Kepala Dinas Pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik dalam Penyerahan seragam gratis yang dilaksanakan di SMP negeri 27 Balikpapan Kota

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan kembali melanjutkan program seragam gratis bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan. Tahun ini, sebanyak 92 ribu stel seragam dibagikan kepada siswa TK, SD, SMP, hingga satuan pendidikan nonformal (SKB). Program ini menjadi angin segar bagi para orang tua siswa, terutama di tengah beban biaya masuk sekolah yang cukup tinggi, Rabu (16/7/2025)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa program seragam gratis yang dijalankan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya. “Tahun ini kita bagikan sekitar 92 ribu stel seragam, terdiri dari seragam nasional, seragam batik, dan seragam Pramuka. Penerima bantuan tidak hanya sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta, TK, hingga SKB,” ujar Irfan.

Ia menambahkan bahwa sebanyak 420 Taman Kanak-kanak di Balikpapan turut menerima bantuan seragam batik, sementara siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan SMP swasta juga mendapat seragam lengkap secara gratis. Penyaluran dilakukan serentak pada hari ini, dengan distribusi langsung oleh para vendor ke sekolah-sekolah penerima.

Prosesi simbolis penyerahan digelar di SMP Negeri 27 Balikpapan, sekolah baru yang tahun ini menerima 128 siswa angkatan pertamanya. “Kita pilih SMP 27 sebagai lokasi penyerahan simbolis karena ini sekolah baru yang juga menjadi bagian dari kawasan pendidikan yang mendapat subsidi penuh dari Pemkot,” kata Irfan.

Sekolah tersebut berada dekat dengan mitra pendidikan seperti Yayasan Pendidikan Islam, Sinar Pancasila, dan Al-Hasan yang bekerja sama dalam program pendidikan subsidi penuh. Program ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan dengan alokasi sekitar Rp27 hingga Rp28 miliar. Irfan berharap, bantuan ini dapat terus berlanjut agar akses pendidikan tidak lagi menjadi beban bagi keluarga kurang mampu.

“Bayangkan, orang tua harus beli tiga stel seragam saat masuk sekolah. Ini pasti berat. Maka program ini sangat membantu, dan kami harap bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Rahmad Mas’ud terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai terobosan. Salah satu program terbaru yang tengah dipersiapkan adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruang kelas sekolah negeri di Balikpapan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kontrol sekaligus perlindungan, khususnya bagi para orang tua yang mayoritas bekerja dan tidak bisa selalu memantau aktivitas anak-anak mereka secara langsung. “Melihat kultur masyarakat Balikpapan yang kebanyakan adalah pekerja, maka kami mengambil inisiatif untuk memasang CCTV di ruang-ruang kelas. Orang tua nanti akan diberikan akses agar bisa memantau anak-anak mereka dari rumah,” kata Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud.

Program ini dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sekolah negeri. Selain meningkatkan rasa aman, kamera pengawas ini juga berfungsi sebagai alat dokumentasi untuk menghindari kesalahpahaman antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. “Kita tidak sedikit mendengar kasus ketika terjadi masalah, guru yang langsung disalahkan. Dengan adanya CCTV, semua kegiatan bisa terekam dan menjadi bahan evaluasi yang adil bagi semua pihak,” tambah Rahmad Mas’ud.

Selain itu, Pemkot Balikpapan juga tengah menyiapkan sistem pendidikan terpadu dari tingkat SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan agar mempermudah siswa melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah tempat jauh. Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga telah membagikan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, layar proyektor, dan perlengkapan belajar lainnya kepada sekolah.

Untuk tingkat SMA, Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa program bantuan seragam gratis akan tetap dilanjutkan. Tahun depan, program ini akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk bagi lembaga pendidikan nonformal seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud didampingi ketua DPRD kota Balikpapan H Alwi Al Qadri 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung dunia pendidikan. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut adalah program seragam gratis yang kini telah menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMP.

Wali Kota Balikpapan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga negara, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. “Kenapa tidak sampai SMA? Karena itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Gubernur. Insya Allah tahun depan siswa SMA juga akan mendapat seragam gratis,” ujar Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti keterbatasan tenaga pendidik di sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta. Untuk itu, dirinya tengah berupaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak provinsi agar sekolah-sekolah bisa merekrut tenaga pendidik tanpa menabrak aturan yang berlaku.

