Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program prioritas nasional berupa pemberian makanan bergizi gratis. Program ini merupakan salah satu agenda unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan manusia di Indonesia.(5/8/2025)

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak 40 titik dapur umum yang tersebar di berbagai kecamatan. Keberadaan dapur-dapur ini menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran distribusi makanan sehat kepada kelompok sasaran.

“Kita sudah siapkan 40 titik dapur umum untuk mendukung program makanan gizi gratis dari pemerintah pusat. Ini program penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak,” ujarnya.

Lebih dari sekadar bantuan pangan, program ini juga memberi peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah, terutama mereka yang bergerak di sektor katering rumahan. Pemerintah kota mengajak partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat langsung dalam rantai pengadaan makanan, yang diyakini akan turut mendongkrak perekonomian keluarga.

“Kalau ada warga yang punya usaha katering, bisa ikut serta dalam pengadaan makanan sehat ini. Selain membantu anak-anak, juga meningkatkan ekonomi keluarga,” lanjut Bagus.

Sasaran utama program ini adalah siswa sekolah dasar dan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah. Pemerintah berharap bahwa pemberian makanan bergizi ini mampu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, menekan angka stunting, dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Bagus menyebut bahwa pencairan dana pelaksanaan akan segera dilakukan, dan masyarakat diimbau untuk bersiap mengambil peran. “Segera cair, jadi kita harap warga dan pelaku usaha bersiap ambil peran,” tegasnya.

Ia menambahkan, program ini bukan hanya kebijakan pusat semata, melainkan bentuk nyata kolaborasi antarpihak dalam membangun masa depan generasi bangsa. “Kami ingin semua elemen masyarakat ikut bergerak bersama demi mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Sekretaris Daerah kota Balikpapan Muhaimin di kegiatan pengukuhan Duta Pancasila periode 2025-2029 sekaligus pelantikan calon Paskibraka 2025 di Aula Balai Kita Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengukuhkan Duta Pancasila periode 2025–2029 sekaligus membuka secara resmi pelatihan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan tahun 2025.

Acara berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan, Selasa (5/8/2025), dengan dihadiri jajaran pejabat, orang tua peserta, serta perwakilan sekolah. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, H. Muhaimin, yang hadir mewakili Wali Kota Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan.

Menurutnya, pengukuhan dan pelatihan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam membentuk karakter pemuda yang memiliki nasionalisme kuat, integritas, serta kecintaan terhadap bangsa.

“Ini adalah bentuk komitmen kita untuk mencetak generasi muda yang nasionalis, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” ujar Muhaimin.

Peran Strategis Duta Pancasila Muhaimin menegaskan, Duta Pancasila maupun Paskibraka bukan hanya simbol upacara, melainkan agen perubahan yang diharapkan mampu menanamkan semangat kebangsaan dan kebhinekaan di masyarakat. Mereka, katanya, membawa amanah besar untuk menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.

“Menjadi Duta Pancasila merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kalian adalah agen perubahan yang menanamkan semangat nasionalisme dan kebhinekaan,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pelatihan Paskibraka tidak hanya berfokus pada keterampilan baris-berbaris atau kesiapan dalam upacara HUT RI, tetapi juga berperan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, keteladanan, serta kepemimpinan. Nilai-nilai inilah yang nantinya menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

“Paskibraka bukan sekadar petugas upacara. Mereka adalah representasi generasi unggul yang dibentuk melalui latihan, dedikasi, dan nilai luhur,” ucapnya.

Pemuda sebagai Pilar Pembangunan Dalam sambutannya, Muhaimin juga menyinggung arah pembangunan Kota Balikpapan yang tengah diarahkan menjadi kota inklusif dan berkelanjutan. Untuk mencapai visi tersebut, kontribusi pemuda dengan karakter tangguh dan berintegritas sangat diperlukan.

