Dokter Hewan DKP3 Kota Balikpapan Muhamad Bisri

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas ketahanan Pangan, pertanian dan perikanan  Kota Balikpapan mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi sehat dan layak sesuai syariat.

Dokter Hewan DKP3 Balikpapan, Muhamad Bisri, Rabu (13/5/2026), mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim pemeriksa hewan kurban yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik veteriner. Tim tersebut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan langsung di lapak penjualan maupun lokasi penampungan hewan kurban.

Selain itu, DKP3 juga melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memperkuat pengawasan di lapangan. “Kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti karantina hewan, Satpol PP, hingga pihak kelurahan untuk pengawasan hewan kurban,” ujarnya.

Bisri menjelaskan, pasokan hewan kurban di Balikpapan tidak hanya berasal dari peternak lokal, tetapi juga didatangkan dari sejumlah daerah di luar Kalimantan. Hewan kurban tersebut dipasok pedagang dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara langsung melalui pengecekan fisik hewan saat tim melakukan kunjungan ke lapak penjualan. Pemeriksaan itu meliputi kondisi tubuh, pergerakan hewan, hingga indikasi penyakit tertentu. “Pemeriksaan kesehatan hewan kurban didasarkan dari pemeriksaan fisik secara umum langsung pada saat kunjungan,” katanya.

DKP3 juga mengawasi legalitas lapak penjualan hewan kurban. Para pedagang yang belum memiliki izin diminta segera mengurus perizinan mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga ke Disnakkan. Setelah proses pengajuan dilakukan, tim akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum surat izin diterbitkan.

Sejauh ini, hasil pemeriksaan tim di lapangan belum menemukan adanya hewan kurban yang terindikasi penyakit infeksius ataupun tidak layak jual. “Sampai saat ini dari hasil pemeriksaan tim, tidak ditemukan hewan kurban yang menunjukkan gejala penyakit infeksius,” jelas Bisri.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban. Cara paling mudah mengenali hewan sehat, kata dia, adalah dengan memastikan hewan tersebut telah memiliki stiker kesehatan dari Disnakkan Balikpapan.

Bisri menambahkan, hewan kurban yang sehat umumnya memiliki kondisi fisik normal, tidak pincang, tidak kurus, bulu tampak bersih dan tidak kusam, serta lubang hidung terlihat bersih dan basah. Sementara untuk memenuhi syariat, hewan tidak boleh cacat, alat reproduksi lengkap dan simetris, serta sudah cukup umur yang ditandai dengan gigi poel atau pergantian gigi.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperluas layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai langkah mendeteksi dini berbagai penyakit yang kini mulai banyak menyerang warga, termasuk kalangan remaja dan usia produktif.

Program yang dijalankan melalui Dinas Kesehatan Kota Balikpapan tersebut menjadi bagian dari program prioritas nasional sekaligus dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan strategi pembangunan sektor kesehatan daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius.

“Program ini bukan hanya pelayanan kesehatan biasa, tetapi upaya deteksi dini agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal,” ujar Alwiati, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan selama 2025, Dinas Kesehatan menemukan sejumlah persoalan yang cukup mengkhawatirkan. Kasus gangguan kesehatan gigi menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan di masyarakat.

Menurut Alwiati, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin membuat banyak warga baru datang berobat saat kondisi gigi sudah parah dan menimbulkan rasa sakit.

Selain itu, angka obesitas di Balikpapan juga tercatat cukup tinggi. Dari hasil skrining kesehatan, sekitar 54,75 persen warga yang diperiksa mengalami obesitas. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat memicu berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, hingga gangguan jantung.

Dinas Kesehatan juga menemukan kasus hipertensi mulai banyak dialami remaja dan pelajar. Bahkan beberapa siswa tingkat SMP diketahui mengalami tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang melebihi batas normal.

“Pola makan tidak sehat, kurang olahraga, serta gaya hidup yang tidak seimbang menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut,” jelasnya.

