Lurah Margomulyo Balikpapan Barat Aji Syarifah Nur Alifah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Lurah Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Aji Syarifah Nur Alifah, mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan penelitian ekosistem mangrove di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah konservasi sekaligus inovasi lingkungan yang dapat memperkaya data mengenai keberagaman hayati di kawasan tersebut.

Syarifah menjelaskan bahwa proyek ini akan dimulai pada tahun 2025 dengan melibatkan peneliti internasional dari Inggris. Kajian tersebut akan mencakup berbagai aspek ekosistem, termasuk kondisi bawah air serta populasi fauna khas, seperti bekantan dan kepiting.

"Selama ini, kita belum memiliki data mendalam mengenai biota yang hidup di mangrove Balikpapan. Dengan penelitian ini, kami berharap dapat menghasilkan dokumentasi berupa video atau buku yang akan memperkaya informasi tentang ekosistem kita," ujarnya dalam wawancara pada Kamis, 27 Februari 2025.

Ia menekankan bahwa penelitian ini bukan hanya inisiatif dari pihak kelurahan, tetapi merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak demi menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.

Oleh karena itu, ia berharap media dan instansi terkait dapat memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. Lebih lanjut, Syarifah menegaskan bahwa hasil penelitian ini akan menjadi acuan penting dalam memahami kondisi ekosistem secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi akar permasalahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

"Kita membutuhkan data akurat agar dapat menentukan langkah konservasi yang tepat. Misalnya, mengenai kerusakan jembatan mangrove yang menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebagai kelurahan, kami sangat mendukung proses ini, mengingat Margo Mulyo adalah salah satu dari sedikit kawasan mangrove yang masih dalam konservasi di Balikpapan," jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti peran penting ekosistem mangrove sebagai habitat bagi berbagai satwa liar. Bekantan sering terlihat mencari makan di pagi hari, sementara monyet juga aktif di area tersebut. Menurutnya, potensi ini belum tergali sepenuhnya dan harus segera diteliti lebih lanjut.

Saat ini, proyek penelitian masih dalam tahap pengajuan proposal, dengan upaya pencarian dana dari berbagai sumber, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.

"Harapan kami, penelitian ini dapat menjadi sumber pembelajaran dan membawa manfaat besar bagi Balikpapan. Sejauh ini, belum ada kajian komprehensif mengenai mangrove di Margo Mulyo, sehingga inisiatif ini sangat penting untuk pengembangan konservasi," pungkasnya.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan ekosistem mangrove Margo Mulyo tidak hanya semakin terjaga, tetapi juga menjadi contoh inovasi dalam pelestarian lingkungan di Balikpapan.

(ADV/diskominfo/J)

Pemerintah Kota melalui Satpol PP melakukan Pemusnahan minum keras dan Pom mini

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan -  Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus menggencarkan upaya penegakan peraturan daerah (Perda). Salah satu bentuknya adalah pemusnahan barang bukti hasil razia, yakni Pom Mini dan minuman beralkohol.

Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Satpol PP Balikpapan pada Rabu (26/2/2025) dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 37 unit Pom Mini dihancurkan menggunakan excavator mini.

Sementara itu, 1.089 botol dan kaleng minuman keras (miras) dimusnahkan dengan cara dituangkan ke dalam tong. Pemusnahan ini menjadi bukti keseriusan Pemkot dalam menertibkan peredaran BBM ilegal dan minuman beralkohol yang melanggar ketentuan. Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, menegaskan bahwa razia terhadap Pom Mini ilegal akan terus dilakukan.

Namun, agar lebih efektif, operasi ini akan dilakukan secara acak sehingga para pelanggar tidak dapat memprediksi pergerakan petugas. “Sistem razianya nanti secara random, supaya tidak ketahuan arah tujuan treknya,” kata Boedi saat ditemui di lokasi pemusnahan.

Selain melakukan penindakan di lapangan, Satpol PP juga mengimbangi upaya ini dengan kegiatan pembinaan kepada masyarakat.

Boedi menjelaskan bahwa dalam surat edaran terbaru, telah dicantumkan daerah-daerah yang masih melanggar aturan terkait penjualan BBM eceran. Jika masih ditemukan pelanggaran, maka tindakan tegas akan segera diambil.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran yang menjelaskan wilayah-wilayah yang harus bebas dari Pom Mini ilegal. Kalau masih ada yang beroperasi, kami tidak akan ragu untuk menindaknya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Boedi mengungkapkan bahwa sebelum dimusnahkan, ratusan liter BBM telah dikeluarkan dari tangki Pom Mini yang disita. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai nasib BBM tersebut.

