Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Balikpapan Muhammad Anwar

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan kondisi ketersediaan bahan pokok di wilayahnya tetap terjaga sepanjang bulan Ramadan. Hasil pemantauan yang dilakukan secara berkala menunjukkan bahwa pasokan pangan, khususnya di tingkat distributor, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu ke depan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Balikpapan, Muhammad Anwar, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap jalur distribusi barang. Menurutnya, kondisi stok di tingkat distributor menjadi indikator penting dalam melihat kesiapan pasokan di pasar.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil perhitungan terbaru, ketersediaan bahan pokok yang berada di jalur distribusi masih dalam kategori aman, bahkan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan.

“Fokus kami adalah memastikan stok di distributor tetap terjaga. Dari hasil pemantauan, persediaan yang ada masih cukup untuk beberapa waktu ke depan,” ujar Anwar saat ditemui, Senin (16/3/2026).

Lebih lanjut, ia menilai stabilitas stok memiliki peran penting dalam menjaga harga tetap terkendali, terutama di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan. Dengan ketersediaan yang memadai, gejolak harga di pasar dapat ditekan agar tidak membebani masyarakat.

Selain bahan pokok secara umum, Disdag juga memberi perhatian serius terhadap komoditas beras. Berdasarkan data yang dihimpun dari Perum Bulog, cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk jangka waktu lebih panjang.

Anwar menyebutkan, stok beras yang berada di distributor mencapai kurang lebih 15.000 ton. Sementara itu, cadangan beras yang dikelola Bulog berada di kisaran 9.500 ton, yang berfungsi sebagai penyangga apabila terjadi lonjakan permintaan di pasaran.

Menurutnya, peran Bulog sangat strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga. Sebagai badan usaha milik negara yang ditugaskan mengelola pangan, Bulog memiliki tanggung jawab untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

“Dengan adanya cadangan dari Bulog, kita bisa menjaga kestabilan pasokan di pasar. Ini menjadi salah satu faktor utama agar kondisi tetap aman,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa peningkatan permintaan selama Ramadan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Namun, hal tersebut dinilai sebagai dinamika pasar yang wajar. “Setiap Ramadan pasti ada kenaikan permintaan. Itu bagian dari mekanisme pasar antara supply dan demand. Yang penting, pemerintah hadir untuk mengendalikan agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret membantu masyarakat, pemerintah turut menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dengan menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Menariknya, di lapangan harga beras SPHP kerap dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Saat ini, harga beras tersebut berkisar di angka Rp60 ribu per kemasan, meskipun batas HET mencapai Rp65 ribu. Melalui berbagai upaya tersebut, Disdag Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Pemerintah memastikan bahwa pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan secara intensif demi menjaga stabilitas selama Ramadan.

(ADV/J/Diskominfo Kota Balikpapan)

Kabid perdagangan Dalam Negeri Disdag Balikpapan Muhammad Anwar

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan pangan selama bulan Ramadan guna menjaga stabilitas harga dan menjamin keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar pasar tradisional hingga ritel modern. Pemerintah ingin memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar tanpa adanya praktik yang merugikan konsumen, sekaligus menjaga kualitas produk yang beredar di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disdag Balikpapan, Muhammad Anwar, menyampaikan bahwa kondisi harga bahan pokok di Balikpapan saat ini masih relatif terkendali. Meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas, angkanya dinilai masih dalam batas yang wajar dan tidak memberatkan masyarakat.

“Secara umum harga pangan masih terjaga. Ada kenaikan, tetapi masih relatif kecil, maksimal sekitar lima persen,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, kenaikan harga selama Ramadan merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahun. Peningkatan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor utama yang memicu pergerakan harga di pasaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat sepenuhnya menahan kenaikan harga karena dipengaruhi oleh mekanisme pasar.

Namun demikian, pengendalian tetap dilakukan agar lonjakan harga tidak terlalu tinggi.

“Ada hukum ekonomi yang berjalan, yakni permintaan dan penawaran. Pemerintah hadir untuk mengendalikan agar kenaikan tetap dalam batas wajar dan tidak membebani masyarakat,” jelasnya.

Selain fokus pada stabilitas harga, Disdag juga memperkuat pengawasan terhadap kualitas dan keamanan pangan. Pemeriksaan dilakukan terhadap masa kedaluwarsa, kelayakan produk, serta kesesuaian kemasan dengan ketentuan yang berlaku.

