Anggota DPRD kota Balikpapan Yusri 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi di berbagai sektor untuk menjadikan Balikpapan kota yang kompetitif di tingkat nasional dan internasional.

Menurutnya, transformasi digital adalah langkah krusial agar kota ini bisa lebih maju, modern, dan memiliki daya saing tinggi. “Jika kami serius mempercepat digitalisasi, banyak hal yang bisa diperbaiki. Untuk menjadi kota terkemuka di dunia, Balikpapan harus menerapkan sistem digital yang efektif,” ujar Yusri setelah mengikuti Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025).

Politisi dari Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi di Balikpapan masih belum optimal. Ia menekankan agar Pemerintah Kota Balikpapan fokus pada pengembangan sistem digital, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Melalui digitalisasi, layanan administrasi di kota ini akan lebih cepat, efisien, dan mudah diakses masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi, serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dan bisnis lokal.

“Semua sektor kini serba modern, namun Balikpapan masih tertinggal dalam hal ini,” tegas Yusri. Lebih lanjut, Yusri juga menyoroti pentingnya penerapan konsep smart city.

Dengan sistem manajemen berbasis data, kota ini akan lebih efisien dalam mengelola infrastruktur, transportasi, dan layanan masyarakat, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup warga serta menarik investor dan wisatawan.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan teknologi di Kalimantan Timur. Yusri mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai Balikpapan dalam hal infrastruktur, seperti peningkatan jalan, penerangan, dan transportasi umum, yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Namun, ia menekankan bahwa kemajuan tersebut harus diiringi dengan inovasi dan penerapan teknologi modern agar Balikpapan tidak tertinggal dari kota-kota besar lainnya. Sebagai langkah awal, Yusri berharap pemerintah kota dapat menunjukkan komitmen kuat untuk mengembangkan ekosistem digital yang meluas ke berbagai bidang.

"Balikpapan memiliki potensi luar biasa. Dengan transformasi digital, kota ini akan lebih siap menghadapi tantangan global," pungkasnya.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Puryadi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Puryadi, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah kota dan legislatif sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan yang lebih baik.

Sinergi yang kuat, menurutnya, akan mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi kota. “Kita harus bersama-sama membangun kota ini dengan lebih baik. Sinergi antara pemerintah dan dewan sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar,” ujar Puryadi dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Balikpapan ke-128 pada Sabtu (8/2/2025).

Puryadi menekankan bahwa menghadapi berbagai tantangan yang ada, kerja sama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Balikpapan yang lebih maju dan sejahtera. “Dengan bersinergi, kita dapat mewujudkan Balikpapan yang semakin berkembang,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Puryadi juga menyoroti masalah banjir yang menjadi persoalan utama di kota ini, terutama di daerah pinggiran seperti Karang Joang dan Graha Indah. Wilayah-wilayah ini, menurutnya, sering menjadi titik aliran air utama yang menyebabkan banjir saat hujan deras. “Masih banyak wilayah pinggiran yang perlu perhatian lebih. Dua sungai besar di Karang Joang dan Graha Indah harus segera dinormalisasi agar banjir tidak terus terjadi,” tambahnya.

Puryadi mengusulkan perlunya perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai yang lebih baik. Ia menyarankan agar anggaran yang cukup dialokasikan untuk proyek pengendalian banjir, agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak bencana tersebut.

Tak hanya soal infrastruktur, Puryadi juga mengingatkan pentingnya peningkatan fasilitas pendidikan, terutama di Balikpapan Utara. Meskipun pembangunan SMP terpadu telah dilakukan, Puryadi menilai masih banyak anak-anak di kawasan tersebut yang tidak dapat tertampung di sekolah negeri selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “Meskipun sudah ada SMP terpadu, tetap saja banyak anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan. Kami membutuhkan tambahan sekolah di daerah ini,” ujarnya.

