Anggota DPRD kota Balikpapan komisi IV Halili Adinegara

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Rencana pembangunan flyover di kawasan Muara Rapak, Balikpapan Utara, kembali menjadi sorotan serius DPRD Kota Balikpapan. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, menegaskan pentingnya percepatan proyek tersebut sebagai langkah konkret menanggulangi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Halili, kawasan Muara Rapak telah lama dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Balikpapan. Karakter jalan yang menurun tajam dan padat kendaraan, terutama truk-truk besar dan trailer, menjadikan kawasan ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

“Muara Rapak itu sudah sejak lama menjadi titik hitam kecelakaan. Kondisinya tidak lagi bisa ditoleransi. Pembangunan flyover di sana bukan sekadar wacana, tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan pada Kamis (24/4/2025).

Ia menambahkan, Komisi III DPRD siap mengawal rencana ini secara intensif dengan menjalin koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Mengingat jalan tersebut merupakan jalan provinsi, maka dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi untuk memastikan percepatan prosesnya.

Halili juga menyoroti peluang besar yang ada saat ini, di mana Gubernur Kalimantan Timur merupakan putra daerah Balikpapan. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi momentum yang tepat untuk memperjuangkan proyek infrastruktur yang sudah lama dinanti masyarakat. “Gubernur kita orang Balikpapan. Ini seharusnya menjadi kesempatan emas agar pembangunan strategis seperti flyover Muara Rapak bisa diprioritaskan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa keberadaan flyover tidak hanya akan menekan angka kecelakaan, tetapi juga mampu mengurai kemacetan yang rutin terjadi setiap pagi dan sore hari. Banyak warga yang selama ini menyuarakan keinginan akan solusi nyata, dan flyover dianggap sebagai jawaban dari permasalahan yang ada.

“Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat. Mereka ingin perubahan. Dan pembangunan flyover ini adalah bentuk jawaban nyata atas harapan mereka,” jelasnya. Meski belum ada kepastian waktu pelaksanaan konstruksi, Halili menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendorong realisasi pembangunan flyover tersebut.

“Kami akan kawal dan pastikan proyek ini berjalan. Target kami jelas, agar segera dimulai dan diselesaikan,” pungkasnya

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Anggota DPRD kota Balikpapan dari Komisi IV Sisca Angreni

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dalam rangkaian kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025, Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Siska Anggreni, turun langsung ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi warga di Daerah Pemilihan Balikpapan Kota.

Agenda ini dilaksanakan pada kamis, 24 April 2025, dan menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan permasalahan yang mereka alami secara langsung kepada wakil rakyat. Kegiatan reses yang digelar di wilayah Kelurahan Srobong ini turut dihadiri oleh Lurah Prapatan, perwakilan dari Dinas Perhubungan, serta pihak Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

Kehadiran sejumlah instansi ini menjadi wujud sinergi dalam merespons berbagai persoalan publik yang disuarakan masyarakat. Dalam sesi dialog, warga secara terbuka menyampaikan berbagai keluhan.

Salah satu yang paling disorot adalah persoalan air bersih. Banyak warga mengaku masih kesulitan memperoleh akses air yang layak, dan hal ini berdampak langsung terhadap aktivitas mereka sehari-hari. “Kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar. Ketika distribusinya tidak merata, tentu ini sangat menyulitkan,” keluh salah seorang warga.

Tak hanya itu, penerangan jalan umum juga menjadi sorotan. Beberapa titik dinilai gelap dan rawan kecelakaan, terutama di malam hari. Warga meminta agar lampu jalan ditambah dan diperbaiki di wilayah-wilayah yang dianggap berisiko. Selain itu, sejumlah keluhan juga muncul terkait pelayanan BPJS yang dinilai belum berjalan maksimal dan menyulitkan warga saat mengakses layanan kesehatan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Siska Anggreni menyatakan akan membawa seluruh masukan itu ke dalam forum resmi DPRD. “Kami tidak tinggal diam. Segala hal yang disampaikan warga hari ini akan kami perjuangkan melalui rapat-rapat dan koordinasi bersama OPD terkait, terutama terkait air bersih,” ujarnya.

Politisi perempuan ini juga menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, tetapi merupakan sarana efektif untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat.

