Kepala DPMPTSP Balikpapan Hasbullah Helmi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 23 September 2025 – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjaga iklim investasi yang kondusif. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengungkapkan bahwa tren investasi selama dua tahun terakhir terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Menurut Helmi, meski sektor migas masih mendominasi kontribusi investasi, kini mulai terlihat pergeseran minat ke sektor-sektor lain. “Selama dua tahun terakhir, investasi terbesar kita memang masih berasal dari migas. Namun ke depan, kami berharap tren ini bisa bergeser ke sektor produktif lain, seperti UMKM, jasa, industri, maupun perdagangan.

Saat ini sektor-sektor tersebut juga mulai menunjukkan peningkatan yang cukup baik,” jelasnya.

Tahun 2025, Pemkot Balikpapan menargetkan realisasi investasi sebesar Rp22 triliun. Hingga semester pertama tahun ini, capaian sudah menembus lebih dari Rp9 triliun. Helmi menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa target akhir tahun bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

“Target tahun ini Rp22 triliun, dan semester pertama kita sudah mencapai lebih dari Rp9 triliun. Kami optimis target ini bisa tercapai,” tegasnya.

Optimisme itu, lanjut Helmi, diperkuat dengan semakin terbukanya peluang investasi di berbagai bidang. Keberadaan Balikpapan sebagai kota jasa, pusat perdagangan, sekaligus pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor. Infrastruktur yang terus berkembang juga ikut mendorong keyakinan bahwa kota ini siap menerima arus investasi lebih besar.

Pemkot Balikpapan pun berupaya memastikan peralihan dominasi investasi dari migas menuju sektor-sektor lain dapat berjalan lancar. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya investor yang melirik UMKM, sektor jasa, hingga industri kreatif, Helmi berharap roda perekonomian kota tidak hanya bertumpu pada energi fosil.

“Jika struktur investasi lebih merata, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi akan lebih stabil, peluang usaha semakin terbuka, dan lapangan kerja baru tercipta,” tandasnya.

Dengan tren positif tersebut, Pemkot Balikpapan optimis mampu menciptakan iklim investasi yang seimbang antara migas dan sektor produktif lainnya, sekaligus memperkuat peran Balikpapan sebagai kota penyangga utama IKN.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata.

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan pengembangan layanan wisata 24 jam, menyesuaikan dengan semakin beragamnya fasilitas serta atraksi yang tersedia di kota ini.

Menurut Ratih, ketersediaan wisma, villa, hingga munculnya tren berkemah modern atau glamping, membuat aktivitas wisata di Balikpapan berlangsung tidak hanya siang, tetapi juga malam hari. Kondisi ini mendorong Disparpora untuk memperkuat berbagai aspek pendukung.

“Dengan aktivitas yang berjalan 24 jam, tentu keamanan dan kebersihan harus menjadi perhatian utama. Maka, petugas keamanan dan tim kebersihan perlu ditambah agar semua tetap terjaga. Langkah ini sekaligus mampu mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat semakin tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ratih menjelaskan bahwa capaian jumlah kunjungan wisatawan tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga bulan Juli, angka kunjungan sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Capaian tersebut menjadi bukti tingginya minat wisatawan terhadap destinasi unggulan di Balikpapan. Sementara itu, menyambut libur panjang Natal dan akhir tahun, Disparpora telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

Ratih menuturkan, langkah pengamanan dilakukan dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) serta melibatkan lintas sektor terkait. “Kami sudah melakukan pemetaan, termasuk penentuan lokasi pos-pos terpadu. Evaluasi dari tahun sebelumnya juga menjadi bahan perbaikan, misalnya terkait keterlambatan pelayanan yang pernah terjadi,” jelasnya.

Salah satu upaya perbaikan ialah menambah jumlah petugas di loket agar antrean panjang bisa diminimalkan. Petugas juga akan menerapkan sistem jemput bola, yakni langsung melayani wisatawan di titik tertentu sehingga proses masuk lebih cepat.