Puryadi berharap dengan penambahan fasilitas pendidikan, warga akan lebih mudah mengakses pendidikan berkualitas, sementara sekolah-sekolah lain tidak akan terbebani dengan tingginya jumlah murid.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Baharuddin Daeng Lalla, mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan.

Menurutnya, kemajuan Balikpapan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai sektor. "Kemajuan kota ini harus melibatkan semua elemen masyarakat. Tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga, kebijakan serta program pemerintah tidak akan berjalan maksimal," ujar Baharuddin dalam refleksi Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025).

Ia juga menyoroti peluang besar yang dimiliki Balikpapan dengan hadirnya Gubernur Kalimantan Timur yang baru. Menurutnya, hal ini bisa membuka akses lebih luas terhadap anggaran provinsi, yang akan berdampak positif bagi percepatan pembangunan kota, khususnya di bidang infrastruktur dan pelayanan publik.

"Mudah-mudahan bantuan anggaran dari provinsi bisa meningkat. Dengan adanya keterwakilan putra daerah di tingkat provinsi, semangat membangun Balikpapan semakin kuat," harapnya.

Baharuddin menekankan bahwa infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air (SDA) harus menjadi prioritas utama pemerintah. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, ia menilai masih ada tantangan besar, terutama dalam mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kota. "Pemerintah kota sudah bekerja keras, tetapi masih ada hal yang perlu dibenahi, terutama dalam penanganan banjir dan pengelolaan sumber daya air.

Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar solusi yang diterapkan lebih efektif," tambahnya. Menurutnya, dukungan anggaran dari provinsi diharapkan dapat dioptimalkan untuk perbaikan sistem drainase dan pengelolaan air di kawasan permukiman.

Dengan demikian, Balikpapan bisa lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan kota yang pesat. Selain infrastruktur, Baharuddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama dalam mendorong kemajuan kota.

Ia menilai, pengembangan SDM yang unggul dan berdaya saing harus menjadi salah satu prioritas utama di tahun 2025. "InsyaAllah, dengan SDM yang berkualitas, Balikpapan akan terus berkembang dan semakin maju di masa mendatang," ujarnya penuh optimisme.

Sebagai wakil rakyat, Baharuddin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Ia juga mengajak dunia usaha dan akademisi untuk turut berperan dalam pembangunan kota. "Kita harus bersama-sama mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang modern, maju, dan sejahtera," pungkasnya.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kota dan legislatif dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan sejahtera.

Menurutnya, kerja sama yang solid akan mempercepat realisasi kebijakan serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kita berharap Balikpapan menjadi prioritas pembangunan di Kalimantan Timur, mengingat posisinya sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujar Fauzi dalam refleksi Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025).

Ia menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi yang erat antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembangunan berjalan efektif. Tanpa sinergi yang kuat, menurutnya, berbagai program yang telah dirancang berisiko terhambat. "Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah kota dan DPRD, saya optimistis pembangunan di Balikpapan bisa berjalan lebih lancar dan memberi manfaat besar bagi masyarakat," katanya.

Tantangan dan Prioritas Pembangunan 2025 Fauzi menyebut tahun 2025 sebagai periode krusial yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Balikpapan. Ia optimistis dengan terpilihnya gubernur yang berasal dari Balikpapan, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di kota ini akan semakin meningkat.

Salah satu sektor yang harus menjadi perhatian utama, menurutnya, adalah penanganan banjir. Hingga saat ini, genangan air masih menjadi masalah serius di beberapa wilayah saat hujan deras melanda.

Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah provinsi memberikan dukungan anggaran yang lebih besar untuk mengatasi persoalan ini. "Mudah-mudahan penanganan banjir mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, terutama dalam hal alokasi anggaran," harapnya.

