target ambisius pun dipasang, yakni mencapai 50 persen pengelolaan sampah dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, angka capaian masih berada di kisaran 30 persen, namun Pemkot optimistis target tersebut dapat dicapai lewat berbagai strategi yang tengah disiapkan. Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi perhatian serius, seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kota yang semakin padat.

“Target nasional kita memang 50 persen pengelolaan sampah. Saat ini, Balikpapan sudah mencapai 30 persen, dan kami terus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut,” ungkapnya, Senin (22/4/2025).

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah pembangunan tiga unit Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) di lokasi berbeda. Proyek ini dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini dan ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Pembangunan TPPAS baru ini akan memperkuat sistem pengelolaan, khususnya di wilayah yang selama ini belum maksimal dijangkau pengangkutan atau fasilitas daur ulang. Fokus kami tidak hanya pada pengumpulan sampah, tetapi juga pengolahannya secara berkelanjutan,” tambah Sudirman.

DLH juga tengah menggencarkan pendekatan berbasis partisipasi publik dengan membentuk lebih banyak bank sampah di sekolah, perumahan, serta kawasan kampung ramah lingkungan. Tujuannya, menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.

“Kami menargetkan terbentuknya 100 bank sampah aktif di seluruh Balikpapan. Ini merupakan bagian dari edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada petugas kebersihan,” ujarnya.

Sudirman pun berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dan sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mempercepat pencapaian target ini. Menurutnya, pengelolaan sampah bukan semata soal estetika kota, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan serta kualitas hidup masyarakat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud hadiri malam puncak Grand Final Duta Wisata Manuntung Balikpapan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menghadiri malam puncak Grand Final Duta Wisata Manuntung Balikpapan (DWMB) 2025 yang berlangsung meriah di Gedung Kesenian Balikpapan pada Sabtu malam (19/4/2025).

Acara tersebut menjadi panggung apresiasi bagi 24 finalis yang terdiri dari 12 pria dan 12 wanita, yang menampilkan pertunjukan tarian dan berbagai atraksi budaya yang memukau penonton.

Kemeriahan malam final turut dihadiri oleh Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) CI Ratih Kusuma, serta keluarga dan kerabat finalis yang datang memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang tahunan tersebut. Ia menilai penyelenggaraan tahun ini tampil lebih istimewa dibanding sebelumnya, baik dari sisi konsep, koreografi, maupun aksesoris pendukung yang memperkuat nuansa budaya.

"Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, malam ini sangat fundamental. Penampilan tari dan dekorasi yang ditampilkan benar-benar luar biasa. Saya berharap tahun depan bisa lebih baik lagi. Ini menjadi PR bagi Disparpora," ungkapnya.

Lebih jauh, Rahmad menekankan pentingnya peran para duta wisata dalam mempromosikan Balikpapan sebagai wajah terdepan menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Ia menyoroti perlunya kombinasi antara pembangunan infrastruktur yang memadai dengan karakter masyarakat yang ramah dan terbuka terhadap wisatawan.

"Balikpapan punya peluang besar menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur. Untuk itu, saya harap para duta yang terpilih bisa menjadi figur yang aktif, kreatif, dan berdampak positif," ujarnya.

Ia juga berpesan agar para duta wisata memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana promosi, sekaligus mendorong kampanye pelestarian budaya, lingkungan, dan peningkatan layanan pariwisata.

Rahmad menambahkan, bagi finalis yang belum terpilih, tidak perlu berkecil hati. “Kalian tetap pemenang. Teruslah belajar, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan untuk Balikpapan yang lebih baik,” katanya memberi semangat.

Di akhir acara, Rahmad Mas’ud mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ini sebagai awal untuk membangkitkan semangat pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan penuh nilai-nilai kearifan lokal. “Pariwisata bukan sekadar destinasi, melainkan juga tentang manusia dan cerita di baliknya,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan/JM)

  1. Walikota Balikpapan Lantik ASN dan P3K Sekaligus Serahkan SK Pensiun dan Tali Asih Korpri
  2. Satpol PP Hentikan Sementara Pengupasan Lahan di Manggar, Balikpapan Timur
  3. Dishub Balikpapan Perketat Penertiban Parkir: Tindak Tegas Jukir Liar dan Evaluasi Sistem
  4. Balikpapan Timur Siap Hadirkan RTH Ikonik untuk Warga
  5. Kesbangpol Balikpapan Tanggapi Penolakan 29 Ormas Terhadap GRIP Jaya
  6. Pemkot Balikpapan Prioritaskan Puskesmas Baru di Sepinggan Meski Terkendala Anggaran dan SDM
  7. Balikpapan Siapkan Seleksi Ketat Paskibraka 2025, 165 Peserta Akan Bersaing
  8. DP3AKB Balikpapan Gaungkan Pola Asuh Positif Lewat Program Lautan RT
  9. Disparpora Balikpapan Bekali Pelatih dan Atlet Ilmu Sport Massage untuk Cegah Cedera
  10. Camat Balikpapan Tengah Dorong Pemerataan Pendidikan dan Perluasan Layanan Publik
  11. BPBD Balikpapan Usulkan Mobil Tangga Baru untuk Tingkatkan Penyelamatan di Gedung Tinggi
  12. Pemkot Balikpapan Tinjau Proyek Bozem Pesona Katulistiwa, Cegah Banjir di Kawasan Hilir
  13. DKK Balikpapan Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Setiap Hari di Puskesmas
  14. Banjir Kian Parah Imbas Proyek Tol, Camat Balikpapan Utara Dorong Penanganan Terpadu
  15. Pemkot Balikpapan Dorong Pengesahan Raperda Kedaruratan B3 untuk Perkuat Mitigasi Bencana Lingkungan
  16. Camat Balikpapan Utara Serukan Kewaspadaan terhadap Penipuan Digital Berkedok IKD
  17. Kerja Bakti Massal di Bukit Cinta, Camat Balikpapan Tengah Ajak Warga Stop Buang Sampah Sembarangan
  18. Pemkot Balikpapan Upayakan Solusi Air Bersih Melalui Kolaborasi Strategis dengan Arsari Group
  19. Pantai Manggar Catat Lonjakan Kunjungan Signifikan Selama Libur Lebaran 2025
  20. Daffa Zaidan Harumkan Nama Balikpapan, Disparpora Beri Apresiasi