“Saya sangat menghargai antusiasme warga. Ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dua arah antara warga dan wakil rakyat,” tutup Siska.

Ia pun berharap jalinan aspirasi semacam ini terus dipelihara demi perbaikan pelayanan publik di Kota Balikpapan.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Anggota DPRD kota Balikpapan dari Komisi III reses di dapil nya Balikpapan Barat Kelurahan Baru Tengah 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Baharuddin Daeng Lalla, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menampung aspirasi warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025. Reses kali ini dilaksanakan di dua titik, yakni RT 25 dan RT 29 Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, pada Kamis, 24 April 2025. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan yang mereka hadapi sehari-hari.

Salah satu persoalan krusial yang mencuat adalah terkait pasokan air bersih. Warga RT 25 menyoroti seringnya distribusi air dari PDAM terhenti tanpa pemberitahuan, sementara warga RT 29 mengeluhkan belum adanya jaringan pipa PDAM yang masuk ke wilayah mereka. Masalah lain yang tak kalah penting adalah ketidakjelasan status hukum lahan eks Inhutani.

Warga menyebutkan bahwa kepastian hukum atas lahan tersebut sangat dibutuhkan karena berdampak pada aspek sosial dan pembangunan di kawasan itu. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret atas persoalan tersebut. Dalam bidang sosial, beberapa warga mengusulkan agar program bedah rumah lebih merata dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Di bidang pendidikan, muncul usulan untuk memanfaatkan lahan kosong bekas lapangan bola sebagai lokasi pembangunan SMP baru. Selain itu, mereka juga mendorong pembangunan lantai dua di SDN 001 Balikpapan Barat guna menambah ruang kelas dan mengurangi kepadatan siswa. Sorotan lainnya datang dari sektor transportasi.

Warga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi angkutan umum jenis taksi yang dinilai sudah tak layak beroperasi. Mereka menilai, peremajaan armada angkutan umum perlu segera dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Menanggapi semua aspirasi tersebut, H. Baharuddin Daeng Lalla menyatakan kesiapannya untuk mengawal dan menyampaikan keluhan warga kepada pemerintah kota dan instansi terkait.

“Saya akan berkoordinasi dengan camat, lurah, hingga OPD yang menangani, agar aspirasi ini tidak hanya dicatat, tapi segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di Balikpapan Barat agar seluruh warga merasakan dampaknya secara langsung. Dirinya berkomitmen menjadikan hasil reses sebagai dasar evaluasi dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Anggota DPRD kota Balikpapan Aguslimin gelar reses

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Aguslimin, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 bersama warga di daerah pemilihan Balikpapan Tengah pada Kamis, 24 April 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai permasalahan dan harapan mereka kepada wakil rakyat di daerah. Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang selama ini mengganggu kehidupan sehari-hari.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah soal buruknya kondisi siringan atau saluran air di jalan umum, yang tidak berfungsi dengan baik dan memicu genangan air saat hujan turun. Selain itu, warga juga mengeluhkan kejadian longsor yang mengancam keselamatan di beberapa titik, khususnya di RT 22, RT 23, dan RT 16. Tidak hanya itu, kondisi makam di kawasan Gunung Guntur yang terbengkalai turut menjadi perhatian.

Ketua RT 24 menyoroti masalah longsor yang terjadi di area kuburan Muslim, yang dikhawatirkan membahayakan warga sekitar. Ia juga menyampaikan perlunya renovasi terhadap langgar atau tempat ibadah kecil yang kini kondisinya mulai memprihatinkan.

Persoalan drainase dan parit yang kerap tersumbat di sejumlah lokasi juga menjadi keluhan berulang, karena berpotensi menyebabkan banjir lokal. Warga pun meminta agar penerangan jalan segera ditingkatkan, mengingat masih banyak titik-titik jalan yang gelap dan membahayakan pengguna jalan di malam hari.

Di sektor pendidikan, masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap fasilitas sekolah dan kualitas layanan pendidikan. Mereka menginginkan suasana belajar yang lebih nyaman dan aman, demi masa depan generasi muda di Balikpapan Tengah.

