Kepala Bidang Kebersihan DLH Balikpapan Dody Yulianto 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus meningkatkan komitmennya dalam mengelola permasalahan sampah secara berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang tengah digencarkan adalah mendorong pembentukan bank sampah di seluruh kelurahan melalui surat edaran Wali Kota. Inisiatif ini bertujuan menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Dody Yulianto, menyampaikan bahwa saat ini sudah terbentuk 77 bank sampah di berbagai wilayah kota. Selain itu, terdapat satu bank sampah induk bernama Dharma Bakti yang berlokasi di Kelurahan Muara Rapak dan menjadi pusat pengelolaan serta pendampingan bagi bank-bank sampah lainnya.

“Bank sampah ini digerakkan oleh masyarakat di bawah koordinasi kelurahan, berfokus pada pemilahan dan pengumpulan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti botol plastik, kardus, dan logam. Hasil penjualannya digunakan untuk mendukung operasional bank sampah tersebut,” jelas Dody pada Selasa (1/7/2025).

Dalam surat edaran tersebut, setiap kelurahan diminta membentuk minimal enam unit bank sampah. Dengan total 34 kelurahan yang ada, Pemkot menargetkan jumlah bank sampah akan meningkat menjadi sekitar 200 unit dalam waktu dekat.

Menurut Dody, upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA hingga 50 persen. Hanya limbah residu yang tidak bisa diolah lagi yang akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir. “Langkah ini termasuk program percepatan pengurangan sampah yang sedang kami dorong,” ujarnya.

Pemerintah Kota juga menyiapkan dukungan menyeluruh bagi keberlangsungan bank sampah, mulai dari pelatihan teknis, pendampingan kelembagaan, hingga memfasilitasi akses ke bantuan CSR dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Balikpapan.

“Kami berperan dalam melakukan pembinaan, memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas, dan membuka jalan kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR. Dengan legalitas yang jelas, bank sampah bisa menjalin kemitraan untuk menunjang kegiatan mereka,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pemkot berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih partisipatif dan efisien, sekaligus menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan layak huni bagi seluruh warga.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLiKA.com, Balikpapan - Permasalahan keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Balikpapan kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota. Dari tujuh zona yang tersedia untuk penampungan sampah, lima zona telah penuh, sementara zona keenam sudah mulai digunakan dan mendekati batas maksimal.

Jika zona keenam tak lagi mampu menampung limbah, maka satu-satunya opsi tersisa adalah zona ketujuh yang hanya diperkirakan bertahan dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. “Zona terakhir hanya bersifat sementara. Kapasitasnya tidak cukup untuk menampung sampah dalam jangka panjang,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Selasa (1/7/2025).

Untuk menghindari krisis pengelolaan sampah, DLH telah menyusun rencana strategis yang menitikberatkan pada penggunaan teknologi modern. Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan adalah konversi sampah menjadi energi listrik. Kajian terhadap program ini telah berjalan hampir dua tahun dan berada di tahap penyempurnaan.

Namun demikian, pelaksanaannya masih harus menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

“Sesuai informasi yang kami terima, program ini baru bisa dijalankan jika volume sampah harian kota melebihi seribu ton. Kami masih menunggu regulasi seperti Perpres atau Keppres sebagai dasar pelaksanaannya,” jelas Sudirman.

Ia menambahkan bahwa penanganan sampah di TPA sebetulnya hanya menyentuh bagian akhir dari sistem. DLH kini mengarahkan fokus pada penguatan pengelolaan dari sumber utama, yakni rumah tangga. Upaya ini menjadi penting agar jumlah sampah yang dikirim ke TPA bisa ditekan secara signifikan.

“Langkah yang lebih efektif adalah pengurangan dari awal. Sampah dari rumah tangga perlu dipilah dan dikelola sebelum sampai ke TPA,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, DLH telah membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai fasilitas pendukung. TPST Kota Hijau di kawasan Daksa sudah rampung dan dijadwalkan beroperasi pada 2026. Sementara itu, pengembangan TPST lain di beberapa wilayah tengah dipersiapkan, termasuk pengadaan peralatannya tahun depan.

