Anggota DPRD kota Balikpapan Nelly Turuallo 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Bukit Benuas Balikpapan menggelar ibadah dengan nuansa budaya Toraja pada Minggu (2/3/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program gereja yang rutin menghadirkan ibadah bernuansa etnis setiap tiga bulan sekali sebagai wujud kebhinekaan.

Ibadah ini berlangsung dengan nuansa khas Toraja, mulai dari bahasa yang digunakan dalam liturgi, dekorasi gereja, hingga busana adat yang dikenakan para jemaat. Firman Tuhan pun dibacakan dalam bahasa Toraja, menambah kekhidmatan dan kedalaman makna ibadah.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo SE ME, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi GPIB sebagai gereja yang mampu merawat keberagaman di tengah masyarakat.

“GPIB adalah gereja yang nasionalis, di mana jemaatnya berasal dari berbagai latar belakang etnis. Ini mencerminkan persatuan dan kebhinekaan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Menurut Nelly, penggunaan bahasa daerah dalam ibadah memiliki makna yang mendalam karena tidak hanya mengenalkan kembali budaya leluhur, tetapi juga memperkuat solidaritas antar jemaat. Ia pun merasa terhormat karena turut membaca firman Tuhan dalam bahasa Toraja.

“Membaca firman dalam bahasa daerah adalah pengalaman yang berharga. Meskipun memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam pengucapan dan pemaknaan, ini menjadi bagian dari pelestarian budaya,” tambahnya.

Semarak ibadah ini semakin terasa dengan penampilan dua paduan suara yang berhasil membawakan pujian dengan harmoni yang indah meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat. “Latihan paduan suara bukan hal yang mudah, tetapi dengan semangat kebersamaan, semua dapat berjalan lancar. Saya sangat mengapresiasi kekompakan dan kerja keras mereka,” kata Nelly.

Lebih lanjut, ia berharap tradisi ibadah lintas budaya ini terus dilanjutkan karena memiliki dampak positif dalam mempererat persaudaraan serta mengikis perbedaan di tengah masyarakat. “Sebelumnya sudah ada ibadah dengan nuansa Ambon, Jawa, dan Dayak. Ke depan, akan ada ibadah bernuansa Tionghoa dan lainnya. Ini membuktikan bahwa keberagaman di Balikpapan dapat hidup dalam harmoni,” jelasnya.

Nelly juga menekankan pentingnya toleransi sebagai kunci utama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera. “Jika seluruh warga Balikpapan dapat menjunjung tinggi sikap saling menghargai dan toleransi, maka kota ini akan semakin maju dan damai. Seperti dalam ajaran agama, di mana ada kedamaian dan kasih, di situlah berkat Tuhan hadir,” tutupnya.

(ADV/J)

Anggota komisi IV DPRD kota Balikpapan Nelly Turuallo 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Komisi IV DPRD Kota Balikpapan berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat. Hal ini menyusul lambatnya progres pembangunan rumah sakit yang dinilai vital bagi masyarakat setempat.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Nelly Turuallo, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana dan tidak mangkrak. Ia menyoroti minimnya perkembangan pembangunan rumah sakit tersebut, meski anggaran telah dialokasikan oleh pemerintah.

"Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai proyek ini hanya sebatas wacana tanpa realisasi yang jelas. Warga Balikpapan Barat sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai," ujar Nelly.

Menurutnya, transparansi dalam penggunaan anggaran pembangunan RS Sayang Ibu menjadi hal krusial. Dengan ketersediaan dana, proyek seharusnya bisa berjalan sesuai target, namun kenyataannya hingga kini belum ada perkembangan berarti. "Pemerintah telah menganggarkan dana untuk proyek ini, tetapi progresnya justru lambat. Kami akan menelusuri penyebabnya dalam sidak nanti. Jangan sampai ada kendala yang dibiarkan tanpa penyelesaian," tegasnya.

Nelly menekankan bahwa keterlambatan ini merugikan masyarakat Balikpapan Barat, yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Oleh karena itu, DPRD akan memastikan bahwa hambatan dalam pembangunan segera diatasi.

