Kawasan pengembangan wisata lingkungan hidup km 23

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya memperkuat wisata berbasis konservasi terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan. Salah satunya melalui rencana pengembangan Kawasan Pengembangan Wisata Lingkungan Hidup (KPWLH) Km 23 yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Senin, (24/11/2025), Kawasan yang berada di tengah hutan lindung itu disiapkan menjadi ruang edukasi satwa dan ekosistem tropis yang terpadu, sehingga kehadirannya bukan hanya menambah destinasi wisata, tetapi juga memperluas pusat pembelajaran lingkungan di daerah.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa KPWLH Km 23 memiliki kualitas lingkungan yang masih sangat terjaga. Kealamian habitatnya membuat kawasan ini dinilai ideal untuk dikembangkan sebagai lokasi konservasi flora dan fauna Kalimantan. Ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus dimaksimalkan agar masyarakat tidak hanya melihat hutan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan.

Menurut Ratih, kawasan tersebut menyimpan banyak spesies penting yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda, mulai dari bekantan, kera ekor panjang, beragam jenis burung rangkong, hingga pohon-pohon endemik yang kini semakin jarang ditemukan. Karena itu, Disporapar ingin menjadikan KPWLH sebagai ruang belajar raksasa, tempat siswa dan peneliti dapat mengamati langsung bagaimana ekosistem tropis bekerja.

“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana alam bekerja. Dari sana, mereka akan tumbuh dengan kesadaran untuk melindunginya,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah tengah menata berbagai konsep pengembangan yang berbasis edukasi. Rencana itu meliputi jalur trecking yang dilengkapi informasi vegetasi, pusat edukasi satwa, area khusus untuk pengamatan burung, lokasi berkemah yang berorientasi pendidikan, hingga tempat pelatihan konservasi untuk pelajar, mahasiswa, dan komunitas pencinta lingkungan.

Ratih menegaskan bahwa seluruh pengembangan tersebut tidak boleh mengorbankan kelestarian alam. Ia menilai bahwa pariwisata yang berbasis konservasi harus mengutamakan keberlanjutan, bukan sekadar menargetkan kunjungan dalam jumlah besar. “Kita membangun kawasan ini untuk menjaga, bukan merusak. Jadi orientasinya bukan kuantitas pengunjung, melainkan kualitas edukasinya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah lembaga konservasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Dukungan dari perusahaan yang memiliki program CSR lingkungan pun dinilai penting untuk memastikan pengelolaan kawasan berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Ratih menambahkan bahwa pihaknya sedang menyusun sistem zonasi dan alur wisata yang ketat agar setiap aktivitas manusia tetap terkendali. Pengaturan tersebut bertujuan melindungi satwa liar dari interaksi yang berlebihan, sekaligus menjaga kawasan tetap berada dalam kondisi optimal.

Ia berharap KPWLH Km 23 kelak menjadi ikon wisata edukasi yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap hutan. “Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang membuat anak-anak mencintai alam melalui pengalaman nyata, bukan hanya teori,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar)

 Hendrawisata Pesona Mangrove

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya pengembangan destinasi wisata berbasis partisipasi warga kembali mendapat perhatian Pemerintah Kota Balikpapan.

Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), pemerintah mendorong kawasan Hendrawisata Mangrove menjadi ruang rekreasi keluarga yang mengedepankan edukasi lingkungan dan keterlibatan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025).

Ratih menuturkan, Hendrawisata Mangrove merupakan salah satu contoh keberhasilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam secara mandiri. Kawasan ini dibangun melalui swadaya dan gotong-royong warga sekitar, sehingga memiliki nilai sosial yang kuat. Melihat antusiasme tersebut, pemerintah hadir memberikan pendampingan agar pengelolaannya semakin profesional dan mampu menarik kunjungan wisata secara lebih luas. “Pengembangan Hendrawisata Mangrove menunjukkan bahwa masyarakat bisa menjadi pendorong utama terciptanya destinasi wisata yang berkelanjutan. Kreativitas warga dalam menjaga dan mengelola lingkungannya patut diapresiasi,” ujar Ratih.