“Harapannya, target pengurangan sampah nasional bisa tercapai. Dengan begitu, usia pakai TPA dapat diperpanjang secara signifikan,” tutup Sudirman.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik guna menjawab tantangan pertumbuhan kota dan kebutuhan mobilitas warganya. Saat ini, terdapat tiga moda transportasi utama yang melayani masyarakat Balikpapan, yaitu Bus Kota Terintegrasi (BCT), transportasi daring, serta angkutan kota konvensional.

Agar ketiga moda tersebut dapat berjalan secara harmonis dan saling melengkapi, Pemkot tengah menyusun skema perbaikan sistem angkutan kota. Langkah ini bertujuan menjaga eksistensi angkutan kota agar tetap menjadi bagian penting dalam sistem transportasi perkotaan, meskipun persaingan dengan transportasi modern terus meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang program peningkatan layanan untuk angkutan kota yang mencakup peremajaan kendaraan, penataan rute, serta segmentasi layanan, (1/7/2025)

“Kami sedang menyusun skema yang kami sebut sebagai star plus untuk meningkatkan kualitas angkutan kota. Harapannya, pelayanannya kepada masyarakat jauh lebih baik, kendaraan lebih layak, dan penataan rutenya juga akan kami evaluasi,” kata Fadli.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan home segment untuk melayani permukiman yang tidak terjangkau moda lain. Dengan pendekatan ini, angkot akan tetap memiliki peran vital tanpa harus tersingkir oleh kehadiran transportasi daring.

“Kami ingin angkutan kota menjadi feeder atau pengumpan bagi moda utama seperti BCT. Jadi tidak saling tumpang tindih, tetapi saling mendukung. Transportasi yang lama tetap diberdayakan, bukan dimatikan,” tegasnya.

Selain pembenahan fisik dan operasional, Fadli juga menyebut pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pengemudi angkot. Mereka akan diberikan sosialisasi terkait pola trayek baru, pelayanan prima, hingga digitalisasi sistem pembayaran. Transformasi ini diharapkan mendorong terciptanya transportasi publik yang efisien, aman, terjangkau, dan ramah lingkungan.

Pemkot juga berharap adanya kolaborasi antarmoda dapat menciptakan ekosistem transportasi yang kuat dan inklusif. “Balikpapan adalah kota penyangga IKN. Maka transportasinya juga harus modern dan terintegrasi. Angkutan kota adalah bagian dari itu, dan harus kita revitalisasi secara bertahap,” pungkas Fadli.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah, termasuk di kawasan pesisir. Salah satu langkah strategis yang kini dijalankan adalah pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 022 yang berlokasi di Manggar, Balikpapan Timur.

Pembangunan sekolah ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan sarana pendidikan dasar di wilayah Balikpapan Timur yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Proyek tersebut dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan dengan nilai mencapai Rp16 miliar.

Target penyelesaian ditetapkan pada akhir tahun 2025, sehingga sekolah ini dapat mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menuturkan bahwa pembangunan SDN 022 merupakan jawaban atas permasalahan keterbatasan ruang belajar di kawasan yang semakin padat penduduk.

“Di Manggar dan sekitarnya, banyak anak usia sekolah yang belum tertampung di sekolah negeri karena daya tampung yang terbatas. Maka dari itu, pembangunan sekolah ini sangat mendesak,” ujarnya pada Selasa (1/7/2025).

Sekolah yang sedang dibangun ini dirancang memiliki 18 ruang kelas, masing-masing tiga rombongan belajar dari kelas satu hingga enam. Selain itu, akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti ruang kepala sekolah, ruang guru, toilet yang memadai, dan area bermain, agar menunjang proses belajar yang aman dan menyenangkan bagi para siswa.

Meski saat ini progres pembangunan baru mencapai sekitar 1,3 persen dan masih dalam tahap pekerjaan tanah, Irfan memastikan bahwa seluruh tahapan proyek akan diawasi secara ketat.

