SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Kepemimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan resmi berganti. Noval Asfihani ditetapkan sebagai ketua untuk periode 2026–2031 melalui Musyawarah Kota (Mukota) XII yang digelar di Royal Mahligai, Rabu (8/4/2026).

Penetapan dilakukan secara aklamasi, mencerminkan solidnya dukungan dari kalangan pelaku usaha terhadap Noval. Ia dipercaya mampu membawa Kadin Balikpapan lebih progresif dalam memperkuat peran dunia usaha, terutama di tengah posisi strategis kota ini sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Usai terpilih, Noval menegaskan komitmennya untuk memperluas jaringan kerja sama, termasuk membuka peluang investasi dari luar negeri.

Salah satu langkah awal yang tengah dijajaki adalah komunikasi dengan Kadin Sarawak, Malaysia, khususnya di sektor kesehatan. “Saat ini sudah ada komunikasi awal dengan Kadin Sarawak. Mereka melihat potensi Balikpapan, terutama di bidang kesehatan, dan berencana menjajaki peluang investasi di sektor tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, rencana kunjungan dari pihak Sarawak memang belum dijadwalkan secara resmi. Namun komunikasi yang telah terjalin menjadi sinyal positif bahwa Balikpapan mulai menarik perhatian investor asing. “Memang masih sebatas komunikasi verbal, tetapi ini peluang yang harus kita respon dengan serius,” tambahnya. Noval juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih banyak berobat ke luar negeri.

Ia menilai kondisi tersebut bisa diubah jika kualitas layanan kesehatan di dalam negeri terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan lebih maksimal. “Dalam layanan kesehatan, yang utama adalah kepercayaan. Sebenarnya fasilitas rumah sakit di Balikpapan sudah cukup baik dan kompetitif.

Tinggal bagaimana kita membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat promosi,” jelasnya.

Selain investasi, peluang kerja sama juga terbuka dalam bentuk pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan antara Balikpapan dan Sarawak. Hal ini diyakini dapat mendorong peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Di bawah kepemimpinannya, Noval mengusung visi besar untuk menciptakan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Ia juga menargetkan penguatan peran pengusaha lokal agar mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan Balikpapan sebagai kota penyangga utama IKN. Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah langkah strategis telah disiapkan.

Di antaranya memperkuat peran Kadin sebagai wadah dunia usaha yang profesional dan berintegritas, serta membangun kemitraan yang erat dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, Kadin Balikpapan akan fokus mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan, membuka peluang bisnis yang lebih luas, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, agar mampu naik kelas dan masuk dalam rantai pasok regional.

Noval juga menekankan pentingnya inovasi dan transformasi digital sebagai kunci peningkatan daya saing dunia usaha. Ia mendorong pelaku usaha untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan kawasan penyangga IKN.

Sementara itu, perwakilan Kadin Kalimantan Timur yang hadir dalam forum tersebut menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Balikpapan. “Kami berharap hasil musyawarah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. Selamat kepada ketua terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, Kadin Balikpapan diharapkan semakin solid dalam membangun ekosistem dunia usaha yang kuat serta mampu memanfaatkan peluang investasi di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

(R)

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, 1 April 2026 – PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 dengan mengusung tema “Pegadaian MengEMASkan Indonesia”.

Perayaan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang perusahaan sebagai lembaga keuangan yang tangguh, adaptif, dan terus bertransformasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam amanat yang dibacakan pada upacara peringatan, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa usia 125 tahun merupakan tonggak bersejarah yang mencerminkan konsistensi Pegadaian dalam menjaga kepercayaan publik sebagai institusi keuangan yang unggul dan terpercaya. Selama perjalanannya, Pegadaian mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid di berbagai sektor.

Hal ini ditopang oleh sinergi dan produktivitas yang terus meningkat, inovasi produk yang berkelanjutan, serta transformasi digital yang semakin memperkuat daya saing perusahaan. Selain itu, tata kelola perusahaan yang sehat juga terus dijaga melalui penerapan prinsip integritas dan profesionalisme, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dengan semangat pelayanan #MelayaniSepenuhHati.