“Kita butuh generasi muda yang punya semangat gotong royong, disiplin, serta integritas untuk bersama-sama mendorong kemajuan kota,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari melemahnya semangat nasionalisme hingga meningkatnya sikap individualistis. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para Duta Pancasila dan Paskibraka dapat menjadi teladan yang menginspirasi lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

“Masa depan bangsa ada di pundak kalian. Jangan menutup mata terhadap tantangan. Jadilah cahaya yang menuntun arah bangsa di tengah arus perubahan,” pesan Muhaimin.

Harapan ke Depan Pengukuhan Duta Pancasila dan pelatihan Paskibraka ini diharapkan mampu melahirkan pemuda Balikpapan yang tidak hanya siap bertugas saat upacara HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga konsisten menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka bisa menjadi motor penggerak persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Koperasi Merah Putih yang diinisiasi pemerintah pusat. Program ini dipandang sebagai terobosan penting dalam memperkuat perekonomian rakyat melalui model koperasi modern yang menyasar sektor-sektor produktif dan berkelanjutan, (4/8/2025)

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa saat ini telah terbentuk setidaknya 34 unit Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah kota. Pemerintah kota membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin bergabung atau membentuk koperasi serupa, sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.

"Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam membangun ketahanan ekonomi dari akar rumput. Kami di Balikpapan siap memberikan dukungan penuh," ujar Bagus.

Berbeda dari koperasi konvensional, Koperasi Merah Putih mengusung pendekatan modern yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ekonomi kekinian. Model ini mencakup berbagai sektor produktif seperti kuliner, jasa, pengolahan hasil pertanian, hingga perikanan, sehingga mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan kepada anggotanya.

"Konsepnya bukan hanya simpan-pinjam seperti koperasi lama. Kita dorong agar koperasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor-sektor yang memiliki potensi besar," jelasnya.

Tak hanya itu, keberadaan koperasi juga diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, salah satunya program makanan bergizi gratis. Koperasi yang memiliki unit usaha katering, misalnya, bisa dilibatkan dalam penyediaan makanan sehat melalui pengelolaan dapur umum yang tersebar di 40 titik. "Bila ada pelaku usaha katering, bisa ikut terlibat. Kita ingin koperasi berperan aktif, tidak hanya untuk anggotanya tetapi juga dalam pelayanan publik,” ungkap Bagus.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Balikpapan siap memberikan dukungan melalui pelatihan manajemen, akses permodalan, hingga promosi produk koperasi. Semua ini dilakukan agar koperasi dapat tumbuh sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan mandiri.

"Program ini sejalan dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi rakyat. Kami percaya dampak nyatanya akan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah," pungkas Bagus.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Kesbangpol kota Balikpapan Sutadi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperkuat pengawasan terhadap penggunaan bendera non resmi yang tidak sesuai dengan aturan negara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kekhidmatan perayaan hari kemerdekaan serta mencegah penyalahgunaan simbol-simbol yang tidak relevan dengan semangat nasionalisme.

Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan beberapa kasus pengibaran bendera bergambar simbol bajak laut dari serial anime One Piece, yang tidak memiliki kaitan dengan lambang negara. Fenomena ini menjadi perhatian serius, karena dinilai dapat mencederai makna peringatan kemerdekaan yang seharusnya mengedepankan kesakralan dan kesatuan bangsa.

“Merah Putih adalah satu-satunya bendera resmi negara. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mengibarkan bendera lain yang tidak sesuai. Jangan sampai suasana kemerdekaan ternoda oleh simbol-simbol yang tidak relevan,” tegas Sutadi, Selasa 5 Agustus 2025.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kota telah menginstruksikan kepada seluruh warga untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dan memasang umbul-umbul secara serentak sejak 1 hingga 31 Agustus 2025. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan menjaga keseragaman simbol nasional di tengah masyarakat.

Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri. Ia menyatakan bahwa bendera Merah Putih adalah satu-satunya simbol sah negara yang wajib berkibar di setiap perayaan 17 Agustus.