“Kami tidak ingin pembangunan ini asal jadi. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Kualitas bangunan dan ketepatan waktu pengerjaan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Lebih jauh, kehadiran SDN 022 diharapkan dapat mengurangi beban sekolah-sekolah terdekat yang selama ini kelebihan kapasitas akibat lonjakan jumlah siswa setiap tahunnya. Irfan menyebut pembangunan ini sekaligus menjadi upaya konkret pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan hingga ke kawasan pinggiran kota.

“Anak-anak di Manggar berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang setara dengan anak-anak di pusat kota. Inilah wujud nyata bahwa kami serius membangun pendidikan yang inklusif dan adil,” kata Irfan.

Dengan pembangunan sekolah ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih menyeluruh dan adaptif terhadap perkembangan wilayah. Ke depan, model pemerataan semacam ini akan terus diperluas agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak pendidikannya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Pemerintah kota Balikpapan gelar Tabligh Akbar di Masjid madinatul Iman Balikpapan Islamic Center 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Balikpapan menggelar Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), Rabu (25/6/2025) malam.

Acara ini diikuti ratusan jamaah dari berbagai penjuru kota yang memadati area masjid dengan penuh khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah. Kemudian, acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat oleh Munsyid Gus Aldi serta tausiyah dari penceramah nasional, Habib Mustofa Al Haddar. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, turut hadir dalam acara ini bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Bagus mengajak seluruh masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial. "Momentum tahun baru ini adalah saat yang tepat untuk kita semua merenung, bertobat, serta menata kembali langkah agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan mendukung pembangunan di kota tercinta," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengisi awal tahun Hijriah dengan berbagai amalan baik, seperti memperbanyak ibadah sunnah, zikir, serta memperkuat hubungan sosial dan spiritual. Lebih lanjut, Bagus mengajak masyarakat menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai motivasi dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan menciptakan suasana kondusif di Balikpapan.

Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tak menentu. "Balikpapan akhir-akhir ini mengalami cuaca ekstrem. Oleh karena itu, mari kita peduli terhadap lingkungan sekitar. Rutinlah melakukan kerja bakti agar saluran air tetap bersih dan tidak menimbulkan banjir," pesannya.

Tabligh Akbar ini tidak hanya menjadi ajang penguatan keimanan, tetapi juga wahana kebersamaan bagi umat Islam di Balikpapan. Dalam ceramahnya, Habib Mustofa Al Haddar mengajak umat untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan terus meningkatkan ketakwaan. Ia menegaskan bahwa tahun baru Hijriah bukan hanya pergantian angka, tapi juga ajakan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurrahman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengakselerasi program "Balikpapan Terang" dengan menargetkan pemasangan 2.000 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh wilayah kota. Program ini menjadi bagian penting dari strategi Pemkot dalam mendukung transformasi menuju smart city yang aman, nyaman, dan layak huni.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menjelaskan bahwa pemasangan ribuan titik PJU akan dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2025. Anggaran berasal dari kombinasi dana bantuan keuangan (Bankeu) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Pekerjaan ini sudah dimulai sejak bulan lalu dan akan terus berjalan hingga Oktober 2025. Totalnya kami targetkan ada 2.000 titik yang tersebar di berbagai lokasi,” ujar Fadli usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Balikpapan, Rabu (25/6/2025).

Proyek pemasangan PJU ini tidak hanya terfokus pada satu area, melainkan dilaksanakan merata di seluruh kecamatan. Beberapa titik prioritas yang saat ini tengah digarap antara lain di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga Kilometer 24, kawasan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), wilayah Sungai Wain, Kebun Raya Balikpapan, serta daerah Manggar dan Tritip.

Menurut Fadli, program "Balikpapan Terang" merupakan gagasan langsung dari Wali Kota Balikpapan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Penerangan jalan dinilai sangat penting, terutama dalam mendukung aktivitas warga saat malam hari.