Tak hanya hipertensi, kasus stroke di Balikpapan juga mulai menyerang kelompok usia produktif. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan sekitar 16,8 persen warga mengalami gangguan kesehatan jantung.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan jantung secara gratis di puskesmas hanya dengan membawa KTP. Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko penyakit tidak menular dapat ditekan sejak dini.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Rita

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan proyek pembangunan rumah jabatan Wakil Wali Kota segera memasuki tahap pengerjaan fisik setelah seluruh proses pengadaan dan administrasi proyek rampung dilaksanakan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan, Jumat (8/5/2026).

Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita, mengatakan pembangunan rumah jabatan itu memiliki nilai anggaran sekitar Rp14 miliar dan kini telah memasuki tahapan Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa (SPPBJ).

Menurut Rita, seluruh tahapan lelang melalui Unit Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) telah selesai sehingga pelaksanaan proyek dalam waktu dekat segera berjalan. “Kurang lebih Rp14 miliar sekian. Ini sudah tahapan SPPBJ, jadi sudah mulai mau jalan. Tahapan dari teman-teman PBJ juga sudah selesai,” ujar Rita.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah jabatan Wakil Wali Kota tidak hanya mencakup pembangunan bangunan utama, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung yang telah masuk dalam komposisi anggaran proyek. Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan di antaranya pembangunan konstruksi fisik bangunan, pekerjaan arsitektural, fondasi dan struktur bangunan, hingga pemasangan sistem mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP). Selain itu, proyek juga mencakup pengerjaan interior, fasilitas penunjang, serta penataan kawasan di sekitar bangunan.

“Komposisi anggarannya untuk konstruksi fisik bangunan, pekerjaan arsitektural, pekerjaan fondasi profile dan struktur bangunan, sistem mekanikal elektrikal dan plumbing, interior dan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan landscape dan penataan kontur lahan,” jelasnya.

DPU Balikpapan menargetkan pembangunan rumah jabatan tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal kontrak selama enam bulan. Pemerintah optimistis target itu tercapai karena seluruh tahapan perencanaan telah dipersiapkan sejak awal sebelum proyek dimulai.

Rita menegaskan pihak kontraktor nantinya wajib menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai target yang telah disepakati. Jika terjadi keterlambatan pengerjaan, maka akan ada sanksi denda yang dikenakan kepada pelaksana proyek sesuai ketentuan kontrak.

“Dalam waktu enam bulan ini harus optimistis selesai, karena merencanakan dari awal itu berarti sudah harus punya target selesai. Kalau meleset, ada denda,” tegas Rita.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Rita

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan program pengendalian banjir tetap menjadi prioritas meski anggaran daerah mengalami efisiensi besar pada tahun 2026.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan menegaskan sejumlah proyek penanganan banjir tetap berjalan secara bertahap, terutama di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, Jumat (8/5/2026).

Kepala DPU Kota Balikpapan, Rita, mengatakan efisiensi anggaran yang mencapai sekitar Rp440 miliar turut berdampak pada berbagai program pembangunan. Namun demikian, penanganan banjir tetap menjadi fokus utama pemerintah kota karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, penanganan banjir di DAS Ampal membutuhkan proses jangka panjang lantaran cakupan wilayah hulu hingga hilir mencapai sekitar empat kilometer. Karena itu, pengerjaan tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap memprioritaskan pengendalian banjir. Penanganannya memang bertahap karena wilayah DAS Ampal ini cukup panjang, mulai dari hulu sampai hilir sekitar empat kilometer,” ujar Rita.

Saat ini, DPU Balikpapan tengah mempersiapkan proses pengadaan tanah untuk segmen empat di wilayah hulu DAS Ampal. Lokasi tersebut berada di belakang rumah pompa kawasan Mufakat dan menjadi bagian penting dalam rencana penanganan banjir secara menyeluruh.

