Swararepublika,KPU Kota Balikpapan hingga kini masih dalam kondisi darurat covit 19 semua kegiatan yang berkaitan dengan sosialisasi harus dihentikan sementara termasuk tahapan pilkada yang mestinya jatuh pada 23 september mau tidak mau harus diundur sampai waktu yang sudah ditentukan oleh KPU RI.

Disela kesibukan komisioner KPU Kota Balikpapan masih dalam posisi stand by sambil menunggu intruksi dari pusat akan dimulainya tahapan pilkada  Balikpapan,jumat,5/6/2020.

Dengan ditemui diruang kerjanya komisioner KPU Ridwan menyampaikan untuk pilkada Kota Balikpapan sudah dapat dilanjutkan berdasarkan kesepakatan KPU RI ,DPR bersama kemendagri bawaslu. Masih Ridwan, untuk pilkada Kota Balikpapan tahapan sudah dapat dilanjutkan pada tanggal 15 juni 2020 dan pilkadanya ditetapkan pada tanggal 9 desember 2020.

Terkait dengan kegiatan yang selama ini tertunda salah satunya akan mengaktifkan PPK dan melantik PPS serta membentuk PPDP semuanya akan diawali dari 15 juni secara bertahap, untuk verifikasi faktual sudah tidak ada lagi dikarenakan tidak adanya calon perseorangan yang lolos,jelasnya.

Untuk pilkada kali ini berbeda dari sebelumnya karena situasinya masih dalam penanganan covit 19 tentunya akan dilakukan sistem yang berbeda dengan menerapkan standar kesehatan yaitu mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah pusat, kata Ridwan.

KPU Kota Balikpapan akan melakukan metting secara online bersama petugas PPK diseluruh kecamatan untuk mempertanyakan akan kesiapan petugas PPK tersebut dimasa pademi covit 19 ini,ungkapnya.

Ridwan menambahkan,untuk pelantikan PPS ini akan dijadikan 2 model yang pertama kemungkinan akan dilaksanakan dilapangan dan dilakukan berjenjang 2 sampai 3 kali pelantikan untuk model yang kedua bisa dilakukan disetiap kecamatan yang barang tertentu dengan mengikuti standar prosedur kesehatan.

Untuk pendaftaran pasangan calon dari partai politik pastinya akan dibatasi kemungkinan setiap pasanganan hanya diwakili 2 orang saja," jadi tidak perku konvoi beramai ramai dengan menggunakan kendaraan dan massa yang banyak itu tidak perlu karena situsinya masih dalam pandemi covit 19,ungkapnya.

BALIKPAPAN, 14/4/2020,Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani menyampaikan terkait jalannya Pilkada Kota Balikpapan sementara program program yang akan dijalankan semua nya ditunda karena Covit-19 masih belum mereda mau tidak mau segala kegiatan KPU terpaksa di hentikan sementara.

Semua kegiatan yang berkaitan dengan Pilkada didaerah bergantung pada keputusan KPU RI apakah Pilkada Balikpapan masih tetap dilaksanakan bulan September atau di bulan Desember, harapannya dengan meredanya covit-19 semoga cepat dilaksanakan kembali.

Kata syabrani, meskipun didaerah lain seperti hal Balikpapan sudah mereda pastinya keputusan apa pun bergantung dari pusat saja karena wabah virus Corona betul betul menggoyang perekonomian dunia.

KPU Balikpapan ada mengajukan tambahan anggaran untuk Adhoc 6 miliar setelah mengadakan optimalisasi ternyata KPU mengalamai kekurangan anggaran 4 miliar dari 6 miliar tersebut meskipun demikian anggaran tersebut tetap diajukan hanya saja keputusan tetap menunggu situasi ini mereda pemerintah kota tidak bisa berbuat apa apa yang jelas anggaran tersebut tetap ada tidak digerakkan artinya distand by kan seperti yang disampaikan oleh ketua DPRD pada beberapa waktu yang lalu.