Saat ini, kawasan tersebut telah memiliki sejumlah fasilitas seperti dermaga kecil, jalur kayu yang menghubungkan area mangrove, gazebo, spot foto, serta ruang berkumpul. Dengan semakin meningkatnya minat pengunjung, Disporapar membuka peluang penambahan fasilitas baru, termasuk pusat UMKM kuliner, ruang edukasi mangrove, hingga paket wisata bertema keluarga.

Ratih menambahkan, wisata berbasis komunitas dipandang sebagai masa depan pembangunan pariwisata Balikpapan. Model ini dianggap memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem mangrove, yang menjadi kekayaan penting kota ini. “Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi, mereka dengan sendirinya akan menjaga kawasan ini. Itu yang ingin kami dorong,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi penguatan destinasi, pemerintah juga menyiapkan pelatihan, mulai dari tata kelola wisata, peningkatan kapasitas kelompok pengelola, hingga sertifikasi pemandu wisata dan pelatihan hospitality. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap agar standar pelayanan kepada wisatawan semakin meningkat.

Ratih berharap, keberhasilan Hendrawisata Mangrove dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang ingin mengembangkan wisata berbasis komunitas. Menurutnya, pemerintah hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi memastikan masyarakat memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola potensi wisatanya.

“Kami ingin kawasan ini tumbuh sebagai ruang rekreasi yang nyaman, edukatif, dan menjadi pusat kegiatan komunitas pecinta lingkungan. Wisata harus menyenangkan sekaligus menumbuhkan kepedulian,” tutupnya.

(ADV/Disporapar)

Taman wisata Bukit Kebo dengan indahnya pemandangan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperluas pilihan destinasi wisata alam kembali mendapat perhatian melalui rencana pengembangan Bukit Kebo sebagai kawasan panorama unggulan.

Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), pemerintah menyiapkan kawasan perbukitan tersebut sebagai lokasi wisata yang menonjolkan keindahan Balikpapan dari ketinggian dan menghadirkan nuansa alam terbuka yang masih natural. Rencana ini disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025).

Ratih menjelaskan bahwa Bukit Kebo menawarkan lanskap alam yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati deretan perbukitan hijau, hamparan kota, hingga garis pantai Teluk Balikpapan dalam satu pandangan. Keistimewaan panorama inilah yang membuat pemerintah melihat potensi besar untuk menjadikannya magnet wisata baru.

“Di Bukit Kebo, pemandangan kota dan laut bisa terlihat secara bersamaan. Ini keunikan yang tidak dimiliki semua daerah. Kami ingin tempat ini menjadi ruang rekreasi yang nyaman bagi semua kalangan, khususnya keluarga dan generasi muda,” ujar Ratih.

Untuk mendukung konsep tersebut, pemerintah mulai menyiapkan rancangan penataan berupa jalur tracking yang lebih aman, pembenahan area parkir, pembangunan spot foto permanen, hingga ruang edukasi lingkungan.

Menurut Ratih, pengembangan yang dilakukan tidak akan mengubah karakter alami Bukit Kebo. Pemerintah menegaskan bahwa konsep yang dikedepankan adalah ekowisata dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan. “Kami tidak ingin kawasan ini berubah menjadi tempat yang penuh bangunan beton. Prinsipnya, intervensi secukupnya saja. Biarkan alam yang menjadi daya tarik utamanya,” tegasnya.

Selain penataan dasar, Disporapar tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan paket wisata petualangan ringan seperti area camping, fasilitas api unggun, dan program tracking terjadwal dengan pemandu resmi. Kegiatan tersebut dinilai mampu menarik minat kalangan pelajar maupun komunitas pecinta alam. “Kami ingin Bukit Kebo bukan hanya tempat berfoto, tetapi juga lokasi belajar dan beraktivitas di alam terbuka. Anak-anak bisa mengenal habitat alami sambil menikmati aktivitas luar ruang yang aman,” jelas Ratih.

