SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 9 Juni 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) turut berpartisipasi dalam kegiatan pelepasan 80 ekor tukik penyu lekang di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan pada Senin (8/6), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati di Teluk Balikpapan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi pemerintah, komunitas lingkungan, media massa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Partisipasi PLN UID Kaltimra dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati sebagai implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terus dijalankan secara berkelanjutan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa keberadaan Pantai Damba Enggang Borneo sebagai salah satu lokasi peneluran penyu di Balikpapan memiliki nilai ekologis yang penting dan perlu dijaga bersama. "Tukik yang kita lepaskan hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi membawa harapan besar bagi masa depan ekosistem laut kita. Konservasi harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan," ujar Rahmad.

Ketua JMSI Balikpapan David Purba menjelaskan bahwa 80 tukik yang dilepas merupakan hasil penetasan dari telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga populasi penyu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan habitat satwa laut yang dilindungi.

Menurut David, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan laut.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat, PLN UID Kaltimra berharap upaya pelestarian ekosistem pesisir dan laut dapat terus diperkuat sehingga keberadaan penyu dan biota laut lainnya tetap terjaga bagi generasi yang akan datang.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak agar dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Pelepasan tukik penyu lekang ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi pengingat bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berbagai pihak. PLN akan terus mendukung berbagai inisiatif pelestarian lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, menjaga kelestarian ekosistem, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," tutup Chaliq.

(ADV/*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Assu’adaa Klandasan Ilir menggelar kegiatan silaturahmi dan kebersamaan usai pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pantai Segara, Pasar Baru, Balikpapan, pada Minggu (7/6/2026).

Acara yang diikuti para pengurus dan keluarga besar DKM Masjid Jami Assu’adaa itu menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kekompakan dalam menjalankan berbagai program kemasjidan.

Kegiatan silaturahmi dibuka secara resmi oleh Ketua DKM Masjid Jami Assu’adaa, Abdul Syukur.Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah berperan aktif menyukseskan rangkaian kegiatan Iduladha, mulai dari pelaksanaan salat Id hingga penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan masjid tidak terlepas dari kerja sama dan semangat gotong royong seluruh pengurus serta dukungan jamaah. “Melalui kegiatan silaturahmi ini, kita ingin menjaga kekompakan dan mempererat hubungan kekeluargaan di antara pengurus.

Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dalam memakmurkan masjid dan melayani umat,” ujar Abdul Syukur. Suasana keakraban tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung santai di tepi pantai tersebut.

Selain menjadi ajang temu dan berbagi pengalaman pasca-Iduladha, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat komunikasi antarpengurus agar koordinasi dalam menjalankan program-program masjid ke depan semakin baik. Para peserta mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan yang dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan.

Mulai dari permainan, Canda tawa dan diskusi ringan antar anggota pengurus turut menambah hangat suasana silaturahmi. Melalui kegiatan ini, DKM Masjid Jami Assu’adaa berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus terjaga dan menjadi modal penting dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah serta mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan Klandasan Ilir.

Silaturahmi pasca-Iduladha tersebut pun ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama momentum Hari Raya Iduladha tahun ini.

(R)

Pelantikan Kadin Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang masih membayangi berbagai sektor usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Balikpapan guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Kadin Kota Balikpapan, Noval Asfihani, usai pelantikan jajaran pengurus Kadin Balikpapan periode terbaru yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (8/6/2026) malam.

Acara pelantikan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, jajaran Dewan Pertimbangan Kadin, pelaku usaha, serta Wali Kota Balikpapan. Kehadiran berbagai elemen tersebut dinilai menjadi sinyal kuat dukungan terhadap peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Noval, momentum pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan awal dari penguatan kerja sama antara dunia usaha dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran para tokoh daerah, Dewan Pertimbangan, dan terutama Wali Kota Balikpapan. Ini menunjukkan adanya dukungan yang besar terhadap Kadin sebagai bagian dari upaya bersama membangun perekonomian daerah,” ujarnya.

Ia menuturkan, sinergi yang erat antara pemerintah dan kalangan pengusaha menjadi faktor penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di Kota Balikpapan. Di sisi lain, Noval mengakui bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih memberikan tekanan terhadap dunia usaha.

Berbagai gejolak internasional, mulai dari ketidakpastian pasar hingga fluktuasi ekonomi global, turut memengaruhi keputusan investasi di berbagai daerah. Menurutnya, menurunnya minat investor menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi karena berpotensi berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Ketika investor mulai menahan ekspansi atau menunda investasi, dampaknya akan terasa pada pertumbuhan usaha dan peluang kerja. Karena itu, kita harus mampu menjaga kepercayaan dunia usaha,” katanya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Noval menilai transformasi digital dan efisiensi operasional menjadi langkah yang tidak dapat ditawar. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu membantu perusahaan meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional.