Di kancah internasional, Pegadaian turut menunjukkan langkah progresif melalui ekspansi bisnis dan kerja sama strategis. Pembukaan cabang di Timor-Leste, kolaborasi pendanaan dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) di Jepang, hingga pengembangan produk investasi berbasis emas seperti Exchange Traded Fund (ETF), menjadi bukti kesiapan Pegadaian dalam bersaing di tingkat global.

Semangat perayaan HUT ke-125 juga tercermin dalam filosofi logo yang mengandung makna kematangan, pertumbuhan berkelanjutan, serta transformasi digital. Melalui tagline “MengEMASkan Indonesia”, Pegadaian menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan berbasis emas, sekaligus memperkuat perekonomian kerakyatan. Sebagai wujud kepedulian sosial, Pegadaian melaksanakan program “Pegadaian Peduli Berbagi” dengan tema “125 Tahun Hadir Mengemaskan Harapan”.

Program ini digelar serentak di 125 titik di seluruh Indonesia dengan menyalurkan bantuan kepada berbagai lembaga sosial, meliputi kebutuhan pokok, sanitasi, sandang, hingga dukungan pendidikan dan operasional. Khusus di wilayah Kalimantan, PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan menyalurkan bantuan di 10 lokasi dengan total nilai mencapai Rp50 juta. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kehadiran Pegadaian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian Kanwil IV Balikpapan juga menggelar kegiatan media gathering bertema “Sinergi dan Kolaborasi Melayani Sepenuh Hati” yang dihadiri 25 insan media dari Balikpapan dan Samarinda. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan, membangun komunikasi yang efektif, serta mendorong kolaborasi strategis antara Pegadaian dan media.

Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan kegiatan Halal Bihalal yang diikuti seluruh karyawan Pegadaian di wilayah Balikpapan. Acara tersebut diisi dengan tausiah sebagai penguatan nilai spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri. Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi dan kepedulian.

“Perayaan 125 tahun Pegadaian ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan perusahaan, tetapi juga momentum untuk mempererat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk rekan media, serta memperkuat kebersamaan antar insan Pegadaian,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program sosial yang dijalankan, Pegadaian ingin terus hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas, baik dalam memperkuat hubungan dengan mitra strategis maupun dalam kontribusi sosial. Ke depan, Pegadaian akan terus berkomitmen melayani sepenuh hati dan menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat,” tutupnya.

Dengan mengedepankan kolaborasi, integritas, dan inovasi, Pegadaian optimistis mampu terus tumbuh sebagai institusi keuangan yang unggul, terpercaya, dan berkelanjutan dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com - Balikpapan kian mengukuhkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, seiring derasnya arus investasi dan perannya sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah peluang besar tersebut, penguatan sinergi serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi perhatian utama.

Hal ini disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur, Putri Amanda Nurramadhani, saat membuka Musyawarah Kota (Mukota) ke-12 Kadin Balikpapan yang digelar di Royal Mahligai, Rabu (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Putri menegaskan bahwa Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi daerah, dengan kekuatan pada sektor industri energi dan jasa, serta dukungan infrastruktur yang memadai dan iklim usaha yang relatif kondusif. “Balikpapan bukan hanya sekadar kota, tetapi pusat ekonomi strategis di Kalimantan Timur, dengan kekuatan di sektor industri energi dan jasa, serta didukung infrastruktur dan iklim usaha yang relatif siap,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya arus pendatang ke Balikpapan yang hampir mencapai setengah dari total jumlah penduduk. Kondisi tersebut semakin memperkuat peran kota sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi sekaligus gerbang menuju IKN. Meski demikian, Putri mengingatkan bahwa peluang besar ini juga diiringi sejumlah tantangan, khususnya terkait keterlibatan pelaku usaha lokal yang dinilai belum optimal dalam memanfaatkan momentum investasi.