Selain infrastruktur, Fauzi menilai pembangunan harus diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menyoroti tiga sektor utama yang harus menjadi prioritas, yakni ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Di sektor ekonomi, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan kelancaran distribusi LPG agar masyarakat tidak mengalami kelangkaan. "Tidak boleh lagi ada kelangkaan LPG, dan harga bahan pokok juga harus stabil. Ini sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, di bidang pendidikan, ia mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas serta ketersediaan fasilitas sekolah agar setiap anak di Balikpapan mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.

Menurutnya, sinergi antara DPRD dan pemerintah kota harus terus diperkuat demi memastikan setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Yusdiana

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota DPRD Kota Balikpapan, Yusdiana, berharap kota ini terus mengalami kemajuan yang signifikan di masa mendatang.Memasuki usia ke-128, ia menyoroti berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan bagi masyarakat, mulai dari kelangkaan bahan bakar, infrastruktur jalan, hingga keterbatasan sarana pendidikan dan kesehatan.

"Harapan saya, di tahun 2025 dan seterusnya, Balikpapan bisa menjadi kota yang lebih baik. Masih banyak hal yang perlu dibenahi agar masyarakat semakin sejahtera," ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (8/2/2025).

Salah satu permasalahan utama yang disorotinya adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap memicu antrean panjang di SPBU. Kondisi ini berdampak luas pada sektor transportasi serta perekonomian masyarakat, terutama bagi pengusaha dan pekerja yang bergantung pada pasokan BBM.

Yusdiana menekankan bahwa pemerintah daerah harus segera mencari solusi konkret untuk menjaga kestabilan pasokan. Jika tidak segera ditangani, maka kelangkaan BBM dapat menghambat mobilitas warga dan mengganggu aktivitas ekonomi kota. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi ancaman serius.

Menurutnya, sistem drainase yang belum optimal di sejumlah wilayah menyebabkan genangan yang menghambat aktivitas masyarakat. "Perbaikan infrastruktur, terutama drainase di titik-titik rawan banjir, harus segera dilakukan agar Balikpapan tidak selalu dihantui permasalahan yang sama setiap musim hujan," ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Yusdiana menegaskan pentingnya pemerataan fasilitas sekolah agar setiap anak di Balikpapan mendapatkan akses pendidikan yang layak. "Yang paling mendesak adalah kebutuhan sekolah negeri, khususnya SMP. Banyak warga di berbagai wilayah yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan menengah dekat tempat tinggal mereka," tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya peningkatan fasilitas kesehatan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan medis yang memadai. "Warga sangat menginginkan fasilitas kesehatan yang lebih baik dan mudah dijangkau," tambahnya.

Dengan berbagai tantangan yang masih ada, Yusdiana berharap pemerintah daerah lebih serius dalam menangani permasalahan masyarakat. Dengan perencanaan matang dan dukungan dari semua pihak, ia optimistis Balikpapan dapat terus berbenah dan menjadi kota yang lebih maju serta nyaman bagi warganya.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Rahmatia

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Memasuki usia ke-128, Kota Balikpapan diharapkan terus berkembang demi kesejahteraan masyarakatnya. Anggota DPRD Balikpapan, Rahmatia, menekankan bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas.

"Harapannya semoga Balikpapan bisa jauh lebih maju lagi, sejahtera, dan makmur masyarakatnya," ujar Rahmatia, Sabtu (8/2/2025).

Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah pelayanan kesehatan. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan akses layanan medis yang lebih cepat dan efisien. Saat ini, proses administrasi dan pendaftaran pasien masih dianggap rumit, sehingga perlu adanya perbaikan sistem. "Pelayanan kesehatan tentu harus lebih baik, termasuk dalam hal administrasi dan pendaftaran untuk berobat," tambahnya.

Ia menilai digitalisasi dalam sistem administrasi rumah sakit dan puskesmas dapat menjadi solusi. Dengan sistem yang lebih modern, pasien tidak perlu lagi mengantre lama dan bisa mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman. Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian.

