SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dalam beberapa pekan terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Kondisi tersebut terutama dirasakan para sopir truk logistik yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan solar untuk operasional mereka. Sebagai langkah penanganan, Pemkot Balikpapan memastikan akan membentuk tim investigasi khusus untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.
Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan pengawasan perlu dilakukan lebih serius karena antrean kendaraan yang terus mengular mulai mengganggu aktivitas distribusi barang dan kebutuhan pokok masyarakat.
“Pemerintah akan membentuk tim investigasi untuk memantau langsung distribusi solar subsidi di lapangan. Kami ingin memastikan penyalurannya sesuai aturan,” ujar Rahmad, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, solar subsidi seharusnya diprioritaskan bagi kendaraan yang menunjang distribusi kebutuhan pokok dan sektor tertentu yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, tim nantinya akan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kendaraan yang mengisi solar subsidi di SPBU. Pengecekan tidak hanya dilakukan pada kendaraan, tetapi juga terhadap jenis muatan yang dibawa.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya praktik penyalahgunaan oleh kendaraan industri non-subsidi maupun dugaan penimbunan BBM. Selain persoalan pengawasan, Rahmad menilai terbatasnya jumlah SPBU di Balikpapan turut menjadi penyebab terjadinya antrean panjang. Pertumbuhan kendaraan logistik yang cukup pesat disebut tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur distribusi BBM.
“Jumlah kendaraan terus meningkat, sementara SPBU yang tersedia masih terbatas. Ini menjadi salah satu penyebab antrean panjang,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Balikpapan juga berencana mendorong penambahan SPBU baru di sejumlah titik strategis. Upaya itu diharapkan dapat memperlancar distribusi BBM sekaligus mengurangi kepadatan antrean di SPBU yang selama ini menjadi pusat pengisian solar subsidi.
Di sisi lain, pemerintah melihat adanya peluang investasi dari pihak swasta dalam pembangunan SPBU baru. Kehadiran tambahan infrastruktur energi itu diharapkan mampu mendukung aktivitas logistik dan perekonomian kota agar tetap berjalan lancar.
Rahmad menegaskan, pemerintah ingin memastikan solar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak sehingga persoalan antrean panjang tidak terus berulang dan merugikan para pelaku usaha maupun sopir angkutan barang.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)