Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan Drs .Syabrani memberikan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 kota Balikpapan di TPS 66, yang terletak diwilayahnya RT 26, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, Rabu 9 Desember 2020, dengan penerapan protokol kesehatan.

Usai melakukan pencoblosan, Drs Syabrani akrab disapa Alex mengatakan, secara keseluruhan pemberian hak suara yang dilaksanakan masyarakat berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala apapun.

“ Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar tanpa kendala, semoga saja sampai batas waktu yang ditentukan (tutup) warga kota Balikpapan dapat datang ke TPS untuk memberikan hak pilihnya” Katanya.

Menurutnya, Pilkada tahun ini ditengah masa pandemi, mewajibkan semua TPS harus benar-benar mengedepankan protokol kesehatan(Prokes), mulai dari pintu masuk, tempat mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh termasuk jaga jarak antar pemilih yang antri untuk memberikan hak pilihnya.

“ Prokesnya harus benar-benar diutamakan, petugas jangan segan untuk menegur ketika ada warga yang lalai atau tidak mengindahkan aturan ini, tentu ini semua demi menekan penyebaran Covid-19,"jelasnya.

Alex berharap, dilakukanya Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi tidak menyurutkan semangat warga kota Balikpapan, mendatangi TPS untuk memberikan Hak suaranya.

 

BALIKPAPAN,KPU Kota Balikpapan melaksanakan conferensi pers di Aula KPU Balikpapan dengan dihadiri Bawaslu dan kepolisian dalam hal tentang penyampaian rampungnya pendistribusian surat suara dan pemusnahan surat suara yang rusak.

Ketua KPU Noor Thoha menyampaikan bahwa KPU telah melaksanakan bagian suatu tahapan yang mana surat suara sudah terdistribusikan keseluruh TPS,Selasa(8/12/2020).

Dengan demikian dapat dipastikan tidak ada satu pun yang tidak terdistribusi hingga saat ini semua telah rampung dan siap untuk digunakan pada esok hari tepatnya 9 Desember 2020 dalam pemilihan wali kota dan wakil walikota Balikpapan, jelas Thoha.

Thoha menambahkan Surat suara hasil sortir yang rusak akan dimusnahkan dengan jumlah 3765 lembar."Dengan disaksikan oleh Bawaslu dan pihak kepolisian artinya sudah tidak ada satu pun yang tertinggal baik surat suara tidak cacat dan surat suara yang cacat".

"Sesuai dengan mekanisme yang ada bahwa surat suara yang rusak harus dimusnahkan setelah pendistribusian logistic ke seluruh TPS sudah terpenuhi 100%".

Surat suara yang rusak dimusnahkan dengan cara dibakar, surat suara rusak hasil dari sortir yang tidak dapat digunakan atau dipakai dalam pencoblosan.

Ada banyaknya kerusakan surat suara dikarenakan gambarnya yang buram atau tidak sempurna, adanya bercak dan potongannya tidak simetris, tegas Thoha.

Satu kasus terkonfirmasi positif kembali terjadi menimpa Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Balikpapan, Hal tersebut disampaikan HM Rizal Effendi SE selaku Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 saat menggelar jumpa pers di Aula kantor Pemkot Balikpapan.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha membenarkan jika salah satu Komisioner terkonfirmasi positif covid-19, Sabtu (5/12/2020), diruang Kerjanya. Namun saat ini sudah menjalani isolasi mandiri disalah satu tempat isolasi yang ada di Balikpapan.

"Iya..komisioner KPU terpapar covid-19 saat ini sudah menjalani isolasi mandiri ditempat isolasi yang ada di Balikpapan, sementara ini Kondisinya sehat, karena komisioner tersebut masuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG),"kata Thoha.

Saat disinggung apakah akan mengganggu pelaksanaan Pilkada, Thoha menjawab tegas" menggangu pelaksanaan Pilkada, Hanya saja, yang bersangkutan masih bisa melakukan tugasnya melalui jarak jauh atau via daring"bebernya.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan sudah melakukan tracking kepada keluarga komisioner tersebut, Termasuk 2 pegawai KPU yang beberapa terakhir berkomunikasi intens dengan yang bersangkutan dan sudah menjalani test swab.

"Sudah dilakukan swab, baik keluarganya dan dua pegawai KPU yang siang dan malam selalu berkomunikasi. Hasilnya saat ini KPU masih menunggu mudah-mudahan hasilnya negatif,"pungkasnya.

Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan menggelar Rapat Koordinasi pembersihan dan Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) serta pendistribusian logistik.