“Bahkan sekolah negeri saja kekurangan guru, apalagi swasta. Ini menjadi perhatian kita semua,” tegasnya.

Wali Kota menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan, sejalan dengan pemikiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie. Menurutnya, warisan terbaik untuk generasi penerus adalah ilmu, bukan sekadar harta benda.

Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Balikpapan telah membangun empat sekolah baru dan akan melanjutkan pembangunan sekolah terpadu di kawasan Islamic Center. Dua sekolah terpadu lainnya direncanakan dibangun di wilayah utara dan selatan kota pada tahun 2026, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) harus siap dari segi fasilitas pendidikan. Jika nanti pegawai IKN tinggal di Balikpapan, mereka akan mencari sekolah yang layak untuk anak-anaknya,” jelasnya.

Pemerintah kota juga menjalin kemitraan dengan 13 sekolah swasta, yang mendapat subsidi uang masuk, SPP, hingga bantuan seragam. Tak hanya itu, fasilitas lain seperti laptop dan sarana belajar juga akan disiapkan melalui dana hibah, baik dari pemerintah kota maupun provinsi.

“Tahun ini adalah tahun keemasan bagi Kota Balikpapan. Kolaborasi dengan Gubernur dan DPRD provinsi sangat terbuka, tidak perlu birokrasi yang berbelit,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Wali Kota menegaskan bahwa semua langkah ini ditujukan untuk mewujudkan generasi emas 2045, generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Media Center Dekranas 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) tidak hanya menampilkan kemeriahan pameran dan gelar budaya, tetapi juga menunjukkan perhatian serius terhadap layanan informasi publik.

Salah satu bentuknya adalah kehadiran Media Center di kawasan BSCC Dome, Balikpapan, yang menjadi pusat aktivitas bagi para jurnalis dalam meliput rangkaian acara dengan lebih maksimal dan nyaman. Ketua Bidang Promosi dan Humas DEKRANAS, Indri Angga Prabowo, menegaskan bahwa fasilitas tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap peran vital media dalam menyebarkan semangat dan pesan HUT DEKRANAS kepada masyarakat luas.

“Kami menyadari pentingnya peran rekan-rekan media dalam menyampaikan nilai dan substansi kegiatan ini. Karena itu, kami berkomitmen memberikan fasilitas terbaik agar para jurnalis dapat bekerja dengan nyaman,” ujarnya saat ditemui di Balikpapan, Jumat (11/7/2025).

Media Center ini merupakan hasil kolaborasi antara Biro Humas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, serta Dinas Kominfo Kota Balikpapan. Sinergi tersebut memastikan bahwa aspek komunikasi publik selama acara berlangsung dapat berjalan optimal.

“Kami mengapresiasi Dinas Kominfo Kota Balikpapan atas upaya maksimal dalam menyiapkan fasilitas yang sangat mendukung tugas peliputan,” tambah Indri.

Fasilitas yang disediakan antara lain koneksi internet cepat, komputer, meja kerja ergonomis, ruangan berpendingin udara, toilet bersih, dan musala. Tak hanya itu, konsumsi dan camilan juga diberikan secara berkala untuk menunjang stamina pewarta.

“Media Center ini bukan sekadar ruang kerja, tapi juga tempat istirahat yang nyaman. Semua dukungan ini tentu berdampak positif terhadap kualitas liputan,” katanya.

Dengan hadirnya fasilitas ini, peliputan kegiatan seperti pameran kerajinan, bazar UMKM, dan panggung budaya daerah bisa dilakukan secara menyeluruh.

Hasil kerja jurnalis pun menjadi jembatan penting dalam memperluas apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya dan potensi kerajinan Indonesia.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Sekretaris Daerah Kota Balikpapan sekaligus ketua Panitia Penyelenggara Muhaimin 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Gelaran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Balikpapan selama tiga hari berturut-turut, sejak 9 hingga 11 Juli 2025, resmi berakhir dengan sukses. Ajang nasional yang dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome ini menjadi panggung besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, sekaligus menjadi penggerak signifikan ekonomi daerah.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa kendala dan mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Dari awal hingga akhir acara, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Stand-stand pameran selalu dipadati warga, dan berbagai produk UMKM terjual dalam jumlah besar. Semua kegiatan berlangsung tertib dan semarak,” ujarnya saat penutupan acara, Jumat (11/7/2025).

Tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas dan inovasi pelaku industri kreatif, penyelenggaraan HUT Dekranas di Balikpapan juga memberi dampak ekonomi yang signifikan.

Muhaimin menyebut, sedikitnya 4.000 tamu dari berbagai daerah di Indonesia datang menghadiri acara ini. Kehadiran mereka memberikan lonjakan pada sektor jasa dan perdagangan, termasuk hunian hotel, transportasi, kuliner, hingga pembelian oleh-oleh.

“Hotel-hotel di Balikpapan nyaris penuh selama kegiatan berlangsung. Bahkan, kendaraan sewaan harus didatangkan dari luar kota karena tingginya permintaan. Sektor kuliner ikut kecipratan rezeki, dengan restoran dan warung makan ramai sejak pagi hingga malam,” bebernya.

Produk kerajinan tangan dan makanan khas Balikpapan, menurutnya, menjadi incaran para pengunjung. Momentum ini pun menjadi evaluasi sekaligus dorongan bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk terus memperkuat ekosistem UMKM agar bisa naik kelas.

Menyikapi arahan dari Kementerian Dalam Negeri terkait penguatan sektor usaha kecil, Muhaimin menyatakan pihaknya berkomitmen memanfaatkan semangat ini sebagai pijakan untuk mendorong UMKM lokal menembus pasar yang lebih luas, bahkan internasional.

“Event seperti ini membuktikan bahwa pelaku UMKM kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita terus mendampingi mereka, memberikan pelatihan, akses promosi, dan kemudahan pembiayaan. Pemerintah Kota siap menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” tegasnya.

Keberhasilan Balikpapan dalam menjadi tuan rumah peringatan HUT ke-45 Dekranas pun diapresiasi berbagai pihak, karena menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam memajukan industri kerajinan berbasis budaya lokal. Muhaimin berharap kesuksesan ini menjadi preseden baik bagi Balikpapan dalam menggelar agenda-agenda berskala nasional berikutnya.

“Kami siap jika dipercaya kembali menjadi tuan rumah acara besar. Dan kami pastikan, pelaku UMKM akan tetap menjadi bagian utama dalam setiap kegiatan,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Gelaran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2025, menjadi momentum berharga bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Minyak.

Pameran yang diisi oleh ratusan pelaku usaha lokal ini berhasil menarik perhatian masyarakat dan mendatangkan dampak ekonomi yang signifikan. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengungkapkan bahwa pencapaian omzet dari para pelaku UMKM mencapai angka yang luar biasa.

Selama kegiatan berlangsung, total nilai transaksi diperkirakan menembus angka Rp 3 miliar.

“Ini melampaui perkiraan awal. Banyak pelaku usaha yang biasanya hanya memperoleh ratusan ribu rupiah per hari, kali ini bisa meraup jutaan hanya dalam waktu singkat,” ujar Heru saat ditemui usai penutupan acara pada Jumat, 11 Juli 2025.

Menurut Heru, kesuksesan acara ini tidak hanya dilihat dari tingginya animo pengunjung, tetapi juga dari peningkatan langsung terhadap penghasilan para pelaku UMKM, khususnya di bidang kuliner dan kerajinan tangan.

“Sebanyak 80 UMKM yang kami fasilitasi, seluruhnya menunjukkan peningkatan penjualan. Bahkan di hari kedua saja, omzet gabungan dari pelaku kuliner dan kerajinan sudah melampaui Rp 3 miliar,” jelasnya.

Selain sebagai wadah promosi, pameran ini juga dinilai menjadi sarana uji pasar yang efektif bagi pelaku usaha lokal untuk mengetahui respons konsumen terhadap produk mereka. Hal ini menjadi masukan penting untuk pengembangan usaha ke depannya. Menyikapi hasil positif tersebut, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan telah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang untuk mendorong UMKM agar naik kelas.