Pemerintah juga melihat bahwa pengembangan Bukit Kebo berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Disporapar akan melibatkan UMKM lokal, terutama sektor kuliner dan kerajinan, agar manfaat wisata tidak hanya berpusat di area pantai yang selama ini mendominasi. “Kalau masyarakat sekitar ikut merasakan keuntungan, mereka secara otomatis ikut menjaga kawasan ini. Itu bentuk partisipasi yang paling penting,” imbuh Ratih.

Ratih berharap, Bukit Kebo dapat menjadi wajah baru yang menggambarkan perpaduan antara rekreasi dan konservasi di Balikpapan. Tahap awal penataan direncanakan mulai berjalan pada awal 2026. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama bagi investor yang memiliki visi sejalan dengan konsep ekowisata.

“Kami ingin Bukit Kebo berkembang sebagai destinasi kebanggaan kota. Tidak hanya memberikan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman yang membuat orang ingin kembali,” tutupnya.

(ADV/Disporapar)

Pesona Balikpapan menyita perhatian wisatawan dipantai Manggar segara sari

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Penampilan Sanggar Seni Mathilda Entertainment dalam agenda Pesona Balikpapan di Pantai Manggar Segara Sari kembali menyita perhatian pengunjung. Dengan koreografi yang memukau, sanggar ini menjadi salah satu pengisi acara yang paling ditunggu oleh wisatawan yang hadir pada Minggu (23/11/2025).

Pemilik sanggar, Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Disparpora Balikpapan yang telah memberikan ruang konsisten bagi pekerja seni untuk berekspresi dan menampilkan karya mereka. Ia menilai Pesona Balikpapan menjadi wadah penting bagi seniman lokal untuk memperkenalkan seni tari Balikpapan kepada publik yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Menurut Yusuf, kesempatan tampil di ruang publik seperti Pantai Manggar memberi dampak besar bagi perkembangan sanggar. Selain memotivasi para penari untuk mengasah kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya Balikpapan melalui karya seni.

Ia berharap dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat terus terjaga agar seni tari di kota ini semakin tumbuh dan dikenal di tingkat nasional. “Saya berterima kasih kepada Disparpora Balikpapan atas wadah yang diberikan kepada kami. Semoga Pesona Balikpapan dapat menjadi daya tarik wisata hingga dikenal secara nasional maupun internasional,” ujar Yusuf.

Keberadaan Mathilda Entertainment bersama sanggar-sanggar lain dinilai menjadi kekuatan penting dalam menghidupkan atmosfer budaya di destinasi wisata. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni bukan hanya menghasilkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga membuka ruang munculnya karya-karya baru.

Penampilan rutin para pelaku seni di Pesona Balikpapan diharapkan menjadi pemantik lahirnya generasi muda kreatif di Balikpapan. Dengan panggung yang terus tersedia, para pelaku seni dapat terus bereksperimen dan menampilkan karya terbaik mereka. Agenda Pesona Balikpapan pun kian mempertegas bahwa sektor seni budaya memiliki kontribusi besar dalam kemajuan pariwisata daerah.

Melalui kegiatan seperti ini, wajah Pantai Manggar bukan hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga pusat apresiasi seni Balikpapan.

(ADV/Disporapar)

Disporapar Balikpapan perkuat minat wisatawan dengan menghadirkan pesona Balikpapan di pantai Manggar

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menarik minat wisatawan kembali diperkuat melalui program “Pesona Balikpapan”, sebuah agenda seni dan budaya yang digelar rutin di Pantai Manggar Segara Sari.

Kegiatan ini menjadi inovasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan untuk menghidupkan destinasi unggulan kota melalui pertunjukan seni yang tersaji setiap bulan.

Kepala Bidang Pariwisata Disparpora Balikpapan, Ratih, menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong aktivitas wisata di kawasan pantai. Menurutnya, kehadiran event menjadi salah satu pemicu penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, sejalan dengan hasil survei dari Kementerian Pariwisata yang menunjukkan bahwa atraksi seni berpengaruh besar terhadap pergerakan wisata lokal.