Sidak ini juga akan melibatkan Komisi III DPRD Balikpapan yang membidangi infrastruktur dan pembangunan. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi apakah ada kendala teknis seperti perizinan atau masalah lahan yang menghambat proyek.

"Komisi IV akan fokus pada aspek pelayanan kesehatan dan dampaknya bagi masyarakat, sementara Komisi III akan mengevaluasi persoalan infrastruktur. Kolaborasi ini penting untuk mencari solusi konkret agar pembangunan bisa dipercepat," jelas Nelly.

Ia berharap, setelah sidak ini, pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar proyek tidak terus tertunda. Jika ada kendala, Nelly meminta agar solusi segera diberikan secara transparan dan efektif.

"Kami tidak ingin masyarakat dirugikan akibat lambatnya birokrasi atau permasalahan teknis yang tidak kunjung selesai. Rumah sakit ini bukan sekadar proyek, tetapi fasilitas yang sangat penting bagi kesehatan dan keselamatan warga," tandasnya.

Melalui sidak ini, DPRD Balikpapan ingin memastikan bahwa pembangunan RS Sayang Ibu benar-benar terealisasi dan tidak hanya menjadi janji tanpa kepastian.

(ADV/J)

Anggota komisi II DPRD kota balikpapan Subari 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Subari, mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kesiapan, baik secara fisik maupun spiritual. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam menyambut bulan penuh berkah ini.

"Kami atas nama DPRD Kota Balikpapan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Muslim. Kami juga mengingatkan agar masyarakat menyambut Ramadan dengan persiapan yang matang, baik lahir maupun batin," ujar Subari.

Menurutnya, pola konsumtif masyarakat cenderung berubah selama Ramadan, terutama dalam hal konsumsi makanan saat berbuka puasa. Oleh karena itu, ia mengajak warga agar tidak berlebihan dalam berbelanja atau mengonsumsi makanan saat berbuka.

Selain itu, Subari juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan salat tarawih, terutama di awal Ramadan. Ia mengingatkan agar sebelum meninggalkan rumah, masyarakat memastikan tidak ada potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.

"Kami mengajak agar sebelum berangkat ke masjid, masyarakat memastikan kompor sudah dimatikan dan listrik yang tidak diperlukan dicabut. Ini penting untuk mencegah risiko kebakaran," katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk memastikan keamanan rumah saat ditinggalkan dalam keadaan kosong. Menurutnya, mengunci rumah sebelum pergi sangat penting untuk menghindari tindakan kriminal dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, Subari juga menekankan pentingnya memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah. Ia meminta anak-anak muda untuk tidak menghabiskan waktu dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, seperti balapan liar atau aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami mengajak generasi muda untuk lebih banyak mengisi Ramadan dengan kegiatan positif dan ibadah. Jangan sampai waktu berharga ini terbuang sia-sia," pungkasnya.

(ADV/J)

Sekretaris Komisi II DPRD kota Balikpapan Taufik Qul Rahman

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qulrahman, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengagendakan rapat internal sebelum melakukan kunjungan lapangan serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina Patra niaga.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keresahan warga Balikpapan terkait dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang berdampak buruk pada kendaraan. "Kami akan menggelar rapat internal terlebih dahulu, lalu melakukan kunjungan lapangan dan sekaligus RDP dengan Pertamina Patraniaga. Ini penting karena masalah ini sangat meresahkan warga, terutama para pemilik kendaraan di Balikpapan, baik roda dua maupun roda empat," ujar Taufik Qulrahman.

Menurutnya, jumlah kendaraan di Balikpapan sangat banyak sehingga masalah kualitas BBM menjadi perhatian serius. Dalam kunjungan kerja Komisi II ke Balai Kota, pihaknya mendapati keluhan dari warga yang mengalami kerusakan kendaraan akibat dugaan BBM oplosan.

"Tadi kami sempat bertemu warga saat berkunjung ke Balai Kota. Ada yang mengeluhkan mobilnya mengalami turun mesin akibat dampak BBM oplosan. Hal ini sangat memprihatinkan karena selama ini tertutupi, tetapi sekarang mulai terbongkar," tambahnya.

