Upacara hari lahir Pancasila dihalaman Balai kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (1/6/2026).

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa Indonesia.

Hadir dalam upacara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, perwakilan DPRD Kota Balikpapan, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur. Dalam kesempatan itu, Rahmad Mas’ud membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Menurutnya, Pancasila harus terus hidup dalam tindakan dan perilaku sehari-hari seluruh masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki bangsa Indonesia. “Hari Lahir Pancasila menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi bersama, memastikan nilai-nilai Pancasila tetap tertanam kuat dalam jiwa setiap warga negara,” ujar Rahmad saat membacakan sambutan.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai sangat relevan dengan kondisi global yang masih diwarnai berbagai tantangan dan ketidakpastian.

Dalam situasi tersebut, Pancasila telah terbukti menjadi pedoman yang mampu menjaga keutuhan bangsa sekaligus memperkuat semangat toleransi di tengah kemajemukan Indonesia. Rahmad juga menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi.

Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan maupun langkah pembangunan yang dijalankan pemerintah. Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar memastikan setiap kebijakan publik berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir amanatnya, Rahmad memberikan pesan khusus kepada generasi muda Balikpapan agar terus menjadi agen perubahan yang mampu menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjadi garda terdepan dalam merawat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, khususnya pada malam hingga dini hari.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus kriminalitas jalanan yang sempat menjadi perhatian dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Pemkot telah melakukan koordinasi intensif bersama aparat kepolisian guna memperkuat pengamanan dan patroli rutin di sejumlah kawasan yang dinilai rawan tindak kejahatan, Jumat (29/5/2026)

Menurut Rahmad, beberapa kasus memang sempat terjadi di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Namun demikian, ia meminta masyarakat tidak terpancing oleh informasi yang berlebihan hingga memunculkan rasa takut berkepanjangan. Ia menegaskan kondisi keamanan kota secara umum masih aman dan terkendali.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di beberapa titik rawan. Jadi masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada,” ujarnya

Rahmad menjelaskan, tindak kriminal di jalanan umumnya muncul karena adanya kesempatan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika bepergian pada malam hari, terutama di lokasi yang sepi dan minim aktivitas warga meskipun kondisi penerangan jalan sudah cukup baik.

Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian pemerintah adalah kawasan Jalan Mukmin Faisal. Kawasan tersebut disebut memiliki fasilitas penerangan yang memadai, namun tetap membutuhkan kewaspadaan dari pengguna jalan, terutama saat malam hari ketika kondisi lalu lintas mulai lengang.

Ia mengimbau warga agar tidak bepergian seorang diri pada jam-jam rawan. Jika memang memiliki keperluan mendesak di malam hari, masyarakat disarankan bepergian bersama teman atau keluarga demi meningkatkan keamanan selama perjalanan.

“Kalau memang harus keluar malam, sebaiknya tidak sendiri. Minimal bersama teman atau keluarga supaya lebih aman,” katanya.

Selain meningkatkan patroli keamanan, Pemerintah Kota Balikpapan juga mulai memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi. Tahun ini, Pemkot berencana menambah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan strategis di Kota Balikpapan.

Keberadaan CCTV diharapkan mampu membantu aparat dalam memantau kondisi lapangan secara langsung sekaligus mempermudah proses identifikasi apabila terjadi tindak kriminalitas di jalan raya.

“Mudah-mudahan tahun ini pemasangan CCTV di beberapa titik bisa terealisasi sehingga pengawasan keamanan menjadi lebih maksimal,” tutur Rahmad.

Pemerintah juga menilai keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian maupun pemerintah daerah semata. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif.

Karena itu, warga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar maupun di jalan raya agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum menimbulkan gangguan keamanan yang lebih besar.

Rahmad menambahkan, penguatan patroli malam dan pengawasan di titik rawan akan terus dilakukan dalam beberapa waktu ke depan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas di Kota Balikpapan.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir berlebihan, sekaligus mempersempit peluang terjadinya tindak kejahatan di ruang publik.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud upacara Harkitnas dihalaman Balai kota Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Semangat kebangkitan nasional kembali digaungkan Pemerintah Kota Balikpapan melalui upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang digelar di halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, dan diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga sejumlah tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Rahmad Mas’ud membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik dan teritorial, melainkan juga kesiapan menghadapi perkembangan teknologi informasi serta transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, bangsa Indonesia kini dihadapkan pada tantangan baru di era digital, sehingga masyarakat dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan. “Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedalaman teritorial menuju kedalaman informasi dan transformasi digital,” ujar Rahmad saat membacakan amanat tersebut.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut dinilai menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melindungi generasi muda sebagai aset utama bangsa di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi global.