Ratih menyebutkan, Pesona Balikpapan bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan juga ruang kreatif bagi para pelaku seni di kota Beriman. Setiap bulan, sanggar-sanggar seni tampil secara bergantian untuk menampilkan karya terbaik mereka kepada pengunjung.

Antusiasme pelaku seni dinilai menjadi energi positif yang mendorong Disparpora terus menjaga keberlangsungan agenda tersebut. Selain menjadi ajang apresiasi seni, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang bagi UMKM yang beroperasi di kawasan Pantai Manggar.

Ragam kuliner dan produk lokal diyakini mampu menambah daya tarik wisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Ratih berharap UMKM dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan produk unggulan mereka kepada wisatawan. “Melalui kerja sama antara pemerintah, pelaku seni, dan UMKM, Pesona Balikpapan akan menjadi agenda yang dinantikan setiap bulan,” ujar Ratih.

Ia optimistis kegiatan ini mampu memperkuat identitas Pantai Manggar sebagai destinasi wisata utama di Balikpapan. Dengan sinergi yang terus dibangun, Pesona Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga pendorong berkembangnya ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Antusiasme masyarakat Balikpapan dalam mengikuti kegiatan olahraga massal kembali terlihat lewat gelaran Livin Run Fest x Guang Zhao 2025 yang berlangsung Minggu pagi, 23 November 2025, di kawasan BSB Balikpapan.

Sejak pukul 05.30 Wita, ribuan peserta dari berbagai komunitas sudah memadati area start untuk mengikuti ajang lari dua kategori, yakni 5K dan 10K, yang secara total diikuti sekitar 2.500 pelari.

Gelaran lari ini menghadirkan suasana meriah sejak awal. Para peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelari profesional, pegiat komunitas lari, hingga warga yang sekadar ingin menikmati olahraga ringan di akhir pekan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang berkumpulnya masyarakat untuk saling menyapa, berinteraksi, dan menikmati suasana kota dalam suasana santai.

Di sepanjang rute, peserta disuguhi berbagai spot foto, hiburan musik, serta area pendukung yang memperkaya pengalaman berlari. Banyak peserta menyebut Livin Run Fest sebagai salah satu event lari paling menyenangkan tahun ini karena memadukan olahraga, hiburan, dan suasana kebersamaan yang kuat.

Beberapa komunitas bahkan datang dengan seragam khusus sebagai bentuk solidaritas dan semangat tim. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Balikpapan. Kehadiran ribuan pelari menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pedagang kuliner, penyedia merchandise, hingga usaha kecil yang membuka booth di sekitar lokasi acara.

Para peserta yang datang dari luar kota turut menikmati destinasi wisata Balikpapan, sehingga memberikan tambahan nilai ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Event ini dianggap sebagai simbol tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan olahraga yang rekreatif dan menyenangkan.

Banyak peserta berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih sering karena dinilai mampu memperkuat gaya hidup sehat dan mempererat hubungan sosial. Dengan semakin berkembangnya komunitas pelari di kota ini, Balikpapan dinilai semakin siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga berskala besar ke depan.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma di acara pembukaan Living run fest x Guang Zhao 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Ratih Kusuma, saat menghadiri pembukaan Livin Run Fest x Guang Zhao 2025 pada Minggu, 23 November 2025 di Balikpapan Sport and Business (BSB).

Dalam sambutannya, Ratih menyampaikan bahwa kegiatan lari massal seperti Livin Run Fest tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga momentum memperkuat gaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan yang serba cepat.

Pemerintah memandang bahwa kegiatan olahraga rekreasional kini menjadi tren positif yang mampu menghimpun komunitas dari berbagai latar belakang. “Event seperti ini berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat dan meningkatkan interaksi sosial,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Bank Mandiri sebagai penyelenggara utama yang dinilai berhasil memadukan olahraga, hiburan, dan promosi kota dalam satu rangkaian kegiatan. Menurutnya, kolaborasi antara sektor perbankan dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis yang dapat menciptakan program-program inovatif bagi masyarakat.

Dalam konteks pariwisata, Livin Run Fest dinilai memiliki efek berantai, mulai dari pergerakan pelaku UMKM, hadirnya wisatawan domestik, hingga meningkatnya keterlibatan komunitas lokal.