Taufik menyebut bahwa dugaan peredaran BBM oplosan ini tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi sudah menjadi isu nasional, bahkan internasional. Oleh karena itu, DPRD Balikpapan akan bergerak cepat setelah libur untuk menindaklanjuti permasalahan ini melalui RDP.

"Setelah libur ini, kami akan langsung bergerak cepat menggelar RDP. Masalah ini sudah menjadi perhatian di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Apalagi, ada dugaan keterlibatan langsung dari beberapa pejabat penting di Pertamina. Bisa saja ini permainan yang melibatkan banyak pihak," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Balikpapan akan menjalankan amanah dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi yang menjadi bidang kemitraan mereka. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kualitas BBM yang dijual di SPBU Balikpapan sesuai dengan standar yang seharusnya.

"Kami akan segera menjadwalkan surat untuk RDP ini. Mungkin Senin atau Selasa, setelah libur, kita langsung gas untuk menindaklanjutinya," tegasnya.

DPRD Balikpapan berharap langkah ini dapat memberikan kepastian kepada masyarakat serta memastikan bahwa BBM yang beredar di Balikpapan aman dan tidak merugikan pemilik kendaraan.

(ADV/J)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, berharap sekolah-sekolah tetap mengisi masa libur bersama menjelang Ramadan dengan kegiatan positif, khususnya yang bernuansa keagamaan. Ia menekankan pentingnya pesantren kilat sebagai bagian dari edukasi spiritual bagi siswa.

“Libur bersama ini bukan berarti siswa benar-benar libur total. Sekolah bisa mengisinya dengan kegiatan pesantren kilat. Ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran spiritual di tengah libur mereka,” ujar Gasali.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), para guru tidak diliburkan sepenuhnya. Oleh karena itu, setiap sekolah diharapkan menyelenggarakan kegiatan yang bersifat keagamaan sebagai bentuk edukasi bagi para siswa.

“Setiap sekolah punya kearifan lokal masing-masing, jadi mereka bisa mengatur sendiri bagaimana konsep pesantren kilat ini diterapkan,” jelasnya.

Gasali menilai pemerintah telah memberikan ruang bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan-kegiatan non-formal yang bisa mendukung pembentukan karakter anak. "Tentunya ini adalah hal yang positif, dan kami dari Komisi IV sangat mendorong agar kegiatan semacam ini bisa dioptimalkan selama masa libur anak-anak," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa berdasarkan jadwal libur bersama, siswa akan mendapatkan waktu libur satu minggu sebelum Ramadan dan satu minggu menjelang Idulfitri. Dengan demikian, dalam satu bulan penuh, waktu belajar di sekolah sangat terbatas.

“Maka dari itu, kami harapkan ada kegiatan yang tetap berjalan di sekolah dalam bentuk ekstrakurikuler yang berfokus pada pembinaan akhlak siswa,” tegasnya.

Gasali menekankan bahwa kegiatan seperti pesantren kilat sangat penting untuk membangun karakter dan moral generasi muda. “Ini bagian dari pembinaan akhlak anak-anak kita. Jadi, sekolah sebaiknya memanfaatkan momen ini dengan baik,” tutupnya.

(ADV/J)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, H. Alwi Al Qadri, S.P., mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan Persiba Balikpapan menembus Liga 2 Indonesia.

Tim berjuluk "Beruang Madu" itu memastikan promosi setelah meraih peringkat ketiga di Liga 3 Nusantara, usai menumbangkan PSGC Ciamis dalam laga yang digelar di Jakarta pada Kamis (27/2/2025).

Alwi menilai pencapaian ini sebagai bukti kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen. Ia juga menegaskan keyakinannya bahwa Persiba mampu bersaing di Liga 2 dan berjuang untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.

Sebagai mantan pengurus Persiba, Alwi memiliki kedekatan emosional dengan tim ini, baik di level junior maupun senior. Ia menegaskan bahwa DPRD Balikpapan bersama Pemerintah Kota berkomitmen memberikan dukungan penuh agar Persiba terus berkembang.