Selain itu, untuk menghindari kepadatan lalu lintas, sistem buka-tutup jalur akan diberlakukan. “Saat pengunjung penuh, jalur masuk akan ditutup sementara. Kami juga menerapkan sistem satu jalur, di mana pintu masuk dan pintu keluar dipisahkan sehingga arus kendaraan lebih tertib,” tambah Ratih.

Dengan berbagai langkah tersebut, Disparpora Balikpapan optimis mampu memberikan pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kota Minyak.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa retribusi sampah yang dibebankan kepada masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan kota.

Menurutnya, masyarakat memiliki kewajiban untuk mengelola sampah yang dihasilkan, sementara pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan pengangkutan hingga pemrosesan akhir.

“Setiap rumah tangga maupun perkantoran wajib bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Sampah itu tidak mungkin ditangani sendiri, karena pada akhirnya akan dibuang ke TPS. Dari situlah pemerintah melayani, mulai dari pengangkutan hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelas Sudirman.

Ia menambahkan, besaran retribusi yang dikenakan berbeda-beda sesuai dengan jenis sumber sampah, mulai dari rumah tangga, perkantoran hingga pertokoan. Ketentuan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku sejak 2017.

“Sudah lama kita berlakukan retribusi ini, sejak 2017 atau 2018. Jadi bukan hal baru. Semua sudah ada dasar hukumnya dalam perda,” tegasnya.

Dari penerapan retribusi tersebut, DLH Balikpapan mencatat pendapatan sekitar Rp17 hingga Rp18 miliar setiap tahun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah di kota minyak.

Lebih lanjut, Sudirman juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Untuk mencegah pelanggaran, pihaknya turut melakukan penertiban hingga ke jalur yustisi bagi pelanggar aturan.

“Kalau ada yang membuang sampah sembarangan, tentu ada langkah penertiban bahkan bisa sampai ranah yustisi,” ujarnya.

Dengan mekanisme ini, DLH Balikpapan berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa retribusi bukanlah beban, melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kota.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pariwisata pemuda dan Olahraga

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Balikpapan untuk mempercepat penerapan sistem pembayaran digital di seluruh destinasi wisata. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan monitoring yang digelar di Pantai Manggar Segara Sari pada Selasa (23/9/2025).

Kepala Disparpora Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BI yang secara konsisten mendorong percepatan digitalisasi di sektor pariwisata. Menurutnya, penggunaan transaksi non-tunai tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan.

“Sudah ada beberapa destinasi yang menerapkan sistem pembayaran digital, dan itu harus dipertahankan sekaligus diperluas ke destinasi lain. Transaksi non-tunai membuat layanan lebih cepat, efisien, serta mengurangi risiko kesalahan,” kata Ratih.

Ia menjelaskan, saat ini Balikpapan memiliki sekitar 80 destinasi wisata, baik yang dikelola pemerintah, swasta, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), maupun masyarakat. Penerapan sistem pembayaran berbasis digital di seluruh destinasi dinilai akan mendongkrak kualitas layanan sekaligus memperluas jangkauan promosi.

“Sekarang promosi wisata dilakukan serba digital. Dengan satu barcode, wisatawan bisa mengetahui detail destinasi mulai dari tarif masuk, fasilitas, hingga jarak tempuh. Hal ini akan mempermudah promosi dan menarik lebih banyak pengunjung,” jelas Ratih.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Wahyu Setyoko, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi. Menurutnya, sistem pembayaran elektronik, khususnya QRIS, menawarkan banyak keuntungan bagi pengelola maupun masyarakat.

“Dengan digitalisasi, potensi kebocoran bisa ditekan, transaksi lebih aman, transparan, dan praktis. Sekarang orang lebih sering membawa telepon genggam dibanding dompet. Karena itu, penggunaan QRIS akan semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, data dari transaksi digital sangat bermanfaat dalam menganalisis pergerakan ekonomi daerah. Selama ini, struktur ekonomi Balikpapan masih bergantung pada sektor pertambangan dan perkebunan. Kehadiran digitalisasi di sektor pariwisata diharapkan mampu menciptakan penopang ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

“Dengan pariwisata yang terdigitalisasi, Balikpapan bisa memiliki sektor unggulan lain. Dampaknya bukan hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat yang terlibat di sektor wisata,” jelasnya.

