Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud menyerahkan Bendera merah Putih untuk dikibarkan di Hut ke 80 kemerdekaan Republika Indonesia 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Balikpapan berlangsung khidmat pada Minggu, 17 Agustus 2025, di halaman BSCC Dome.

Upacara bendera tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat umum yang hadir untuk bersama-sama mengenang jasa para pahlawan bangsa. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan bahwa peringatan 17 Agustus tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan.

Ia menekankan bahwa generasi sekarang tidak ikut berjuang merebut kemerdekaan, namun memiliki kewajiban besar untuk menjaga dan memaknainya melalui karya nyata.

“Kalau bicara jasa, kita tidak punya jasa terhadap kemerdekaan karena itu adalah perjuangan para pahlawan kita. Tetapi bagaimana kita memaknai kemerdekaan ini? Dengan mengabdi, membangun, dan membuat masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Rahmad mengingatkan bahwa semangat nasionalisme harus terus dipelihara, terutama oleh generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda Balikpapan harus memiliki jiwa patriotisme, menjauhi narkoba, serta berkomitmen menjaga persatuan bangsa. “Pesan saya kepada anak muda, mari kita jaga nasionalisme dan keutuhan NKRI. Semangat ini tidak boleh luntur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Rahmad juga menyinggung soal pembangunan kota. Ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan, namun menekankan pentingnya konsistensi untuk terus berbenah. “Dalam perjalanan pembangunan pasti ada kekurangan. Justru dengan adanya kekurangan itu, kita evaluasi dan perbaiki. Yang penting kita jangan berhenti membangun Balikpapan agar semakin maju,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI sebagai harga mati yang tidak bisa ditawar. Bagi Rahmad, kemerdekaan harus diisi dengan kerja kolektif, gotong royong, serta peningkatan kualitas diri masyarakat. “Harapan saya, masyarakat Balikpapan tetap rukun, menjaga persaudaraan, dan saling mendukung untuk kemajuan kota ini. Kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif, sehingga cita-cita para pendiri bangsa dapat kita teruskan,” pungkasnya.

Dengan semangat itu, peringatan HUT RI ke-80 di Balikpapan menjadi lebih dari sekadar seremoni, melainkan ajakan bersama untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata demi Indonesia yang semakin sejahtera.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Balikpapan Eriansyah Haryono 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan seluruh persiapan untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 hampir rampung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengatakan geladi bersih yang digelar pada Jumat (15/8/2025) menunjukkan kesiapan panitia dan peserta telah mencapai 90 persen untuk pasukan upacara. Sementara itu, pengerjaan panggung utama dan perlengkapan pendukung lainnya masih berada pada tahap 80 persen dan tinggal proses penyelesaian akhir.

“Mudah-mudahan besok siang semua sudah clear, dan sore harinya lokasi sudah kami tutup tanpa ada kegiatan tambahan,” ungkap Erriansyah.

Ia menjelaskan, upacara akan digelar secara formal dengan melibatkan pasukan TNI, Polri, dan unsur pendukung lainnya. Sebagai bagian dari acara, akan ditampilkan tari kolosal yang melibatkan sekitar 180 penari di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Penampilan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap budaya dan kreativitas daerah. Jumlah undangan yang disebarkan mencapai lebih dari 4.200 orang, yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni pagi dan sore.

Seluruh ketua RT se-Kota Balikpapan juga diundang untuk turut serta. “Kami ingin seluruh elemen masyarakat merasakan semangat kemerdekaan bersama,” tambahnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada hiburan rakyat setelah upacara.

Hal ini disebabkan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. “Kegiatan hanya berfokus pada upacara penaikan bendera di pagi hari dan penurunan bendera di sore hari,” tegasnya. Untuk jadwal, pengibaran bendera akan dimulai dengan persiapan sejak pukul 09.30 WITA, sedangkan penurunan bendera dijadwalkan pada pukul 16.00 WITA.