Rahmatia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah membangun beberapa sekolah baru dalam beberapa tahun terakhir guna meningkatkan akses pendidikan. "Saya rasa untuk pendidikan sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah lumayan cukup, karena hampir tiga sekolah telah dibangun," ungkapnya.

Namun, ia menekankan pentingnya kelanjutan pembangunan di sektor pendidikan, baik dalam peningkatan fasilitas maupun kualitas tenaga pendidik. Dengan pendidikan yang lebih baik, generasi muda Balikpapan diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Rahmatia menegaskan bahwa kemajuan Balikpapan memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Ia optimistis bahwa dengan kolaborasi yang solid, Balikpapan dapat terus berkembang di berbagai bidang.

"Kita semua tentu berharap Balikpapan semakin berkembang di segala sektor, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Sisca Anggreni

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Di usia ke-128 tahun, Kota Balikpapan masih menghadapi tantangan dalam pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di Kecamatan Balikpapan Kota.

Anggota DPRD Balikpapan, Sisca Anggreni, menyoroti minimnya jumlah sekolah negeri di wilayah tersebut, yang berdampak pada terbatasnya daya tampung bagi lulusan SD. Menurut Sisca, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Balikpapan Kota seharusnya diimbangi dengan pembangunan sekolah baru, khususnya SMP Negeri.

Hal ini bertujuan agar lulusan SD di wilayah tersebut dapat tertampung dengan baik tanpa harus mencari sekolah di kecamatan lain. Selain itu, penambahan sekolah juga akan mengurangi beban daya tampung di daerah sekitar. "Jika jumlah sekolah tidak mencukupi, tentu akan menjadi masalah. Setiap anak seharusnya bisa bersekolah di dekat tempat tinggalnya," ujar Sisca usai menghadiri Sidang Paripurna Istimewa HUT Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025).

Ia mengungkapkan bahwa selama ini banyak anak dari Balikpapan Kota yang terpaksa bersekolah di wilayah lain karena keterbatasan sekolah negeri. Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) semakin mempersempit peluang bagi mereka untuk masuk ke sekolah terdekat.

Sementara itu, keterbatasan daya tampung sekolah negeri masih menjadi kendala utama yang belum terselesaikan. Sisca menekankan perlunya kajian komprehensif dari pemerintah terkait perkembangan jumlah penduduk di setiap kecamatan. Dengan data yang akurat, pembangunan sekolah baru dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Jika suatu kawasan mengalami lonjakan populasi, fasilitas pendidikan juga harus ditingkatkan. "Pemerintah harus melihat tren pertumbuhan penduduk untuk menentukan lokasi sekolah baru.

Jika kepadatan di Balikpapan Kota terus meningkat, maka fasilitas pendidikan harus ditambah," jelasnya. DPRD Kota Balikpapan berkomitmen mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan sekolah baru di wilayah yang masih kekurangan fasilitas pendidikan.

Namun, Sisca mengingatkan bahwa langkah ini harus dibarengi dengan peningkatan jumlah dan kualitas tenaga pendidik. "Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan guru yang berkualitas serta sarana dan prasarana yang memadai," imbuhnya.

Dengan adanya dorongan dari DPRD, diharapkan upaya pemerataan pendidikan dapat segera terwujud. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan pendidikan berkelanjutan untuk mencetak generasi muda Balikpapan yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Baharuddin Daeng Lalla

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Baharuddin Daeng Lalla, menekankan dua isu utama dalam refleksi Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, yakni penanganan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia mengapresiasi upaya pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, tetapi menilai masih ada tantangan besar yang perlu diselesaikan, terutama terkait banjir dan pengelolaan sumber daya air (SDA). Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan, namun optimalisasi sistem drainase dan infrastruktur air masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. "Yang sudah dilakukan luar biasa, tapi masih ada yang perlu dibenahi, terutama dalam penanganan banjir dan peningkatan sumber daya air," ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sistem drainase serta infrastruktur air. Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, ia berharap alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk perbaikan sistem drainase dan pengelolaan air di kawasan permukiman.