“Kami masih menunggu hasil sidang yang akan berlangsung besok. Setelah itu, baru bisa diputuskan bagaimana penanganannya,” jelasnya.

Dengan langkah tegas ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat menekan praktik ilegal yang merugikan masyarakat dan memastikan ketertiban di kota. Selain itu, tindakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga untuk mematuhi aturan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan bersama.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Boedi Liliono

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersiap mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang mengatur pembatasan operasional tempat hiburan malam (THM), jam operasional biliar, serta sejumlah aktivitas hiburan lainnya. Langkah ini diambil untuk menjaga kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan, Boedi Liliono, menyatakan bahwa regulasi tahun ini mengalami beberapa penyesuaian dibandingkan dengan ketentuan yang diterapkan pada tahun sebelumnya. Salah satu perubahan yang cukup mencolok adalah kebijakan terkait pertunjukan musik di kafe dan restoran selama bulan Ramadan.

Menurut Boedi, kafe dan restoran masih diperbolehkan mengadakan pertunjukan musik secara langsung, namun dengan ketentuan hanya boleh menampilkan musik bernuansa Islami. Selain itu, jam operasional tetap dibatasi hingga pukul 23.00 Wita guna memastikan kegiatan hiburan tidak mengganggu suasana ibadah masyarakat.

“Jadi boleh bagi kafe dan restoran untuk mengadakan live musik, tetapi hanya dengan genre Islami. Sementara itu, jam operasional tetap dibatasi, maksimal hingga pukul sebelas malam,” ujar Boedi saat ditemui di kantor Satpol PP Balikpapan, Rabu (26/2/2025).

Dia menegaskan bahwa aturan tersebut wajib dipatuhi oleh seluruh pelaku usaha di sektor hiburan, termasuk tempat hiburan malam, biliar, dan usaha serupa. Kepatuhan terhadap kebijakan ini menjadi prioritas bagi Pemkot Balikpapan dalam menciptakan suasana Ramadan yang kondusif bagi masyarakat.

Sebagai langkah pengawasan, Satpol PP Balikpapan akan melakukan inspeksi secara rutin guna memastikan pelaksanaan aturan berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pemantauan akan dilakukan minimal sekali dalam seminggu dengan menyasar tempat-tempat yang masuk dalam kategori hiburan malam dan kegiatan serupa.

“Kami akan melakukan monitoring minimal seminggu sekali untuk memastikan mereka patuh atau tidak. Jika ada pelaku usaha yang melanggar, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan adanya regulasi ini, Pemkot Balikpapan berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib, nyaman, dan penuh dengan nilai-nilai keagamaan.

Kepatuhan dari para pelaku usaha diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan menghormati bulan suci bagi umat Muslim.

(ADV/Diskominfo/J)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak akan berdampak negatif pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, langkah ini bukan pemangkasan dana, melainkan strategi untuk memastikan anggaran digunakan secara lebih optimal dan tepat sasaran.

"Efisiensi ini bukan sesuatu yang negatif, melainkan penyesuaian agar anggaran tidak digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat. Presiden sudah menjelaskan hal ini, jadi masyarakat, termasuk mahasiswa, tidak perlu khawatir berlebihan. Tidak ada pemotongan hak, baik itu tunjangan kinerja, bantuan penelitian, maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) pegawai," ujar Bagus pada Selasa, 25 Februari 2025.

Ia menegaskan bahwa berbagai program sosial yang telah berjalan tetap akan berlangsung tanpa hambatan. Program seperti BPJS gratis, bantuan seragam sekolah, serta program lainnya akan tetap diberikan kepada masyarakat.

"Program pendidikan dan kesehatan tetap berlanjut tanpa perubahan. Kami berkomitmen agar kebijakan ini tidak mengganggu pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat," tambahnya.

Bagus menjelaskan bahwa efisiensi anggaran lebih diarahkan pada pengurangan kegiatan seremonial, perjalanan dinas, seminar, serta studi banding yang dianggap tidak mendesak.

"Kegiatan seperti SPPD, seminar, dan studi banding akan dikurangi. Evaluasi dilakukan agar anggaran lebih difokuskan pada kebutuhan utama masyarakat," jelasnya.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Balikpapan tengah melakukan perhitungan terhadap pos anggaran yang akan terdampak. "Kami masih menunggu arahan dari Kemendagri. Begitu petunjuk teknis turun, kami segera menindaklanjutinya," tutur Bagus.