Tahapan pengadaan lahan dinilai menjadi langkah awal sebelum pekerjaan fisik lanjutan dapat dilakukan. Pemerintah berharap proses tersebut dapat berjalan lancar agar program pengendalian banjir di kawasan Ampal bisa terus berlanjut.

Di sisi lain, proyek Bendali Ampal Hulu yang berada di belakang Pasar Segar saat ini juga masih dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV. Pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi anggaran yang juga terkena dampak efisiensi.

Rita menjelaskan, proyek yang ditangani pihak balai saat ini masih berada pada tahap awal dengan nilai pekerjaan sekitar Rp40 miliar. Sementara total kebutuhan anggaran untuk keseluruhan proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar.

“Pekerjaan yang dilakukan balai sekarang masih tahap pertama. Total keseluruhannya lebih dari seratus miliar dan dikerjakan beberapa tahap karena menyesuaikan kondisi anggaran,” katanya.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap proyek pengendalian banjir di DAS Ampal dapat terus berjalan sehingga mampu mengurangi potensi genangan yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan kota.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 
Kepala Dinas Sosial kota Balikpapan ArfianSyah 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Sosial bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kelurahan Muara Rapak, Kamis (7/5/2026).

Musibah yang menghanguskan sejumlah rumah tersebut membuat beberapa keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Tak lama setelah menerima laporan kejadian, petugas Dinas Sosial langsung turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan perlindungan sosial bagi para korban.

Penanganan darurat dilakukan bersama aparat kelurahan, ketua RT, pilar sosial, serta dukungan masyarakat sekitar yang turut membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan. Berdasarkan data sementara, kebakaran mengakibatkan empat rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Sedikitnya enam kepala keluarga atau 18 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Sejumlah warga dilaporkan kehilangan barang-barang berharga karena api dengan cepat melalap bangunan beserta isi rumah. Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, mengatakan pihaknya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang menjadi korban kebakaran.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pangan, pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga perlengkapan kebersihan untuk mendukung kondisi darurat pascakejadian.

“Dinas Sosial Kota Balikpapan berupaya hadir secepat mungkin untuk membantu warga yang terdampak kebakaran. Bantuan yang kami salurkan berupa kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, perlengkapan rumah tangga, serta perlengkapan kebersihan,” ujar Arfiansyah

Ia menambahkan, proses pendataan masih terus dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan korban dapat terakomodasi dengan baik. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat terjadi bencana merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan.

Arfiansyah juga menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang dialami warga Muara Rapak. Ia berharap para korban diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi situasi tersebut.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga para korban diberikan kekuatan, kesehatan, dan ketabahan. Pemerintah akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan mulai mempersiapkan pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi di wilayah Kariangau hingga Kilometer 13 Balikpapan Utara.

Lahan seluas kurang lebih 130 hektare disiapkan sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat industri penunjang yang mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru.

Kehadiran kawasan industri itu juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat lokal. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan sektor hilirisasi menjadi salah satu bidang yang harus segera diperkuat agar Balikpapan tidak hanya berperan sebagai kota transit menuju IKN, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.

“Kalau industri hilir berkembang, otomatis peluang kerja juga meningkat. Ini penting agar masyarakat Balikpapan ikut merasakan dampak positif pembangunan,” ujar Bagus, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, kawasan yang saat ini disiapkan sebenarnya telah lama masuk dalam rencana pengembangan industri kota. Namun hingga kini pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Karena itu, pemerintah mulai mendorong percepatan pengembangan agar potensi ekonomi di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, sektor industri hilir memiliki prospek besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung lainnya. Aktivitas industri diperkirakan akan berdampak pada peningkatan sektor logistik, perdagangan, jasa, hingga pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, posisi Balikpapan yang berada di jalur utama menuju kawasan IKN dinilai menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik minat investor. Selama ini Balikpapan dikenal sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur dengan dukungan infrastruktur yang relatif lebih siap dibanding sejumlah daerah lain di sekitar IKN.