Erriansyah menyebut, sejauh ini tidak ada kendala berarti, hanya faktor cuaca yang perlu diantisipasi. “Kadang diprediksi panas, tapi ternyata hujan. Kami menyesuaikan saja dengan kondisi yang ada. Harapannya tentu cerah, tapi kalau hujan, itu berkah bagi kita dan upacara tetap berjalan,” jelasnya.

Dengan kesiapan yang hampir tuntas, Pemkot Balikpapan optimistis peringatan kemerdekaan tahun ini akan berlangsung khidmat, lancar, dan memupuk rasa persatuan warga.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

 
Kepala Kesbangpol kota balikpapan Sutadi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan dipastikan berjalan optimal.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menyatakan seluruh anggota telah melalui rangkaian latihan intensif selama beberapa pekan dan siap mengemban tugas sakral di Lapangan Parkir BSCC Dome . “Alhamdulillah, persiapan kita sudah hampir sempurna. Hari ini para anggota Paskibraka menjalani gladi bersih sebagai pemantapan terakhir sebelum upacara besok,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan mereka tidak hanya diukur dari kemampuan baris-berbaris, tetapi juga dari mental, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Latihan yang dilakukan melibatkan berbagai skenario, mulai dari formasi pengibaran hingga koordinasi dengan pasukan TNI dan Polri.

Sutadi bersyukur, selama persiapan tidak ada kendala berarti, berkat dukungan tim pelatih dan pembimbing dari senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) yang aktif memberikan arahan teknis maupun motivasi. “Alhamdulillah, sampai saat ini semua dalam kondisi sehat. Kita doakan mereka tetap bugar hingga saat pengibaran nanti,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan dan semangat juang para peserta yang tetap terjaga meski jadwal latihan cukup padat. Paskibraka Balikpapan tahun ini berjumlah 39 orang, terdiri dari 20 putra dan 19 putri. Mereka merupakan pelajar kelas 10 dari berbagai SMA, SMK, dan Madrasah yang terpilih melalui seleksi ketat.

Empat di antaranya terpilih mewakili Balikpapan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, membawa nama baik kota ini ke level yang lebih tinggi. Sutadi menegaskan, tugas Kesbangpol adalah memastikan para pengibar bendera ini tampil sempurna pada hari H. “Kami mohon doa restu masyarakat agar pelaksanaan upacara besok berjalan lancar, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan,” pungkasnya.

Dengan persiapan matang, dukungan semua pihak, serta tekad yang kuat, Paskibraka Balikpapan diharapkan mampu menjalankan tugas penuh kehormatan, mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol persatuan dan semangat kemerdekaan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi. Pesan tersebut ia sampaikan usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Pramuka yang juga memuat arahan dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas).

Rahmad menjelaskan, Ketua Kwarnas mengingatkan seluruh anggota Pramuka agar tidak terpengaruh oleh budaya asing yang dapat mengikis jati diri bangsa. Menurutnya, perkembangan teknologi memang tak dapat dihindari, namun justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pesan moral yang disampaikan adalah bagaimana kita sebagai anak Pramuka mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Rahmad.

Ia juga menyoroti reputasi Balikpapan sebagai “gudangnya prestasi” dalam dunia kepramukaan. Predikat tersebut, kata Rahmad, bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk mempertahankan dan meningkatkan pencapaian yang sudah diraih.

“Alhamdulillah, itu fakta. Tapi fakta ini juga menjadi beban. Kebanggaan kita diakui sebagai gudangnya prestasi Pramuka, tapi kita juga harus berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ke depan,” tegasnya.

Rahmad turut mencontohkan kontribusi nyata yang telah diberikan Pemerintah Kota Balikpapan bagi kemajuan gerakan Pramuka di daerah. Sebagai mantan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Balikpapan, kemudian menjabat Majelis Pembimbing Cabang (Mabica), hingga kini menjadi wali kota, ia mengaku konsisten mendukung kegiatan kepramukaan.