Salah satunya adalah dengan melakukan pemetaan usaha berdasarkan 17 sektor yang tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

“Kami menargetkan sektor kerajinan bisa memenuhi standar nasional terlebih dahulu. Jika sudah memenuhi kriteria, barulah kami arahkan agar bisa menembus pasar internasional,” ungkap Heru.

Langkah lanjutan yang disiapkan dinas meliputi pendampingan berkelanjutan mulai dari peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, hingga persiapan menuju digitalisasi dan ekspor. Pemerintah daerah juga akan hadir melalui dukungan akses permodalan dan fasilitasi pemasaran secara digital.

Namun Heru mengingatkan bahwa pengembangan tidak bisa dilakukan sekaligus terhadap seluruh sektor usaha. “Kami harus menentukan prioritas. Nantinya akan dipilih produk-produk unggulan khas Balikpapan yang berpotensi menjadi ikon baik di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.

Ia pun optimistis, keberhasilan perayaan HUT ke-45 Dekranas ini bisa menjadi pijakan awal bagi UMKM Balikpapan untuk berkembang lebih pesat dan merambah pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bertindak cepat merespons viralnya video seorang anak perempuan yang dilarang sekolah oleh ibunya dan diminta membantu berjualan.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi rumah keluarga tersebut di kawasan Kilometer 6,5 Balikpapan Utara untuk melakukan pendampingan dan edukasi. “Kami sudah kunjungi langsung rumahnya dan memberi pemahaman kepada orang tuanya,” ujar Heria pada Jumat (11/7/2025).

Dari hasil penelusuran, anak perempuan yang dilarang sekolah itu adalah anak kedua dari enam bersaudara. Ia kerap disuruh membantu berjualan, sehingga kesulitan fokus pada pelajaran. Bahkan, kakak sulungnya diketahui telah putus sekolah sejak usia 12 tahun karena harus bekerja.

“Kalau dilarang sekolah karena tak ranking, tentu tidak adil. Bagaimana bisa berprestasi kalau harus terus bantu orang tua berdagang?” lanjut Heria.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, DP3AKB berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan menghadirkan kader Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) guna memberikan pendampingan dan bantuan administratif. Anak tersebut kemudian diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisinya.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Disdikbud agar si anak dapat bersekolah di tempat yang tidak jauh dari rumah. Orang tuanya menginginkan lokasi sekolah yang dekat,” jelas Heria.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan pihaknya telah memberikan solusi terbaik. “Kami segera menindaklanjuti laporan itu. SKB menjadi alternatif ideal, karena diakui negara dan bisa digunakan untuk melanjutkan ke SMA,” jelasnya.

Irfan menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada anak yang putus sekolah di Balikpapan. Ia berharap setiap anak mendapat hak pendidikan yang layak tanpa terhambat oleh kondisi ekonomi atau pola pikir keluarga.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Asisten III Setda kota Balikpapan Andi Sri Juliarti

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Expo Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2025 di Kota Balikpapan terus menyedot perhatian masyarakat.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome masih dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang antusias menyaksikan pameran kerajinan unggulan dari seluruh Indonesia.

Di tengah tingginya kunjungan, panitia lokal dari Pemerintah Kota Balikpapan mulai memiliki waktu untuk menikmati suasana Expo setelah sebelumnya disibukkan dengan persiapan dan pelaksanaan pembukaan.

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, menyampaikan bahwa pada hari pertama seluruh panitia fokus penuh menyambut kedatangan Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran, yang juga merupakan Istri Wakil Presiden RI.

"Seperti arahan Ibu Wakil Presiden, kami diminta tidak hanya menyukseskan acara, tetapi juga membeli dan mempromosikan produk UMKM. Hari ini kami dari panitia akhirnya punya waktu untuk ikut keliling, melihat-lihat, dan berbelanja," ungkap Andi Sri Juliarty saat ditemui pada Kamis (10/7).

Andi menambahkan, kemeriahan Expo tetap terasa meskipun telah memasuki hari kedua. Stand-stand yang menampilkan kerajinan khas dari berbagai daerah masih dipadati pembeli. Ia menyebut, semangat para perajin tetap tinggi karena seluruh stand disediakan secara gratis oleh panitia, sehingga produk yang dijual pun bisa ditawarkan dengan harga terjangkau.