Arahan serupa, lanjutnya, juga disampaikan Wali Kota Balikpapan dalam sambutannya saat pelantikan. Dunia usaha didorong untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan melakukan berbagai langkah efisiensi agar tetap kompetitif. “Digitalisasi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan efektivitas usaha. Efisiensi menjadi salah satu kunci agar perusahaan mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan,” jelasnya.

Terkait potensi pengurangan tenaga kerja yang mulai terjadi di sejumlah sektor, termasuk perhotelan dan jasa perjalanan, Noval mengakui ancaman tersebut memang tidak bisa diabaikan. Namun, ia menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja biasanya menjadi langkah terakhir yang diambil perusahaan ketika kondisi keuangan benar-benar tertekan.

“Tidak ada perusahaan yang menginginkan PHK. Tetapi dalam kondisi tertentu, langkah itu terkadang tidak dapat dihindari apabila kemampuan perusahaan sudah sangat terbatas,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha di Balikpapan untuk memperkuat kolaborasi, membangun solidaritas, dan mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi dinamika ekonomi yang sedang berlangsung. Selain itu, Noval juga menyoroti berbagai kebijakan perpajakan yang saat ini menjadi perhatian kalangan dunia usaha.

Meski sejumlah aturan baru menuntut penyesuaian, ia menilai para pelaku usaha harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan berbagai fasilitas serta masa transisi yang telah disiapkan pemerintah.

“Setiap kebijakan tentu membutuhkan penyesuaian. Yang terpenting adalah bagaimana pelaku usaha mampu melihat peluang dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia agar usaha tetap tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komitmen untuk membangun budaya berkendara yang aman terus ditunjukkan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Cabang Balikpapan.

Melalui pelatihan keselamatan berkendara atau safety riding yang digelar di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, Minggu (7/6/2026), para anggota dibekali kemampuan teknis guna meningkatkan keamanan saat mengendarai motor berkapasitas besar di jalan raya.

Kegiatan tersebut menghadirkan instruktur nasional sekaligus assessor bersertifikat, M. Joel D. Mastana, yang memberikan materi dan praktik langsung kepada peserta. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan HDCI Balikpapan dalam meningkatkan kompetensi para anggotanya, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi lalu lintas.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari Wakapolda Kalimantan Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, serta Satlantas Polresta Balikpapan. Kehadiran unsur kepolisian dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara komunitas otomotif dan aparat dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Bangun Isworo, menegaskan bahwa pengendara motor berkapasitas besar harus memiliki keterampilan dan pemahaman yang memadai terkait keselamatan berkendara. Menurutnya, kendaraan dengan kapasitas mesin tinggi memiliki karakteristik berbeda dibandingkan motor pada umumnya sehingga membutuhkan kemampuan khusus dalam pengoperasiannya.

“Pemahaman safety riding sangat penting bagi para pengguna motor besar. Dengan pelatihan seperti ini, kemampuan teknis pengendara dapat terus meningkat sehingga aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama saat berada di jalan,” ujarnya.

Ketua HDCI Balikpapan, Ahmad Rustam, menjelaskan bahwa pelatihan keselamatan telah menjadi agenda rutin organisasi. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anggota lama, tetapi juga bagi anggota baru yang perlu memahami teknik dasar dan etika berkendara motor besar.

Ia menyebutkan, dalam pelatihan kali ini terdapat sejumlah anggota baru yang turut mengikuti sesi pembekalan. Kehadiran jajaran Polda Kaltim juga menjadi motivasi tambahan bagi komunitas untuk terus menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas. Selain pelatihan teknis, Ditlantas Polda Kaltim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyosialisasikan aturan terbaru mengenai penggolongan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara motor besar.

Saat ini, pengendara motor berkapasitas 250 hingga 500 cc diwajibkan memiliki SIM C1, sedangkan kendaraan di atas 500 cc memerlukan SIM C2. Polda Kaltim juga mengungkapkan bahwa fasilitas ujian SIM C1 dan C2 saat ini baru tersedia di Samarinda. Namun, fasilitas serupa tengah dipersiapkan untuk hadir di Balikpapan dan saat ini masih menunggu tahapan survei serta persetujuan dari Korlantas Polri.