Salah satu bentuk dukungan itu adalah pemberian lahan seluas kurang lebih 25 hektare di Kilometer 13 Balikpapan, yang merupakan aset Pemerintah Kota, untuk dijadikan bumi perkemahan Kwarcab Pramuka Balikpapan.

“Kami ingin bumi perkemahan ini menjadi pusat pembinaan karakter generasi muda, tempat melatih kedisiplinan, kreativitas, dan semangat kebersamaan. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkas Rahmad.

Dengan dukungan fasilitas, komitmen pemerintah, dan semangat para pembina serta anggota, Rahmad optimistis Gerakan Pramuka Balikpapan akan terus berkontribusi nyata dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi tantangan zaman.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Balikpapan Muhaimin

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Gerakan Pramuka Kota Balikpapan mendapatkan kado istimewa pada peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun ini. Wali Kota Balikpapan selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang memberikan dukungan nyata berupa lahan seluas 25 hektare untuk pembangunan bumi perkemahan (Buper) Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Balikpapan.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan rasa syukur atas dukungan tersebut. Menurutnya, ini merupakan impian besar yang telah lama dinantikan oleh jajaran Kwarcab, mulai dari kepengurusan terdahulu hingga saat ini.

“Alhamdulillah, setelah berpuluh-puluh tahun, akhirnya kami mendapatkan kepercayaan dan dukungan luar biasa ini. Lahan yang diberikan cukup luas, mencapai 25 hektare, dan diharapkan menjadi penyemangat seluruh anggota Kwarcab beserta saka-saka untuk terus berkarya memajukan Pramuka di Balikpapan,” ujarnya.

Muhaimin menjelaskan, lokasi bumi perkemahan berada di Kilometer 13, tidak jauh dari pintu tol. Letaknya yang strategis diyakini mampu mendukung pengembangan kawasan Balikpapan Utara sekaligus memudahkan akses bagi peserta kegiatan Pramuka dari berbagai wilayah.

Ia menambahkan, Kwarcab telah membentuk tim sembilan yang bertugas menginisiasi perencanaan pembangunan Buper. Tim ini akan mengumpulkan informasi dan melakukan studi banding ke beberapa bumi perkemahan, baik di Kalimantan Timur seperti di Samarinda, maupun ke tingkat nasional seperti di Cibubur.

Tahapan selanjutnya, Kwarcab akan menyusun program dan mengajukan usulan kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, sebagai OPD pembina Pramuka. Usulan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota untuk dimasukkan dalam rencana pembangunan.

“Proses pengusulan akan dimulai tahun ini, dengan target pelaksanaan pembangunan fisik kemungkinan dimulai pada 2027. Sebab, anggaran tahun 2026 sudah ditetapkan,” terang Muhaimin.

Dengan adanya lahan ini, Kwarcab optimistis bumi perkemahan Balikpapan akan menjadi pusat pembinaan generasi muda yang lebih representatif, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kegiatan kepramukaan di kota minyak.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud dimomen peringatan Hari Pramuka ke 64 Tahun 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 di Kota Balikpapan berlangsung khidmat. Wali Kota Balikpapan menyampaikan pesan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso, yang menegaskan pentingnya peran Pramuka dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh peserta upacara untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan memperingati Hari Pramuka. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pihak yang terus mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di tanah air.

Dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”, peringatan tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat tekad dan komitmen Pramuka sebagai insan Pancasila yang siap menjadi garda terdepan menghadapi tantangan zaman.

“Tantangan yang kita hadapi semakin kompleks. Mulai dari arus digitalisasi global, disrupsi teknologi, hingga ancaman sosial seperti judi online, bullying, penyalahgunaan narkoba, tawuran pelajar, pornografi, dan masuknya budaya asing yang mengikis semangat gotong royong,” ucapnya.