Disdag juga mengimbau pelaku usaha ritel modern agar turut berperan dalam membina pelaku UMKM lokal, sekaligus memastikan produk yang dijual telah memenuhi standar keamanan pangan.

“Kami mendorong ritel untuk ikut membina UMKM dan memperhatikan keamanan produk yang dipasarkan,” tambahnya.

Terkait produk kedaluwarsa, Anwar menjelaskan bahwa kewenangan utama penanganannya berada pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski begitu, Disdag tetap aktif melakukan pengawasan di lapangan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen.

Selama Ramadan, pengawasan diperkuat melalui kerja sama lintas instansi. Tim gabungan yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) bersama aparat kepolisian melalui Satgas Pangan secara rutin melakukan inspeksi di pasar dan ritel modern.

“Pengawasan kami tingkatkan dengan melibatkan Tim Saber Sehat, Mutu, dan Keamanan Pangan bersama OPD dan kepolisian. Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan semuanya berjalan baik,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap aktivitas perdagangan selama Ramadan tetap berlangsung kondusif. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berbelanja dengan aman, nyaman, serta tidak terbebani oleh lonjakan harga yang signifikan.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Pj Sekda Kota Balikpapan Agus Budi Leliono

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan Pemerintah Kota Balikpapan resmi ditutup dalam suasana khidmat di Masjid Nurul Ihsan, RT 49, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah, pada Minggu (15/3/2026).

Kegiatan penutup ini menjadi ajang refleksi sekaligus pengingat bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Mewakili Wali Kota Balikpapan, Penjabat Sekretaris Daerah Agus Budi Leliono hadir dan menyampaikan sejumlah pesan penting kepada masyarakat. Dalam sambutannya, ia menyoroti meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran yang biasanya berdampak langsung pada lonjakan volume sampah rumah tangga.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan semata, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh masyarakat.

“Peran aktif warga sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan kota. Ini adalah tanggung jawab bersama sebagai bagian dari masyarakat Balikpapan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini produksi sampah di Kota Balikpapan telah mencapai sekitar 550 ton per hari. Angka tersebut diprediksi akan meningkat signifikan hingga menyentuh kisaran 800 ton per hari menjelang perayaan Idulfitri, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat.

Selain isu kebersihan, pemerintah turut mengingatkan pentingnya menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif. Warga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, baik untuk bahan bakar minyak maupun kebutuhan pokok.

Pemerintah memastikan bahwa ketersediaan BBM dan bahan pangan di Balikpapan dalam kondisi aman dan mencukupi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aksi penimbunan yang justru dapat memicu ketidakstabilan harga di pasaran.

Di penghujung acara, masyarakat juga diajak untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan menunaikan zakat fitrah. Tahun ini, besaran zakat fitrah ditetapkan setara dengan 3 kilogram beras atau dalam bentuk uang berkisar antara Rp42 ribu hingga Rp45 ribu.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Balikpapan turut menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Nurul Ihsan berupa dua unit pendingin ruangan (AC) serta sejumlah perlengkapan ibadah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah, khususnya selama bulan Ramadan dan seterusnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinkes Balikpapan Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan selama masa libur Hari Raya Idulfitri.

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan guna menjamin masyarakat tetap dapat mengakses layanan medis, mulai dari pengaturan operasional puskesmas hingga penempatan tenaga kesehatan di sejumlah titik strategis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan layanan kesehatan selama periode libur Lebaran. Menurutnya, pengaturan pelayanan dilakukan dengan memaksimalkan peran puskesmas rawat jalan maupun puskesmas rawat inap yang tersebar di seluruh kecamatan. Ia menjelaskan, puskesmas rawat jalan akan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sistem pengaturan jadwal secara bergiliran.

Skema tersebut diterapkan agar masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan meskipun sebagian fasilitas kesehatan menjalani masa libur operasional.

“Kami telah menyiapkan pelayanan melalui puskesmas rawat jalan maupun puskesmas rawat inap. Untuk puskesmas rawat jalan, pengaturannya dilakukan secara bergiliran di setiap kecamatan sehingga selama masa libur tetap ada fasilitas kesehatan yang beroperasi,” ujar Alwiati, Kamis (12/3/2026).