Bagus menegaskan momentum pembangunan IKN harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar Balikpapan mampu memperkuat posisinya sebagai kota penyangga utama. Pemerintah berharap investasi yang masuk nantinya tidak hanya berfokus pada sektor konstruksi, tetapi juga berkembang ke industri pengolahan dan hilirisasi.

Menurut dia, keberadaan kawasan industri baru nantinya diharapkan mampu menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek tersebut diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat daya saing Balikpapan sebagai pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Pemkot Balikpapan juga terus berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif dengan memperkuat infrastruktur pendukung, akses logistik, hingga stabilitas daerah guna menarik lebih banyak investor ke sektor industri berkelanjutan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Disperkim Kota Balikpapan Rafiudin

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat program bedah rumah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak dan nyaman.

Upaya tersebut kini tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan dukungan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiudin, mengatakan kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di kota ini masih cukup besar. Sementara itu, kemampuan anggaran daerah dinilai belum mampu sepenuhnya menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pemerintah berupaya membangun kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga sektor swasta agar program bantuan rumah dapat berjalan lebih maksimal.

“Kalau ada tambahan anggaran tentu akan sangat membantu. Namun kami juga berharap ada dukungan dari CSR perusahaan maupun bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi,” ujar Rafiudin, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah memiliki data rumah tidak layak huni yang menjadi prioritas penanganan setiap tahun. Pendataan tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang membutuhkan. Pada 2025 lalu, program bedah rumah yang dibiayai melalui APBD Kota Balikpapan berhasil memperbaiki sebanyak 100 unit rumah warga.

Jumlah yang sama kembali dialokasikan pada 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang layak.

“Dari APBD Kota Balikpapan ada 100 unit dan tahun ini jumlahnya tetap sama,” katanya.

Selain menggunakan dana APBD, program tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan melalui CSR serta bantuan pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Rafiudin menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah penting untuk mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni di Balikpapan. Apalagi, sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), kebutuhan hunian yang aman dan sehat terus meningkat seiring pesatnya pembangunan kota. Menurutnya, program bedah rumah tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat tinggal lebih aman dan nyaman.

“Kami berharap semakin banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi sehingga penanganan rumah tidak layak huni bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tutupnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

 

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga penyaluran LPG subsidi 3 kilogram agar tepat sasaran.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dengan kondisi ekonomi mampu untuk tidak lagi menggunakan gas bersubsidi tersebut. Penegasan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini sangat bergantung pada LPG 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari, Rabu(6/5/2026)

Menurut Wali Kota, subsidi yang diberikan pemerintah harus benar-benar dinikmati oleh warga yang membutuhkan, bukan oleh kalangan mampu. Rahmad Mas’ud menjelaskan, LPG 3 kilogram atau yang dikenal masyarakat sebagai “gas melon” merupakan program subsidi pemerintah yang diperuntukkan khusus bagi keluarga kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Karena itu, penggunaan oleh masyarakat mampu dianggap tidak sesuai dengan tujuan kebijakan subsidi energi.

“Gas LPG 3 kilogram yang berwarna hijau itu dipergunakan untuk warga miskin. Jangan sampai masyarakat yang mampu justru ikut menggunakannya. Itu sama saja mengambil hak orang lain yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan gas subsidi oleh kelompok ekonomi mapan dapat memicu berkurangnya stok di lapangan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelangkaan dan menyulitkan masyarakat kecil memperoleh kebutuhan energi dengan harga terjangkau. Secara khusus, Rahmad juga mengingatkan para ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan agar memberi contoh kepada masyarakat dengan menggunakan LPG nonsubsidi. Dengan penghasilan tetap yang diterima setiap bulan, ASN dinilai memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli tabung gas nonsubsidi.

“Saya sudah sampaikan ke ASN, jangan menggunakan gas 3 kilo. Ini soal empati dan tanggung jawab. Kalau masih digunakan, artinya kita mengambil hak masyarakat miskin,” tegasnya lagi.