Menanggapi semua aspirasi tersebut, Aguslimin menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap permasalahan yang telah disuarakan. Ia akan membawa keluhan warga ke forum resmi DPRD serta mendorong koordinasi lintas instansi.

“Kami akan mengawal seluruh aspirasi ini, dan segera menjalin komunikasi dengan dinas terkait seperti DLH, Disperkim, BPBD, dan Dinas PU. Harus ada respons cepat dan konkret karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) juga memberikan penjelasan kepada warga mengenai program bantuan bedah rumah, yang dapat diajukan oleh masyarakat dengan rumah tidak layak huni. Program ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas hidup warga Balikpapan Tengah.

Dengan digelarnya reses ini, warga pun merasa lebih didengar dan berharap solusi segera diwujudkan atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Anggota DPRD kota Balikpapan Muhammad Raja Siraj reses di RT 31 Kelurahan Manggar Baru Balikpapan Timur

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Raja Siraj, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di Jalan Persatuan RT 31, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, Rabu (23/4/2025).

Dalam forum tersebut, ia mendengarkan langsung berbagai keluhan masyarakat dan menjadikan kegiatan ini sebagai sarana interaktif guna memperkuat keterhubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.

Raja Siraj menegaskan bahwa kegiatan reses bukanlah sekadar agenda formal semata, tetapi merupakan ruang penting untuk menyerap langsung aspirasi warga. “Melalui reses inilah kami bisa mengetahui langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Semua yang disampaikan akan kami bawa dan perjuangkan di DPRD,” tegasnya di hadapan warga yang hadir.

Beragam persoalan diangkat oleh masyarakat, mulai dari permintaan sambungan air bersih dari Perumda Tirta Manuntung, perbaikan saluran drainase, hingga kurangnya penerangan jalan umum (PJU). Tak hanya itu, sejumlah warga juga menyampaikan keluhan terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dianggap masih menyulitkan sebagian orang tua siswa.

Untuk menjawab keresahan warga secara langsung, Raja Siraj menghadirkan perwakilan dari Perumda Tirta Manuntung serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan. Langkah ini dinilai strategis agar warga tidak hanya menyampaikan keluhan, namun juga mendapatkan jawaban konkret dari instansi terkait.

Warga RT 31 berharap agar aspirasi yang telah disampaikan dalam forum ini benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Mereka menekankan pentingnya kecepatan respons, terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih dan pengelolaan lingkungan.

Menutup kegiatan, Raja Siraj kembali menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan seluruh aspirasi yang telah dihimpun. “Semua aspirasi warga akan kami teruskan ke dinas-dinas terkait dan kami pantau agar tidak berhenti di sini saja. Tujuannya jelas, demi kenyamanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Balikpapan Timur,” ujarnya.

Dengan semangat pelayanan, politisi muda tersebut berharap kegiatan reses ini dapat menghasilkan perubahan nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Ketua komisi III DPRD kota balikpapan Yusri reses dihalaman Rumahnya Balikpapan Selatan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Dalam upaya mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di halaman rumahnya, Balikpapan Selatan, Rabu (23/4/2025).

Kegiatan ini dihadiri ratusan warga dari daerah pemilihan Balikpapan Selatan yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Dalam sambutannya, Yusri menegaskan bahwa agenda reses bukan sekadar rutinitas politik, melainkan bagian dari kewajiban moral dan konstitusional anggota dewan untuk mendengar langsung suara masyarakat.

Ia menekankan bahwa seluruh masukan yang diterima akan ditindaklanjuti dengan serius, baik melalui jalur legislatif maupun koordinasi dengan pemerintah daerah. “Reses ini adalah wadah penting untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Apa yang disampaikan hari ini bukan hanya akan kami catat, tapi akan kami perjuangkan agar mendapatkan solusi konkret,” ucap Yusri.

Dalam forum dialog tersebut, warga menyuarakan tiga isu utama yang mendesak perhatian. Pertama, persoalan limbah dari waduk yang mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan warga. Kedua, distribusi air bersih yang belum merata di sejumlah wilayah permukiman. Ketiga, kekhawatiran masyarakat terkait kondisi keamanan lingkungan yang dinilai masih rawan.