“Lewat program ini, kami ingin memberikan bukti bahwa pemerintah hadir dan serius dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, termasuk penyediaan PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) demi mendukung keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Hingga akhir Juni 2025, progres pemasangan PJU telah menyentuh sekitar 250 hingga 300 titik. Proses ini dimulai sejak bulan Mei dan terus berjalan sesuai dengan rencana kerja tahunan. Dishub optimistis seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu. “Kami optimis pekerjaan ini rampung pada bulan Oktober. Kami terus koordinasi dengan semua pihak agar proses berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tutup Fadli.

Melalui langkah ini, Pemkot berharap dapat mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan terang, sekaligus mendorong terwujudnya tata kota yang lebih modern dan terintegrasi. Masyarakat pun diimbau mendukung program ini dengan menjaga fasilitas yang telah terpasang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan membuka desk layanan informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.(25/6/2025)

Layanan ini resmi beroperasi sejak 19 Juni 2025 dan berlokasi di kantor Disdikbud Balikpapan, sebagai pusat informasi bagi para orang tua calon peserta didik yang hendak mendaftarkan anaknya ke jenjang SD dan SMP negeri.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa desk layanan SPMB disediakan agar masyarakat memiliki tempat yang tepat untuk bertanya dan memperoleh informasi secara langsung. 

“Banyak masyarakat yang masih belum familiar dengan sistem online. Maka kami hadirkan layanan ini untuk memfasilitasi mereka yang membutuhkan bantuan,” ujar Irfan.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud menugaskan tim humas untuk melayani berbagai pertanyaan seputar proses pendaftaran. Tim ini siap membantu mulai dari penjelasan mengenai persyaratan administrasi, langkah pengunggahan dokumen, hingga proses teknis pelaksanaan SPMB. Layanan ini dibuka setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.30 Wita selama masa SPMB berlangsung.

Untuk mempermudah pemahaman masyarakat, tersedia dua papan informasi besar yang dapat diakses oleh pengunjung. Papan pertama, berwarna biru, berisi informasi lengkap terkait jalur afirmasi dalam SPMB, yaitu jalur khusus untuk calon siswa dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam program bantuan pemerintah pusat maupun daerah.

Sementara itu, papan kedua yang berwarna kuning menjelaskan proses verifikasi dan validasi data bagi calon peserta didik yang telah lulus seleksi, namun belum memiliki dokumen kependudukan Kota Balikpapan. Selain layanan secara langsung, Disdikbud juga menyediakan akses informasi SPMB melalui platform daring di situs www.balikpapan.siap-ppdb.com.

Melalui situs ini, masyarakat dapat mengetahui jadwal pelaksanaan, jalur pendaftaran, syarat-syarat, serta mekanisme seleksi dan pengumuman hasil. Irfan mengingatkan para orang tua untuk tidak menunda mencari informasi atau mempersiapkan dokumen. Ia menekankan bahwa kendala teknis seperti gangguan jaringan bisa terjadi, terutama saat banyak pengguna mengakses situs secara bersamaan.

“Dengan kesiapan yang baik, para orang tua bisa menghindari hambatan dan mengikuti proses SPMB dengan lebih tenang,” tambahnya.

Dengan kehadiran desk layanan ini, diharapkan pelaksanaan SPMB di Kota Balikpapan tahun ini dapat berjalan lancar, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan kesiapannya dalam menyambut pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Kesiapan ini mencakup seluruh aspek teknis dan administratif guna memastikan proses penerimaan siswa berjalan dengan lancar, transparan, dan berkeadilan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dalam pernyataannya di Gedung Parkir Klandasan lantai 8 pada Senin, 23 Juni 2025, menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), telah melakukan berbagai persiapan menyeluruh.

Langkah ini mencakup kesiapan infrastruktur, sistem pendaftaran, serta petunjuk teknis pelaksanaan PPDB. “Pelaksanaan SPMB tahun ini akan dimulai dengan proses verifikasi dan validasi data pada 24 Juni 2025. Tahapan ini akan berlanjut secara bertahap hingga kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang dijadwalkan berakhir pada 26 Juli 2025,” terang Bagus.