Ratih berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan karena memberikan nilai tambah bagi kota. Selain mengenalkan Balikpapan sebagai kota yang ramah untuk aktivitas olahraga, event ini juga mendorong tumbuhnya minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan publik.

“Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk menyelenggarakan kegiatan kreatif dan bermanfaat seperti ini,” katanya.

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi kegiatan publik, terutama yang memperkuat kebugaran masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi lokal. Dengan terus hadirnya kegiatan olahraga berskala besar, pemerintah berharap Balikpapan dapat menjadi kota yang aktif, dinamis, serta memiliki daya saing tinggi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma hadir dipembukaan Celebrate Kimchi Day 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan pentingnya diplomasi budaya sebagai bagian dari pembangunan kota menuju status kota global. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Ratih Kusuma, saat menghadiri pembukaan Celebrate Kimchi Day 2025 yang diselenggarakan di MaxOne Hotel Balikpapan pada Sabtu, 22 November 2025.

Dalam sambutannya, Ratih menekankan bahwa perayaan Kimchi Day tidak boleh dipandang sekadar sebagai festival kuliner. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan ruang pertemuan budaya yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang yang berbeda.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran strategis dalam memperkuat pemahaman antarbangsa, membuka ruang dialog, dan memperluas wawasan di tengah arus globalisasi. Ratih menjelaskan bahwa Balikpapan memiliki visi untuk menjadi kota global yang inklusif dan ramah bagi berbagai bangsa.

Karena itu, kehadiran acara internasional seperti Kimchi Day menjadi bukti bahwa masyarakat kota ini memiliki keterbukaan terhadap perubahan dan keanekaragaman budaya. Ia menilai kegiatan budaya lintas negara dapat memperkaya karakter masyarakat serta menciptakan suasana kota yang dinamis.

Pemerintah Kota, lanjutnya, terus mendorong hadirnya ruang kolaborasi kreatif di berbagai sektor. Festival seperti Kimchi Day dianggap sejalan dengan misi pemerintah dalam menghadirkan kota yang mampu menjadi rumah bagi kreativitas, inovasi, dan pertemuan gagasan besar.

Ratih juga menegaskan bahwa interaksi budaya dapat membuka peluang kerja sama baru, baik di bidang pariwisata, pendidikan, maupun ekonomi kreatif. Ia berharap masyarakat Balikpapan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pemahaman terhadap keberagaman budaya sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat dengan komunitas Korea yang cukup berkembang di kota ini.

Ratih melihat bahwa diplomasi budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan kolektif yang membutuhkan keterlibatan masyarakat.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma diacara Celebrate Kimchi Day dihotel MaxOne Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Suasana meriah mewarnai perayaan Celebrate Kimchi Day 2025 yang digelar di MaxOne Hotel Balikpapan pada Sabtu, 22 November 2025. Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita ini diselenggarakan oleh Hotel MaxOne bersama Association Korea in Kalimantan Indonesia sebagai bagian dari peringatan Hari Kimchi Sedunia. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kuliner khas Korea, tetapi juga menghadirkan rangkaian pertunjukan budaya, workshop memasak, hingga sesi interaksi antara masyarakat Balikpapan dan komunitas Korea.

Sejak pagi, pengunjung mulai memadati area acara yang disulap menjadi ruang penuh warna dengan dekorasi bernuansa Korea. Di beberapa stan, peserta dapat melihat langsung proses pembuatan kimchi, salah satu makanan fermentasi yang menjadi ikon kuliner Korea. Pengunjung juga berkesempatan mencicipi berbagai variasi kimchi dan hidangan Korea lainnya.

Antusiasme tinggi terlihat dari keikutsertaan pelajar, komunitas hobi, hingga keluarga yang datang untuk menikmati suasana festival. Tidak hanya kuliner, penyelenggara juga menampilkan beragam atraksi seni seperti tarian tradisional Korea, pertunjukan musik, hingga penampilan kolaboratif antara seniman lokal dan komunitas Korea. Interaksi lintas budaya ini menjadi salah satu daya tarik utama festival, karena memberikan pengalaman unik kepada masyarakat untuk memahami kekayaan budaya Korea secara lebih dekat.