Melalui sinergi antara Disparpora dan BI, pemerintah menargetkan seluruh destinasi wisata di Balikpapan dapat menerapkan pembayaran digital secara menyeluruh. Kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya pengelolaan sampah sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Rabu, (23/9/2025) Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa target pengurangan sampah nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terbaru ditingkatkan menjadi 50 persen, dari sebelumnya hanya 30 persen.

“Target pengurangan sampah sebesar 50 persen itu berasal langsung dari sumbernya, terutama rumah tangga. Karena itu, kami mendorong pembentukan bank sampah unit di setiap kelurahan, dengan minimal enam bank sampah di tiap wilayah,” jelas Sudirman.

Selain memperbanyak bank sampah, Pemkot Balikpapan juga mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah. Saat ini, satu TPST telah beroperasi di kawasan Kota Hijau dengan pembangunan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pengelolaan oleh DLH.

“Rencananya, setiap kecamatan di Balikpapan akan memiliki satu TPST. Tahun ini, pembangunan dilakukan di Kilometer 12 dan Graha Indah. Tahun depan akan dilanjutkan di Telaga Sari. Secara bertahap, semua kecamatan akan memiliki TPST,” kata Sudirman.

Ia menambahkan, keberadaan TPST diharapkan mampu memaksimalkan pengolahan sampah sehingga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanyalah residu atau sisa yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi. “Dengan begitu, volume sampah yang ditimbun di TPA dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Sudirman juga menyinggung tentang penerapan retribusi sampah yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah di Balikpapan. Menurutnya, retribusi tersebut penting untuk mendukung operasional pengolahan sampah agar lebih berkelanjutan.

Melalui program ini, DLH berharap masyarakat semakin terlibat aktif dalam memilah sampah dari rumah, memanfaatkan bank sampah, dan mendukung pengoperasian TPST. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, target pengurangan sampah 50 persen di Kota Balikpapan diyakini bisa tercapai.

(ADV/diskominfo Balikpapan)

Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Gelar Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 berlangsung khidmat di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Rabu (17/9). Sejak pagi, ratusan pegawai Dishub hadir mengikuti upacara yang dipimpin langsung Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman.

Dalam amanatnya, Fadli menegaskan bahwa peringatan Harhubnas bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momen refleksi dan penguatan tekad seluruh insan transportasi. Ia menyampaikan penghargaan kepada para petugas yang telah bekerja tanpa mengenal lelah demi menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Harhubnas harus dimaknai sebagai momentum kebersamaan. Kita ingin memastikan transportasi di negeri ini hadir bukan hanya sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai urat nadi pembangunan yang menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keamanan publik,” ujarnya.

Tahun ini, Harhubnas mengusung tema “Bakti Transportasi untuk Negeri”. Menurut Fadli, tema tersebut menegaskan bahwa transportasi tidak sebatas infrastruktur fisik, melainkan juga ikatan yang menyatukan bangsa dari Sabang hingga Merauke, termasuk wilayah perbatasan.

Ia menekankan bahwa transportasi yang terhubung dan terintegrasi akan menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. “Ketersediaan akses transportasi yang baik mampu memperkuat distribusi pangan, menjamin pasokan energi, membuka peluang pendidikan, dan memperluas lapangan kerja. Semua ini menjadi fondasi penting untuk pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, Fadli menyinggung tantangan yang dihadapi sektor transportasi di tengah ketidakpastian global. Ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran, transparansi dalam pelayanan publik, serta perlindungan hak para pekerja transportasi. “Masyarakat menuntut layanan transportasi yang adil dan merata. Biaya logistik harus bisa ditekan, sementara pengemudi, operator, hingga pekerja transportasi juga perlu mendapatkan perlindungan yang layak. Inilah bukti bahwa transportasi benar-benar hadir untuk rakyat,” tegasnya.

Fadli turut mendorong penerapan inovasi dalam pembangunan sektor ini, mulai dari pemanfaatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) hingga pengembangan konsep smart mobility berbasis teknologi digital. Ia menekankan pentingnya transportasi ramah lingkungan yang dapat menjangkau hingga ke pelosok daerah.

