Pemkot dan DPRD Siap Jemput Bola, Fasilitasi Warga Sampaikan Aspirasi ke Kemenhub dan DPR RI
SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menunjukkan komitmennya dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait persoalan transportasi dan kebijakan pemerintah pusat yang dirasa kurang berpihak pada kepentingan daerah, Selasa (20/5/2025)
Dalam upaya mencari solusi yang konkret, Pemkot dan DPRD sepakat untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara perwakilan masyarakat dengan Kementerian Perhubungan serta DPR RI. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi warganya. Wali kota bersama pimpinan DPRD menyampaikan bahwa mereka terbuka untuk menyusun anggaran khusus guna memberangkatkan sejumlah perwakilan masyarakat ke Jakarta.
"Kalau memang diperlukan, kami dari pihak pemerintah kota bersama DPRD siap menganggarkan biaya dan membawa sekitar 7 hingga 10 orang perwakilan masyarakat ke Jakarta. Tujuannya agar mereka bisa menyampaikan langsung permasalahan yang dihadapi kepada Kementerian Perhubungan maupun Komisi DPR RI yang membidangi urusan transportasi," ujar seorang pejabat daerah saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa peran pemerintah daerah tidak hanya sebatas menerima keluhan masyarakat, tetapi juga wajib memberikan solusi dan menjadi jembatan yang menghubungkan suara warga dengan pengambil kebijakan di tingkat nasional. “Sebagai pemerintah kota dan DPRD, apapun permasalahan yang dirasakan masyarakat adalah tanggung jawab kami untuk mencarikan jalan keluarnya.
Tidak cukup hanya mendengar, tapi kami juga harus bergerak dan memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat,” tegasnya.
Rencana ini pun mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat yang merasa bahwa langkah tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan advokasi terhadap kebijakan yang berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat.
Dengan difasilitasinya pertemuan langsung tersebut, diharapkan pihak Kementerian maupun DPR RI bisa mendengar secara langsung realita di lapangan dan mempertimbangkan masukan dari daerah dalam setiap pengambilan keputusan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
(ADV/DPRD/JM)