Menanggapi hal tersebut, HDCI Balikpapan menyatakan kesiapannya untuk mendukung percepatan penyediaan sarana uji SIM di kota ini. Menurut Rustam, keberadaan fasilitas tersebut nantinya akan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi anggota HDCI, tetapi juga komunitas motor sport dan pengguna motor besar lainnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Manajemen Grand City melalui PT Sinar Mas Wisesa (SMW). Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan berbagai komunitas dalam melaksanakan kegiatan positif dan edukatif bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara komunitas, kepolisian, dan pihak swasta, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran berkendara yang aman sekaligus memperkuat budaya tertib lalu lintas di Kota Balikpapan.

(/*)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud melepaskan Tukik Penyu Lekang dipantai Damba Enggang Borneo (DEB)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Semangat menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui pelepasan 80 ekor tukik penyu lekang di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan ekosistem laut sekaligus bentuk kepedulian bersama terhadap satwa yang kini menghadapi berbagai ancaman di habitat alaminya.

Aksi konservasi tersebut merupakan kolaborasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB. Kegiatan mendapat dukungan dan apresiasi langsung dari Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang turut memimpin prosesi pelepasan tukik ke laut didampingi Ketua TP PKK Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud. Puluhan tukik yang dilepas merupakan hasil penetasan telur penyu lekang yang sebelumnya ditemukan di kawasan pesisir Pantai DEB, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Selatan.

Momen tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disporapar) Balikpapan dr Ratih Kusuma, Manajer Sekretaris Perusahaan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Abdul Ramli, Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, perwakilan PT PLN dan PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), serta mahasiswa dari BEM Universitas Balikpapan, Mapala Universitas Balikpapan dan HIMPA Politeknik Negeri Balikpapan. Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pelepasan tukik bukan sekadar seremoni, melainkan pesan penting tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga keseimbangan alam.

“Pelepasan tukik bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut yang perlu terus dijaga bersama. Upaya kecil seperti ini akan memiliki arti besar jika dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rahmad menilai tema kegiatan “Langkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari” mencerminkan pentingnya konsistensi dalam menjaga lingkungan. Sebagai kota pesisir, Balikpapan memiliki kewajiban untuk merawat kawasan pantai dan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekaligus penunjang aktivitas ekonomi daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari rehabilitasi hutan mangrove, perlindungan wilayah pesisir, pengelolaan sampah hingga pendidikan lingkungan bagi generasi muda. Sementara itu, Pengelola Pantai DEB, Ardhan Effendi, mengungkapkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang dihadapi kawasan pesisir tersebut. Ia menyebut sebagian besar sampah berasal dari aliran parit besar yang bermuara langsung ke laut sehingga membawa berbagai jenis limbah ke kawasan pantai.

“Persoalan sampah ini bukan hanya datang dari aktivitas di sekitar pantai, tetapi juga kiriman dari hulu melalui aliran parit besar yang bermuara ke laut. Ini yang sangat mengganggu kawasan pesisir,” katanya.

Karena itu, Ardhan berharap adanya dukungan konkret untuk mengurangi pencemaran, seperti pembangunan siring, pemasangan jaring penahan sampah di titik-titik strategis, serta penyediaan petugas yang secara rutin menangani sampah yang tertahan sebelum masuk ke perairan laut. Di sisi lain, Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, menjelaskan bahwa 80 tukik yang dilepas berasal dari sekitar 160 telur penyu yang berhasil diamankan dan ditetaskan di kawasan Pantai DEB.

Menurutnya, pelepasan tukik merupakan bagian dari upaya menjaga populasi penyu lekang yang terus menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat dan pencemaran lingkungan.

“Sebagian telur berhasil menetas dengan baik dan hari ini kami kembalikan ke habitat alaminya. Harapan kami, tukik-tukik ini dapat bertahan hidup hingga dewasa dan ikut menjaga keberlangsungan populasi penyu lekang yang saat ini menghadapi berbagai ancaman di alam,” ujarnya. Selain fokus pada konservasi penyu, JMSI Balikpapan juga menyoroti persoalan sampah laut yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Sampah yang terbawa aliran sungai menuju laut dinilai dapat merusak habitat penyu serta mengganggu kehidupan berbagai biota laut lainnya. Karena itu, JMSI mendorong penerapan langkah yang lebih efektif, termasuk pemasangan jaring apung di sejumlah muara sungai untuk menahan sampah sebelum mencapai kawasan pesisir. David juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menegaskan keberhasilan pelepasan tukik tidak terlepas dari sinergi berbagai unsur, mulai pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas hingga relawan yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan, Pertamina Lubricants, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan, Indonesian Cycling Federation (ICF) Kalimantan Timur, HIPMI Balikpapan, PTMB, PT Dharma Lautan Utama Cabang Balikpapan, PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), Rutan Kelas IIA Balikpapan, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan, serta PT PLN yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan konservasi tersebut. Dukungan berbagai pihak itu menjadi bukti bahwa upaya menjaga laut dan lingkungan dapat berjalan lebih kuat melalui kolaborasi bersama.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA – Perbaikan gizi anak menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Namun hingga kini, persoalan malnutrisi masih menjadi tantangan yang harus dihadapi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur yang berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 masih mencatat angka prevalensi stunting sebesar 22,2 persen.