Sebagai contoh, di wilayah Balikpapan Timur pada 17 hingga 18 Maret, pelayanan puskesmas rawat jalan akan dilaksanakan secara bergantian oleh Puskesmas Teritip, Puskesmas Lamaru, dan Puskesmas Manggar. Dengan sistem tersebut, masyarakat di wilayah tersebut tetap memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Selain layanan puskesmas rawat jalan, sejumlah puskesmas dengan pelayanan 24 jam juga akan tetap beroperasi normal selama masa libur Lebaran.

Keberadaan fasilitas kesehatan dengan layanan penuh ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan medis mendesak.

“Di Balikpapan sudah ada beberapa puskesmas yang memberikan layanan selama 24 jam. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan kapan saja,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga menyiapkan tenaga medis yang akan bertugas di berbagai posko pelayanan kesehatan selama periode arus mudik dan perayaan Idulfitri. Petugas dari sejumlah puskesmas akan ditempatkan secara bergiliran untuk memberikan pertolongan medis kepada masyarakat maupun para pemudik.

Beberapa lokasi yang menjadi titik pelayanan kesehatan antara lain kawasan Pelabuhan Karyangau, Terminal Batu Ampar, serta kawasan wisata Pantai Manggar Segarasari. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena biasanya mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.

“Petugas kesehatan dari puskesmas akan ditempatkan secara bergantian di posko-posko Idulfitri. Tujuannya agar pelayanan kesehatan tetap tersedia, khususnya di lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi,” kata Alwiati.

Selain menyiapkan layanan di puskesmas dan posko kesehatan, Dinkes Balikpapan juga telah mengimbau seluruh rumah sakit di kota tersebut untuk tetap siaga selama masa libur panjang. Rumah sakit diminta memastikan pelayanan kegawatdaruratan tetap berjalan serta menyiapkan tenaga medis yang cukup untuk menangani pasien yang membutuhkan penanganan segera.

“Kami sudah mengingatkan seluruh rumah sakit agar tetap dalam kondisi siaga selama libur Lebaran. Jika ada pasien dengan kondisi darurat, pelayanan harus tetap diberikan dengan cepat,” tegasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan berharap masyarakat dapat menjalani masa libur Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman karena akses terhadap layanan kesehatan tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik selama libur Lebaran,” pungkas Alwiati.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Sekretaris DLH Kota Balikpapan Mustamin

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya dalam berbelanja kebutuhan Lebaran, biasanya berdampak pada melonjaknya volume sampah di kota tersebut.

Sekretaris DLH Kota Balikpapan, Mustamin, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah sampah menjelang Lebaran merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Kondisi ini membuat petugas kebersihan harus bekerja lebih keras untuk menjaga kebersihan kota agar tetap terjaga.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi beban petugas kebersihan, terutama dengan tidak menumpuk sampah rumah tangga secara berlebihan.

“Menjelang Lebaran biasanya volume sampah di Kota Balikpapan meningkat cukup signifikan. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam mengelola sampah dari aktivitas belanja, sehingga tidak terlalu banyak menumpuk. Petugas kebersihan bekerja siang dan malam untuk menjaga kota ini tetap bersih,” ujar Mustamin saat ditemui, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan mulai memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Menurut Mustamin, sejumlah jenis sampah rumah tangga masih dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, termasuk oleh ibu rumah tangga untuk berbagai kebutuhan. “Kami berharap sebagian sampah bisa dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Dengan begitu, yang dibuang ke TPA hanya sampah yang benar-benar tidak dapat digunakan lagi,” jelasnya.

Dalam menghadapi lonjakan volume sampah menjelang Lebaran, DLH Balikpapan memastikan tidak akan menambah jumlah armada pengangkut maupun tenaga kebersihan. Namun, pengaturan jadwal kerja petugas akan disesuaikan agar penanganan sampah tetap berjalan optimal.

Mustamin mengatakan bahwa ritase atau frekuensi pengangkutan sampah akan ditingkatkan. Jika biasanya pengangkutan dilakukan dua kali sehari, maka selama periode peningkatan sampah akan ditambah menjadi tiga kali dalam sehari.

“Biasanya pengangkutan sampah dilakukan dua rit. Nanti akan kita tingkatkan menjadi tiga rit agar sampah yang menumpuk dapat segera diangkut. Petugas bekerja mulai sekitar pukul sembilan malam hingga sore hari,” terangnya.