“Momentum besar di Kaltim ini belum sepenuhnya memberikan ruang bagi pengusaha lokal. Jangan sampai pelaku usaha daerah hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Selain itu, kesiapan SDM lokal dinilai menjadi faktor krusial agar mampu bersaing dan terlibat aktif dalam perkembangan ekonomi yang semakin dinamis. Peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Putri juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah daerah dengan kebutuhan dunia usaha. Menurutnya, keselarasan tersebut akan memastikan setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam forum tersebut, Kadin kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Kami berharap Kadin dilibatkan secara aktif dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah, karena kami adalah mitra strategis pemerintah,” katanya.

Ke depan, Kadin berkomitmen untuk terus berperan dalam mendorong pertumbuhan di berbagai sektor, mulai dari investasi, perdagangan hingga ketenagakerjaan, sekaligus menjadi penghubung antara kepentingan dunia usaha dan kebijakan pemerintah.

Putri pun mengajak seluruh pelaku usaha menjadikan Mukota sebagai momentum penting untuk melahirkan gagasan strategis dan rekomendasi konkret bagi penguatan ekonomi daerah. “Kami ingin musyawarah ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi momentum untuk merumuskan solusi nyata bagi pelaku usaha di Balikpapan,” ujarnya.

Ia berharap sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan dunia usaha dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, seiring peran vital Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN.

(R)

SWARAREPUBLIKA.com, NUSANTARA — Aktivitas perdagangan di Pasar Segar Sepaku mulai menunjukkan geliat yang menjanjikan. Para pedagang tampak sibuk menata barang dagangan mereka di kios dan los yang baru ditempati, menciptakan suasana yang lebih tertib, bersih, dan modern dibandingkan citra pasar tradisional sebelumnya.

Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Juru Bicara Otorita IKN sekaligus Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjelaskan bahwa pasar tersebut terdiri dari dua bangunan utama masing-masing dua lantai.

“Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dan bangunan kedua seluas 970 meter persegi. Ini mencerminkan komitmen menghadirkan infrastruktur modern dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Troy, pembangunan Pasar Segar Sepaku tidak hanya bertujuan menyediakan fasilitas perdagangan, tetapi juga mempercantik kawasan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman. “Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” tegasnya.

Pasar ini resmi beroperasi setelah proses serah terima pada 15 Maret 2026, dan mulai melayani masyarakat sejak 30 Maret 2026 dengan jam operasional pukul 06.00 hingga 20.00 WITA. Hingga kini, sebanyak 135 pedagang telah menempati lapak yang tersedia, dengan pengisian yang masih berlangsung bertahap. Secara keseluruhan, pasar ini dilengkapi 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah, serta 11 unit foodcourt.

Plt Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, memastikan proses pembagian lapak dilakukan secara adil melalui sistem undian. “Kami pastikan seluruh pedagang mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia juga berharap para pedagang segera menempati kios dan los yang tersedia guna mengantisipasi meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan IKN. Hal senada disampaikan Staf Direktorat Pelayanan Sosial Otorita IKN, Steven, yang menyebut pasar ini dibuka setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga. Dari sisi fasilitas, Pasar Segar Sepaku dilengkapi area parkir, toilet, mushola, layanan kebersihan, hingga sistem keamanan 24 jam dengan CCTV dan petugas.

Ragam dagangan yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga produk kerajinan dan kuliner. Sejumlah pedagang mengaku puas dengan kondisi pasar yang dinilai lebih tertata. Ilmi Nafia, pelaku usaha oleh-oleh khas IKN, menyebut pasar ini jauh lebih bersih dan modern. “Sudah rapi dan nyaman untuk berjualan,” katanya.

Sementara itu, Burhan, pedagang konter telepon seluler, berharap pasar segera ramai pengunjung. Senada, Arif yang membuka jasa servis ponsel menilai fasilitas sudah memadai, meski sosialisasi kepada masyarakat masih perlu ditingkatkan. Dengan konsep yang lebih modern dan tertata, Pasar Segar Sepaku diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi masyarakat dan pengunjung di kawasan IKN.