Ini adalah kejadian yang luar biasa jadi dengan situasi seperti ini kita semua hanya bisa menunggu semoga wabah virus corona segera berakhir apalagi seperti yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa obat penawar nya sudah ditemukan bahkan diindonesia sendiri sudah bisa memproduksinya sendiri,jelas syabrani.

BALIKPAPAN Menindak lanjuti surat edaran dari KPU RI yang ditujukan kepada seluruh KPU propinsi  kabupaten/kota terkait dengan adanya wabah virus corona yang sudah merebak diseluruh indonesia bahkan sudah merebak kesejumlah daerah sehingga membuat jalannya Pilkada tertunda. Menyikapi hal ini KPU Kota Balikpapan merespon cepat dengan tunduk pada aturan dan mengambil langkah seperti apa yang disampaikan disurat edaran dari KPU RI Tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh sekretaris KPU kota Balikpapan Syabrani diruang kerjanya bahwa sementara waktu penyusunan agenda yang sudah diatur untuk dihentikan atau ditunda karena virus corona ini. Sejumlah karyawan terpaksa di rumahkan, bahkan ada juga yang melaksanakan pekerjaan didalam rumah dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (6/4/2020).

Sebagian pegawai dipastikan ada yang harus stand by dikantor dengan cara sistem pergantian piket hal ini diberlakukan pada saat dilayangkannya edaran dari KPU RI dan mengikuti anjuran dari pemerintah kota. Untuk penanganan covit-19 KPU Kota Balikpapan sudah melakukan penyemprotan diberbagai ruangan baik ruangan para karyawan ,ruang komisioner dan tentunya semua ruangan baik didalam maupun di luar gedung,jelas syabrani.

Harapannya semoga penyebaran wabah virus corona ini segera berakhir dan tentu semua ini dimulai daru kesadaran masyarkatnya sendiri untuk bisa bekerjasama dengan mengikuti imbauan imbauan dari pemerintah seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari tempat tempat keramaian intinya menjaga pola hidup sehat dari sekarang,tegasnya.  

Balikpapan-Pelaksanaan pilkada Kota Balikpapan dalam pemilihan walikota dan wakilwalikota dibulan September mendatang bisa terhambat dengan melihat situasi yang selama ini melanda dunia dengan adanya virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia dan merebak kesejumlah daerah khususnya di Balikpapan.

Segala kegiatan Kpu menjadi terhambat seperti sosialisasi dan tahapan lainnya tertunda disamping itu penyerapan anggaran yang adapun saat ini tidak akan bisa digunakan meskipun pos-pos anggaran untuk melakukan tahapan dan sosialisasi sudah disiapkan. Perlu diketahui saat ini KPU memiliki tiga aliran anggaran yakni anggaran hibah pilkada, operasional dan APBN. hal tersebut disampaikan Sekretaris KPU Syabrani atau yang biasa disapa Alex, saat berada diruang kerjanya, Sabtu (4/4/2020).

Syabrani mengatakan "bahwa KPU tidak melakukan perubahan aggaran hibah operasional dalam tahapan Pilkada Balikpapan untuk darurat corona saat ini, awalnya KPU akan melakuka revisi anggaran hibah operasional untuk darurat virus corona, namun turun surat dari Sekretaris Jendral (Sekjen) KPU-RI agar menggunakan anggaran APBN dalam penanggulangan Covid-19"jelasnya.