Ia juga mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua dan wali murid, untuk segera menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan. Pemahaman yang baik mengenai alur dan mekanisme pendaftaran sangat dibutuhkan agar proses PPDB tidak menimbulkan kebingungan ataupun kendala di lapangan.

Sebagai bentuk pelayanan maksimal, Disdikbud Kota Balikpapan juga telah mendirikan posko informasi di setiap satuan pendidikan. Posko ini berfungsi sebagai pusat layanan pengaduan, konsultasi, serta pendampingan teknis bagi masyarakat yang memerlukan bantuan selama proses pendaftaran.

“Pemkot menjamin proses seleksi dilakukan secara terbuka dan adil. Semua jalur pendaftaran, mulai dari zonasi, afirmasi, hingga jalur prestasi, telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku, baik dari pusat maupun daerah,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemkot tidak akan mentoleransi adanya penyalahgunaan kuota ataupun manipulasi data dalam pelaksanaan SPMB. Pengawasan ketat akan diterapkan selama seluruh rangkaian tahapan PPDB berlangsung. Dengan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Balikpapan optimistis pelaksanaan PPDB tahun ini akan berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Harapannya, pelaksanaan seleksi dapat menjadi contoh tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada kepentingan dan masa depan siswa.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Camat Balikpapan Timur Mustamin di acara Creative Expo 2025 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana Pantai Nelayan, Balikpapan Timur, dipenuhi antusiasme warga pada Minggu (22/6/2025) pagi saat digelarnya Baltim Creative Expo 2025. Acara tahunan yang memasuki tahun ketiganya ini menampilkan kekayaan kreativitas masyarakat, mulai dari seni pertunjukan hingga produk lokal unggulan.

Kegiatan dibuka secara meriah dengan tarian tradisional dari Sanggar Parahyangan yang diiringi alunan musik sape khas Kalimantan. Sejak awal, acara ini telah mencuri perhatian pengunjung dengan berbagai agenda menarik seperti pertunjukan musik dangdut, lomba memasak, kreasi tumpeng, serta pameran kerajinan tangan hasil karya para pelaku usaha lokal.

Ratusan pengunjung turut memadati area pameran yang diisi oleh tenda-tenda UMKM. Beragam produk mulai dari makanan olahan, fashion, hingga kerajinan tangan ditampilkan dengan penuh semangat. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Sekretaris Disparpora Balikpapan Abdul Majid, Camat Balikpapan Timur Mustamin, serta perwakilan dari DKUMKMP. Hadir pula Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, yang mewakili Ketua DPRD.

Dalam sambutannya, Camat Mustamin yang hadir mewakili Wali Kota Rahmad Mas'ud menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Baltim Creative Expo merupakan bagian dari upaya konsisten dalam membina sektor industri kreatif di wilayahnya.

“Kita menyaksikan bagaimana semangat anak muda, pelaku UMKM, komunitas seni, dan pengrajin lokal bersatu dalam menghadirkan karya inovatif yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi kreatif merupakan langkah strategis untuk membentuk kota yang mandiri dan berdaya saing. Pemerintah Kota, kata Mustamin, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif-inisiatif kreatif yang tumbuh dari masyarakat.

Sementara itu, Gasali menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya expo ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus menjadi ruang aktualisasi bagi masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Kami di DPRD siap mendukung segala kegiatan yang bisa memajukan sektor ekonomi kreatif, khususnya di Balikpapan Timur,” tegasnya.

Ia berharap ke depan, Baltim Creative Expo dapat terus berkembang menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat setempat melalui pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Faturrahman 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah menyiapkan langkah strategis untuk menata ulang sistem parkir di sejumlah titik dalam kota. Penataan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketertiban lalu lintas sekaligus mengoptimalkan kontribusi sektor perparkiran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, menyampaikan bahwa salah satu fokus penataan berada di kawasan Jalan MT Haryono.

Di wilayah tersebut, Dishub akan mulai menerapkan sistem parkir elektronik (e-parkir) guna mendukung transaksi non tunai (cashless) serta mencegah kebocoran pendapatan.