Sumber : Humas Otorita Ibukota Nusantara 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Borneo Maritime Week 2027: Balikpapan Siap Perkuat Posisi sebagai Hub Logistik Dunia Balikpapan berpeluang besar menjadi tuan rumah ajang internasional Borneo Maritime Week 2027 yang akan mempertemukan pelaku industri pelabuhan, pelayaran, dan logistik dari kawasan Asia Pasifik hingga ASEAN dalam satu forum strategis.

Kegiatan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Januari 2027 dan menjadi momentum penting untuk menarik minat investor global sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai pusat (hub) maritim dan logistik di Indonesia Timur. Ajang ini diselenggarakan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) bekerja sama dengan Transport Events.

General Manager Pelindo Regional 4 Balikpapan, Suhadi Hamid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan konferensi internasional yang membahas berbagai isu strategis di sektor maritim. “Borneo Maritime Week merupakan konferensi internasional yang membahas pengembangan pelabuhan, digitalisasi logistik, supply chain global, serta peluang investasi sektor maritim,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pelabuhan Semayang, Jalan Yos Sudarso, Selasa (31/3/2026).

Selain konferensi, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan pameran perusahaan teknologi, logistik, dan peralatan pelabuhan. Tak hanya itu, sesi business networking turut disiapkan untuk membuka peluang kerja sama lintas negara. Suhadi menyebutkan, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai negara, mulai dari operator pelabuhan, perusahaan pelayaran (shipping lines), investor, hingga regulator.

Menurutnya, penyelenggaraan Borneo Maritime Week 2027 akan semakin memperkuat posisi Pelindo sebagai operator pelabuhan strategis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pelaku industri maritim dunia.

“Ajang ini juga akan menarik perhatian investor internasional terhadap potensi pengembangan pelabuhan dan kawasan logistik, khususnya di wilayah Pelindo Regional 4,” tambahnya.

Dipilihnya Balikpapan sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena berada dekat dengan jalur perdagangan laut internasional, khususnya Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. ALKI II merupakan jalur pelayaran dan penerbangan internasional yang melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, hingga Selat Lombok dan Samudera Hindia, serta memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai lintasan perdagangan global.

Selain itu, konektivitas transportasi yang memadai turut menjadi nilai tambah, terutama dengan keberadaan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang mendukung mobilitas peserta dari berbagai negara. Balikpapan juga dikenal sebagai gerbang logistik dan energi di kawasan Indonesia Timur, didukung oleh infrastruktur pelabuhan yang terus berkembang serta fasilitas perhotelan dan hospitality yang memadai.

Sebagai tuan rumah, Pelindo juga berencana menyiapkan program kunjungan lapangan (site visit) ke fasilitas pelabuhan dan terminal peti kemas, sehingga peserta dapat melihat langsung operasional serta potensi pengembangan logistik di Balikpapan.

Saat ini, seluruh persiapan masih terus dilakukan, termasuk pendataan hotel untuk mendukung kebutuhan akomodasi peserta. Sebagai referensi, Borneo Maritime Week 2026 akan lebih dahulu digelar di Malaysia pada Juni mendatang, yang nantinya menjadi acuan dalam penyelenggaraan di Balikpapan tahun 2027.

(*)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) ke-XII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan dipastikan siap digelar setelah jumlah peserta yang terdaftar memenuhi syarat kuorum.

Kepastian ini disampaikan panitia usai penutupan pendaftaran peserta yang menunjukkan tingginya keterlibatan anggota. Ketua Organizing Committee (OC) Muskot XII Kadin Balikpapan, Soegianto, menjelaskan bahwa total peserta yang memiliki hak pilih mencapai 109 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 85 peserta penuh, 5 anggota luar biasa, 15 dari dewan penasihat, serta 4 dari dewan pertimbangan. “Dari total sekitar 180 anggota Kadin, kehadiran 109 peserta ini sudah melampaui batas minimal kuorum, sehingga musyawarah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujar Soegianto, Selasa (31/3/2026).