Selain menambah ritase pengangkutan, sebagian petugas kebersihan juga akan menjalankan tugas lembur untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah yang berlarut-larut di berbagai titik kota. DLH juga menyoroti masih ditemukannya sampah yang berserakan di sepanjang jalur pengangkutan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

Kondisi tersebut kerap terjadi di kawasan Batakan, yang dilalui kendaraan pengangkut sampah. Mustamin menduga sampah yang jatuh di jalan tersebut bisa disebabkan oleh muatan kendaraan yang tidak ditutup dengan jaring pengaman atau akibat terpaan angin yang cukup kencang, mengingat jalur tersebut berada di kawasan pesisir.

“Bisa saja karena muatan lupa ditutup jaring atau karena angin cukup kencang di daerah pesisir, sehingga sebagian sampah terbang dan jatuh ke jalan,” katanya.

Untuk mengurangi kejadian tersebut, masyarakat diminta membungkus sampah dengan baik sebelum dibuang, misalnya menggunakan kantong plastik atau karung. Cara ini dinilai dapat membantu mencegah sampah berhamburan saat proses pengangkutan menuju TPA.

Di sisi lain, Mustamin memastikan bahwa pelayanan kebersihan akan tetap berjalan selama masa perayaan Idulfitri. Para petugas kebersihan tetap akan bekerja seperti biasa guna menjaga kondisi kota tetap bersih meski aktivitas masyarakat meningkat. “Kami berharap para pengawas dan petugas kebersihan bisa bekerja lebih maksimal saat Lebaran, karena produksi sampah pasti meningkat. Selama masyarakat masih beraktivitas di Balikpapan, tentu akan selalu ada sampah yang dihasilkan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penambahan tenaga kebersihan. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.

“Penambahan petugas belum ada. Untuk sementara kita memaksimalkan tenaga yang sudah ada karena penambahan personel tentu membutuhkan anggaran,” pungkas Mustamin.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kabid  PSU Disperkim Kota Balikpapan Edy Saputra. S.T

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) berencana mengambil alih sejumlah lahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) pada perumahan yang terbengkalai pada tahun anggaran 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas umum di kawasan perumahan tetap terkelola dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala Bidang PSU Disperkim Balikpapan, Edy Saputra, S.T mengatakan pengambilalihan tersebut dilakukan terhadap perumahan yang pengembangnya sudah tidak lagi aktif atau tidak diketahui keberadaannya, sehingga tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas umum di kawasan tersebut, Kamis (12/3/2026)

“Pada tahun anggaran 2026 ini kami mulai melakukan tahapan pengambilalihan lahan PSU pada sejumlah perumahan yang terlantar. Biasanya kondisi ini terjadi karena pengembangnya sudah tidak ada, sehingga di lapangan tidak jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan fasilitasnya,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, pada dasarnya penghuni tetap memiliki kewajiban menjaga kebersihan dan lingkungan tempat tinggalnya. Namun, ada beberapa fasilitas yang menjadi tanggung jawab pengembang sebelum akhirnya diserahkan kepada pemerintah kota, seperti jalan lingkungan, drainase, hingga taman.

“Seharusnya pengembang menyerahkan PSU tersebut kepada pemerintah kota. Setelah diserahkan, barulah pemerintah bisa melakukan peningkatan seperti perbaikan jalan, drainase, maupun penataan taman agar memenuhi standar ruang bermain ramah anak dan ramah lansia,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, Disperkim akan melakukan publikasi kepada masyarakat di lingkungan perumahan yang akan diambil alih. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan memasang baliho besar sebagai bentuk pemberitahuan kepada warga setempat.

Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi permasalahan yang kerap muncul di lapangan, seperti adanya lahan fasilitas umum yang justru diperjualbelikan oleh oknum pengembang kepada masyarakat.

Edy mengungkapkan, tidak sedikit warga yang membeli lahan tanpa mengetahui bahwa tanah tersebut merupakan fasilitas umum atau fasilitas sosial yang sebenarnya tidak boleh diperjualbelikan. “Kadang masyarakat membeli karena tidak tahu bahwa itu lahan fasum. Setelah dibangun dan ingin mengurus perizinan, baru diketahui bahwa lahan tersebut tidak bisa diproses karena statusnya fasilitas umum,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli lahan atau kavling di kawasan perumahan dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu, termasuk ke Disperkim, guna memastikan legalitas lahan tersebut.

“Cek dan ricek dulu sebelum membeli, terutama jika ada pihak yang menawarkan kavling di perumahan. Pastikan lahan itu bukan bagian dari PSU dan memang memiliki izin yang lengkap,” tegasnya.

