SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memberikan edukasi kebencanaan kepada peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 25 Balikpapan pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan budaya sadar bencana sejak dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun sekitarnya.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Balikpapan, Solahuddin Malik, mengatakan materi yang diberikan berfokus pada pengenalan konsep Sekolah Tangguh Bencana serta langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik ketika menghadapi situasi darurat.

"Kami mengenalkan Sekolah Tangguh Bencana sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana di lingkungan sekolah," ujarnya.
Menurut Solahuddin, pemahaman mengenai mitigasi bencana perlu diberikan sejak awal masa sekolah agar peserta didik tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Selain itu, guru dan seluruh warga sekolah juga diharapkan memiliki pengetahuan yang sama sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana, yang mendorong setiap sekolah membangun budaya kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
"Kami berharap guru, siswa maupun seluruh warga sekolah memiliki kepedulian terhadap kebencanaan. Dengan begitu, ke depan sekolah dapat menjadi sekolah yang tangguh bencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberikan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi. Mereka diperkenalkan langkah-langkah yang harus dilakukan, mulai dari melindungi diri saat guncangan terjadi hingga melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditetapkan.
Selain penyampaian materi, beberapa sekolah juga melaksanakan simulasi kebencanaan sebagai bagian dari penguatan pemahaman peserta didik. Melalui simulasi tersebut, siswa dilatih agar mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat.
BPBD Balikpapan berharap edukasi yang diberikan selama MPLS dapat membentuk karakter peserta didik yang lebih tanggap terhadap bencana, sekaligus menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah sehingga risiko korban saat terjadi bencana dapat diminimalkan.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)