Ia menilai tingginya angka partisipasi ini menjadi indikator kuat bahwa anggota Kadin Balikpapan memiliki komitmen untuk terlibat aktif dalam menentukan arah organisasi ke depan. Sementara itu, pada tahapan penjaringan calon ketua, panitia menetapkan hanya satu kandidat yang akan bertarung dalam Muskot.

Hal ini terjadi setelah hanya satu bakal calon yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan. “Berdasarkan hasil verifikasi, hanya satu nama yang memenuhi syarat administrasi, yakni Bapak Noval Asfihani, sehingga ditetapkan sebagai calon tunggal,” jelasnya.

Dengan rampungnya proses pendaftaran, panitia kini memfokuskan diri pada tahap akhir persiapan kegiatan. Muskot dijadwalkan berlangsung pada 8 April 2026 di Royal Mahligai, kawasan Grand City, Balikpapan Utara.

Agenda tersebut rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk jajaran pengurus Kadin Provinsi Kalimantan Timur, Wali Kota Balikpapan, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Soegianto menegaskan bahwa Muskot tidak sekadar menjadi forum pemilihan ketua baru, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Kadin sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, posisi Balikpapan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi dunia usaha untuk berkembang, sehingga Kadin diharapkan mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha dan berbagai peluang pembangunan. “Kami ingin Kadin semakin aktif menghubungkan pelaku usaha agar dapat berkontribusi dalam pembangunan, baik di Balikpapan maupun kawasan IKN,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui Muskot ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antaranggota guna menghadapi tantangan dan peluang ke depan. Senada dengan itu, Sekretaris OC Muskot XII Kadin Balikpapan, Halim Wardhana, mengajak seluruh pihak untuk turut mendukung kelancaran agenda tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi. “Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar Muskot ini berlangsung lancar dan membawa manfaat besar bagi dunia usaha di Balikpapan,” pungkasnya.

(R)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud meresmikan Elevate Lapangan Padel Blue Sky Hotel Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Blue Sky Hotel Balikpapan resmi meluncurkan fasilitas terbaru bertajuk Elevate sebagai upaya menghadirkan konsep olahraga dan rekreasi modern dalam satu kawasan terpadu, Sabtu (4/4/2026)

Director of Sales & Marketing Blue Sky Hotel Balikpapan, Trisna Putra, menjelaskan bahwa Elevate dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang menggabungkan berbagai sarana olahraga.

“Kami menghadirkan konsep yang mengintegrasikan lapangan padel, gym, area aerobik, hingga kolam renang. Ini kami siapkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi tamu maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, lapangan padel menjadi daya tarik utama yang juga terbuka untuk umum. “Untuk kolam renang, gym, dan sauna sudah termasuk dalam fasilitas menginap. Namun khusus lapangan padel, dikenakan biaya tambahan,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini di Balikpapan Barat diharapkan mampu mendorong tren olahraga baru. “Kami ingin mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkenalkan olahraga yang sedang berkembang secara global,” katanya.

Selain fasilitas olahraga, Blue Sky Hotel juga menghadirkan berbagai pilihan kuliner melalui Golden Palace, Garden Restaurant, dan Sushi Ten, yang melengkapi konsep one stop entertainment bagi pengunjung. Terkait tarif, Trisna menyebutkan harga sewa lapangan padel dimulai dari Rp250 ribu per jam pada jam reguler dan Rp350 ribu per jam saat prime time selama tiga bulan pertama. “Pemesanan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Ayo,” tambahnya.

Director of Operations Hotels Blue Sky Group, Asep Supardi, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari perjalanan panjang hotel yang telah berdiri lebih dari lima dekade. “Selama kurang lebih 53 tahun, kami terus melakukan inovasi, baik melalui pembangunan maupun renovasi fasilitas, termasuk menghadirkan wahana olahraga padel ini,” tuturnya.