Rapat Koordinasi yang digelar di Auditorium salah satu Hotel di Balikpapan, dihadiri beberapa Stakeholder yang terkait, Jumat (4/12/2020).

Dijelaskan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha, dimana KPU wajib melaksanakan koordinasi dengan semua stakeholder terkait sesuai dengan amanah PKPU yang terkait dengan pembersihan APK.

"Kami mengundang semua stakeholder mulai dari Satpol PP, Kesbangpol, LO, TNI/Polri, Dishub dan Tim Paslon, dalam rapat koordinasi ini"katanya. Hal ini dilakukan guna kesepakatan bersama terkait dengan pembersihan APK pada masa hari tenang.

Dimana seluruh APK diminta kepada seluruh Tim Pasangan Calon (Paslon) untuk menurunkan sendiri. "Apabila masih ada APK yang belum diturunkan oleh Tim Paslon, maka Satpol PP bersama penyelenggara yang akan menurunkannya"tegas Thoha.

Selain itu, seluruh atribut yang terkait dengan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota juga akan diturunkan. Yang nantinya menjadi tugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Satpol PP beserta tim yang didukung penuh TNI/Polri yang berkaitan dengan Pilkada, terkecuali atribut yang dipasang KPU, Pemerintah dan TNI Polri.

"Atribut yang di pasangan KPU, pemerintah dan TNI/Polri tidak diturunkan, dikarenakan itu sifatnya ajakan menggunakan hak pilih,"imbuhnya.

"Tapi kalau atribut ajakan untuk memilih salah satu paslon itu harus diturunkan, serta ajakan-ajakan yang berbau misalkan ajakan seperti kampung ini menerima serangan fajar, itu tidak diperbolehkan,"pungkasnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan sudah mulai mendistribusikan logistik yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang.

Seperti yang dikatakan Sekretaris KPU Balikpapan Syabrani , bahwa KPU terus melakukan persiapan, salah satunya mendistribusikan Logistik untuk pelaksanaan Pilkada yang hanya menyisakan beberapa hari saja.

"Hari ini..kita mulai mendistribusikan logistik untuk pelaksana pemungutan suara di masing-masing Kecamatan," Ujar Sekretaris KPU Balikpapan Syabrani, Sabtu (5/12/2020) di Gedung KPU Kota Balikpapan. Ditemui disela kesibukannya mengawasi pendistribusian logistik.

Syabrani atau yang akrab disapa Alex menjelaskan, jika hari ini pendistribusian difokuskan untuk di Dua Kecamatan saja, yakni Kecamatan Balikpapan Timur (Baltim) dan Kecamatan Balikpapan Utara (Balut).

"Hari ini Kita dahulukan dua wilayah saja yakni wilayah Timur dan Utara terlebih dahulu, pasalnya Timur dan Utara cakupan wilayahnya jauh dan luas,"terangnya.

Alex menjelaskan bahwa pendistribusian hari ini berupa Kotak Suara, Alat Pelindung Diri, serta kelengkapan lainnya untuk penyelenggaraan Pilkada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) "Sejauh ini pendistribusian berjalan lancar, karena kami dibantu oleh petugas TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP,"jelasnya.

Lebih lanjut, Alex menuturkan pendistribusian akan dilanjutkan hingga beberapa hari kedepan hingga Enam Kecamatan, Dan besok, masih berlanjut di Dua kecamatan lainnya.

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan telah melakukan tahapan penyortiran dan pelipatan kertas surat suara dengan melibatkan Sebanyak 50 petugas penyortir dan pelipat surat suara.

Ketua KPU kota Balikpapan mengatakan bahwa penyortiran dan pelipatan kertas suara telah rampung, sebanyak 285 ribu surat suara telah selesai dan sudah di packing sedangkan surat suara yang rusak sebanyak 2.930 lembar, Kamis (26/11/2020).

"Kertas surat suara telah disortir sebanyak 285 ribu dan juga telah di packing. Sedangkan kertas surat suara rusak sebanyak 2.930," kata Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha di kantor KPU Balikpapan.

Noor Thoha menjelaskan, untuk surat suara yang bagus nanti akan dipacking dan di masukan kedalam plastik kemudian diberi amplop, dan akan dimasukan dalam box, sementara surat suara yang rusak akan dihitung, kemudian akan dibuatkan berita acara, selanjutnya dikirim ke perusahaan, untuk segera diganti.

"Semua akan selesai sesuai jadwal dan target. Kerusakan pada kertas surat suara. KPU akan meminta ganti kertas surat suara yang baru. KPU juga memastikan proses pengirimannya akan tepat waktu," pungkasnya.

Menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan menggelar Kegiatan Rapid Test yang harus di ikuti oleh setiap Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), sebelum melaksanakan tugasnya, pada 9 Desember 2020 telah dimulai.

Seperti yang terlihat di Gedung Serbaguna, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan utara, sebanyak 657 Petugas Penyelenggara Tingkat Kelurahan yang terdiri 511 Petugas KPPS Kelurahan Batu Ampar dan 146 Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kelurahan Batu Ampar, telah mengikuti Rapid Test, Kamis (26/11/2020).

Ketua PPS ( Panitia Pemungutan Suara) Kelurahan Batu Ampar, Badiri menuturkan, rapid test dilaksanakan KPU Kota Balikpapan untuk memastikan seluruh penyelenggara dalam Pilkada Kota Balikpapan sehat dan aman dari Covid-19.

"Rapid Test massal ini diselenggarakan oleh KPU Balikpapan, hal ini untuk memastikan seluruh anggota PPS sehat dan aman dari Corona Virus Desease (Covid-19)", ucap Badiri.  "Di Kelurahan Batu Ampar sendiri terdapat 73 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah petugas KPPS sebanyak 511 orang dan 146 petugas Linmas, semuanya wajib untuk mengikuti rapid test ini"lanjutnya.

Hasil rapid test nanti, kata dia, akan ada pemberitahuan kepada seluruh anggota. Jika memungkinkan ada yang reaktif, prosedur selanjutnya akan diserahkan ke KPU, langkah apa yang diambil itu adalah wewenang KPU, yang jelas permasalahan tersebut harus tuntas sebelum pelaksanaan Pilkada dimulai.

  "Dari hasil rapid test ini, jika ada yang reaktif kita akan serahkan ke KPU, langkah apa yang diambil KPU itu adalah wewenang KPU", ujarnya.

Badiri juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Rapid Test yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Kelurahan Batu Ampar ini, Berjalan dengan aman dan kondusif, tidak ada kendala yang menghambat jalanya kegiatan tersebut. "Dalam pelaksanaan kegiatan ini, semua berjalan lancar , aman dan kondusif, tidak ada kendala yang hambatan kegiatan ini"kata Badiri.

Namun ada sesuatu hal yang membuat sangat kecewa (Lanjut Badiri), tenaga medis yang dikirimkan Laboratorium Katulistiwa ke PPS kelurahan Batu Ampar untuk melakukan Rapid Test hanya 3 orang yang mana sebelumya Kami meminta 7 orang, melihat jumlah peserta yang ikut rapid test mencapai 657 orang.

"Ya saya sangat kecewa, karena mulai pagi petugas medis yang datang hanya 3 orang, padahal pesertanya 657 peserta, sehingga memakan waktu, padahal kami meminta 7 petugas medis dan Lab Katulistiwa sendiri mengiyakan, namu saat di lapangan hanya satu petugas Admin , dua petugas medis, " bebernya.

"Setelah sore hari barulah petugas medis tambahan datang untuk melakukan rapid kepada KPPS, sehingga malam hari kegiatan ini baru selesai "Pungkasnya

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Balikpapan semakin dekat, namun beberapa hari terakhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Balikpapan mendapatkan protes dari tim Pasangan Calon (Paslon) Rahmat Mas'ud (RM) dan Thohari Aziz (TA.).

Dimana, protes yang dilayangkan kubu paslon terkait adanya Baliho besar yang mengajak masyarakat untuk memilih Kolom Kosong (Kokos), bukan ajakan memilih Kokos yang dipermasalahkan oleh tim paslon, melainkan didalam Baliho tersebut terdapat tulisan "Membantu Sosialisasi KPUD Balikpapan".

Ketua KPU Kota Balikpapan membenarkan bahwa beberapa hari terakhir KPU Mendapatkan protes dari salah satu tim Pasangan Calon (Paslon), terkait adanya Baliho yang terpampang disalah satu sudut jalan kota Balikpapan. "Kemungkinan ada dibeberapa tempat, tapi saya tidak mengetahuinya, hanya yang saya tahu di Sungai Ampal,"katanya.

Thoha menjelaskan, Dimana didalam Baliho besar tersebut terdapat kontennya yang berisi tentang ajakan kepada masyarakat agar memilih Kolom Kosong (Kokos).

Namun yang menjadi inti protes dari tim paslon terhadap Baliho tersebut, dimana ada tulisan "Membantu Sosialisasi KPUD Balikpapan". Dengan adanya tulisan tersebut, KPU Balikpapan merasa tidak nyaman terhadap konten tersebut.