"Besaran anggaran penanggulangan Covid-19 tidak begitu besar, hanya sebesar 20 juta saja, itu pun baru dipergunakan sebesar 10 juta untuk membeli cairan vaksin disinfektan, alat kesehatan yang nantinya akan dipergunakan untuk sterilisasi kantor KPU , jika dalam penganggaran dalam penanggulangan virus corona dan pilkada, semua sudah memiliki pos anggarannya masing-masing"tambahnya

Sekretari KPU juga memaparkan "untuk saat ini KPU tidak akan melakukan revisi anggaran apapun untuk pelaksanaan Pilkada menjadi anggaran tanggap bencana , sehingga anggaran untuk kegiatan tahapan pilkada akan tetap ada dan digunakan jika kondisi telah berjalan normal kembali"tutupnya

KAMIS,02/4/2020 ,Ketua KPU kota Balikpapan Noor Thoha menegaskan dengan adanya wabah virus Corona yang saat ini ditangani oleh pemerintah kota yang telah mengambil suatu kebijakan secara protokoler yang harus diwakili oleh seluruh warga masyarakat.

Dengan merebaknya wabah covit-19 ini Maka salah satu dampaknya adalah seluruh instansi, KPU sendiri memiliki beban berat karena pelaksanaan pilkada dibulan September sudah terkunci oleh Undang Undang dan tetap harus dilaksanakan,tegas Thoha.

Tentu saja sebelum adanya kebijakan untuk diubah, sepanjang belum ada perubahan KPU sebagai penyelenggara tunggal di negeri ini terkait dalam penyelenggaraan pemilu bertanggung jawab penuh atas terlaksananya pilkada.

Adanya wabah Corona KPU harus taat kepada kebijakan pemerintah yaitu dengan meminta agar KPU Distancing sosial tidak boleh melakukan pertemuan dalam jumlah banyak.

KPU itu kegiatannya banyak mengundang dan mempertemukan orang orang untuk berkumpul akhirnya KPU sendiri mengambil tindakan dengan menunda beberapa tahapan mulai dari pelantikan PPS, pembentukan PPDP, dan coklit. Saat ini yg dilakukan KPU terkait dengan beredarnya wabah Corona.

Sekarang ini seluruh komisioner dan staf harus bekerja dari rumah tentu saja yang berhubungan dengan administrasi semua dilakukan dari rumah dan untuk saat ini masih terus beraktivitas dengan  menyelesaikan laporan laporan kegiatan yang sudah dilaksanakan.memang tidak efektif melakukan kegiatan dirumah apa yang bisa dilakukan sepanjang masih bisa dikerjakan ya dikerjakan, jelas Thoha.

 

SELASA,31/3/2020,Dengan adanya wabah virus Corona dikota Balikpapan semua kegiatan aktivitas untuk sementara para pekerja kantoran sebagian ada yang dirumahkan karena untuk mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

Namun dengan adanya wabah virus Covid-19 yang mematikan ini tidak mengurangi tugas dan tanggung jawab instansi kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada warganya hingga separuh jiwa raganya untuk masyarakat khususnya di balikpapan.

Seperti yang kita lihat di pos penjagaan KPU Kota Balikpapan bapak bapak polisi ini demi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya tidak pernah berputus asa 24 jam penuh melaksanakan pengamanan kantor KPU Kota Balikpapan dengan resiko yang tinggi ditambah dengan adanya wabah virus Corona namun tidak menurunkan semangat beliau untuk memberikan rasa aman padahal bahaya apapun selalu mengancam disela waktu apa pun.

Seperti yang disampaikan oleh Ipda Slamet widodo dengan didampingi Brippol Saptono dipos penjagaan KPU Kota Balikpapan, polisi memiliki tugas tugas pokok yang dijalankan salah satunya menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani mengatakan pos penjagaan sudah sangat baik ditambah dengan bapak bapak polisi yang memang ditugaskan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selama 24 jam semoga saja selalu diberikan kesehatan dan tetap semangat dalam menghadapi kondisi yang sekarang ini yaitu masuknya wabah virus corona ini di Balikpapan,jelasnya.  

BALIKPAPAN,KPU Kota Balikpapan tetap menfasilitasi para tamu salah satunya dengan melakukan scan (tensi suhu badan), menggunakan masker, dan dilakukan penyemprotan secara rutin dilingkungan seputaran gedung KPU.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani menyampaikan sterilisasi tetap dilakukan karena wabah virus Corona ini sulit untuk dideteksi apakah ada disekitar kita atau tidak karena tidak bisa dilihat dengan kasat mata.