Selain mengandalkan aturan, pemerintah juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kriteria penerima LPG subsidi. Edukasi akan dilakukan melalui berbagai saluran informasi agar masyarakat memahami siapa saja yang berhak menggunakan gas 3 kilogram. Pemerintah Kota Balikpapan berharap kesadaran bersama dapat menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut. Warga yang tergolong mampu diimbau untuk beralih ke LPG nonsubsidi demi menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat prasejahtera.

“Ini bukan hanya soal aturan, tapi juga soal kepedulian. Kalau kita mampu, berikan ruang bagi yang lebih membutuhkan,” pungkas Rahmad Mas’ud.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dalam beberapa pekan terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Kondisi tersebut terutama dirasakan para sopir truk logistik yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan solar untuk operasional mereka. Sebagai langkah penanganan, Pemkot Balikpapan memastikan akan membentuk tim investigasi khusus untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan pengawasan perlu dilakukan lebih serius karena antrean kendaraan yang terus mengular mulai mengganggu aktivitas distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat.

“Pemerintah akan membentuk tim investigasi untuk memantau langsung distribusi solar subsidi di lapangan. Kami ingin memastikan penyalurannya sesuai aturan,” ujar Rahmad, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, solar subsidi seharusnya diprioritaskan bagi kendaraan yang menunjang distribusi kebutuhan pokok dan sektor tertentu yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, tim nantinya akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kendaraan yang mengisi solar subsidi di SPBU. Pengecekan tidak hanya dilakukan pada kendaraan, tetapi juga terhadap jenis muatan yang dibawa.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya praktik penyalahgunaan oleh kendaraan industri non-subsidi maupun dugaan penimbunan BBM. Selain persoalan pengawasan, Rahmad menilai terbatasnya jumlah SPBU di Balikpapan turut menjadi penyebab terjadinya antrean panjang. Pertumbuhan kendaraan logistik yang cukup pesat disebut tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur distribusi BBM.

“Jumlah kendaraan terus meningkat, sementara SPBU yang tersedia masih terbatas. Ini menjadi salah satu penyebab antrean panjang,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Balikpapan juga berencana mendorong penambahan SPBU baru di sejumlah titik strategis. Upaya itu diharapkan dapat memperlancar distribusi BBM sekaligus mengurangi kepadatan antrean di SPBU yang selama ini menjadi pusat pengisian solar subsidi.

Di sisi lain, pemerintah melihat adanya peluang investasi dari pihak swasta dalam pembangunan SPBU baru. Kehadiran tambahan infrastruktur energi itu diharapkan mampu mendukung aktivitas logistik dan perekonomian kota agar tetap berjalan lancar.

Rahmad menegaskan, pemerintah ingin memastikan solar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak sehingga persoalan antrean panjang tidak terus berulang dan merugikan para pelaku usaha maupun sopir angkutan barang.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan ruang di tengah pesatnya pembangunan kota. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, menegaskan seluruh aktivitas pembangunan wajib mengikuti aturan tata ruang yang telah ditetapkan pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan pada Selasa  (5/5/2026) menyusul masih ditemukannya rencana pembangunan yang dinilai tidak sesuai dengan peruntukan kawasan.

Pemerintah memastikan tidak akan menerbitkan izin apabila lokasi pembangunan berada di area yang masuk zona perlindungan lingkungan maupun kawasan yang telah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menurut Rahmad, Pemkot Balikpapan telah memiliki pembagian zonasi yang jelas, mulai dari kawasan industri, permukiman, perkantoran hingga kawasan ekonomi. Karena itu, ia meminta seluruh pengembang memahami aturan tata ruang sebelum mengajukan perizinan pembangunan.

Ia menegaskan sejumlah kawasan seperti hutan lindung, hutan mangrove, serta area resapan air tidak boleh dialihfungsikan menjadi permukiman ataupun bangunan komersial lainnya. Pemerintah berkomitmen menjaga kawasan tersebut demi keberlangsungan lingkungan dan keseimbangan ekosistem kota.