Tak hanya infrastruktur, Baharuddin juga menyoroti pengembangan SDM sebagai faktor kunci dalam menentukan kemajuan kota. Ia menegaskan bahwa investasi dalam pendidikan, pelatihan kerja, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja harus menjadi prioritas utama guna meningkatkan daya saing masyarakat Balikpapan. "InsyaAllah, dengan SDM yang luar biasa, kita bisa terus berkembang dan semakin maju di tahun mendatang," katanya.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebijakan yang mendukung peningkatan SDM serta pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, ia juga mendorong peran aktif dunia usaha dan akademisi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal. "Dengan kerja sama yang solid, kita harus bersama-sama mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang modern, maju, dan sejahtera," tutupnya.

(ADV/J)

Anggota komisi IV DPRD kota Balikpapan Lim

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, mengusulkan perpanjangan jam operasional ruang baca di Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Tiga Generasi agar lebih maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurutnya, durasi layanan yang saat ini hanya dibuka selama empat jam, dari pukul 08.00 hingga 12.00, masih kurang optimal.

“Di kota lain, perpustakaan di taman bisa buka dari pagi hingga sore, bahkan pada akhir pekan beroperasi hingga malam. Kalau di sini hanya empat jam, saya pikir masih kurang,” ujar Iim, Jumat (7/2/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang baik agar fasilitas tersebut tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, jika jam operasional diperpanjang, perlu ada tenaga penjaga yang bertugas untuk memastikan fasilitas tetap dalam kondisi baik. “Harus ada petugas yang menjaga agar fasilitas ini bisa bertahan lama. Di kota pembanding, penjaganya bukan dari pegawai pemerintahan, tetapi menggunakan tenaga outsourcing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iim menyampaikan bahwa ke depan, taman-taman di Balikpapan akan mengusung konsep yang lebih inklusif dengan menghadirkan program Ruang Bersama Indonesia. Dengan konsep ini, ruang baca di taman tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Namanya juga ruang bersama, jadi harus bisa digunakan oleh siapa saja,” tambahnya.

Selain itu, Iim juga menyoroti keterbatasan ruang gerak anak-anak di kawasan perumahan yang umumnya memiliki lahan terbatas. Ia menilai bahwa banyak anak yang tidak memiliki cukup ruang untuk bermain secara leluasa. “Sekarang banyak perumahan tipe 36 dengan ukuran 6×6 meter, dan belum tentu ada halamannya,” ungkapnya.

Dengan adanya ruang baca yang lebih lama beroperasi di taman, Iim berharap masyarakat, khususnya anak-anak, memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk mengakses buku dan bermain di lingkungan yang lebih nyaman.

(ADV/J)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Balikpapan mencatat prestasi gemilang dengan meraih tujuh penghargaan Arindama dalam peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Kalimantan Timur, 9 Januari 2025 lalu. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan kota dalam berbagai sektor pembangunan.

Penghargaan yang diterima meliputi beberapa bidang strategis, di antaranya Kesetaraan Gender, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat. Selain itu, Balikpapan juga unggul dalam Pembangunan Perhubungan, Infrastruktur, Komunikasi dan Informatika, serta Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM. Keberhasilan ini semakin lengkap dengan diraihnya Grand Arindama untuk bidang Pelayanan Publik.

Penghargaan tersebut mengukuhkan Balikpapan sebagai kota yang mampu memberikan layanan prima kepada warganya. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengapresiasi capaian ini dan berharap agar prestasi tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat. "Ini adalah kebanggaan bagi kita semua.