Adapun beberapa perumahan yang direncanakan masuk dalam proses pengambilalihan PSU pada tahun ini antara lain Perumahan Wahana Asri 1 dan Wahana Asri 2 di kawasan Damai, Griya Alam Permai, The Green Residence di Balikpapan Utara, serta Perumahan Pelangi di wilayah selatan kota.

Selain itu, Disperkim juga menyoroti penanganan banjir yang terjadi di salah satu kawasan perumahan, yakni Lumban Gaul.

Menurut Edy, upaya mencari solusi masih terus dilakukan melalui koordinasi lintas pihak. Ia menjelaskan, dalam rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, sejumlah rekomendasi telah diberikan kepada para pengembang untuk mempercepat penanganan masalah tersebut, termasuk penyelesaian pembangunan bendali dan pintu air.

“Dari hasil rapat terakhir, masing-masing pengembang diminta mendukung penyelesaian persoalan ini, termasuk menuntaskan pembangunan bendali serta proses tukar guling lahan yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai area pengendalian air,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN, – Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit menular, khususnya campak.

Imbauan ini disampaikan menyusul adanya sejumlah wilayah di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai daerah endemik campak oleh Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, menegaskan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama perjalanan, terutama saat berinteraksi dengan banyak orang.

“Kami mengimbau para pemudik agar tetap menjaga kesehatan selama perjalanan dan berhati-hati terhadap penularan penyakit, terutama campak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat lebih dari 200 kasus suspek campak yang ditemukan di berbagai wilayah di Balikpapan. Meski demikian, Balikpapan belum masuk dalam kategori daerah endemis yang membutuhkan respons imunisasi luar biasa seperti di beberapa daerah lain.

Menurutnya, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan upaya pengejaran imunisasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, yang belum mendapatkan vaksin.

“Campak sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk melengkapi status imunisasi,” jelasnya.

Selain itu, Alwiati juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat bersilaturahmi, terutama ketika berinteraksi dengan bayi atau anak kecil. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh atau menggendong bayi.

“Kami mengimbau orang dewasa tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi, terutama jika belum mencuci tangan. Hal kecil seperti ini bisa menjadi sumber penularan penyakit,” katanya.

Campak sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menular melalui droplet atau percikan dari saluran pernapasan. Gejala yang umum muncul antara lain demam tinggi, ruam merah pada kulit, serta gejala mirip flu seperti batuk dan pilek.

Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. “Penderita campak sebaiknya melakukan isolasi mandiri hingga sembuh agar tidak menularkan kepada orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam kondisi aktif, sehingga dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan selama perjalanan mudik.

“Kami berharap masyarakat tetap sehat selama mudik dan tidak membawa penyakit saat kembali ke Balikpapan,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Pj Sekretaris Daerah Pemerintah kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan kesiapannya mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan aktivitas kepala daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal selama periode libur Lebaran.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 000.2.3/1171/SJ yang diterbitkan pada 8 Maret 2026. Melalui edaran itu, para kepala daerah dan wakil kepala daerah diminta menunda perjalanan ke luar negeri selama dua pekan yang mencakup satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Idulfitri, yakni mulai 14 hingga 28 Maret 2026.

Kebijakan ini diterapkan agar para pimpinan daerah tetap berada di wilayahnya masing-masing untuk memastikan berbagai layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa libur dan arus mudik Lebaran.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan bahwa pemerintah kota telah menerima surat edaran tersebut dan memahami sepenuhnya maksud dari kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri.

“Surat edarannya memang sudah ada. Isinya terkait pembatasan perjalanan kepala daerah mulai 14 sampai 28 Maret. Saya kira semua pihak yang menjadi objek edaran tersebut sudah mengetahuinya, termasuk Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota,” ujar Agus kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini aturan tersebut sebenarnya belum berlaku karena periode yang dimaksud baru dimulai pada pertengahan Maret. Oleh sebab itu, berbagai agenda pimpinan daerah yang dilakukan saat ini masih berada di luar masa pembatasan perjalanan tersebut.

“Kalau melihat isi edaran, waktunya mulai tanggal 14 sampai 28 Maret, yang memang bertepatan dengan masa libur Lebaran. Saat ini masih tanggal 11, sehingga belum memasuki periode yang dimaksud dalam aturan itu,” jelasnya.

Agus juga mengungkapkan bahwa Wali Kota Balikpapan sebelumnya telah menyampaikan izin untuk melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Menurutnya, keberangkatan tersebut telah disampaikan secara resmi sebelum dilakukan.