Menanggapi pertanyaan mengenai realisasi janji politik yang belum sepenuhnya terpenuhi, Bagus menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya menjalankan program sesuai komitmen, meskipun tidak terpaku pada target 100 hari kerja.

"Kami terus bergerak. Setelah Pak Rahmad Mas'ud kembali, kami akan menggelar coffee morning bersama seluruh OPD untuk menyelaraskan langkah. Program yang tertunda akan kami percepat agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan efektivitas pelayanan publik melalui sistem digitalisasi, sehingga distribusi anggaran lebih transparan dan akuntabel. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

(ADV/Diskominfo/J)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo memberikan kesempatan kepada pekerja seni khususnya musisi diizinkan dengan genre yang bernuansa islami

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Menjelang bulan suci Ramadan, para pekerja seni di Kota Balikpapan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) agar diberikan kelonggaran untuk tetap bekerja selama bulan puasa.

Permohonan ini diajukan terutama oleh musisi yang biasa tampil di tempat-tempat hiburan dan restoran dengan konsep live music. Menanggapi hal tersebut, Pemkot Balikpapan menyatakan kesediaannya untuk memberikan izin bagi pekerja seni agar tetap dapat berkarya selama Ramadan.

Namun, ada batasan yang harus dipatuhi sesuai dengan aturan yang berlaku. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa musisi tetap diperbolehkan tampil, asalkan genre musik yang dibawakan disesuaikan dengan suasana Ramadan.

"Jadi kemarin kami menerima aspirasi dari para pekerja seni musik, khususnya yang biasa tampil di restoran atau tempat hiburan lainnya. Kami memberikan kesempatan bagi mereka untuk tetap bekerja, tetapi dengan catatan lagunya harus bernuansa Islami atau religi," ujar Bagus kepada wartawan pada Selasa (25/2/2025).

Bagus menekankan bahwa keputusan ini bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah selama Ramadan. Oleh karena itu, genre musik yang dianggap terlalu hingar-bingar seperti dangdut koplo dan rock tidak diperkenankan.

"Ya, mereka boleh tetap bekerja, tetapi harus menyesuaikan dengan suasana Ramadan. Genre seperti dangdut koplo, rock, atau musik yang terlalu keras dilarang. Kami ingin memberikan kesempatan bagi mereka untuk berekspresi, tetapi tetap dalam koridor religi," tambahnya.

Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para pekerja seni di Balikpapan selama bulan puasa. Menurutnya, pekerja seni berhak tetap mendapatkan penghasilan selama Ramadan, tetapi dengan tetap menghormati nilai-nilai yang dijunjung dalam bulan suci tersebut.

Sementara itu, terkait dengan operasional Tempat Hiburan Malam (THM), Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa tidak ada kendala dalam penerapan aturan. Para pelaku usaha sudah terbiasa mematuhi kebijakan yang berlaku.

"Selama ini THM tidak ada masalah dalam menutup usahanya selama Ramadan. Yang menjadi perhatian kami sekarang adalah para pekerja seni musik. Oleh karena itu, kami mencoba berlaku adil dengan tetap memberikan mereka ruang untuk berkarya agar tetap memiliki penghasilan selama bulan puasa," pungkasnya.

(ADV/Diskominfo/J)

 
Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Balikpapan kembali membuktikan kedewasaan demokrasinya melalui kerja sama erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menyukseskan Pemilu 2024. Komitmen ini ditegaskan dalam acara Pemberian Penghargaan kepada Instansi Terkait atas Partisipasinya dalam Mensukseskan Pemilihan Tahun 2024, yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan di Grand Senyiur Hotel pada Senin malam, 24 Februari 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam menjaga stabilitas kota selama pelaksanaan pemilu. "Pemilu legislatif dan pemilukada 2024 telah berlangsung aman dan kondusif tanpa gangguan yang berarti. Keberhasilan ini adalah buah dari sinergi yang kuat antara seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Bagus menekankan pentingnya kolaborasi antara KPU, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan suasana damai meskipun ada perbedaan politik. Ia secara khusus mengapresiasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Kapolres, Dandim, Kodam, Kapolda, dan instansi lainnya atas peran aktif mereka dalam menjaga keamanan selama tahapan pemilu berlangsung.

"Balikpapan telah membuktikan dirinya sebagai barometer kondusifitas di Kalimantan Timur. Warga tetap mengutamakan persatuan dan kebersamaan setelah hasil pemilu ditetapkan," tuturnya.