Keberhasilan ini tidak boleh membuat kita berpuas diri, melainkan harus menjadi penyemangat untuk terus maju," ujarnya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Balikpapan harus terus berbenah agar mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasinya di masa mendatang. Ke depan, Alwi berharap Balikpapan bisa meraih lebih banyak penghargaan dalam berbagai kategori. "Kalau bisa tahun-tahun berikutnya kita sapu bersih semua penghargaan," tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pembangunan infrastruktur. Dengan kerja sama yang solid, Balikpapan diharapkan semakin berkembang menjadi kota yang modern, nyaman, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.

(ADV/J)


Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi AlQadri 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengungkapkan rasa syukur atas berbagai pencapaian yang diraih Kota Balikpapan di usianya yang ke-128 tahun. Menurutnya, keberhasilan yang diraih menjadi bukti kerja keras seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.

Pencapaian terbaru yang membanggakan adalah diraihnya tujuh penghargaan Arindama Keberhasilan Pembangunan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur. Salah satu yang paling prestisius adalah Grand Arindama di bidang Pelayanan Publik.

"Alhamdulillah, tahun ini kita mendapat Arindama terbanyak di Kalimantan Timur dan satu Grand Arindama di bidang Pelayanan Publik," ujar Alwi usai memimpin Sidang Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-128 Kota Balikpapan, Sabtu (8/2/2025).

Politisi Partai Golkar itu berharap capaian ini menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan. Ia menegaskan bahwa Balikpapan tidak boleh berpuas diri dan harus berusaha meraih lebih banyak prestasi di tahun mendatang. "Tahun-tahun mendatang kalau bisa sapu bersih.

UjiKita tidak boleh puas diri dengan capaian hari ini," katanya. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat untuk mewujudkan Balikpapan sebagai kota maju dan berdaya saing. Sejalan dengan tema sidang paripurna tahun ini, "Harmonisasi Berkelanjutan," Alwi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong dalam membangun kota.

"Tema ini mengajak kita untuk bekerja sama. Ke depan, kita harus lebih solid agar Balikpapan semakin nyaman dihuni," tuturnya. Sidang Paripurna Istimewa yang digelar DPRD Balikpapan menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang kota ini. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Balikpapan terus berkembang dan menjadi contoh kota modern di Kalimantan Timur.

(ADV/J)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan bahwa efisiensi dalam pengalokasian anggaran belanja daerah menjadi prioritas utama bagi dewan.

Hal ini disampaikan pada Sabtu (8/2/2025), menyusul terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur kebijakan efisiensi anggaran untuk Tahun Anggaran 2025. “Tanpa adanya Inpres ini, kami sudah mengutamakan efisiensi dalam penyusunan program. Dengan adanya Inpres, kami harus lebih hati-hati lagi dalam menentukan prioritas anggaran,” ujar Alwi.

Inpres Nomor 1 Tahun 2025 menekankan pentingnya efisiensi belanja dalam pelaksanaan anggaran baik di tingkat APBN maupun APBD. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penyesuaian program yang kurang mendesak dan penghematan dalam belanja operasional.

Menurut Alwi, kebijakan efisiensi ini akan mempengaruhi penyusunan ulang program prioritas yang ada. “Pemangkasan anggaran pada beberapa program yang sedang berjalan atau direncanakan untuk 2026 sangat mungkin terjadi,” ujarnya. Dewan bersama Pemerintah Kota akan mengkaji lebih dalam mengenai program mana yang perlu berlanjut, dikurangi, atau bahkan dihapus.

Alwi juga menekankan pentingnya memastikan bahwa efisiensi ini tidak akan menghambat pelayanan masyarakat dan pembangunan jangka panjang. “Kami akan terus berupaya agar program-program yang vital tetap berjalan. Kita perlu melakukan evaluasi dan pengkajian lebih lanjut agar tidak ada yang terhambat,” ungkapnya.

Dengan tantangan besar ini, DPRD Balikpapan bersama Pemerintah Kota akan segera menyelaraskan kebijakan untuk memastikan efisiensi tetap dilakukan tanpa merugikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan.

(ADV/J)