Dengan situasi yang sekarang ini bertambahnya pasien yang positiv di Balikpapan KPU semakin memperketat para tamu yang datang dan akan disiapkan untuk para tamu yang berkunjung sebelum masuk ke gedung KPU akan dilakukan penyemprotan seluruh badan seperti yang sudah ada salah satunya di Kodam  VI Mulawarman,jelas Syabrani. Dengan adanya intruksi dari sekjend seluruh karyawan sudah dibagi tugas salah satunya sekretaris dan komisioner tetap stand by karena sebagai ujung tombak  administrasi.

Berbicara masalah tahapan pihak sekretaris menunggu intruksi dari KPU RI apakah dimundurkan sebulan atau dua bulan belum diketahui yang jelas pastinya adanya penundaan. Untuk anggaran yg ada masih tetap di Rp 22 miliar yang digunakan untuk sosialisasi sekitar 40%, sekarang ini diistirahatkan dulu sampai menunggu tenangnya situasi jika tidak ada perkembangan dan dilihat cukup lama maka KPU akan melakukan untuk mencarikan formula yang baru bersama divisi parmas jika tetap dilaksanakan bulan september pilkada ini. Kata Syabrani,untuk sementara belum ada penambahan anggrutin,karena penggunaan anggaran sesuai dengan tahapan berdasarkan sosialisasi yang sudah berjalan.

Dengan situasi seperti ini, KPU menggunakan anggaran Hibah baik pilkada atau rutin ternyata ada intruksi dari  sekjend bahwa boleh merevisi anggaran dari APBN untuk penanggulangan wabah Virus Corona ini.yang jelas digunakan untuk keperluan penanggulangan dengan membeli alat alat serta bahannya dengan nilai anggaran sekitar Rp 20 juta.

Situasi seperti ini harga dilapangan sudah tidak senormal yang biasanya artinya KPU jangan dianggap melakukan mar-up seperti masker sekarang harga nya sudah mencapai RP 400 Ribu.alat scan bisa ditanyakan sendiri berapa harganya yang jelas tim pemeriksa memahami hal hal yang demikian,jelas syabrani."

BALIKPAPAN,29/3/2020,Dengan adanya wabah virus corona yang semakin meradang di kota Balikpapan membuat masyarakat menjadi sulit, dan terganggu melaksanakan aktivitas. Sampai saat ini jumlah positif Corona bukannya berkurang tapi justru bertambah bahkan sudah ada yang meninggal dunia, dengan melihat situasi sekarang ini kita semua tidak pernah tahu kapan ini berakhir.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani menanggapi dengan tegas diruang kerjanya bahwa kita semua masyarakat harus siap jika memang terjadi "lockdown" selama itu pula di lakukan penyemprotan secara masal, dan dilarang siapa pun untuk masuk dan keluar Balikpapan selama 2 hari.

"Mau tidak mau kita semua harus setuju atas usulan yang disampaikan pemerintah dan mau tidak mau memang akan berdampak tapi memang ini jalan satu satunya untuk mensterilkan Balikpapan".karena sampai kapan wabah virus Corona ini berakhir apakah harus diam dirumah saja dan tidak ada titik terang kapan dapat dimusnahkannya virus Covid-19 ini,jelas Syabrani.

KPU akan tetap melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri, karena KPU tidak bisa menunggu dan menunggu sementara di gedung KPU banyak tamu yang datang yang berhubungan  dengan pilkada tahun ini yang menjadikan tempat konsultasi dan informasi yang akurat untuk disampaikan ke warga masyarkat Balikpapan,tegas syabrani.

BALIKPAPAN,26/3/2020,Dengan adanya wabah virus Corona ini KPU Kota Balikpapan terus menjalankan segala aktivitasnya seperti halnya melakukan kegiatan renovasi Aula yang selama ini digunakan dalam segala kegiatan KPU.