“Sejauh yang saya ketahui, Pak Wali Kota ada agenda tugas di Jakarta dan beliau sudah pamit kepada saya pada hari Minggu,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo juga diketahui sedang menjalankan perjalanan dinas. Namun, jadwal kegiatan tersebut telah diatur agar selesai sebelum masa pembatasan perjalanan diberlakukan.

“Kalau Pak Basuki memang sudah lebih dulu menjalankan tugas dinas. Tapi rencananya sebelum tanggal 14 beliau sudah kembali,” ungkap Agus.

Ia menegaskan bahwa pimpinan daerah di Balikpapan berkomitmen mematuhi arahan pemerintah pusat dan memastikan kehadiran mereka di daerah menjelang masa libur Idulfitri. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kelancaran pelayanan publik sekaligus memastikan kesiapan daerah menghadapi berbagai kebutuhan masyarakat selama Lebaran.

“Pak Wali Kota juga sudah menyampaikan bahwa sebelum tanggal 14 beliau sudah berada kembali di Balikpapan,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Pj Sekda Kota Balikpapan Agus Budy Prasetyo sidak parcel 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Parcel Lebaran Pemerintah Kota Balikpapan bersama sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap paket parcel Lebaran yang dijual di sejumlah pusat perbelanjaan, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi serta memenuhi ketentuan yang berlaku. Dalam kegiatan tersebut, tim menyasar lima supermarket di wilayah Kota Balikpapan.

Sidak dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo. Turut mendampingi Asisten I Zulkifli, Asisten III Andi Sri Juliarty, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan dari Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Balikpapan.

Dua lokasi pertama yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah Susana Supermarket dan Yova Supermart. Di kedua tempat tersebut, tim melakukan pengecekan secara acak terhadap parcel yang dijual, termasuk membuka beberapa paket untuk memastikan kesesuaian antara daftar produk pada label dengan isi parcel yang sebenarnya.

Agus Budi Prasetyo menegaskan bahwa pengawasan ini penting dilakukan agar tidak ada produk yang sudah melewati masa kedaluwarsa maupun produk yang tidak memiliki izin edar. Ia juga menekankan pentingnya kejujuran pelaku usaha dalam mencantumkan daftar isi parcel.

“Label yang ditempel harus benar-benar sesuai dengan isi parcel. Jangan sampai daftar produk yang dicantumkan berbeda dengan barang di dalam paket,” ujarnya kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tim tidak menemukan produk yang telah kedaluwarsa. Seluruh barang yang diperiksa juga dinyatakan sesuai dengan label yang tertera pada kemasan parcel. Selain itu, sebagian besar produk makanan ringan yang ditemukan dalam parcel merupakan hasil produksi pelaku usaha lokal Balikpapan dan sekitarnya.

Pemerintah juga memastikan produk tersebut telah mencantumkan izin edar yang diperlukan. Apabila nantinya ditemukan produk UMKM yang belum memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pihak toko diminta segera melengkapi perizinan atau menarik produk tersebut dari peredaran.

Setelah dari dua lokasi awal, tim melanjutkan sidak ke beberapa tempat lainnya, seperti supermarket di kawasan Balikpapan Baru, Ava Frozen Food, serta Toko Mickey guna memastikan seluruh parcel Lebaran yang dijual aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

Kabid Penegakan Satpol-PP Balikpapan Yosep Gunawan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan memperketat pengawasan terhadap aktivitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya keberadaan pengemis, anak jalanan, serta manusia gerobak yang beraktivitas di sejumlah titik keramaian kota.

Kepala Bidang Penegakan Satpol PP Balikpapan, Yosep Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya mengintensifkan patroli dan pemantauan di lapangan guna menjaga ketertiban umum. Kegiatan penertiban bahkan dilakukan hampir setiap hari, terutama di lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya para pengemis.

“PMKS seperti anak jalanan dan manusia gerobak memang menjadi salah satu fokus penertiban kami. Hampir setiap hari petugas melakukan monitoring di berbagai titik kota,” ujar Yosep saat diwawancarai pada Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mengambil tindakan ketika menemukan aktivitas yang dianggap melanggar aturan ketertiban umum. Penindakan biasanya diawali dengan teguran kepada yang bersangkutan, dilanjutkan dengan pendataan serta pemeriksaan identitas. Dalam beberapa kasus, petugas bahkan harus mengamankan gerobak milik para pelaku sebagai bagian dari langkah penertiban sementara.