Rahmad juga menyampaikan sejumlah program prioritas nasional yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut di antaranya makan bergizi gratis di sekolah, pembangunan sekolah rakyat dan sekolah Garuda, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penguatan koperasi merah putih di tingkat desa dan kelurahan.

Ia menjelaskan, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan dasar, mulai dari pupuk, modal usaha, distribusi hasil panen, hingga bahan pokok dan layanan kesehatan yang terjangkau.

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak. Kebijakan tersebut membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026. “Melalui kebijakan ini, kita memastikan anak-anak mendapatkan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,” kata Rahmad.

Menutup amanatnya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Balikpapan menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta bijak memanfaatkan teknologi demi mewujudkan Kota Balikpapan yang harmonis dan berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai merealisasikan pembangunan dua unit videotron baru yang diproyeksikan tidak hanya sebagai media penyebaran informasi publik, tetapi juga menjadi potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi kota.

Pembangunan fasilitas digital tersebut kini mulai berjalan dan ditargetkan mampu mendukung konsep kota cerdas atau smart city yang terus dikembangkan di Balikpapan. Selain memperkuat layanan informasi kepada masyarakat, keberadaan videotron juga diharapkan membuka peluang ekonomi melalui sektor periklanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan proyek pembangunan videotron itu merupakan bagian dari usulan anggaran tahun 2025 yang mulai direalisasikan pada 2026. Saat ini progres pengerjaan disebut telah mencapai sekitar 50 persen. “Pekerjaannya sudah berjalan kurang lebih 50 persen. Ada dua videotron yang akan dipasang, satu di aula Dinas Perhubungan dan satu lagi berada di kawasan parkir Klandasan,” ujar Fadli, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, videotron yang dipasang di kawasan parkir Klandasan akan berkonsep outdoor dan dipersiapkan menjadi salah satu media informasi strategis di ruang publik. Bahkan, Dishub berencana kembali mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan agar ukuran layar videotron tersebut dapat diperbesar sehingga memiliki nilai komersial yang lebih tinggi.

Menurut Fadli, pemanfaatan videotron nantinya tidak hanya difokuskan untuk penyampaian informasi lalu lintas maupun layanan pemerintah daerah, tetapi juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai sarana promosi dan pemasangan iklan. “Kami berharap keberadaan videotron ini memberikan efek multiplier bagi masyarakat dan dapat menjadi salah satu sumber PAD baru untuk Kota Balikpapan,” katanya.

Dinas Perhubungan Kita Balikpapan juga telah menyiapkan konsep pembagian konten dalam pengoperasian videotron tersebut. Sekitar 20 persen ruang tayang akan digunakan untuk informasi pemerintah kota, sedangkan sisanya akan dibuka untuk kebutuhan komersial.

“Muatan informasi pemerintah sekitar 20 persen, sementara 80 persen lainnya dapat dimanfaatkan untuk iklan maupun promosi usaha,” jelasnya.

Fadli menilai konsep tersebut dapat membantu menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Balikpapan sebagai kota berbasis teknologi informasi. Dengan pemanfaatan media digital di ruang publik, pemerintah berharap penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan modern. Meski pembangunan dilakukan oleh Dishub, pengelolaan videotron nantinya tetap berada di bawah koordinasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan sebagai leading sector publikasi dan penyebaran informasi pemerintah.

“Pengelolaan secara menyeluruh nantinya tetap oleh Diskominfo. Kami berharap Kominfo menjadi leading sector dalam pengelolaan publikasi dan informasi melalui videotron,” ucapnya.

Saat ini Dishub Balikpapan diketahui telah memiliki beberapa videotron yang berada di lokasi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Manggar serta kantor Dishub Balikpapan. Penambahan dua unit baru pada tahun ini diharapkan semakin mendukung aktivitas pelayanan publik maupun kegiatan masyarakat.

Selain digunakan untuk kepentingan internal, videotron di aula Dishub juga diproyeksikan menunjang berbagai kegiatan umum, termasuk aktivitas mahasiswa dan komunitas yang kerap memanfaatkan fasilitas aula tersebut.

“Aula Dishub juga sering dipakai masyarakat umum dan mahasiswa. Karena itu, videotron di lokasi tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan publik,” tutup Fadli.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memberikan penghargaan sekaligus santunan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026.

Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (18/5/2026), sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para pegawai selama bertugas di lingkungan pemerintahan. Penyerahan santunan dilakukan bersamaan dengan pemberian surat keputusan pensiun serta tabungan hari tua yang bekerja sama dengan PT Taspen.