“Simbol bajak laut adalah lambang perlawanan, bukan lambang negara. Sangat tidak pantas dikibarkan pada momen sakral seperti hari kemerdekaan,” ujarnya tegas.

Lebih lanjut, Alwi menegaskan bahwa jika fenomena ini terus terjadi, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah hukum untuk menindak para pelanggar. “Kalau dibiarkan, ini bisa merusak nilai kebangsaan. Bila perlu, dilakukan tindakan tegas agar ada efek jera,” katanya.

Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, Kesbangpol telah menggandeng aparat keamanan, unsur intelijen, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pengawasan ini tak hanya difokuskan di pusat kota, namun juga mencakup wilayah pinggiran yang rawan terjadi pelanggaran.

“Kami bekerja lintas sektor untuk menjamin pelaksanaan peringatan kemerdekaan berjalan aman, tertib, dan penuh makna. Semua wilayah akan kami pantau,” ujar Sutadi.

Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah berharap masyarakat Balikpapan dapat menyambut HUT RI ke-80 dengan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap simbol negara, menjadikan Merah Putih sebagai panji kehormatan di seluruh penjuru kota.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

 

Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan Hasbullah Helmi 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui layanan SiJempol (Siap Jemput Bola), sebuah program unggulan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang secara aktif mendekatkan layanan legalitas usaha kepada masyarakat, Senin(4/8/2025)

Program ini memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta konsultasi mengenai sistem Online Single Submission (OSS). Dengan konsep jemput bola, tim dari DPMPTSP hadir langsung ke lokasi, seperti kelurahan, pusat komunitas, hingga kegiatan yang melibatkan pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengungkapkan bahwa selama bulan Juli 2025, tim SiJempol telah aktif mengunjungi berbagai titik di Kota Balikpapan. Langkah ini dinilai sangat efektif karena mampu menjangkau pelaku usaha yang mengalami kesulitan datang langsung ke kantor pelayanan.

“Layanan SiJempol hadir sebagai solusi praktis bagi pelaku UMKM. Cukup mengumpulkan minimal 10 peserta, tim kami akan hadir untuk membantu proses pembuatan NIB sekaligus memberikan konsultasi OSS secara langsung,” ujar Helmi pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Helmi menambahkan, respon pelaku usaha terhadap program ini sangat positif. Banyak di antara mereka merasa terbantu karena tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh atau menghadapi kendala teknis dalam mengakses sistem OSS. “Antusiasmenya luar biasa. Mereka sangat terbantu dan berterima kasih karena proses yang sebelumnya terasa rumit kini bisa diselesaikan langsung di lokasi. Kami juga mengedukasi pentingnya legalitas usaha sebagai langkah awal untuk berkembang,” katanya.

Tak hanya melibatkan internal DPMPTSP, kegiatan SiJempol juga rutin dilakukan dengan menggandeng instansi lain seperti Dinas Koperasi dan UMKM. Kolaborasi ini memungkinkan layanan menjangkau lebih banyak komunitas, termasuk dalam kegiatan di sekolah maupun forum kewirausahaan lainnya.

“Di mana ada pelaku usaha berkumpul, di situ kami hadir. Kami ingin pelaku UMKM makin sadar pentingnya legalitas usaha dan siap memanfaatkan OSS sebagai pintu masuk menuju usaha yang lebih besar,” jelas Helmi.

Melihat hasil positif yang diraih, DPMPTSP memastikan program SiJempol akan terus berlanjut ke depan. Helmi berharap semakin banyak pelaku usaha di Balikpapan yang memanfaatkan layanan ini, sehingga mampu membuka akses terhadap pelatihan, pembiayaan, hingga peluang pasar yang lebih luas.