"Jika ingin membantu KPU dalam sosialisasi, maka sifatnya "Netral" yakni berupa ajakan agar masyarakat datang untuk menggunakan hak pilihnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)"ujar Thoha.

"Ajakan memilih kolom kosong maupun paslon semua sah, hanya saja tidak melibatkan KPU untuk memilih salah satu diantara keduanya,"pintanya.

Thoha menghimbau, agar yang memasang Baliho tersebut untuk segera menurunkan dan menggantinya, karena KPU merupakan lembaga Independen, dimana KPU tidak berpihak kepada paslon manapun.

"Jika ingin mensosialisasikan silahkan saja, akan tetapi tidak menyangkut pautkan KPU Balikpapan, Sekali lagi saya tegaskan KPU posisinya Netral, tidak boleh mengajak, menggiring masyarakat untuk memilih Paslon maupun Kolom Kosong," pungkasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) terkait Pemungutan dan Penghitungan suara dengan menggunakan Aplikasi SIREKAP (System Informasi Rekapitulasi Pilkada) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan 9 Desember 2020 mendatang.

Bimtek diberikan bagi anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat kelurahan yang ada di Enam Kecamatan. Pelaksanaan bimtek berlangsung selama 2 hari sejak kemarin dan hari ini, semuanya terpusat disalah satu Hotel di Balikpapan, Rabu (25/11/2020).

Komisioner KPU Mega Feriany Ferry menuturkan, bimtek yang digelar KPU untuk memberikan pengenalan kepada petugas PPK dan PPS dalam melaksanakan Pemungutan dan Penghitungan suara, sekaligus mengenalkan cara menggunakan aplikasi SIREKAP.

"Sejak kemarin hingga hari ini, KPU Balikpapan beserta seluruh KPU, baik Kabupaten/Kota maupun KPU Provinsi yang melaksanakan Pilkada serentak juga ikut melakukan meeting zoom bersama KPU-RI"ujar Mega.

Meeting zoom bersama KPU RI dilakukan dalam rangka uji coba secara Nasional penggunaan aplikasi SIREKAP dalam penghitungan dan rekapitulasi berjenjang yang dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga ke Kabupaten/Kota atau Provinsi yang melaksanakan pilkada.

"Petugas PPK dan PPS yang kebetulan ada keterkaitan langsung dengan penggunaan SIREKAP baik versi mobile maupun versi Web-nya, Maka KPU mengikut sertakan petugas PPK dan PPS dalam zoom meeting bersama KPU-RI"bebernya.

Mega menambahkan, penggunaan aplikasi SIREKAP yang digunakan petugas PPK dan PPS selama pelaksanaan bimtek tidak terkendala apapun, hanya saja faktor yang mempengaruhi terjadinya kendala bisa saja diakibatkan dari jaringan.

"Untuk keamanannya sendiri, aplikasi SIREKAP tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk terjadinya kecurangan atau hal-hal yang misalnya "Hack" dan sebagainya"jelas Mega.

"Sistem security yang ada didalam aplikasi SIREKAP baik keamanan akun dan sebagainya, semua terverifikasi secara baik didalam server"tandasnya.

Penyortiran kertas suara telah dimulai dan penyortiran ini dipusatkan di aula kantor KPU Kota Balikpapan dengan 50 petugas sortir yang telah dinyatakan non reaktif.

Seperti yang dikatakan ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, Hari ini petugas yang kami rekrut untuk menyortir dan melipat kertas suara telah melaksanakan tugasnya.

"Hari ini KPU mulai melakukan penyortiran, melipat dan menghitung kembali jumlah kertas suara yang masuk," Ujar Noor Thoha Ketua KPU Balikpapan. Senin (23/11/2020).

Sebelum melaksanakan tugasnya para petugas, harus menjalankan Protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan KPU, yakni mencuci tangan, kemudian sebelum masuk ruangan harus melakukan cek suhu tubuh terlebih dahulu, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Selain itu, petugas penyortir kertas suara harus mematuhi Tata Tertib (Tatib) yang sudah ditentukan KPU, diantaranya petugas penyortir dilarang membawa kertas suara keluar ruangan.

"Jika petugas tersebut membawa kertas suara keluar ruangan, maka akan diberikan sanksi seusai dengan perundang-undangan yang berlaku" tegas Thoha Thoha menambahkan, petugas yang direkrut oleh KPU untuk menyortir dan melipat kertas akan mendapatkan honor untuk setiap lembarnya. Dimana setiap lembar kertas suara yang dilipat dihargai sebesar 250 rupiah/lembar.