Setiap ASN yang memasuki masa purna tugas menerima santunan sebesar Rp7,5 juta dari Pemerintah Kota Balikpapan di luar hak tabungan hari tua yang diberikan Taspen. Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan masa pensiun bukan akhir dari kontribusi seseorang terhadap masyarakat.

Menurutnya, pengalaman dan pemikiran para ASN yang telah lama mengabdi masih sangat dibutuhkan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Ia menegaskan, purna tugas seharusnya dimaknai sebagai fase baru untuk tetap aktif berkarya dan memberikan manfaat bagi sekitar.

Bahkan, kontribusi tersebut dinilai tetap penting untuk mendukung pembangunan Kota Balikpapan ke depan.

“Pensiun bukan berarti berhenti berkarya ataupun berhenti mengabdi. Pengalaman yang dimiliki bapak dan ibu tentu masih bisa disalurkan, minimal di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.Bahkan lebih baik lagi jika tetap ikut memberikan pemikiran bagi kemajuan Kota Balikpapan,” ujar Bagus Susetyo dalam sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Balikpapan juga menyerahkan penghargaan kepada 14 ASN yang resmi memasuki masa purna tugas mulai Juni 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas loyalitas serta dedikasi selama menjalankan tugas sebagai abdi negara. Bagus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang telah mengabdikan diri demi pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Ia berharap para ASN yang pensiun tetap menjaga semangat pengabdian serta menjadi teladan di tengah masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas dedikasi dan pengabdian bapak ibu selama ini,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat sistem pengawasan lalu lintas berbasis digital dengan menambah ratusan kamera pintar atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai titik strategis kota.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas sekaligus mendukung penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa sebanyak 167 kamera AI telah dipasang secara bertahap sejak perubahan anggaran tahun 2025 dan dilanjutkan pengembangannya pada 2026.

Menurut Fadli, pemasangan perangkat pengawasan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem Balikpapan Connectivity atau BI-Connect yang terhubung langsung dengan command center Dishub Kota Balikpapan. “Total ada sekitar 167 kamera baru yang dipasang bertahap pada tahun ini,” kata Fadli, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, lokasi pemasangan difokuskan di sejumlah kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi dan area perbatasan kota. Wilayah seperti Manggar, Balikpapan Utara, Balikpapan Kota hingga Balikpapan Selatan menjadi prioritas pengawasan karena aktivitas kendaraan yang cukup padat.

Namun demikian, seluruh kecamatan di Balikpapan tetap mendapatkan fasilitas serupa guna mendukung pemerataan sistem pemantauan lalu lintas. Berbeda dengan kamera pengawas biasa, teknologi AI yang digunakan memiliki kemampuan lebih modern.

Sistem mampu mengenali pelat nomor kendaraan secara otomatis, mendeteksi pelanggaran lalu lintas, hingga memantau batas kecepatan kendaraan secara real time.

“Teknologi AI ini dapat membaca nomor kendaraan, mendeteksi pelanggaran, bahkan mengidentifikasi kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan,” jelasnya.

Selain dimanfaatkan untuk pengaturan lalu lintas dan mendukung penerapan ETLE, kamera tersebut juga berfungsi membantu aparat kepolisian dalam proses penyelidikan tindak kriminal di wilayah Balikpapan. Fadli menyebut, sistem BI-Connect sebelumnya pernah membantu aparat dalam mengungkap kasus pembunuhan di kawasan Kantor Pos Balikpapan hanya dalam waktu dua hari.

Saat ini, Dishub Balikpapan juga telah menyelesaikan proses transfer aplikasi secara menyeluruh. Pemerintah menargetkan penerapan ETLE secara penuh dapat mulai berjalan pada Juni 2026 melalui kerja sama dengan Dirlantas Polda Kaltim dan Satlantas Polresta Balikpapan.

Melalui pengembangan pengawasan digital tersebut, Dishub berharap keamanan dan ketertiban lalu lintas di Kota Balikpapan semakin meningkat serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan kota Balikpapan Muhammad Fadli Paturahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan mulai memperkuat penanganan persoalan parkir liar dan kemacetan kendaraan angkutan barang yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sejumlah ruas jalan utama.

Sejumlah strategi pun disiapkan, mulai dari pemasangan kamera pengawas, penerapan sistem derek kendaraan, hingga pembangunan depo kontainer untuk kendaraan logistik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan pengawasan terhadap praktik parkir liar kini mulai diperketat dengan pemasangan kamera pemantau di beberapa titik yang dinilai rawan pelanggaran. Langkah itu juga dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Menurut Fadli, saat ini terdapat lima kamera khusus pengawasan parkir liar yang telah dipasang di sejumlah lokasi strategis di Kota Balikpapan. Kamera tersebut difungsikan untuk memonitor aktivitas kendaraan yang parkir sembarangan sekaligus mengawasi sistem setoran parkir di lapangan agar lebih transparan.