“Kami siap membantu dalam pengadaan fasilitas seperti lapangan latihan, mess pemain, serta sarana gym. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Persiba semakin kuat dan bisa kembali berjaya,” ujar Alwi pada Jumat (28/2/2025).

Selain itu, Alwi juga memberikan apresiasi kepada para supporter yang selalu setia mendukung Persiba dalam berbagai situasi. Ia menyebut bahwa kehadiran supporter sebagai "pemain ke-12" menjadi faktor penting dalam perjalanan tim. “Dukungan supporter sangat luar biasa. Mereka adalah energi bagi tim, baik saat menang maupun menghadapi tantangan. Semangat mereka adalah motivasi besar bagi para pemain untuk terus berjuang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Alwi berharap Persiba mampu meningkatkan performanya di Liga 2 agar bisa segera kembali ke Liga 1. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, fasilitas memadai seperti Stadion Batakan, serta kerja keras seluruh tim, ia optimistis target tersebut dapat terwujud.

“Persiba adalah kebanggaan Kota Balikpapan dan bagian dari sejarah sepak bola kita. Stadion Batakan pun sangat layak untuk pertandingan Liga 1 maupun laga Timnas Indonesia. Saya yakin, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, Persiba bisa kembali ke Liga 1,” tutupnya.

Dengan capaian ini, Persiba Balikpapan diharapkan mampu menjaga konsistensi dan terus berjuang demi membawa nama baik Kota Balikpapan di kancah sepak bola nasional.

(ADV/J)

Ketua komisi IV DPRD kota Balikpapan Gasali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Balikpapan, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan pentingnya pemanfaatan waktu belajar secara efektif di sekolah. Ia menyoroti peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan menghindari penggunaan media sosial untuk kepentingan pribadi selama jam pelajaran.

Gasali mengingatkan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar sebagai panutan bagi siswa dalam memanfaatkan waktu secara produktif. "Memang sudah ada kebijakan dari pemerintah, dan sebagai pemimpin di sekolah, para guru harus benar-benar menggunakan waktu sebaik mungkin untuk pendidikan, bukan untuk hal-hal pribadi," ujarnya.

Ia berharap agar aktivitas di media sosial yang tidak berkaitan dengan pendidikan dapat diminimalkan selama jam belajar. Menurutnya, memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang tidak relevan dengan proses pembelajaran dapat memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan.

"Di jam-jam tertentu, sebaiknya kita fokus pada hal yang positif. Jangan gunakan waktu belajar untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Lebih lanjut, Gasali menyoroti potensi tanggapan negatif dari masyarakat jika guru tidak disiplin dalam memanfaatkan waktu belajar. "Jika ada yang mengatakan ini bisa menyebabkan kemunduran, itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Namun, secara umum, masyarakat pasti akan menilai negatif jika waktu belajar tidak dimanfaatkan dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan media sosial di lingkungan sekolah harus diarahkan untuk kepentingan yang lebih positif dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan. "Sebisa mungkin, gunakan media sosial untuk hal yang produktif dan bagaimana kita bisa meningkatkan taraf pendidikan ke arah yang lebih baik," tambahnya.

Gasali pun berharap agar para tenaga pendidik lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta tetap disiplin dalam mengatur waktu. Dengan komitmen yang kuat, ia optimistis dunia pendidikan di Balikpapan akan terus berkembang dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Jafar Sidik

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam rangka menjaga toleransi selama bulan Ramadan, Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidik, mengimbau para pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Ia menekankan pentingnya saling menghormati antar sesama, terutama dalam konteks kegiatan ekonomi di ruang publik. "Momentum bulan Ramadan ini adalah kesempatan bagi kita untuk saling menghormati. Bagi umat Islam, Ramadan adalah waktu untuk menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus dari fajar hingga matahari terbenam," ujar Jafar Sidik.