“Legalitas adalah fondasi utama. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM bisa naik kelas. Kami berkomitmen mendampingi mereka agar tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan bersaing secara sehat,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Sekretaris Daerah kota Balikpapan Muhaimin

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan bersama DPRD secara resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Persetujuan ini diumumkan dalam Rapat Paripurna ke-23 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025 yang digelar di Gedung Parkir Klandasan pada Senin, 4 Agustus 2025.

Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, mewakili Wali Kota dalam rapat tersebut, menyampaikan sambutan yang menyoroti pentingnya RPJMD sebagai panduan strategis pembangunan lima tahun ke depan. Dalam sambutan tersebut, ia mengapresiasi peran aktif seluruh anggota legislatif dalam pembahasan dokumen tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa dokumen ini akan menjadi fondasi utama arah pembangunan Kota Balikpapan. “RPJMD 2025–2029 disusun dengan mengusung visi ‘Balikpapan Kota Global Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman’, yang akan menjadi pedoman utama dalam kebijakan pembangunan kota selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Muhaimin menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan Balikpapan sebagai kota modern yang tidak hanya maju secara infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mengedepankan kenyamanan, spiritualitas, dan keharmonisan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Balikpapan yang telah menjaga kondusivitas kota serta mendukung kinerja pemerintah. Dalam kesempatan itu, warga diajak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan gaya hidup sehat, dan selalu sigap menghadapi potensi keadaan darurat dengan melaporkan kepada pihak berwenang.

RPJMD tersebut, lanjutnya, telah melewati proses pengharmonisasian dan pemantapan konsepsi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa dokumen tersebut selaras dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang, seperti UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa RPJMD akan menjadi acuan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan, seperti RKPD, Renstra, hingga Renja perangkat daerah. Hal ini menegaskan peran RPJMD sebagai instrumen utama dalam pengelolaan pembangunan dan pelayanan publik.

Dengan disepakatinya Raperda RPJMD oleh DPRD dan Pemerintah Kota, dokumen tersebut selanjutnya akan dievaluasi oleh Gubernur Kalimantan Timur selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah. Evaluasi ini dijadwalkan rampung sebelum tanggal 20 Agustus 2025 sebagai batas waktu penetapannya menjadi Peraturan Daerah.

“RPJMD ini adalah komitmen kita bersama untuk menciptakan Balikpapan yang lebih baik di masa depan. Semoga dengan sinergi semua pihak, visi pembangunan ini dapat terwujud demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Muhaimin.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan Heruressandy 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Langkah nyata mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali diwujudkan dengan diresmikannya Export Center Balikpapan. Peresmian dilakukan serentak bersama Export Center Batam, yang dipusatkan di Gedung Galeri UMKM Center Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025).

Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi titik balik bagi UMKM Balikpapan dan sekitarnya untuk menembus pasar internasional. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heruressandy, yang hadir mewakili Wali Kota Balikpapan, menyampaikan apresiasi atas peresmian tersebut.

Ia menyebut bahwa ini adalah momentum strategis bagi pelaku usaha lokal, khususnya industri kecil menengah, untuk memperluas jangkauan bisnis hingga ke mancanegara.

“UMKM kita punya potensi besar. Dengan adanya Export Center, kami sangat optimistis produk lokal bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” ujar Heruressandy.

Menurutnya, sektor unggulan yang mendominasi ekspor saat ini adalah hasil perikanan dan kelautan, meski masih dalam bentuk bahan baku mentah. Namun, tak sedikit pula pelaku usaha yang sudah menghasilkan produk olahan pangan berbasis perikanan dan pertanian yang kini sudah menembus pasar Asia Tenggara.

Targetnya, produk lokal tersebut ke depan mampu menjangkau pasar yang lebih luas seperti Eropa dan Timur Tengah. Untuk mewujudkan hal itu, Heruressandy menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, kemampuan produksi dalam skala besar, serta keberlanjutan suplai. “Kalau ingin ekspor, produk harus punya kualitas sesuai standar internasional.