“Ada beberapa titik yang akan kami prioritaskan dengan sistem e-parkir. Nantinya pembayaran parkir akan terintegrasi langsung ke kas daerah,” ujarnya pada Jumat (20/6/2025).

Sistem e-parkir ini akan diterapkan dalam dua skema, yakni melalui sistem gate (portal otomatis) serta alat pembayaran elektronik tanpa gerbang. Penerapan dilakukan secara bertahap dimulai tahun ini, dengan memprioritaskan lokasi yang memiliki kepastian legalitas atas lahan parkir yang digunakan.

Fadli menegaskan bahwa Dishub tidak ingin menggunakan lahan yang status hukumnya tidak jelas, guna menghindari potensi konflik di kemudian hari. Selain itu, Dishub juga akan memberdayakan para juru parkir (jukir) binaan agar sistem parkir di lapangan berjalan lebih tertib dan profesional. “Dengan melibatkan jukir binaan, kami berharap tercipta pelayanan yang lebih teratur dan masyarakat juga merasa nyaman,” tambahnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mempertegas aturan bagi pelaku usaha di Kota Balikpapan untuk wajib menyediakan lahan parkir yang proporsional dengan kapasitas usahanya. Contohnya, sebuah kafe yang mampu menampung 100 pengunjung harus menyediakan lahan parkir untuk minimal 50 hingga 70 kendaraan. Langkah ini merupakan bagian dari penegakan kawasan tertib lalu lintas di sejumlah wilayah, termasuk di Gunung Bahagia dan kawasan bisnis lainnya.

Penegasan tersebut juga didukung oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), yang akan mengintegrasikan persyaratan lahan parkir ke dalam sistem perizinan usaha. Melalui penataan ini, Dishub berharap tercipta mobilitas kota yang lebih tertib, aman, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan PAD.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Banjir Rendam Balikpapan Selatan, Warga Terdampak Terima Bantuan Darurat
  2. Taman Bekapai Disiapkan Jadi Pilot Project Wisata Halal di Balikpapan
  3. Hasbullah Helmi : THM Helix Belum Kantongi Izin Lengkap, Pemkot Balikpapan Tindaklanjuti Secara Tegas
  4. Disporapar Balikpapan Gelar Pelatihan Jelly Art untuk Kembangkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Pemuda
  5. Pemkot Balikpapan Dorong Regulasi Penataan Gudang Demi Dukung Peran sebagai Penyangga IKN
  6. DKK Balikpapan Perketat Skrining Kesehatan Jemaah Haji untuk Cegah MERS-CoV
  7. Balikpapan Perkuat Integritas Pemerintahan Lewat SPI KPK 2025
  8. DKUMKMP Balikpapan Gelar Pelatihan Olahan Ikan Bandeng, Dorong UMKM Ciptakan Inovasi Bernilai Jual Tinggi
  9. Disporapar Balikpapan Latih Pemandu Wisata Pemula, Cetak SDM Unggul untuk Sektor Pariwisata
  10. Pemkot Balikpapan Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Tiga Lokasi Dapur Siap Dibangun
  11. Bagus Susetyo : Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 di Tengah Cuaca Tak Menentu
  12. Pemkot Balikpapan Terima Bantuan Sapi Kurban Dari Presiden Prabowo
  13. Balikpapan Perluas Ruang Bermain Ramah Anak untuk Wujudkan Kota Layak Anak
  14. Pemkot Balikpapan Dorong Kurban Ramah Lingkungan dan Pastikan Kesehatan Hewan Jelang Idul adha
  15. Lurah Karang Joang Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
  16. Wakil Wali Kota Bagus Susetyo Ajak Generasi Muda Bumikan Nilai Pancasila
  17. Pemkot Kukuhkan Pengurus DWP Balikpapan, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan
  18. Pasar Murah Jelang Idul Adha, Pemkot Balikpapan Sediakan Sembako Harga Terjangkau
  19. Komisi IV DPRD dan Disdik Balikpapan Bahas Progres Pembangunan Sekolah, 43 Persen Proyek Sudah Berjalan
  20. Nurlena Rahmad Mas’ud Dorong Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Ketahanan Pangan