“RTRW kita sudah jelas. Ada kawasan industri, kawasan perumahan, kawasan perkantoran dan kawasan ekonomi. Jangan sampai kawasan yang dilindungi justru dibangun perumahan,” ujar Rahmad.

Ia menilai pelanggaran tata ruang kerap menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik dari sisi hukum maupun dampak lingkungan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai regulasi yang berlaku. Rahmad juga menyinggung masih adanya pembangunan di kawasan hutan lindung meskipun lahan tersebut telah memiliki sertifikat kepemilikan.

Menurutnya, keberadaan sertifikat tidak otomatis membuat pembangunan dapat dilakukan apabila bertentangan dengan aturan tata ruang.

“Saya tidak mempermasalahkan secara pribadi, tetapi aturan yang memang tidak memperbolehkan. Kalau melanggar tata ruang, tentu izinnya tidak bisa keluar,” tegasnya.

Pemkot Balikpapan saat ini terus meningkatkan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang seiring meningkatnya kebutuhan lahan sebagai dampak perkembangan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengawasan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban pembangunan sekaligus melindungi kawasan lingkungan penting, termasuk pesisir mangrove dan daerah resapan air. Pemerintah juga mengingatkan para pengembang agar mematuhi seluruh ketentuan sebelum memulai pembangunan guna menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

“Yang penting jangan membangun di kawasan yang bukan peruntukannya atau melanggar aturan. Kalau semua sesuai ketentuan, tentu pemerintah akan mendukung,” tutup Rahmad.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)

  1. Rahmad Mas’ud Soroti Lambatnya Perizinan di Balikpapan
  2. Disdikbud Balikpapan Matangkan SPMB 2026, Sistem Domisili Gantikan Zonasi
  3. Pembangunan SMP 29 Balikpapan Segera Dimulai, Disdikbud Target Rampung Akhir Tahun
  4. DLH Balikpapan Soroti Sampah Menumpuk di Jalan Mukmin Faisal
  5. DLH Balikpapan Siapkan Sanksi Tegas untuk Warga yang Masih Membakar Sampah
  6. Efisiensi Anggaran 2026, Sejumlah Program Strategis Dishub Balikpapan Tertunda
  7. Percepatan Penyerahan PSU, Disperkim Balikpapan Tinjau Dua Perumahan
  8. Kewenangan Beralih ke Pusat, Pemkot Balikpapan Fokus Tertibkan Data dan Keamanan Tower
  9. Pemeriksaan Mendalam 40 Balita Terindikasi Stunting, DKK Balikpapan Perkuat Penanganan Terpadu
  10. Generasi Muda Jadi Ujung Tombak, Balikpapan Perkuat Citra Pariwisata Lewat Ajang Duta Wisata 2026
  11. Pemkot Balikpapan Lakukan Penyegaran Birokrasi, 75 Pejabat Resmi Dilantik
  12. Atasi Kekurangan Guru, Balikpapan Siapkan Rekrutmen 100 Tenaga PJLP
  13. Perkuat Sinergi, Puskesmas Mekar Sari Genjot Layanan dan Fokus Tangani Stunting
  14. Balikpapan Siap Bertransformasi, Sampah Diproyeksikan Jadi Sumber Energi Listrik
  15. Legalitas Jadi Penentu, Ribuan UMKM Balikpapan Didorong Naik Kelas
  16. Perkuat Sistem Digital, Pemkot Balikpapan Libatkan RT Awasi Pembayaran PBB
  17. Ekonomi Melonjak, Balikpapan Catat Pertumbuhan Impresif Sepanjang 2025
  18. Distribusi Makanan Bergizi di Sekolah Dihentikan Sementara, Pemkot Balikpapan Lakukan Pembenahan Sistem
  19. Dapur MBG Balikpapan Distop Sementara, Pemkot Tegaskan Wajib Penuhi Standar Ketat
  20. Percantik Halte, Dishub Balikpapan Dorong Transportasi Lebih Tertib dan Edukatif