Selain stabilitas, partisipasi masyarakat dalam pemilu juga menjadi sorotan positif. Bersama Wali Kota Rahmad Mas’ud, Bagus mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah antusias memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ia pun menegaskan pentingnya mempertahankan semangat ini di masa mendatang. "Kematangan demokrasi harus terus dijaga. Ke depan, kami berkomitmen untuk memperluas manfaat dari berbagai program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Pada acara tersebut, KPU Balikpapan menyerahkan penghargaan kepada sejumlah instansi yang telah berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang aman dan tertib. Penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan, DPRD, Polres, Kodim, Danlanal, Danlanud, Kejaksaan Negeri, Lapas, serta sejumlah lembaga lainnya.

Bagus menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat persatuan. "Pemilu bukan hanya sekadar pesta demokrasi, tetapi juga cermin kedewasaan politik kita. Mari kita jaga sinergi ini agar Balikpapan tetap menjadi contoh harmoni dan keberlanjutan bagi daerah lain," pungkasnya.

(ADV/Diskominfo/J)

Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya mengatasi kelangkaan LPG yang kerap dikeluhkan masyarakat. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperketat pengawasan distribusi LPG agar sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.

Dalam kegiatan pasar murah yang digelar bersama Pertamina dan Bank Indonesia, Bagus menjelaskan bahwa suplai LPG dari Pertamina sebenarnya tidak mengalami kendala. Namun, tingginya permintaan terhadap LPG bersubsidi 3 kg akibat disparitas harga dengan LPG non-subsidi menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan.

"Kita selalu diserang dengan isu kelangkaan LPG, padahal suplai dari Pertamina selalu sesuai kuota. Sekarang sudah ada diversifikasi ke LPG 5,5 kg sebagai solusi tambahan," ujar Bagus, Senin (24/2/2025).

Selain disparitas harga, Pemkot Balikpapan juga mencurigai adanya praktik penimbunan yang dilakukan oleh oknum di tingkat agen maupun distributor. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Satpol PP dalam melakukan inspeksi mendadak serta operasi pasar guna memastikan distribusi LPG berjalan lancar dan tepat sasaran.

Tak hanya fokus pada ketersediaan LPG, Pemkot Balikpapan juga berupaya mengendalikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan. Melalui program pasar murah yang digelar di berbagai lokasi, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Selain itu, pemantauan harga di pasar tradisional terus dilakukan guna mencegah spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat. "Kami ingin memastikan tidak ada permainan harga oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan. Oleh karena itu, kami terus bekerja sama dengan pedagang dan distributor agar harga tetap stabil," tegas Bagus.

Pemkot juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan distribusi LPG. Jika ada dugaan penimbunan atau penyimpangan dalam distribusi, warga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. "Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan masyarakat lebih tenang dan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi," pungkasnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan berkomitmen untuk terus mencari solusi terbaik dalam menjaga ketersediaan LPG serta stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang momen-momen penting seperti Ramadan.

(ADV/Diskominfo/J)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota global yang tetap berlandaskan nilai-nilai Madinatul Iman. Hal ini ia sampaikan dalam acara pasar murah yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat.

Bagus menegaskan bahwa pembangunan kota tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai pihak. "Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergotong-royong membangun Balikpapan agar semakin maju dan berdaya saing. Dukungan dari dunia usaha dan perbankan juga sangat diperlukan," ujarnya kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Ia juga menyampaikan salam dari Wali Kota Balikpapan yang berhalangan hadir dalam acara tersebut. Selain itu, Bagus menginformasikan bahwa setelah Lebaran, ia dan Wali Kota Balikpapan dijadwalkan menghadiri pengarahan Presiden di Magelang.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi antara kebijakan nasional dan daerah, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan di Balikpapan. Selain menyoroti pentingnya sinergi dalam pembangunan, acara pasar murah juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan kestabilan harga bahan pokok menjelang Ramadan.

Bagus mengapresiasi peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang telah aktif menjaga ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok, termasuk LPG.

"Program seperti pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. Kami terus berupaya agar bahan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau," kata Bagus.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja serta memanfaatkan program-program bantuan yang disediakan pemerintah. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan pemerintah hanya akan efektif jika ada partisipasi aktif dari masyarakat.

Oleh karena itu, ia berharap warga Balikpapan dapat terlibat dalam berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama. Selain masyarakat, dunia usaha juga diharapkan lebih aktif dalam pembangunan kota.

Bagus menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Balikpapan dapat semakin pesat jika sektor swasta terus meningkatkan investasi. Pemerintah kota pun berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif agar dunia usaha berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Dengan adanya kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Balikpapan diyakini semakin siap menjadi kota global yang sejahtera. Sinergi ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga kota.