“Jika kami menemukan manusia gerobak beroperasi di jalan, biasanya kami beri teguran terlebih dahulu. Mereka juga kami panggil untuk dimintai keterangan, dan gerobaknya bisa kami amankan sementara,” jelasnya.

Menurut Yosep, fenomena meningkatnya aktivitas pengemis dan manusia gerobak selama Ramadan bukan hal baru. Setiap tahun, jumlah mereka cenderung bertambah karena sebagian orang memanfaatkan momen Ramadan untuk memperoleh simpati masyarakat.

“Selama Ramadan memang lebih sering kami temukan. Hampir setiap hari ada saja yang terjaring dalam kegiatan patroli,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalanan. Yosep menilai kebiasaan tersebut justru dapat memicu semakin banyak orang turun ke jalan untuk meminta-minta. “Dalam aturan ketertiban umum sebenarnya tidak diperbolehkan memberi santunan di jalan. Jika ingin bersedekah, sebaiknya disalurkan melalui lembaga resmi atau langsung kepada pihak yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Selain itu, Satpol PP juga mendapati bahwa sebagian pengemis yang terjaring penertiban berasal dari luar daerah. Hal ini diketahui dari identitas yang diperiksa petugas saat melakukan pendataan di lapangan. “Cukup banyak yang bukan warga Balikpapan. Beberapa identitas yang kami temukan menunjukkan mereka berasal dari luar daerah,” ungkap Yosep.

Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menjadi magnet bagi para pendatang untuk mencari penghasilan. Karena itu, Yosep menekankan pentingnya peran pemerintah di tingkat kelurahan hingga rukun tetangga (RT) dalam mendata warga pendatang yang masuk ke lingkungan masing-masing. “Peran lurah dan RT sangat penting untuk melakukan pendataan, terutama bagi warga yang memiliki KTP luar daerah, sehingga keberadaannya dapat terpantau,” ujarnya.

Satpol PP Balikpapan menegaskan bahwa upaya penertiban terhadap PMKS akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat di ruang publik.

(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)

  1. Ancaman DBD Saat Libur Lebaran, Dinkes Balikpapan Minta Warga Waspada dan Jaga Kebersihan
  2. Dishub Balikpapan Tertibkan Parkir Liar Selama Ramadan
  3. Disnaker Balikpapan Buka Posko Pengaduan THR
  4. Pemkot Balikpapan Tegaskan Kemudahan Investasi Tetap Harus Disertai Kepatuhan Perizinan
  5. Pemkot Balikpapan Tegaskan Aturan Jarak Minimarket Demi Lindungi Usaha Kecil
  6. Pemkot Balikpapan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an, Wali Kota Imbau Warga Tetap Tenang Selama Ramadan
  7. Disperkim Balikpapan Usulkan Pembentukan UPT Pemakaman untuk Perkuat Pengelolaan TPU
  8. Safari Ramadan di Balikpapan Barat, Pemkot Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Pererat Silaturahmi
  9. Satpol PP Balikpapan Amankan 84 Botol Miras dan 30 Bola Biliar Saat Razia Ramadan
  10. Pengawasan Hiburan Malam Diperketat Selama Ramadan, Satpol PP Balikpapan Ingatkan Batas Jam Operasional
  11. Pengelolaan TPU Kembali ke Disperkim, Edy Saputra: Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Penataan Kota
  12. Balikpapan Tetapkan Hari Berkabung Nasional, Warga Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
  13. Safari Ramadan di Masjid Agung At Taqwa, Pemkot Balikpapan Perkuat Silaturahmi dan Serahkan Bantuan
  14. Dinsos Balikpapan Salurkan 475 Karung Beras untuk Panti Asuhan di Wilayah Pinggiran
  15. Ramadan 1447 H, Bagus Susetyo Tegaskan ASN Balikpapan Tetap Profesional dan Maksimal Layani Warga
  16. Safari Ramadan di Batu Ampar, Pemkot Balikpapan Salurkan Bantuan dan Perkuat Silaturahmi Warga
  17. Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi dan Penguat Kondusivitas di Balikpapan Utara
  18. Jelang Idulfitri, DLH Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Sampah Hingga 800 Ton
  19. DLH Balikpapan Fokus Tekan Sampah dari Rumah Tangga dan Sekolah
  20. Tekan Gejolak Harga, Pemkot Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pangan