Sebagai bentuk penghormatan, ia menyarankan agar pedagang, khususnya yang berjualan di pinggir jalan, menggunakan tirai untuk menutup lapak mereka. Hal ini dimaksudkan agar orang yang berpuasa tidak tergoda saat melintas.

"Kita berharap pelaku UMKM bisa memahami ini. Jika berjualan di tempat terbuka, sebaiknya memakai tirai atau pembatas agar aktivitas makan dan minum tidak terlihat jelas oleh orang yang sedang berpuasa," jelasnya.

Jafar Sidik menambahkan bahwa imbauan ini perlu disampaikan secara luas agar para pelaku usaha memahami pentingnya etika berjualan di bulan suci. "Mungkin ada yang belum mengetahui imbauan ini, sehingga perlu disampaikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman," katanya.

Menurutnya, mereka yang memahami makna Ramadan pasti akan lebih bijak dalam berjualan. Namun, ia juga menyadari bahwa aspek ekonomi masyarakat tetap harus diperhatikan. "Bagaimanapun juga, perekonomian harus tetap berjalan.

Pelaku usaha tetap bisa mencari nafkah, tetapi tetap harus menghormati bulan Ramadan dan mereka yang menjalankan ibadah puasa," pungkasnya.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan tercipta suasana yang harmonis antara pelaku usaha dan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, sehingga nilai-nilai toleransi dapat terus terjaga selama bulan Ramadan.

(ADV/J)

Anggota DPRD kota Balikpapan Yusri 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam nilai-nilai spiritual. Anggota DPRD Kota Balikpapan, Yusri, berharap bulan suci ini tidak hanya menjadi waktu untuk beribadah, tetapi juga sebagai madrasah atau tempat pembelajaran bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Ramadan ini semoga menjadi madrasah yang membentuk karakter kita sepanjang tahun, bukan hanya saat bulan puasa saja. Dengan begitu, keimanan warga Kota Balikpapan bisa terus meningkat. Itu yang terpenting,” ujar Yusri saat ditemui pada Jumat (28/2/2025).

Selain itu, ia menekankan pentingnya kenyamanan dalam menjalankan ibadah, seperti salat tarawih dan itikaf di malam hari. Menurutnya, suasana yang kondusif akan membantu umat Islam lebih khusyuk dalam beribadah selama Ramadan. “Penting bagi kita untuk menciptakan ketenangan agar ibadah dapat berlangsung dengan baik. Salat tarawih, itikaf, dan ibadah lainnya harus bisa dilakukan dengan nyaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yusri mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif dalam memantau jalannya berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan. Ia menilai peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam memastikan situasi tetap tertib dan aman agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

“Pengawasan dari pemerintah sangat diperlukan agar seluruh kegiatan keagamaan berjalan dengan baik dan masyarakat bisa merasakan Ramadan yang damai serta penuh keberkahan,” tutupnya.

(ADV/J)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Persiba Balikpapan akhirnya memastikan diri naik ke Liga 2 setelah melalui pertandingan menegangkan yang harus ditentukan lewat adu penalti. Kemenangan ini menjadikan Persiba sebagai tim ketiga yang meraih tiket promosi, setelah dua tim lainnya lebih dahulu mengamankan tempat mereka di kasta kedua sepak bola Indonesia.

Ketua DPRD Balikpapan yang juga merupakan Dewan Pembina Persiba, Alwi Al Qadri, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan keras para pemain serta dukungan penuh dari berbagai pihak. “Alhamdulillah, pertandingan kemarin benar-benar laga hidup mati bagi Persiba.

Tiket promosi hanya tersedia untuk tiga tim, dan dua klub sudah lebih dulu mengamankannya. Bersyukur, tiket terakhir berhasil direbut oleh Persiba,” ujar Alwi saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Jumat (28/2/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan Persiba hingga mencapai titik ini, termasuk Wali Kota Balikpapan serta masyarakat yang selalu memberikan semangat kepada tim. “Terima kasih kepada semua yang terus mendukung Persiba, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dukungan ini sangat berarti bagi tim,” ucapnya.