Para pakar kesehatan menilai masalah gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak yang terhambat. Kondisi seperti stunting, wasting, dan underweight juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit infeksi yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup hingga usia dewasa.

Karena itu, upaya deteksi dini dan penanganan cepat menjadi langkah penting ketika anak menunjukkan tanda-tanda gangguan pertumbuhan. Orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak agar kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi anak dapat dievaluasi secara menyeluruh.

Salah satu pendekatan yang kini mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan tenaga kesehatan adalah pemanfaatan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) atau Nutrient-Dense Formula (NDF). Produk nutrisi ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak yang berisiko mengalami gagal tumbuh maupun kekurangan gizi.

Efektivitas pendekatan tersebut terungkap dalam penelitian berjudul A Nutrient-Dense Formula in Undernourished Children in Indonesia: A Cost-Effective Strategy yang dipresentasikan oleh Associate Professor Muh. Akbar Bahar pada ajang ISPOR Europe 2025 di Glasgow, Skotlandia.

Penelitian itu mengevaluasi dampak kesehatan dan ekonomi dari pemberian PKMK kepada anak-anak Indonesia yang mengalami masalah gizi. Hasilnya menunjukkan potensi penurunan prevalensi stunting hingga 34,5 persen, wasting sebesar 72,7 persen, dan underweight mencapai 51,7 persen.

Jika diterapkan secara luas, intervensi tersebut diperkirakan mampu mencegah sekitar 1,6 juta kasus stunting, 1,2 juta kasus wasting, serta 1,9 juta kasus underweight pada anak Indonesia. Manfaatnya juga meluas pada pencegahan penyakit infeksi. Model penelitian memperkirakan kasus tuberkulosis dapat ditekan hingga 47,2 persen dan pneumonia sebesar 44,7 persen. Angka tersebut setara dengan pencegahan sekitar 1,2 juta kasus TB dan satu juta kasus pneumonia.

Selain itu, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare diperkirakan dapat berkurang masing-masing hingga 2,6 juta dan dua juta kasus.

“Ketika seorang anak mendapatkan nutrisi yang memadai, manfaat yang dihasilkan jauh melampaui peningkatan berat badan atau tinggi badan. Risiko infeksi menurun, kebutuhan berobat berkurang, dan kualitas hidup anak menjadi lebih baik,” ujar Akbar Bahar.

Menurutnya, intervensi nutrisi harus dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang memberikan dampak positif tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi pembangunan bangsa. Dari sisi ekonomi kesehatan, penelitian tersebut menunjukkan potensi penghematan biaya pengobatan yang sangat besar.

Pengurangan kasus penyakit diperkirakan dapat menghemat biaya hingga Rp2,46 triliun untuk TB, Rp3,88 triliun untuk pneumonia, Rp2,40 triliun untuk ISPA, dan Rp3,38 triliun untuk diare.

Temuan itu semakin memperkuat pandangan bahwa kebijakan pemenuhan gizi anak bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi investasi yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan beban pembiayaan kesehatan nasional di masa depan.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Upaya pelestarian lingkungan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan melalui pelepasliaran 80 ekor tukik penyu lekang di Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Balikpapan Selatan, mendapat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari PT Kutai Refinery Nusantara (KRN) yang menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu dinilai tidak hanya memiliki nilai edukasi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendukung konservasi satwa laut yang saat ini keberadaannya semakin rentan.

Humas Department SSL (Social Security and License) PT KRN, Ade Jasman, menyampaikan apresiasinya kepada JMSI Balikpapan dan pengelola Pantai Damba Enggang Borneo yang telah berinisiatif melakukan pelepasliaran puluhan tukik ke habitat alaminya.