Menanggapi hal tersebut, Yusri tidak tinggal diam. Ia menggandeng sejumlah instansi terkait yang turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain pihak kelurahan, Dinas Perhubungan, serta Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang cepat dan tepat sasaran.

“Kami hadirkan langsung perwakilan OPD agar semua keluhan bisa langsung direspons dan tidak hanya menjadi catatan yang menumpuk. Harapan kita bersama, ini bisa menjadi awal dari perubahan nyata di lapangan,” tegasnya.

Melalui reses ini, Yusri ingin menunjukkan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengawasan dan representasi rakyat secara optimal. Ia pun berjanji akan terus mengawal setiap persoalan yang disampaikan hingga ada tindak lanjut konkret dari pemerintah kota.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Muhammad Taqwa

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa, kembali turun langsung ke masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 pada Rabu, 23 April 2025. Reses ini digelar di Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara, dengan tujuan untuk menyerap berbagai aspirasi warga secara langsung.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat Kelurahan Karang Joang menyampaikan sejumlah kebutuhan penting yang masih menjadi persoalan sehari-hari. Salah satu isu utama yang mencuat adalah kurangnya fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Warga berharap agar pemerintah segera membangun sekolah dari jenjang SD hingga SMA untuk mengakomodasi sistem zonasi yang masih dirasa belum merata. Selain itu, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang melintasi area Tempat Pemakaman Umum (TPU), yang kerap menghambat kelancaran lalu lintas.

Mereka meminta agar akses jalan tersebut diratakan dan diperbaiki demi kenyamanan pengguna jalan. Tak hanya infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan agar proses pendaftaran program kuliah gratis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dipermudah.

Mereka berharap program tersebut bisa dinikmati lebih luas oleh warga setempat. Selain itu, warga juga menginginkan adanya prioritas bagi tenaga kerja lokal dalam perekrutan di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Balikpapan. Menanggapi aspirasi tersebut, Muhammad Taqwa menegaskan komitmennya untuk mengawal semua masukan warga ke instansi terkait.

“Kami akan terus dorong dinas-dinas seperti DPU, PTMB, dan Disdikbud untuk segera menindaklanjuti usulan ini,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat penting demi menciptakan pembangunan yang adil dan merata.

“Kami akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat lewat kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan bersama,” tegasnya. Reses ini menjadi bentuk nyata kepedulian legislatif terhadap kebutuhan warga, demi menciptakan pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Wakil ketua DPRD kota Balikpapan Budiono Reses di wilayah Dapilnya Balikpapan Selatan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, kembali turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan reses dalam Masa Sidang II Tahun 2024/2025. Reses yang digelar pada Rabu 23 April 2025 ini dilangsungkan di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan dan dihadiri ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut hadir, di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Perhubungan (Dishub), untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memberikan tanggapan awal terhadap keluhan yang muncul. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beberapa isu yang dianggap mendesak.

Salah satu sorotan utama adalah kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dianggap sudah melebihi kapasitas atau overload. Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum yang berdampak pada keamanan lingkungan, serta kondisi sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan butuh perbaikan segera.

Budiono merespons serius setiap keluhan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga akan segera disampaikan dan diperjuangkan di lembaga legislatif agar dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait. “Saya mencatat seluruh keluhan yang disampaikan, terutama persoalan TPS dan infrastruktur jalan yang banyak dikeluhkan warga. Ini menjadi perhatian serius kami di DPRD. Kami akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk memastikan tindak lanjut yang nyata,” tegas Budiono.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas partisipasi aktif warga dalam reses kali ini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian penting dari proses pembangunan yang partisipatif dan transparan. “Sebagai wakil rakyat, saya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Setiap aspirasi yang masuk akan kami kawal hingga ada realisasi,” ujarnya lagi. Reses ini menjadi bentuk nyata dari kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya. Komunikasi dua arah ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendengarkan keluhan, tetapi juga sebagai jembatan menuju perbaikan kualitas pelayanan dan infrastruktur di wilayah Balikpapan Selatan.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri Reses masa sidang II Tahun 2024-2025 di kelurahan Baru Tengah Balikpapan Barat

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pada Rabu (23/4/2025), Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di Gang Batu Arang, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh warga dari berbagai RT dan menjadi ajang untuk mendengarkan berbagai keluhan serta aspirasi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah masalah krusial mencuat, di antaranya krisis air bersih dan perlunya peningkatan layanan kesehatan 24 jam di wilayah tersebut. Salah satu keluhan utama yang disampaikan oleh warga adalah masalah pasokan air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PDAM), Yudhi Saharuddin, yang turut hadir dalam reses, menjelaskan bahwa saat ini Balikpapan hanya mampu memproduksi air bersih sebanyak 1.000 liter per detik, angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Kota Samarinda yang mampu memproduksi lebih dari 3.000 liter per detik.