Alwi menegaskan bahwa kemenangan Persiba bukan karena faktor eksternal, melainkan hasil murni dari perjuangan para pemain di lapangan. “Pertandingan berlangsung sangat dramatis hingga harus diselesaikan lewat adu penalti. Ini adalah bukti kerja keras dan semangat juang yang luar biasa dari para pemain,” tambahnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan Persiba di Liga 2 akan menghadapi tantangan yang lebih besar, terutama dari segi pembiayaan. Oleh karena itu, ia mengajak berbagai perusahaan di Balikpapan untuk berkontribusi dalam mendukung tim kebanggaan Kota Beriman agar mampu bersaing di kompetisi yang lebih tinggi.

(ADV/J)

Ketua komisi II DPRD kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Isu dugaan BBM oplosan di Balikpapan menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, Pertamina dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan memastikan bahwa distribusi bahan bakar mereka diawasi secara ketat.

Perbedaan warna antara Pertalite dan Pertamax bukan karena pencampuran ilegal, melainkan disebabkan oleh zat pewarna dan aditif dalam masing-masing produk. "Pewarna digunakan untuk membedakan jenis BBM, sementara aditif dalam Pertamax berfungsi meningkatkan performa mesin. Ini bukan indikasi adanya oplosan," jelas perwakilan Pertamina.

Selain itu, Pertamina mengungkapkan bahwa faktor lain dapat memengaruhi kualitas BBM, salah satunya adalah kelalaian dalam pemeliharaan tangki penyimpanan di SPBU. Jika tidak dirawat dengan baik, air bisa masuk ke dalam tangki dan bercampur dengan bahan bakar, yang berpotensi merusak mesin kendaraan.

Menanggapi isu ini, Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam rantai distribusi BBM. Ia menilai bahwa selain dugaan pencampuran ilegal, kondisi tangki penyimpanan di SPBU juga harus diperiksa. "Kami ingin memastikan tidak ada faktor lain yang menurunkan kualitas BBM yang diterima masyarakat," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD akan mengundang Pertamina dalam rapat dengar pendapat (RDP) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penurunan kualitas BBM. Selain itu, inspeksi lapangan juga akan dilakukan guna memastikan seluruh standar operasional di SPBU telah diterapkan dengan benar.

Fauzi menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat dan menjaga kepercayaan publik terhadap distribusi BBM di Balikpapan.

"Kami ingin memastikan bahwa informasi yang beredar benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, sehingga tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu," pungkasnya.

(ADV/J)

Ketua DPRD kota Balikpapan Alwi Al Qadri menemui mahasiswa dengan didampingi wakil ketua Budiono, ketua komisi dan anggota DPRD Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam aksi demonstrasi di Balikpapan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Beberapa poin utama yang mereka sampaikan meliputi pengawasan serta penindakan tegas terhadap truk trailer dan tronton yang parkir sembarangan di bahu jalan, penyelesaian permasalahan banjir khususnya di kawasan GPA, serta penyediaan air bersih bagi seluruh warga Kota Balikpapan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, secara langsung menerima aspirasi mahasiswa dan menyatakan bahwa tidak semua permasalahan yang diangkat dapat diselesaikan melalui kewenangan DPRD.

Ia menjelaskan bahwa beberapa poin tuntutan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan nasional, berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. “Kami sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya. Dari 10 tuntutan yang mereka ajukan, salah satunya adalah penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat mengenai efisiensi anggaran yang tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

Kami telah menjelaskan kepada mereka bahwa hal ini merupakan ranah pemerintah pusat. Namun, sebagai bentuk dukungan, DPRD Balikpapan akan menyampaikan aspirasi ini melalui surat resmi ke pemerintah pusat,” ujar Alwi saat ditemui media.

Lebih lanjut, Alwi menegaskan bahwa DPRD Balikpapan berkomitmen untuk menampung dan menindaklanjuti setiap aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan kota. Ia juga mengapresiasi sikap kritis mahasiswa dalam mengawal berbagai persoalan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa sangat penting untuk memastikan pembangunan di Balikpapan berjalan sesuai dengan kebutuhan warga.

(ADV/J)