Dikesempatan seperti ini KPU Kota Balikpapan melakukan pembersihan disegala penjuru dari belakang gedung sampai dihalaman gedung KPU.

Syabrani yang menjabat sebagai sekretaris di KPU menyampaikan semua kegiatan yang dilakukan di KPU tentu saja untuk kesiapan kedepan dalam menghadapi Pilkada.

Salah satunya semenisasi dan tempat parkir yang sudah bisa dinikmati oleh seluruh karyawan, ditambah pula pelebaran ruangan aula yang difungsikan untuk ruang makan para undangan atau tamu pada saat menghadiri pertemuan .

Masih Syabrani, ruangan Aula ini memang sedang dalam tahap renovasi yang tentu saja bukan sekedar difungsikan untuk kegiatan KPU saja tapi digunakan banyak fungsi seperti halnya menampung barang barang logistic, "Pembangunan renovasi aula ini menggunakan anggaran Hibah rutin ops".  

RABU,25/3/2020,KPU Kota Balikpapan sampai saat ini pegawai dan staf lainnya masih melaksanakan dan tetap bertugas diruang serta dibidangnya masing masing.

Sekretaris KPU Balikpapan Syabrani menyampaikan semua karyawan sudah diberikan arahan terkait dengan adanya penyebaran virus Corona ini ,memang situasi dan keadaan sekarang semua karyawan tidak semuanya hadir sengaja diliburkan dengan bergantian agar penyebaran virus Corona ini dapat teratasi.

Agenda KPU Balikpapan semua dihentikan sementara termasuk kegiatan sosialisasi dan yang lain lain, yang jelas PIlkada Kota Balikpapan tetap dilaksanakan apakah jadwal yang semula sudah di tetapkan dan menjadi berubah akibat wabah virus Corona ini bisa saja terjadi, jelas syabrani.

Semua kegiatan dihentikan karena sudah sesuai prosedur dan imbauan langsung dari dari KPU RI dan KPU Propinsi jadi penghentian kegiatan yang sementara ini berdasarkan intruksi bukan keputusan sepihak dari KPU Balikpapan. Masih Syabrani,proses penyemprotan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur.

Petugas jaga harus lebih sigap dalam menerima tamu agar untuk melakukan cuci tangan dengan sabun atau sanitizer yang sudah disiapkan siapa pun itu semua tetap dijalankan untuk memutus matacrantai penyebaran virus Corona tersebut.  

SENIN,23-3-2020,KPU Kota Balikpapan mengambil langkah cepat untuk menghindari dari serangan virus Corona atau Covid-19 dengan melakukan penyemprotan yang dimulai pada hari minggu,22/3/2020.

Sekretaris KPU Kota Balikpapan Syabrani menyampaikan kepada awak media diruang kerjanya semua ruangan kerja dari pada KPU Kota Balikpapan sudah dilakukan penyemprotan  baik diluar maupaun didalam ruangan yang berlangsung selama 2 hari.

Untuk KPU sendiri sudah menghabiskan 20 liter, dihari pertama (Minggu 22 Maret 10 liter) dan dihari kedua (senin 23 Maret 10 liter ) Untuk pembelian alat alat tersebut serta obat obatan  semua menggunakan dana sendiri yang dialokasikan melalui dana hibah.

Masih Syabrani, Dengan mengikuti anjuran dari pada KPU RI mengenai kehadiran rekan rekan yang bekerja di KPU agar diatur dengan cara piket secara bergantian terkecuali komisioner, sekretaris, kasubag wajib hadir seperti biasa hanya saja yang diatur adalah pegawai pegawainya guna untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini.

KPU akan berkonsultasi dengan dinas kesehatan untuk menanyakan jarak waktu semprot nya untuk dilakukan penyemprotan kembali,jelas syabrani.