Menurut Asep, fasilitas tersebut melengkapi layanan yang sudah ada seperti kolam renang, spa, dan pusat kebugaran. “Kami ingin memberikan pengalaman terpadu bagi pengunjung sekaligus menjadikan ini sebagai destinasi olahraga unggulan di Balikpapan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Bank BRI sebagai sponsor utama, serta Bank Mandiri, Bank BJB, para mitra, media, dan tamu undangan.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud turut mengapresiasi kehadiran fasilitas tersebut. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan hotel tersebut sejak lama. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajemen. Saya sangat mengenal tempat ini sejak dulu, bahkan pernah sering beraktivitas olahraga di sini,” ungkapnya.

Ia juga mengenang perkembangan fasilitas yang ada. “Dulu saya sering bermain futsal di sini, sekarang berkembang menjadi fasilitas padel yang modern dan mengikuti tren dunia,” ujarnya.

Rahmad menilai kehadiran fasilitas olahraga ini menjadi nilai tambah bagi Balikpapan, khususnya dalam mendukung pengembangan kota sebagai destinasi MICE. “Ini sangat positif, karena mendukung gaya hidup sehat sekaligus sektor pariwisata,” katanya.

Ia juga menyoroti konsep fasilitas yang terintegrasi. “Setelah berolahraga, pengunjung bisa langsung menikmati fasilitas lain seperti kolam renang atau beristirahat. Ini konsep yang sangat baik,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Rahmad secara resmi membuka fasilitas Elevate. “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, fasilitas Elevate ini saya nyatakan resmi dibuka. Semoga membawa keberkahan dan menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menilai kehadiran fasilitas ini dapat menjadi daya tarik baru dalam pengembangan sport tourism. Menurutnya, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dan tamu hotel untuk berolahraga tanpa harus pergi jauh.

Ia berharap pengelola dapat mengatur operasional secara profesional, termasuk menyusun jadwal yang jelas bagi member maupun masyarakat umum, sehingga fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan kontribusi positif bagi pariwisata serta gaya hidup sehat di Balikpapan.

(R)

SWARAREPUBLIKA.com, JAKARTA – Perusahaan energi asal Italia, Eni, resmi menetapkan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur.

Proyek tersebut mencakup pengembangan Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) yang menjadi bagian dari strategi besar penguatan sektor energi nasional. Keputusan ini diambil hanya dalam waktu 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan proyek gas laut dalam di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang sudah tersedia, seperti fasilitas Jangkrik FPU dan optimalisasi Train F di kilang Bontang LNG Plant. Pemanfaatan fasilitas ini dinilai mampu menekan biaya investasi sekaligus mempercepat proses komersialisasi gas.

Untuk South Hub, pengembangan Gendalo dan Gandang akan dilakukan di kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang terhubung ke fasilitas Jangkrik. Sementara itu, North Hub mencakup pengeboran 16 sumur di kedalaman 1.700 hingga 2.000 meter yang akan dihubungkan ke fasilitas FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari. Secara keseluruhan, kedua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.

Produksi awal ditargetkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari. Gas yang dihasilkan nantinya akan disalurkan melalui jaringan pipa ke darat guna memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG untuk pasar dalam negeri dan ekspor.

Sementara kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai sebelum dikirim menggunakan kapal tanker. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai FID ini menjadi bukti kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas Indonesia. “Keputusan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan produksi gas nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Kami bersama pemerintah akan terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberi manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.

Djoko juga mengungkapkan bahwa investasi yang mencapai lebih dari US$15 miliar tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang. Selain itu, proyek ini akan menjadi bagian dari kerja sama strategis antara Eni dan perusahaan energi Malaysia, Petronas, dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo).

Entitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029. Sebagai informasi, Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen gas utama di wilayah Cekungan Kutai, Selat Makassar, yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional.

(*)