“Pemasangan kamera ini menjadi salah satu upaya kami dalam mengurangi praktik parkir liar dan potensi pungutan tidak resmi,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Tak hanya itu, Dishub Balikpapan juga tengah menyiapkan penerapan sistem derek bagi kendaraan yang melanggar aturan parkir. Kebijakan tersebut nantinya diterapkan secara bertahap setelah pemerintah menyiapkan lokasi penampungan kendaraan hasil penertiban.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga mulai merealisasikan pembangunan depo kontainer atau terminal angkutan barang di kawasan Kilometer 13. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi solusi untuk menekan keberadaan truk besar yang selama ini kerap parkir di bahu jalan dan memicu kemacetan.

Fadli mengungkapkan, hasil identifikasi Dishub menunjukkan sebagian besar kendaraan angkutan barang melakukan parkir liar karena minimnya area parkir khusus untuk kendaraan logistik. Ke depan, kendaraan bertonase besar hanya akan diperbolehkan berhenti di depo kontainer sebelum distribusi barang dilanjutkan menggunakan armada yang lebih kecil menuju pusat kota.

Selain pembangunan depo kontainer, Dishub juga menyiapkan kantong parkir baru di kawasan MT Haryono bekerja sama dengan pihak Citra City. Area parkir tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 350 satuan ruang parkir dan direncanakan mulai difungsikan pada Juni 2026 guna membantu mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai menyiapkan kebijakan baru dalam sistem penerimaan peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD).

Mulai tahun ajaran 2027, calon siswa SD direncanakan wajib melampirkan ijazah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak (TK) saat mendaftar sekolah. Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kebijakan tersebut saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Pemerintah memberikan waktu bagi orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka sebelum aturan diterapkan secara menyeluruh.

“Untuk sekarang masih tahap sosialisasi. Penerapannya direncanakan mulai tahun 2027,” kata Irfan, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, kebijakan itu disusun sebagai upaya meningkatkan partisipasi pendidikan usia dini sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Balikpapan yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Disdikbud, terdapat sekitar 3.000 anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan formal.

Mayoritas berasal dari kelompok usia 5 hingga 6 tahun yang seharusnya sudah mengikuti pendidikan PAUD maupun TK. Irfan menjelaskan, masih banyak orang tua yang memilih memasukkan anak ke lembaga bimbingan belajar dibandingkan PAUD.

Padahal, pendidikan usia dini dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemampuan sosial anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

“Bukan hanya belajar membaca atau berhitung, tetapi bagaimana anak belajar bersosialisasi, memahami tanggung jawab, dan membangun karakter sejak dini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerimaan siswa SD tidak lagi berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung atau calistung. Menurutnya, faktor usia tetap menjadi prioritas utama dalam penerimaan peserta didik baru.

“Masuk SD bukan soal anak sudah bisa membaca atau menulis. Yang paling utama adalah kesiapan usia anak,” tegasnya.

Melalui kebijakan tersebut, Disdikbud berharap masyarakat mulai menyekolahkan anak usia 5 sampai 6 tahun ke PAUD atau TK sejak 2026. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar sekaligus menurunkan angka anak yang belum mendapatkan akses pendidikan di Balikpapan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Arfiansyah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Salah satu langkah nyata yang mendapat perhatian ialah program penerimaan tenaga kerja magang disabilitas melalui kerja sama dengan LPK Al Jabar. Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, menilai program tersebut menjadi peluang positif bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi dunia kerja.

“Program penerimaan magang SMA untuk penyandang disabilitas di kantor pemerintah sangat baik untuk membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan kompetensi kerja peserta,” ujar Arfiansyah, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, keberadaan program magang juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan kerja yang lebih terbuka dan ramah bagi seluruh kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Sekaligus mewujudkan ekosistem kerja yang inklusif dan ramah disabilitas,” tambahnya.

Arfiansyah menjelaskan, kesempatan magang memiliki peran besar dalam membantu peserta mengenal dunia kerja secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, hingga cara berinteraksi di lingkungan profesional.

Ia menuturkan, pengalaman kerja nyata di bidang administrasi akan menjadi bekal penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja di masa mendatang. Peserta dapat belajar mengenai pengelolaan dokumen, pelayanan administrasi, serta pola kerja di lingkungan perkantoran.