Keterbatasan kapasitas produksi air ini menyebabkan sering terjadinya penundaan distribusi air kepada warga. Menanggapi keluhan tersebut, Alwi Al Qadri menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyediaan air bersih sebagai prioritas utama. “Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk warga. Saya akan terus mendorong agar masalah ini menjadi agenda utama dalam pembahasan anggaran daerah,” ujar Alwi.

Selain itu, warga juga mengungkapkan kekhawatiran terkait layanan kesehatan, khususnya keinginan untuk memiliki Puskesmas Baru Tengah yang beroperasi 24 jam. Mereka juga meminta agar fasilitas umum seperti gang-gang mendapat penerangan jalan yang memadai serta pemasangan hydrant dan pompa air untuk pencegahan kebakaran.

Warga juga berharap agar air laut dapat dimanfaatkan sebagai cadangan untuk pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk. Alwi menanggapi hal ini dengan menyebutkan bahwa usulan pemasangan hydrant sebenarnya sudah diajukan sejak tiga tahun lalu, namun belum terealisasi.

“Tahun ini, saya akan berusaha memperjuangkan kembali agar usulan ini bisa diwujudkan, baik tahun ini maupun paling lambat tahun depan,” ujar Alwi.

Tak hanya itu, keluhan lain yang disampaikan oleh warga adalah kesulitan dalam memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, khususnya bagi pasien kelas 3 yang sering kali hanya dapat mengakses layanan dalam keadaan darurat. Alwi berjanji untuk membantu warga yang menghadapi kendala ini dan meminta mereka untuk segera melaporkan jika ada kesulitan di fasilitas kesehatan.

Terakhir, Alwi juga menerima usulan warga mengenai pentingnya tindakan hukum terhadap pelaku pencurian sambungan air PDAM serta perlunya pemasangan CCTV di beberapa titik strategis untuk menjaga keamanan lingkungan.

Dalam penutupan reses, Alwi mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke laut. “Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya mengakhiri pertemuan.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Hj Muliati Reses masa sidang II tahun 2024-2025 dikediamannya di kampung Baru Tengah

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Hj Muliati, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di kediamannya di kawasan Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat, pada Rabu (23/4/2025). Reses ini menjadi ruang penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, permasalahan, dan harapan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.

Dalam sambutannya, Muliati menekankan bahwa kegiatan reses merupakan salah satu bentuk tanggung jawab anggota dewan dalam memperjuangkan suara masyarakat. Ia menyebutkan, reses menjadi jembatan bagi warga yang selama ini mungkin kesulitan menyampaikan permasalahan di lingkungan mereka.

"Ini bagian dari kewajiban saya untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan memperjuangkannya dalam proses pembangunan daerah," tegas Muliati di hadapan para peserta reses.

Selama berlangsungnya acara, warga antusias mengemukakan berbagai keluhan dan usulan. Beberapa aspirasi yang disampaikan di antaranya permintaan penyediaan jaringan Wifi gratis untuk menunjang kebutuhan akses informasi, perbaikan serta penambahan penerangan jalan umum (PJU) demi meningkatkan rasa aman, serta pembenahan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir di musim hujan.

Tidak hanya itu, warga juga mengajukan permohonan pemasangan pipa induk dari Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) agar distribusi air bersih bisa menjangkau seluruh rumah secara merata. Menurut warga, masih terdapat sejumlah titik yang belum menikmati aliran air dengan optimal. Muliati menanggapi setiap aspirasi dengan serius dan berjanji untuk mengawal semua usulan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa seluruh masukan dari warga sudah didokumentasikan melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan akan diperjuangkan agar masuk dalam prioritas pembangunan kota.