Mengakhiri amanatnya, Fadli mengajak seluruh pihak menjaga fasilitas transportasi yang sudah ada. “Hari Perhubungan Nasional adalah milik kita semua. Mari kita rawat bersama dan wujudkan layanan transportasi yang berkeadilan, efisien, dan berkelanjutan demi Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan bergerak cepat setelah muncul laporan masyarakat mengenai dugaan truk bermuatan batu bara yang melintas di Jalan Projakal, Kariangau, Balikpapan Utara.

Kabar tersebut sempat menimbulkan keresahan karena jalur tersebut merupakan salah satu titik sibuk yang setiap hari dilalui warga. Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, menjelaskan pihaknya segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Dishub juga berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut. Dari hasil penelusuran, diketahui ada dua perusahaan yang berkegiatan, yakni Intipratama Group serta CV Mangkuraja Coal Mining and Trading. “Kami sudah meminta klarifikasi kepada pemilik hauling. Mereka menegaskan bahwa sesuai SOP, pengangkutan batu bara tidak menggunakan jalan umum. Distribusi tetap memanfaatkan jalur laut, dengan mekanisme bongkar muat di titik tertentu sebelum kembali dikirim melalui kapal,” ungkap Fadli, Rabu (17/9/2025).

Sebagai langkah pengawasan, Dishub menurunkan Tim Pengendalian Operasional (Dalops) untuk memantau situasi di lapangan selama sepekan penuh. Dari hasil pengawasan tersebut, tidak ditemukan aktivitas truk batu bara yang melintas di Jalan Projakal seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

“Selama pemantauan berlangsung, tidak ada aktivitas truk batu bara di jalur umum. Prinsipnya, Dishub tidak pernah membenarkan hal itu. Semua perusahaan tambang wajib memiliki jalur khusus. Dan di Kariangau memang tidak ada jalur khusus. Jadi kalau ada truk tambang melintas, itu jelas pelanggaran aturan,” tegasnya.

Fadli menambahkan, keberadaan jalur khusus angkutan batu bara adalah keharusan untuk mencegah konflik dengan pengguna jalan umum. Selain bisa mempercepat kerusakan jalan, truk berkapasitas besar juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas apabila dipaksakan masuk ke jalur perkotaan.

Dishub pun menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan serta memberi sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran. Masyarakat juga didorong aktif melapor apabila menemukan aktivitas angkutan batu bara yang mencurigakan di jalan umum. “Kami tetap fokus menjaga keselamatan pengguna jalan. Kalau masyarakat melihat ada truk batu bara melintas di jalur umum, segera laporkan, dan kami pastikan akan menindaklanjutinya,” pungkas Fadli.

Dengan langkah ini, Dishub Balikpapan berharap masyarakat tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah konsisten menegakkan aturan, sekaligus memastikan aktivitas tambang tidak mengganggu mobilitas harian warga.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com BALIKPAPAN – Upaya pembenahan sistem transportasi di Kota Balikpapan memasuki babak baru. Dinas Perhubungan (Dishub) setempat tengah merampungkan dokumen rencana induk jaringan lalu lintas dan angkutan kota yang ditargetkan mulai diterapkan paling lambat awal 2026.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, menyebut rencana induk tersebut sebagai tonggak penting dalam pengelolaan transportasi perkotaan. “Dokumen ini akan menjadi acuan dalam penataan jalur transportasi, sehingga semua moda dapat berjalan lebih tertib, aman, dan saling terintegrasi,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).

Fadli menuturkan, saat ini moda transportasi di Balikpapan terbagi menjadi empat kelompok utama, yakni kendaraan pribadi, layanan transportasi berbasis aplikasi, angkutan umum massal seperti bus, serta angkutan kota (angkot). Dari keempat moda tersebut, angkot dinilai mengalami penurunan peminat akibat keterbatasan fasilitas dan pola layanan yang belum berkembang.