“Karena tidak ada biaya sewa stand, para perajin tidak perlu menaikkan harga produknya. Ini sangat membantu masyarakat yang ingin membeli kerajinan dengan harga bersahabat,” jelasnya.

Expo Dekranas 2025 dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat malam.

Penutupan resmi akan digelar pada Jumat pagi pukul 09.00 WITA, dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama dengan Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian.

Namun, masyarakat tetap bisa mengunjungi dan berbelanja di area expo hingga malam hari. “Besok pagi akan dimulai dengan senam bersama pukul 08.00, lalu dilanjutkan seremoni penutupan di tenda Puncak Syukuran.

Targetnya, acara selesai sebelum salat Jumat,” terang Andi. Ia juga mengajak warga Balikpapan dan sekitarnya untuk memanfaatkan momen terakhir Expo ini sebagai kesempatan mempererat silaturahmi dan mendukung produk kerajinan lokal. “Masih ada waktu, ayo datang, berbelanja, dan ramaikan Expo Dekranas 2025,” tutupnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda)Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud didampingi Hj Siti Bagus Susetyo 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan, Hj. Nurlena, mengungkapkan antusiasmenya terhadap tingginya transaksi dalam ajang Expo Kerajinan yang digelar di jantung Kota Balikpapan.

Ia menyebutkan bahwa semangat gotong royong antar pelaku UMKM dan dukungan masyarakat menjadi kunci sukses kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung meriah ini membuktikan bahwa Balikpapan memiliki potensi besar sebagai tuan rumah berbagai event kerajinan berskala nasional. Salah satu pelaku usaha bahkan berhasil meraih omzet hingga Rp40 juta dalam satu hari.

“Ini menunjukkan bahwa jika kita bersatu mempromosikan produk lokal, hasilnya bisa luar biasa,” ujar Hj. Nurlena.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan expo di pusat kota menjadi daya tarik tersendiri karena mudah diakses masyarakat. Terlebih, acara ini digelar pada waktu yang tepat, yakni saat masyarakat pulang kerja, sehingga pengunjung dapat menikmati dan membeli berbagai produk kerajinan tangan dari seluruh penjuru Indonesia.

“Kerajinan yang ditampilkan sangat beragam, mencerminkan kearifan lokal dari berbagai daerah. Ini membuktikan bahwa tangan-tangan kreatif bangsa ini mampu menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” jelasnya.

Hj. Nurlena juga mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung para perajin lokal. “Cara kita mencintai produk dalam negeri adalah dengan membeli dan memberi masukan positif agar mereka bisa naik kelas,” tuturnya.

Ia menegaskan pentingnya peran warga sebagai bagian dari kemajuan ekonomi daerah. Selain sebagai Ketua Dekranasda, Hj. Nurlena yang juga merupakan istri Wali Kota Balikpapan, merasa bertanggung jawab mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal. Tak hanya itu, ia juga mendorong kalangan muda untuk mempromosikan kerajinan lokal dengan cara kekinian yang sesuai gaya generasi muda.

“Anak-anak muda punya cara unik dalam menyebarkan informasi. Ajak mereka untuk bangga dengan produk lokal,” tandasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, Hj. Nurlena optimistis geliat ekonomi kreatif di Balikpapan akan terus tumbuh dan berkembang lebih pesat ke depannya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Edy Gunawan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Dinas Sosial Kota Balikpapan terus memperkuat upaya pencegahan terhadap meningkatnya jumlah anak yang terseret dalam persoalan hukum. Pendekatan edukatif dan kolaboratif menjadi strategi utama yang saat ini digencarkan untuk menekan angka pelanggaran yang melibatkan anak di bawah umur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, Edy Gunawan, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, pihaknya telah mencatat sekitar 200 kasus anak yang berhadapan dengan hukum. Meskipun jumlah tersebut menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ia menilai angka itu masih tergolong tinggi dan mengkhawatirkan.

“Angka ini belum tentu mencerminkan kondisi riil di lapangan. Kami menduga banyak kasus lain yang tidak terlaporkan karena berbagai alasan, seperti rasa malu atau takut dari pihak keluarga,” ungkap Edy saat ditemui pada Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, akar dari banyak kasus pelanggaran hukum yang melibatkan anak sering kali berasal dari kurangnya pengawasan serta lemahnya peran keluarga. Orang tua dan lingkungan terdekat memegang peran vital dalam membentuk karakter dan perilaku anak.