Selain itu, jumlah produksinya juga harus konsisten dan mencukupi. Tidak bisa cuma satu kali kirim lalu berhenti,” tegasnya. Pemkot Balikpapan, lanjut Heruressandy, juga aktif memberikan pelatihan dan mendampingi pelaku UMKM dalam pemenuhan legalitas usaha. Beberapa dokumen penting seperti SNI, BPOM, sertifikat ketahanan dan keamanan pangan, hingga HACCP dari Kementerian Perindustrian menjadi syarat mutlak untuk bisa menembus pasar ekspor.

Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 25 UMKM di Balikpapan yang dinilai telah memenuhi syarat ekspor dari segi kualitas dan legalitas. Pihaknya menargetkan penambahan jumlah tersebut sebesar 50 persen setiap tahunnya.

“Dengan sinergi yang baik antar instansi, kami yakin UMKM Balikpapan mampu berbicara banyak di pasar internasional,” pungkas Heruressandy.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus mengupayakan peningkatan efektivitas pengelolaan parkir dan lalu lintas di tengah keterbatasan jumlah personel. Langkah strategis pun disiapkan dengan melibatkan dua model pengelolaan parkir, yaitu pemberdayaan kelompok binaan Dishub dan kerja sama operasional dengan pihak ketiga.

Kepala Dishub Balikpapan, Muh. Fadli, mengungkapkan bahwa pola ini dirancang agar pengelolaan parkir berjalan lebih teratur, efisien, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Sebagian pengelolaan parkir akan ditangani langsung oleh kelompok binaan kami, dan sebagian lainnya oleh mitra kerja sama.

Ini bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas layanan parkir di kota,” ujarnya. Fadli menegaskan bahwa pendapatan dari sektor ini tidak sekadar menjadi pemasukan bagi daerah, tetapi akan digunakan untuk mendukung berbagai program strategis, seperti pembangunan depo serta pengaturan lalu lintas guna mengatasi kemacetan yang disebabkan oleh kendaraan besar yang melintas di ruas jalan utama.

Namun, Dishub menghadapi tantangan serius dalam hal ketersediaan SDM. Dengan hanya 70 personel aktif, sedangkan kebutuhan idealnya mencapai 257 orang, pengawasan di lapangan, khususnya terhadap parkir liar, menjadi kurang maksimal. Kondisi ini juga menyulitkan dalam mengatur lalu lintas, terutama pada titik-titik padat kendaraan seperti di depan pertokoan dan trotoar yang kerap disalahgunakan sebagai area parkir.

Untuk mengatasi hal itu, Dishub telah mengusulkan penambahan 11 pos pengawasan lalu lintas baru. “Kami berharap usulan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot dan DPRD. Pos ini akan melengkapi dua yang sudah ada di Jalan Pattimura dan Kilometer 13,” jelas Fadli. Setiap pos nantinya akan dikelola bersama Satlantas sebagai bentuk kolaborasi antar lembaga.

Logo Dishub dan Kepolisian juga akan dipasang di setiap pos sebagai simbol sinergi. Selain itu, Fadli meluruskan persepsi masyarakat mengenai wewenang penindakan pelanggaran lalu lintas. Ia menegaskan bahwa Dishub tidak berwenang melakukan penilangan. “Kami tidak memiliki kewenangan hukum dalam hal itu. Penindakan pelanggaran lalu lintas adalah tanggung jawab Kepolisian. Dishub hanya fokus pada pengaturan angkutan kota dan layanan teknis lainnya,” paparnya.

Di sisi lain, Dishub juga tengah mempersiapkan proses alih kelola operasional Bus Rapid Transit (BRT) dari Kementerian Perhubungan ke Pemerintah Kota. Berdasarkan perjanjian kerja sama yang berlaku hingga Juli 2027, Dishub harus mulai menganggarkan kebutuhan teknis dan operasional pada 2026. “Ini amanah yang harus kami jalankan. Tahun 2026 sudah harus mulai disiapkan agar di 2027 proses serah terima berjalan lancar,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kegiatan senam pagi Ceria di halaman Balai Kota Pemerintah Kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang jatuh pada 23 Juli 2025, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menyelenggarakan kegiatan “Senam Pagi Ceria” secara serentak di seluruh sekolah.