Gerakan Pramuka, lanjutnya, harus hadir sebagai solusi strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan. Anggota Pramuka didorong aktif mengabdi kepada masyarakat, terutama saat terjadi bencana, dengan terlibat dalam tim search and rescue serta kegiatan penanggulangan bencana lainnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka untuk berperan dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional, sejalan dengan program pembangunan yang dicanangkan Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Selain itu, Pramuka diharapkan mendorong lahirnya wirausaha muda melalui pelatihan dan pendampingan kewirausahaan demi berkontribusi pada perekonomian bangsa. “Semua langkah ini adalah wujud kontribusi nyata Pramuka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Gerakan Pramuka. Ia berharap semangat pengabdian ini terus terjaga dan mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa.

“Selamat Hari Pramuka ke-64. Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesiaku,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur segera terwujud setelah melalui proses lelang yang direncanakan pada 2025. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa jika lelang dapat dilaksanakan tahun ini, pembangunan fisik bisa dimulai pada awal 2026.

“Prosesnya memang harus dilelang dulu. Kalau lelang bisa selesai tahun ini, Insyaallah 2026 kita langsung mulai. Lebih cepat tentu lebih baik,” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan ke-25, Rabu (13/8/2025).

Rahmad mengungkapkan, rencana pembangunan rumah sakit ini sebenarnya sudah masuk program sejak tahun lalu. Namun, realisasi sempat tertunda karena Pemkot lebih dulu menuntaskan proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kampung Baru, Balikpapan Barat, yang kini hampir rampung sepenuhnya.

“Tahun ini mudah-mudahan lelang bisa kita jalankan. Ini adalah janji kita sekaligus program prioritas bagi warga Balikpapan Timur,” tegasnya.

Pendanaan pembangunan menggunakan APBD melalui skema multiyears, dengan target penyelesaian bertahap selama tiga tahun. Skema ini dipilih untuk memastikan kelancaran proyek meski dana dalam satu tahun anggaran terbatas. Menurut Rahmad, seluruh proses administrasi, penganggaran, dan persiapan lahan sudah tuntas.

Tanah yang akan digunakan merupakan aset Pemkot, sehingga tidak memerlukan pembebasan. “Alhamdulillah tidak ada hambatan berarti. Saya berharap semua pihak mendukung agar pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya rumah sakit ini untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan di kawasan timur kota yang jumlah penduduknya terus bertambah. Lokasinya yang strategis dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN) juga menjadi faktor penting, mengingat kebutuhan layanan medis akan meningkat seiring pertumbuhan wilayah.

Dengan hadirnya rumah sakit tersebut, jarak tempuh warga menuju pusat kota dapat dipangkas, terutama untuk kasus darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Selain itu, fasilitas baru ini diharapkan dapat mengurangi beban rumah sakit di wilayah lain.

“Ini bukan sekadar janji politik, tapi kebutuhan riil masyarakat. Semoga semua tahapan berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.

Pemerintah optimistis proyek ini akan menjadi tonggak baru peningkatan pelayanan publik di Balikpapan, sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan kota di masa depan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Sekretaris Daerah kota Balikpapan Muhaimin

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak. Setelah dua tahun berturut-turut menyabet penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, target berikutnya adalah meraih predikat tertinggi, KLA Paripurna, pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga atas keberhasilan mempertahankan penghargaan kategori utama tersebut. Ia menekankan bahwa prestasi ini adalah buah dari kerja kolektif antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Selamat kepada seluruh warga Balikpapan atas capaian ini. Namun, sesuai arahan Pak Wali Kota, kita tidak boleh berhenti di sini. Target kita berikutnya adalah KLA Paripurna,” ujar Muhaimin, Senin, 11 Agustus 2025.

Upaya menuju predikat tertinggi ini dipimpin oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) sebagai sektor utama. Gugus tugas dan forum anak turut dilibatkan sebagai mitra strategis untuk mengawal berbagai program ramah anak.

Sejumlah langkah prioritas akan menjadi fokus, mulai dari menurunkan angka perundungan (bullying) dan kekerasan terhadap anak, memperluas pembangunan ruang bermain ramah anak di setiap kecamatan, hingga meningkatkan jumlah sekolah yang memenuhi standar ramah anak.