Untuk mengembalikan fungsi angkot, Dishub merancang skema feeder system. Warga dapat menggunakan angkot dari kawasan permukiman menuju halte terdekat, lalu berganti ke armada Balikpapan City Trans (Bacitra). “Sistem pembayaran akan dibuat lebih praktis dengan konsep sekali bayar dan non-tunai,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Dishub menyiapkan pembangunan Traffic Management Center (TMC) yang terintegrasi dengan teknologi digital. Melalui pusat kendali tersebut, pengguna jalan bisa memantau kondisi lalu lintas secara real time, mulai dari jalur lancar hingga titik rawan kemacetan. Meski begitu, tantangan teknis masih dihadapi, terutama keterbatasan kapasitas internet.

Selama ini TMC hanya didukung bandwidth 50 Mbps. “Tahun ini, berkat dukungan wali kota dan DPRD, kapasitasnya ditingkatkan menjadi 200 Mbps. Harapannya, digitalisasi transportasi bisa lebih optimal,” tutur Fadli. Tak hanya itu, Dishub juga menyiapkan pengadaan perangkat lunak terbaru, sistem pengelolaan data, serta penambahan kamera CCTV melalui APBD Perubahan 2025.

Fadli menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi juga transformasi menuju layanan transportasi yang lebih nyaman. “Kami ingin warga Balikpapan bisa memilih moda transportasi, menentukan jalur, hingga memastikan ketepatan waktu perjalanan harian dengan mudah. Semuanya berbasis teknologi dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

   
Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud tinjau proyek infrastruktur di kawasan pesisir 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir. Salah satu proyek yang menjadi perhatian utama adalah jembatan beton sepanjang 100 meter yang menghubungkan Kelurahan Margasari di kawasan Telagamas Jalan 21 Januari dengan Kelurahan Baru Tengah. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turun langsung meninjau pengerjaan proyek tersebut pada Senin (15/9).

Jembatan ini dikerjakan oleh kontraktor PT Azka Jaya Konstruksi dengan anggaran Rp21 miliar. Proses pembangunannya direncanakan berlangsung selama 240 hari dan ditargetkan selesai menjelang akhir tahun 2025. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat sekaligus mendorong perkembangan sektor ekonomi pesisir.

Dalam kunjungannya, Rahmad menegaskan bahwa jembatan bukan hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga akan menjadi pendorong tumbuhnya kawasan kuliner dan wisata bahari di Kampung Baru. “Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Fasilitas ini sepenuhnya untuk kepentingan warga, sehingga harus dijaga bersama,” ujarnya.

Meski progres pembangunan berjalan positif, Rahmad menyoroti adanya perilaku warga yang dinilai kurang mendukung. Ia menemukan sebagian masyarakat masih memarkir kendaraan di area jembatan yang sedang dikerjakan.

“Hal ini jelas menghambat pekerjaan. Saya harap ke depan warga lebih disiplin. Jangan sampai proyek dengan biaya besar terhambat karena kebiasaan kecil yang merugikan semua pihak,” tegasnya.

Rahmad juga menekankan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka keterisolasian kawasan pesisir. Menurutnya, infrastruktur tersebut akan mempermudah mobilitas, mempercepat distribusi hasil tangkapan nelayan, hingga menciptakan peluang usaha baru di sektor UMKM. “Pembangunan ini adalah investasi jangka panjang. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif dalam menjaga hasil pembangunan. Rahmad menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran dari warga. “Apa yang kita bangun hari ini akan dinikmati anak cucu kita. Karena itu, mari kita rawat bersama,” tutupnya.

Dengan adanya jembatan baru ini, Pemkot Balikpapan optimistis konektivitas wilayah pesisir semakin kuat, perekonomian lokal meningkat, dan potensi wisata kota minyak semakin berkembang.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bukan hanya sekadar perhitungan angka, melainkan sebuah amanah rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mewakili Wali Kota Rahmad Mas’ud dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan ke-1 Masa Sidang I Tahun 2025/2026, Jumat (12/9/2025), di Gedung Parkir Klandasan. Dalam sidang tersebut, Bagus membacakan Nota Penjelasan Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia menekankan bahwa setiap rupiah dalam anggaran adalah titipan masyarakat. “APBD bukan hanya laporan angka-angka, tetapi komitmen kita untuk menyalurkan amanah rakyat demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Penyusunan APBD 2026 mengusung tema pembangunan “Pemantapan seluruh sektor pembangunan untuk menuju masyarakat sejahtera, mandiri, dan modern.” Tema ini diselaraskan dengan arah pembangunan nasional, provinsi, serta peran Balikpapan sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Bagus memaparkan, pendapatan daerah tahun 2026 ditargetkan Rp3,83 triliun.