Kegiatan ini melibatkan ribuan pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Atas, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Puncak acara berlangsung di halaman Balai Kota Balikpapan, di mana sekitar 1.000 siswa mengikuti senam bersama secara langsung.

Sementara itu, sekolah-sekolah lainnya turut berpartisipasi melalui pelaksanaan senam serempak tepat pukul 08.00 WITA di lokasi masing-masing.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan HAN, tetapi juga sebagai inisiatif untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. “Kami ingin anak-anak terbiasa bergerak aktif. Ini langkah kecil yang bisa berdampak besar bagi kesehatan fisik dan mental mereka. Harapannya, senam ini bisa dilakukan rutin di sekolah minimal dua kali seminggu,” ujarnya.

Heria menambahkan, gerakan ini merupakan bagian dari pembentukan karakter generasi yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, anak-anak perlu dibiasakan aktif agar terbentuk ketahanan fisik dan daya pikir yang tangguh sejak usia dini. Dalam momentum HAN ini, Forum Anak Kota Balikpapan juga turut ambil bagian.

Forum tersebut berperan sebagai ruang partisipatif bagi anak-anak di tiap kecamatan untuk menyampaikan ide dan aspirasi mereka. Heria menjelaskan bahwa anggota forum dipilih melalui seleksi terbuka setiap dua tahun, dengan persyaratan usia di bawah 18 tahun. “Mereka menjadi pelopor dan pelapor suara anak. Anak-anak biasanya lebih nyaman berbagi dengan sesama mereka,” jelasnya.

DP3AKB juga mendorong keterlibatan Forum Anak dalam proses perencanaan pembangunan daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota. Hal ini menjadi bukti bahwa suara anak-anak turut diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan. Menanggapi isu kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di Balikpapan, Heria menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya pencegahan dan edukasi.

Salah satu langkah konkret adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam mensosialisasikan pentingnya pencegahan perundungan kepada para siswa baru. “Tim kami rutin masuk sekolah, menurunkan psikolog untuk memberikan edukasi langsung agar anak-anak tahu bagaimana menghadapi dan melaporkan kekerasan,” imbuhnya.

Sebagai dukungan tambahan, DP3AKB juga telah mengembangkan delapan unit Pusat Pembelajaran Keluarga (Pusaka), call center 24 jam, serta aplikasi pelaporan bernama TOPAN. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat melaporkan kasus kekerasan secara daring sekaligus mendeteksi lokasi kejadian. “Dengan sistem ini, kami bisa bergerak lebih cepat ke lokasi dan memberikan pendampingan,” ungkap Heria.

Ia menyebut bahwa meningkatnya laporan setiap tahun bukanlah tanda memburuknya situasi, melainkan bukti bahwa masyarakat kini mulai berani bersuara. “Dulu masyarakat cenderung diam, sekarang sudah ada keberanian untuk melapor. Hampir semua laporan bisa kami tindaklanjuti bersama Unit Renakta Polda Kaltim,” pungkasnya.

Heria menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah. Ia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan Umar Adi

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menghadirkan serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif untuk menyuarakan pentingnya perlindungan anak.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momen penting dalam mendorong kesadaran publik mengenai hak-hak anak. Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, pihaknya melibatkan berbagai unsur seperti OPD terkait, organisasi profesi, hingga komunitas anak.

“Kami berkolaborasi dengan PPATBM, Forum Anak di tiap kecamatan, HIMPSI, dan organisasi psikolog lainnya agar pelibatan anak lebih inklusif dan menyeluruh,” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota, Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan bahwa beberapa kegiatan telah dimulai sejak pekan lalu. Mulai dari pertemuan anak-anak di Forum Anak Balikpapan Utara, hingga kegiatan berbagi bersama anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, seperti anak yatim piatu dan yang berada di panti asuhan.