“Kita ingin memastikan setiap anak di Balikpapan tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot juga berencana menghidupkan kembali program Kawasan Sehat Tanpa Rokok (KSTR), yang menjadi salah satu indikator penilaian KLA. Walau peraturan daerah terkait KSTR sudah diterapkan, Muhaimin mengakui implementasinya masih perlu diperkuat.

“Banyak papan penanda KSTR yang sudah memudar atau diletakkan di lokasi yang kurang strategis. Kami minta agar penanda tersebut diperbarui dan dipasang di titik yang mudah terlihat,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep KSTR akan diintegrasikan dengan program sekolah ramah anak untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bersih dan mendukung kesehatan anak. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh mitra terkait, Muhaimin optimistis target KLA Paripurna pada 2026 bisa tercapai.

“Yang terpenting adalah komitmen bersama untuk terus menjaga dan meningkatkan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DP3AKB kota Balikpapan Heria Prisni

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan tekadnya untuk meningkatkan prestasi dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA) dengan membidik kategori tertinggi, Paripurna.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prisni, mengatakan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan mempertahankan predikat KLA kategori Utama selama dua tahun berturut-turut, termasuk pada 2025.

Menurut Heria, meraih predikat Paripurna bukanlah tugas mudah karena syarat yang ditetapkan sangat ketat. Beberapa indikatornya antara lain nihilnya kasus kekerasan terhadap anak, jaminan keamanan anak saat bepergian atau bersekolah tanpa pendamping, serta ketersediaan fasilitas publik yang lengkap dan ramah anak.

“Sarana kita memang belum seluruhnya terpenuhi, tapi kami berkomitmen untuk terus berbenah menuju Paripurna,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Salah satu fokus utama adalah pengembangan dan standarisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang sudah dibangun di sejumlah titik. Heria menyebut pihaknya baru saja melakukan koordinasi di Jakarta untuk memastikan RBRA di Balikpapan memenuhi standar nasional.

“Standarisasi ini penting agar fasilitas benar-benar aman serta mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Selain RBRA, DP3AKB juga menggalang sinergi lintas sektor. Program yang dijalankan mencakup penambahan sekolah ramah anak, perluasan kawasan sehat tanpa rokok (KSTR), penguatan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, dan peningkatan akses transportasi publik yang aman bagi anak.

Heria menegaskan, keberhasilan meraih KLA Paripurna memerlukan peran bersama seluruh elemen. Pemerintah, DPRD, masyarakat, hingga pelaku usaha harus berkolaborasi demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemenuhan hak anak.

“Ini kerja kolektif. Semua pihak harus terlibat aktif,” tegasnya. Dengan perencanaan yang matang, dukungan kebijakan, dan komitmen bersama, Heria optimistis target tersebut bisa tercapai. “Harapan kami, pada penilaian berikutnya, Balikpapan bisa naik kelas menjadi Kota Layak Anak Paripurna,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud sidak disalah satu distributor Yova Gunung malang

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan ketersediaan beras di kota ini masih dalam kondisi aman, meskipun beberapa waktu lalu sempat muncul kabar kelangkaan di pasaran. Menurutnya, stok di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 8.000 ton, belum termasuk pasokan dari sejumlah distributor lokal.

Rahmad mengakui memang terdapat keterbatasan pada beras premium, namun beras medium masih melimpah di pasar tradisional maupun gerai ritel. “Masyarakat tidak perlu panik. Ketersediaan beras kita cukup, terutama beras medium yang mudah dijumpai di berbagai titik penjualan,” ujarnya usai melakukan inspeksi mendadak bersama Dinas Perdagangan, Senin (11/8/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Rahmad menemukan salah satu distributor memiliki cadangan 70 ton beras premium, sementara di Toko Yova tersedia lebih dari 3 ton. Pasokan ini akan disalurkan secara bertahap agar distribusi merata dan kebutuhan warga tetap terpenuhi. Wali Kota juga mengingatkan agar pedagang tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Kalau ada yang melanggar, Satgas Pangan bersama aparat akan menindak tegas. Jangan mencari keuntungan berlebih di tengah situasi yang sensitif seperti ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, perilaku panic buying justru memperburuk kondisi. “Berapapun stoknya, kalau diborong sekaligus oleh banyak orang, pasti habis. Belanjalah sesuai kebutuhan,” pesan Rahmad. Sementara itu, pemilik UD Gunung Sari, Yudi Hartanto, mengungkapkan harga beras premium dari pemasok sudah mengalami kenaikan sejak awal Juni.