"Per lembarnya kami hargai 250 rupiah dan setiap kotaknya isi 2000 lembar, jadi jika setiap petugas bisa melipat dan menyortir 2000 lembar..ya tinggal dikalikan saja, itu honor yang mereka terima,"pungkasnya

Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) kota Balikpapan, hanya menyisakan beberapa hari lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan terus melakukan persiapan sebagai pihak penyelenggara, demi suksesnya Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satu persiapan dilaksanakan KPU yakni menyortir Surat Suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Balikpapan, yang dilaksanakan di Gedung KPU, Jln Jenderal Sudriman, Balikpapan Kota, Senin (23/11/2020).

Sebanyak 50 petugas penyortir kertas suara sudah mulai bekerja untuk melakukan menyortir kertas suara, sebelum melaksanakan tugasnya, para Penyortir terlebih dahulu harus mengikuti Rapid Test Awalnya yang mendaftar sebagai petugas Penyortir Kertas Suara ada 57 orang, namu setelah menjalani Rapid Test, 7 diantaranya mendapatkan hasil reaktif, sehingga KPU hanya mengambil 50 petugas yang hasilnya non-reaktif.

Dijelaskan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha pelaksanaan kegiatan penghitungan dan pelipatan kertas suara dilakukan untuk mengetahui apakah kertas suara tersebut dalam kondisi baik atau rusak.

"Ada beberapa kriteria kertas suara tersebut dapat dikatakan baik atau rusak diantaranya gambar pada kertas suara harus jelas, tidak buram, tinta pada cetakan tidak meluber, tidak ada bercak, apalagi bercak yang menyerupai coblosan, serta tidak ada potongan kertas suara yang tidak rapi"jelas Thoha.

Kertas suara yang sudah dilipat akan dihitung kembali, dimana saat menerima terdapat 444.999 kertas suara dan dipack, dalam satu pack terdapat 2000 lembar kertas suara "Kita akan hitung kembali, apakah didalamnya akan betul terdapat 2000 lembar tiap kotaknya,"ujarnya Thoha mengatakan,Jika kondisi kertas suara dinyatakan baik, selanjutnya akan dilipat sesuai yang telah dicontohkan.

Namun didalam penghitungan nanti terjadi kurang kirim atau lebih kirim, akan di akumulasikan dengan kerusakan. "Jadi yang kurang kirim berapa, lebih kirim berapa, kemudian yang rusak berapa, setalah itu kita jumlahkan dan mintakan ganti kertas suara tersebut ke pabrik yang mencetak,"bebernya.

"Pergantian kerusakan dan kekurangan kertas suara sudah tercantum dalam perjanjian, jadi pencetak wajib mengganti kerusakan dan kekurangannya,"tandasnya.

Thoha juga memastikan semua akan sesuai jadwal dan target, meskipun jika ada kerusakan pada kertas suara, kemudian KPU meminta kertas suara yang baru, proses pengirimannya ke Balikpapan dipastikan akan tepat waktu.

Sebanyak 454.999 kertas suara yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Balikpapan sudah tiba dikantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, Jln Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot), Jum'at (20/11/2020).

Kertas suara yang sudah tiba tersebut akan disortir terlebih dahulu oleh petugas yang sudah direkrut KPU. Ber beda dari pilkada sebelumnya, dimana petugas sortir menjalani Rapid Test agar pelaksanaan pilkada Balikpapan benar-benar bebas dari penyebaran covid-19.

Hal tersebut dijelaskan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha dihadapan awak media, ada sebanyak 57 petugas sortir yang telah direkrut oleh KPU, semua petugas tersebut sudah menjalani beberapa tahapan sebelum melaksanakan tugasnya yakni menjalani Rapid test.

"Dari 57 petugas yang menjalani rapid test, terdapat 50 petugas yang hasilnya "Non Reaktif", sedangkan yang 7 mendapatkan hasil "Reaktif"jelas Thoha. lanjut Thoha"Petugas sortir wajib menjalani rapid test, jika hasilnya reaktif, maka KPU tidak akan menggunakan petugas tersebut."

Dari 50 petugas yang sudah menjalani Rapid test dan hasilnya non reaktif , inilah yang akan melakukan penyortiran, KPU memperkirakan setiap petugas penyortir kemungkinan akan bisa menyortir sebanyak 2000 lembar.

"Dalam melakukan penyortiran, bisa diperkirakan akan memakan waktu selama 5 hari untuk menyelesaikan pelipatan kertas suara.

Thoha berharap, "penyortiran yang nantinya akan dilaksanakan tidak ada kendala apapun, sehingga bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan"tutupnya