Tujuannya adalah memberikan semangat serta membangun solidaritas di antara sesama anak. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan utama adalah talkshow bertema “Aku Ingin Menjadi”. Dalam acara ini, anak-anak diberi ruang untuk mengungkapkan cita-cita mereka di depan publik.

DP3AKB pun berinisiatif menghadirkan sosok-sosok profesional dari berbagai latar belakang yang sesuai dengan impian anak-anak, seperti dokter, guru, polisi, dan lainnya. “Kami ingin mereka percaya bahwa semua impian bisa dicapai asalkan ada usaha dan inspirasi,” tambah Adi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang percaya diri, tangguh, dan berani bermimpi. Anak-anak diharapkan dapat melihat masa depan mereka sebagai sesuatu yang cerah dan bisa diraih dengan semangat serta dukungan lingkungan yang positif. Lebih jauh, Adi juga menyampaikan bahwa saat ini Balikpapan tengah menunggu hasil evaluasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait status Kota Layak Anak (KLA).

“Harapan kami Balikpapan dapat mempertahankan kategori utama, bahkan bisa terus ditingkatkan ke depannya,” ucapnya optimistis.

DP3AKB berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, melalui kebijakan yang berpihak pada anak serta program-program berkelanjutan yang menanamkan nilai kepedulian, keberanian, dan tanggung jawab sosial.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Orang Tua Lega, Pemkot Balikpapan Bagikan 92 Ribu Seragam Sekolah Gratis
  2. Pemkot Balikpapan Rancang Pemasangan CCTV di Seluruh Kelas, Orang Tua Bisa Pantau Anak dari Rumah
  3. Wali Kota Balikpapan Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Pembangunan Sekolah Baru
  4. Media Center HUT Dekranas ke-45 Simbol Dukungan Nyata Untuk Pewarta
  5. Festival Kreatif Terbesar! Balikpapan Sukses Menjadi Tuan Rumah HUT Ke-45 Dekranas 2025
  6. Omzet UMKM Melejit! HUT Dekranas Balikpapan Raup Rp 3 Miliar dalam 3 Hari
  7. Pemkot Balikpapan Tangani Kasus Anak Dilarang Sekolah, Berikan Solusi Pendidikan di SKB
  8. Balikpapan Heboh! Ribuan Pengunjung Padati Expo Dekranas 2025
  9. Dari Balikpapan untuk Indonesia: Kearifan Lokal Bersinar di Expo Kerajinan Dekranas 2025
  10. Dinsos Balikpapan Perkuat Pencegahan Anak Terlibat Hukum Lewat Edukasi dan Pendekatan Komunitas
  11. Dari Sabang sampai Merauke, Kepala Kesbangpol Sutadi Gaungkan Semangat Persatuan di Expo Dekranas
  12. Balikpapan Jadi Tuan Rumah Puncak HUT ke-45 Dekranas 2025
  13. SPMB 2025 di Balikpapan Dijamin Bebas Titipan dan Pungli, Pemkot Tegaskan Komitmen Transparansi
  14. Dekranasda Balikpapan 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Dorong Perajin Tembus Pasar Global
  15. Kesbangpol Gencarkan Sosialisasi Nilai Kebangsaan untuk Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
  16. Integrated Farming Sistem Kodam VI Mulawarman Jadi Inspirasi Pertanian Milenial, Wawali : Ini Role Model
  17. UPTD Pantai Manggar Klarifikasi Dugaan Pungli di Pantai Manggar Segara Sari
  18. Pemkot Balikpapan Terapkan Aturan Ketat Pengelolaan Sampah Skala Kawasan
  19. DKP3 Balikpapan Gencarkan Edukasi Pola Makan Sehat Lewat Konsep B2SA
  20. Klinik Hewan DKP3 Balikpapan Siap Layani Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing-Anjing