Saat ini, harga dari gudang pemasok berada di kisaran Rp14.900 per kilogram. Setelah ditambah ongkos distribusi, harga jual ke konsumen menjadi Rp15.600 per kilogram atau sekitar Rp395 ribu per sak isi 25 kilogram. Menurut Yudi, pasokan terakhir sebanyak 75 ton yang datang dari Ngoro, Jombang, pada Minggu lalu, biasanya cukup untuk 2–3 minggu.

Namun, kali ini stok tersebut dapat habis hanya dalam hitungan jam karena banyak warga membeli dalam jumlah besar sekaligus. Pemerintah Kota bersama distributor berkomitmen mengatur alur distribusi agar pasokan, baik beras premium maupun medium, tetap tersedia di seluruh pasar dan ritel.

“Insyaallah stok beras di Balikpapan akan aman terkendali,” pungkas Rahmad.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Pemkot Balikpapan Terapkan ASB untuk Tekan Selisih Anggaran Antar-OPD
  2. Pemkot dan DPRD Balikpapan Sepakati Perubahan KUA-PPAS dan Tetapkan Perda Pembangunan Industri
  3. Dispora Balikpapan Hadirkan Debat Pemuda di Festival Kopi, Cetak Generasi Visioner”
  4. Balikpapan Coffee Fest 2025, Rayakan Kreativitas Kopi dan UMKM Lokal
  5. Pemkot Balikpapan Percepat Penyerahan PSU demi Peningkatan Layanan Warga
  6. Tarkam HUT RI 2025: Balikpapan Suguhkan Semangat Lomba dan Kebersamaan
  7. Balikpapan Genjot Pembangunan Taman Bermain Anak, Target Rampung Lima Tahun
  8. Balikpapan On Fire! Berpacu Menuju Predikat Kota Sehat Nasional 2025
  9. Pemkot Balikpapan Dorong Pengawasan Internal sebagai Pilar Tata Kelola yang Akuntabel
  10. Lapas Balikpapan Perkuat Kolaborasi dengan Pemkot Demi Pembinaan Warga Binaan
  11. Balikpapan Dukung Penuh Program Makanan Bergizi Gratis, 40 Titik Dapur Umum Disiapkan
  12. Pengukuhan Duta Pancasila dan Paskibraka, Pemkot Balikpapan Siapkan Pemimpin Muda Berintegritas
  13. Pemkot Balikpapan Dukung Penuh Pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
  14. Kesbangpol Balikpapan Perketat Pengawasan Bendera Nonresmi Jelang HUT ke-80 RI
  15. SiJempol, Inovasi Jemput Bola DPMPTSP Balikpapan Permudah Legalitas UMKM
  16. RPJMD 2025–2029 Disepakati, Pemkot Balikpapan Tegaskan Komitmen Bangun Kota Global yang Nyaman dan Humanis
  17. Export Center Balikpapan Diresmikan, Peluang UMKM Tembus Pasar Dunia Makin Terbuka
  18. Dishub Balikpapan Genjot Penataan Parkir dan Lalu Lintas, Siapkan Langkah Strategis Atasi Keterbatasan SDM
  19. Pemkot Balikpapan Ajak Ribuan Pelajar Rayakan HAN 2025 Lewat Senam Ceria dan Edukasi Perlindungan Anak
  20. Balikpapan Semarakkan HAN 2025 Lewat Ragam Kegiatan Edukasi Anak