Sumbernya antara lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,58 triliun, pendapatan transfer Rp2,25 triliun, serta pendapatan lain yang sah Rp4,5 miliar.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp4,28 triliun. Belanja tersebut difokuskan pada berbagai sektor prioritas, seperti peningkatan layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Selain itu, pemerintah juga menitikberatkan pembangunan infrastruktur perkotaan, termasuk pengendalian banjir, penyediaan air bersih, serta transportasi publik.

Dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif juga menjadi perhatian penting. Tak hanya itu, program ketahanan pangan melalui pembangunan pasar dan stabilisasi harga kebutuhan pokok turut masuk dalam prioritas.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Meski demikian, Bagus mengakui APBD 2026 masih menghadapi keterbatasan, antara lain tingginya porsi belanja rutin dan ketergantungan pada transfer pusat.

Namun, defisit sebesar Rp450 miliar akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025. Dengan sinergi pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, Bagus optimistis tantangan tersebut dapat diatasi.

“Berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak, Balikpapan akan terus menjadi kota yang aman, nyaman, serta siap mendukung pembangunan IKN,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)

  1. Pemkot Balikpapan Siapkan Rekrutmen Guru Besar-Besaran Hadapi Kekurangan Tenaga Pendidik 2026
  2. Dinkes Balikpapan Intensifkan Vaksinasi, Kasus Campak Terkendali Meski Tetap Berstatus KLB
  3. Program Makan Bergizi Gratis Resmi Menggeliat di Balikpapan
  4. DKP3 Berikan Program Penyuluhan dan Bantuan Bibit Tanaman Untuk Warga Graha Indah
  5. Pemkot Balikpapan Perluas 25 Titik Layanan HIV, Dorong Akses Mudah dan Bebas Stigma
  6. Wali Kota Rahmad Mas’ud Temui Massa Aksi, Tegaskan Komitmen untuk Balikpapan
  7. Pemkot Sediakan Posko dan Layanan Keliling Terkait NJOP 2025
  8. Pemkot Balikpapan Tunda Penyesuaian NJOP PBB-P2, Pastikan Tak Bebani Warga
  9. BPPDRD Balikpapan Klarifikasi Isu Kenaikan PBB 3000 Persen
  10. Pemkot Balikpapan Hadirkan Layanan Aduan Dan Potongan Pajak Untuk Ringankan Beban Warga
  11. Balikpapan Peringati HUT RI ke 80, Rahmad Mas'ud Soroti Pentingnya Nasionalisme dan Persatuan
  12. Gladi Bersih Sukses, Balikpapan Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan
  13. Paskibraka Balikpapan Siap Jalankan Tugas Sakral di HUT ke-80 RI
  14. Wali Kota Rahmad Mas’ud Tekankan Peran Pramuka dalam Menjaga Nasionalisme di Era Globalisasi
  15. Pramuka Balikpapan Dapat Dukungan Lahan 25 Hektare untuk Bumi Perkemahan
  16. Wali Kota Balikpapan Ajak Pramuka Jadi Garda Terdepan Bangun Ketahanan Bangsa
  17. RS Balikpapan Timur Siap Dibangun 2026, Pemkot Pastikan Semua Tahapan Aman
  18. Balikpapan Bidik Predikat Tertinggi Kota Layak Anak, Siapkan Strategi Menuju 2026
  19. Demi Anak Balikpapan, Pemkot Pacu Raih Predikat KLA
  20. Tepis Isu Kelangkaan, Walikota Pastikan Pasokan Beras di Balikpapan Terkendali