"Setiap masukan masyarakat sudah saya input ke SIPD. Ini akan saya kawal hingga tahap realisasi, tentunya menyesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah," ujar Muliati.

Ia juga berharap, sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah kota dapat berjalan lebih efektif sehingga seluruh kebutuhan yang telah disampaikan bisa segera direalisasikan. "Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan di Balikpapan," tutupnya.

Dengan kegiatan reses ini, Muliati membuktikan komitmennya untuk tetap dekat dengan konstituen serta memastikan bahwa pembangunan di Balikpapan benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Anggota DPRD kota Balikpapan Mieke Henny

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Mieke Henny, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di halaman kediamannya, Rabu (23/4/2025).

Puluhan warga dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan turut hadir dalam pertemuan tersebut. Reses ini menjadi momentum penting bagi Mieke untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan yang berkembang di tengah warga. Dalam sambutannya, Mieke menegaskan bahwa kegiatan reses adalah wujud nyata komitmen anggota dewan dalam memperjuangkan suara rakyat.

“Reses bukan hanya agenda seremonial, tetapi ruang bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan mencari solusi bersama,” ujar Mieke di hadapan peserta yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam dialog terbuka tersebut, dua persoalan utama mencuat, yakni masalah ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga serta kondisi infrastruktur jalan yang rusak di beberapa titik di kawasan Balikpapan Selatan.

Kedua isu ini dinilai Mieke sebagai kebutuhan dasar yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Mieke menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan.

Ia menyampaikan bahwa setiap masukan akan dicatat secara rinci dan diteruskan kepada instansi terkait guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. “Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami dokumentasikan dan dorong ke pihak-pihak terkait. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mendorong kesejahteraan warga,” tuturnya.

Lebih jauh, Mieke berharap hasil reses kali ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan program pembangunan yang lebih tepat sasaran, serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.

Melalui kegiatan reses ini, sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat diharapkan semakin kuat, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan warga Balikpapan.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)

Ketua Komisi I DPRD kota Balikpapan Danang Eko Susanto jalani reses sidang II Tahun 2024-2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan, H. Danang Eko Susanto, menggelar kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2024/2025 di kediamannya pada Rabu (23/4/2025). Dihadiri ratusan warga, reses ini menjadi ruang interaksi langsung antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai keluhan serta usulan pembangunan di wilayah mereka.

Dalam sambutannya, Danang menegaskan bahwa reses bukan sekadar rutinitas formal, melainkan kesempatan untuk mendengar suara warga secara langsung. Ia juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sebagai bentuk kehangatan dalam momentum kebersamaan tersebut.

“Reses ini bukan hanya kegiatan formal, tetapi juga kesempatan bagi kami untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Sebagai bagian dari silaturahmi, saya juga ingin mengucapkan selamat Idulfitri, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.

Beragam isu muncul dalam sesi dialog, mulai dari permintaan pelebaran akses pintu masuk kawasan Telaga Mas guna mengurai kemacetan, hingga harapan adanya penguatan budaya lokal untuk menjaga identitas daerah. Warga juga menyoroti lambannya proses sertifikasi tanah oleh BPN yang hingga kini belum terselesaikan.

“Sertifikat tanah sangat penting bagi kami sebagai jaminan hukum. Kami berharap BPN bisa mempercepat proses ini,” ujar salah seorang warga yang hadir. Persoalan infrastruktur juga mendominasi keluhan warga. Mereka mengusulkan pengaspalan jalan di kawasan Telaga Mas, perbaikan jalan dari Palm Hills ke Daksa, serta penambahan lampu penerangan jalan umum di sejumlah titik yang masih gelap.

Menanggapi seluruh masukan, Danang menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi tersebut ke meja pembahasan DPRD dan menjalin koordinasi dengan dinas terkait. “Semua usulan ini akan kami bawa ke DPRD untuk dibahas lebih lanjut. Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar permasalahan ini bisa segera teratasi,” tegasnya.

Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya serta pentingnya kolaborasi untuk pembangunan kota yang lebih baik.

(ADV/DPRD Balikpapan/JM)