“Jangan merasa aman hanya karena anak berada di rumah. Lingkungan rumah pun bisa menjadi tempat tumbuhnya pengaruh negatif jika orang tua lalai. Pendampingan dari keluarga, terutama di masa perkembangan anak, sangat krusial,” tegas Edy.

Ia juga menyoroti penyalahgunaan zat berbahaya seperti lem dan maraknya perilaku menyimpang yang muncul akibat minimnya perhatian dari orang tua. Dalam merespons hal itu, Dinsos tidak tinggal diam. Mereka menggandeng berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelurahan, kader PKK, hingga Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), untuk memberikan edukasi dan kampanye perlindungan anak secara berkala.

“Anak-anak adalah aset masa depan. Kita perlu menanamkan nilai-nilai positif sejak dini agar mereka tumbuh sebagai generasi yang kuat secara mental dan moral,” tambahnya.

Dinsos juga memberikan layanan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terlibat kasus hukum, baik sebagai korban maupun pelaku. Proses asesmen dilakukan untuk menentukan langkah pemulihan, termasuk reintegrasi ke lingkungan sekolah atau pelatihan keterampilan. Bila diperlukan, anak dapat dirujuk ke lembaga rehabilitasi khusus di Samarinda.

“Pendekatan kami tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tapi lebih dari itu — kami ingin memulihkan masa depan anak-anak ini. Mereka masih punya harapan, dan tugas kita bersama untuk menjaga itu,” pungkas Edy.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Dari Sabang sampai Merauke, Kepala Kesbangpol Sutadi Gaungkan Semangat Persatuan di Expo Dekranas
  2. Balikpapan Jadi Tuan Rumah Puncak HUT ke-45 Dekranas 2025
  3. SPMB 2025 di Balikpapan Dijamin Bebas Titipan dan Pungli, Pemkot Tegaskan Komitmen Transparansi
  4. Dekranasda Balikpapan 2025–2030 Resmi Dilantik, Fokus Dorong Perajin Tembus Pasar Global
  5. Kesbangpol Gencarkan Sosialisasi Nilai Kebangsaan untuk Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
  6. Integrated Farming Sistem Kodam VI Mulawarman Jadi Inspirasi Pertanian Milenial, Wawali : Ini Role Model
  7. UPTD Pantai Manggar Klarifikasi Dugaan Pungli di Pantai Manggar Segara Sari
  8. Pemkot Balikpapan Terapkan Aturan Ketat Pengelolaan Sampah Skala Kawasan
  9. DKP3 Balikpapan Gencarkan Edukasi Pola Makan Sehat Lewat Konsep B2SA
  10. Klinik Hewan DKP3 Balikpapan Siap Layani Vaksinasi dan Sterilisasi Kucing-Anjing
  11. Balikpapan Gencarkan Program Bank Sampah, Targetkan 200 Unit untuk Kurangi Beban TPA
  12. Kapasitas TPA Menipis, DLH Balikpapan Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah dari Hulu
  13. Pemkot Balikpapan Siapkan Skema Modernisasi Angkot, Fadli: Harus Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman
  14. Pemerataan Pendidikan, Balikpapan Bangun SDN 022 di Kawasan Manggar
  15. Tabligh Akbar Sambut Tahun Baru Islam, Warga Balikpapan Diajak Perkuat Iman dan Peduli Lingkungan
  16. Dishub Balikpapan Genjot Pemasangan 2.000 Titik PJU, Rampung Oktober 2025
  17. Disdikbud Balikpapan Buka Layanan Informasi SPMB, Permudah Akses bagi Orang Tua Murid
  18. Pemkot Balikpapan Pastikan Kesiapan Penuh Hadapi PPDB Tahun Ajaran 2025/2026
  19. Baltim Creative Expo 2025 Tunjukkan Semangat Kreasi dan Inovasi Warga Balikpapan Timur
  20. Dishub Balikpapan Tata Ulang Sistem Parkir, Dorong Ketertiban dan Tambah PAD