Selain itu, program tersebut dinilai mampu membuka pandangan masyarakat bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan dan potensi yang dapat dikembangkan apabila diberikan kesempatan yang sama. Dinas Sosial Balikpapan berharap semakin banyak instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang ikut membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk belajar dan bekerja.

“Penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu menunjukkan kemampuan dan berkontribusi di lingkungan kerja,” jelas Arfiansyah.

Melalui program magang tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap tercipta lingkungan kerja yang lebih inklusif serta mampu mendorong kemandirian penyandang disabilitas. Langkah itu juga diharapkan menjadi motivasi bagi peserta untuk terus meningkatkan keterampilan dan percaya diri dalam menghadapi persaingan kerja di masa depan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring kondisi cuaca kering yang mulai terjadi akibat pengaruh El Nino, Rabu (13/5/2026).

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan masyarakat diminta lebih bijak dalam penggunaan air serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, langkah antisipasi sejak dini penting dilakukan guna mencegah munculnya kebakaran lahan maupun permukiman saat musim panas.

“Yang paling penting masyarakat bisa menghemat penggunaan air dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Usman Ali.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, BPBD Balikpapan juga terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Salah satunya melalui koordinasi penggunaan hidran yang berada di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Usman menjelaskan, untuk pengoperasian hidran, pihaknya selama ini berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) agar proses penanganan kebakaran dapat berjalan cepat saat terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, koordinasi antara BPBD dan PTMB selama ini berjalan dengan baik. Ketika terjadi kebakaran, petugas dari perusahaan air minum daerah tersebut turut membantu membuka akses hidran guna mempermudah suplai air bagi petugas pemadam di lapangan. “Koordinasinya berjalan baik. Kalau ada kejadian kebakaran, mereka selalu membantu membuka hidran,” katanya.

Meski demikian, Usman mengaku tidak dapat merinci lokasi titik-titik hidran yang tersebar di Balikpapan karena data tersebut berada di pihak terkait yang mengelola jaringan hidran secara langsung. Di sisi lain, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana lain yang bisa terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem.

Setelah periode panas berkepanjangan, hujan dengan intensitas tinggi tetap berpotensi turun dan memicu tanah longsor maupun pergerakan tanah di sejumlah wilayah rawan. Karena itu, warga diimbau terus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melapor apabila menemukan potensi bencana yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

  1. DKP3 Balikpapan Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha
  2. Cek Kesehatan Gratis Digencarkan, Dinkes Balikpapan Temukan Ancaman Penyakit pada Usia Muda
  3. Pembangunan Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan Segera Dimulai, Ditarget Rampung Enam Bulan
  4. Pengendalian Banjir Tetap Jadi Prioritas, DPU Balikpapan Fokus Lanjutkan Penanganan DAS Ampal
  5. Dinsos Balikpapan Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran di Muara Rapak
  6. Balikpapan Siapkan Kawasan Industri Hilirisasi, Bidik Peluang Besar dari Pembangunan IKN
  7. Pemkot Balikpapan Gandeng Perusahaan Percepat Program Bedah Rumah Warga
  8. Wali Kota Balikpapan Ingatkan ASN Tak Ambil Hak Masyarakat Miskin
  9. Pemkot Balikpapan Bentuk Tim Khusus Awasi Distribusi Solar Subsidi
  10. Pemkot Balikpapan Tegaskan Larangan Pembangunan di Kawasan Terlindungi
  11. Rahmad Mas’ud Soroti Lambatnya Perizinan di Balikpapan
  12. Disdikbud Balikpapan Matangkan SPMB 2026, Sistem Domisili Gantikan Zonasi
  13. Pembangunan SMP 29 Balikpapan Segera Dimulai, Disdikbud Target Rampung Akhir Tahun
  14. DLH Balikpapan Soroti Sampah Menumpuk di Jalan Mukmin Faisal
  15. DLH Balikpapan Siapkan Sanksi Tegas untuk Warga yang Masih Membakar Sampah
  16. Efisiensi Anggaran 2026, Sejumlah Program Strategis Dishub Balikpapan Tertunda
  17. Percepatan Penyerahan PSU, Disperkim Balikpapan Tinjau Dua Perumahan
  18. Kewenangan Beralih ke Pusat, Pemkot Balikpapan Fokus Tertibkan Data dan Keamanan Tower
  19. Pemeriksaan Mendalam 40 Balita Terindikasi Stunting, DKK Balikpapan Perkuat Penanganan Terpadu
  20. Generasi Muda Jadi Ujung Tombak, Balikpapan Perkuat Citra Pariwisata Lewat Ajang Duta Wisata 2026