(ADV/J)

Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ribuan warga Balikpapan memadati Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME pada Sabtu malam, 22 Februari 2025, dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan. Acara ini dimeriahkan dengan Tabligh Akbar dan Sholawat sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur atas perjalanan panjang kota yang terus berkembang pesat selama lebih dari satu abad.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang baru saja dilantik bersama Wali Kota H. Rahmad Mas’ud untuk periode 2025-2030, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur dan harapan besar bagi kemajuan Kota Balikpapan ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kami dapat bekerja demi kesejahteraan bersama,” ujar Bagus Susetyo.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota. Bagus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menghadapi tantangan demi mewujudkan Balikpapan yang lebih baik, maju, dan sejahtera. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kualitas hidup yang baik.

“Perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi bagi kita semua. Kita perlu mengingat bagaimana Balikpapan berkembang hingga saat ini dan merancang masa depan yang lebih baik. Harmoni antara pembangunan dan pelestarian lingkungan harus selalu dijaga,” tambahnya.

Mengusung tema ‘Harmoni Berkelanjutan’, peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan menyoroti keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta kelestarian alam. Bagus mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak boleh mengorbankan lingkungan, melainkan harus berjalan beriringan demi menciptakan kota yang berkelanjutan.

“Sebagai kota yang terus berkembang, kita harus memastikan bahwa setiap langkah pembangunan tidak merusak lingkungan. Pelestarian alam harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan,” tegasnya.

Puncak acara ditutup dengan lantunan sholawat yang menggema di seluruh arena, menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan kebersamaan. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi sekaligus wadah untuk mempererat persatuan.

Dengan semangat ‘Harmoni Berkelanjutan’, diharapkan Kota Balikpapan dapat terus berkembang menjadi kota yang modern, ramah lingkungan, dan tetap mempertahankan nilai-nilai religius serta budaya yang telah mengakar. Bagus menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kota agar tetap nyaman dan layak huni bagi generasi mendatang.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun kota ini. Bersama-sama, kita jaga keseimbangan agar Balikpapan tetap menjadi kota yang sejahtera dan penuh berkah,” pungkasnya.

Perayaan Hari Jadi ke-128 ini tidak hanya menjadi simbol pertumbuhan Kota Balikpapan, tetapi juga momentum untuk semakin mempererat kebersamaan. Dengan optimisme dan semangat gotong royong, Balikpapan diharapkan terus melangkah maju sebagai kota yang harmonis, berdaya saing, dan berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo/J)

Tabligh Akbar dan Sholawat di BSCC Dome pada Sabtu malam 22 Februari 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ribuan warga Kota Balikpapan memadati Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME pada Sabtu malam, 22 Februari 2025, dalam acara Tabligh Akbar dan Sholawat. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan serta memperingati Isra Mi'raj 1446 Hijriah, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Tabligh Akbar tersebut dipimpin oleh ulama ternama, Habib Syech Abdul Qadir Assegaf, yang mengajak seluruh hadirin untuk memperbanyak sholawat serta merenungi makna Isra Mi'raj. Tausiah agama turut disampaikan oleh Ustadz Das'at Latief, yang memberikan pesan tentang pentingnya keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran dua tokoh agama ini membuat acara semakin berkesan dan penuh makna bagi masyarakat yang hadir. Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, menyampaikan permohonan maaf melalui siaran video.

Ia menjelaskan bahwa dirinya sedang mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama kepala daerah lainnya di Magelang setelah pelantikannya pada 20 Februari 2025. Dalam pesannya, Rahmad menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun Balikpapan sebagai kota yang maju, modern, dan sejahtera.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang hadir secara langsung, menegaskan bahwa Tabligh Akbar ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah menjelang Ramadan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai kesempatan memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Syech mengingatkan seluruh jemaah untuk terus menjaga ketaatan kepada Allah, menjauhi kemaksiatan, serta senantiasa berdoa untuk pemimpin dan masyarakat Balikpapan agar diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan tugasnya.

Pesan tersebut disambut dengan lantunan sholawat yang menggema di seluruh ruangan, menciptakan suasana yang penuh hikmat dan kehangatan. Tabligh Akbar ini juga dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas'ud, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama setempat.

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Balikpapan. Masyarakat yang hadir tampak antusias dan berharap agar peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan ini membawa keberkahan bagi seluruh warganya.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang terus dijaga, Balikpapan diharapkan semakin berkembang menjadi kota yang harmonis dan sejahtera.

(ADV/Diskominfo/J)