Menurut Ade, keberadaan penyu lekang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai kehidupan di laut. Oleh sebab itu, upaya perlindungan terhadap spesies yang dilindungi tersebut perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan konservasi yang melibatkan banyak pihak. “Kami sangat mengapresiasi langkah JMSI Balikpapan yang telah menginisiasi kegiatan pelepasliaran tukik penyu lekang ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan memiliki manfaat besar bagi pelestarian lingkungan laut, khususnya dalam menjaga keberlangsungan biota laut seperti penyu lekang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat agar program-program konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan. Sebagai bagian dari Apical Group, PT KRN, kata Ade, juga menempatkan isu keberlanjutan dan perlindungan lingkungan sebagai salah satu prioritas perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mendukung upaya pelestarian sumber daya alam, baik di kawasan daratan maupun wilayah pesisir dan laut. “Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu komitmen yang terus kami jalankan. Karena itu, kami melihat kegiatan yang dilakukan JMSI Balikpapan ini sangat positif dan patut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak,” katanya.

Ade juga menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pemberitaan dan aksi nyata seperti pelepasliaran tukik, media dapat menjadi jembatan yang mendorong partisipasi publik dalam kegiatan konservasi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian alam. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kesadaran menjaga alam harus menjadi gerakan bersama karena manfaatnya akan dirasakan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang,” tuturnya.

Ade menegaskan, PT KRN akan terus mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan sumber daya alam. “Kami berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan, baik di wilayah daratan maupun laut. Lingkungan yang terjaga merupakan investasi penting bagi masa depan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Melalui pelepasliaran 80 tukik penyu lekang tersebut, JMSI Balikpapan tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan satwa langka serta menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA – Komitmen dokumentator independen Dian Rana dalam mengabadikan perjalanan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut.

Setelah menerima apresiasi dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), ia kembali menyerahkan ratusan arsip digital untuk diproses sebagai bagian dari dokumentasi sejarah bangsa. Sebanyak 102 file video hasil dokumentasi pembangunan IKN diserahkan Dian kepada ANRI untuk menjalani tahapan kurasi dan penilaian.

Arsip tersebut merupakan hasil seleksi dari ratusan rekaman yang dibuatnya selama mengikuti perkembangan pembangunan kawasan ibu kota baru sejak 2022 hingga sebagian 2023. Penyerahan arsip ini menjadi kelanjutan dari kontribusi Dian dalam penyelamatan dokumen pembangunan IKN.

Sebelumnya, ia memperoleh penghargaan dari ANRI pada peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang digelar pada 19 Mei 2026 sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam menjaga rekam jejak pembangunan Nusantara.

Dian menjelaskan, seluruh video yang diajukan telah melalui proses pendataan secara rinci untuk memudahkan proses verifikasi oleh tim kurator ANRI. Setiap file dilengkapi informasi lokasi pengambilan gambar dan deskripsi isi dokumentasi yang disusun dalam satu basis data khusus.

"Dari sebagian besar video saya di tahun 2022 dan sebagian di tahun 2023 terkumpul sekitar 102 file video dan saya buat satu file Excel untuk data lokasi dan deskripsi di setiap video agar memudahkan dalam proses kurasi di ANRI sesuai pengalaman sebelumnya," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar proses identifikasi arsip berjalan lebih efektif. Pendokumentasian yang terstruktur juga diharapkan dapat membantu ANRI dalam menilai nilai historis dari setiap rekaman yang diserahkan.

Dian mengungkapkan bahwa penyerahan 102 video ini merupakan bagian dari target besar yang tengah dijalankannya. Ia berencana menyerahkan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN secara bertahap sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian sejarah nasional. Sebelumnya, ANRI telah menetapkan 27 arsip digital milik Dian sebagai arsip statis nasional.

Arsip tersebut merekam perkembangan kawasan IKN pada periode 2021 hingga 2022 dan kini menjadi bagian dari koleksi sejarah yang tersimpan secara resmi. Ia mengaku tidak pernah menyangka dokumentasi yang awalnya dibuat secara mandiri dengan berbagai keterbatasan dapat memperoleh perhatian dan pengakuan dari lembaga negara.

Pengalaman tersebut menjadi dorongan baginya untuk terus merapikan serta menyerahkan dokumentasi yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Selain aktif mendokumentasikan pembangunan IKN, Dian juga menuliskan pengalamannya dalam buku berjudul "Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar". Buku tersebut memuat catatan lapangan dan kisah di balik proses dokumentasi pembangunan IKN, serta telah dibahas dalam forum akademik di Universitas Djuanda pada Mei 2026.

Dian berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa penting di daerah masing-masing. Menurutnya, arsip bukan hanya catatan masa lalu, tetapi juga warisan berharga yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya. "Semoga semakin banyak warga yang ikut menjadi bagian dari penyelamatan arsip untuk generasi mendatang," katanya.

Saat ini, 102 file video yang telah diserahkan masih menjalani proses kurasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku di ANRI sebelum nantinya ditetapkan sebagai arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan.

(*)