Pihak Hotel MaxOne menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi dalam memperkuat hubungan antara masyarakat Balikpapan dan komunitas Korea yang cukup banyak beraktivitas di kota ini. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Balikpapan memiliki kapasitas untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala internasional.

Perayaan Kimchi Day juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri kreatif, pelaku usaha kuliner, dan berbagai komunitas untuk menjalin kolaborasi baru. Banyak peserta mengaku mendapat wawasan baru mengenai budaya Korea sekaligus melihat peluang kerja sama di bidang pariwisata dan budaya.

Dengan meningkatnya antusiasme masyarakat, penyelenggara berharap perayaan ini dapat menjadi agenda tahunan yang lebih besar pada tahun-tahun berikutnya.

(ADV/Disporapar)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Menjelang libur panjang akhir tahun, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan mulai mempersiapkan strategi khusus untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Segara Sari Manggar.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga sekaligus mendorong angka kunjungan agar dapat melampaui capaian tahun sebelumnya yang dinilai cukup tinggi. Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya menaruh optimisme besar terhadap potensi peningkatan wisatawan pada momentum libur akhir tahun.

Optimisme tersebut ditopang oleh tren perjalanan wisata nusantara yang terus membaik dalam dua tahun terakhir. “Target kunjungan akhir tahun ini minimal sama seperti tahun lalu, tetapi tentu harapan kami bisa lebih tinggi. Secara nasional tren perjalanan domestik sedang meningkat,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Pantai Manggar, yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Balikpapan, memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap diminati wisatawan. Akses yang mudah dijangkau, fasilitas yang lengkap, serta biaya masuk yang terjangkau menjadi kombinasi yang terus menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.

Pada periode libur tahun sebelumnya, pantai ini mampu mencatat kunjungan hingga puluhan ribu orang hanya dalam sepekan. Sementara pada momen libur keagamaan, kunjungan harian rata-rata mencapai 2.000 hingga 3.000 pengunjung. Tidak hanya unggul dari sisi kunjungan, Pantai Manggar juga menjadi destinasi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di sektor pariwisata.

Hingga akhir tahun berjalan, capaian PAD mencapai Rp 5,6 miliar dan telah melampaui target tahunan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pantai Manggar terus memperkuat posisinya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Untuk menjaga kenyamanan wisatawan, Disporapar ikut menggandeng para pelaku UMKM, pengelola warung, penyedia jasa pelampung, hingga pengusaha penyewaan gazebo. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan yang diterima pengunjung tetap prima.

“Pengunjung tidak datang untuk pantai saja, tetapi juga ingin pengalaman lengkap. Karena itu, kami perkuat koordinasi dengan semua pelaku usaha agar pelayanan tetap baik,” tutur Ratih.

Tak hanya fokus pada layanan dan fasilitas, Disporapar juga tengah menyiapkan berbagai agenda hiburan bernuansa pesisir. Mulai dari pentas seni, musik pantai, hingga kegiatan ramah keluarga direncanakan menjadi bagian dari program untuk menambah daya tarik Pantai Manggar selama masa liburan. Seluruh agenda disusun agar sesuai dengan karakter pantai yang dikenal sebagai destinasi keluarga. Ratih menegaskan bahwa kombinasi antara pengamanan, fasilitas yang memadai, dan rangkaian aktivitas wisata akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat berkunjung masyarakat.

“Kami berharap pengunjung merasa nyaman dan ingin kembali lagi. Jika pengalaman mereka positif, otomatis angka kunjungan meningkat,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

  1. Disporapar Balikpapan Siapkan Pengamanan Terpadu untuk Sambut Lonjakan Wisatawan Akhir Tahun
  2. Semarakkan Dunia Marching Band Nasional, MBGB SMPN 1 Balikpapan Mantap Berlaga di Batavia Competition 2025
  3. Balikpapan Kumpulkan Poin Terdepan di BK Porprov, Disporapar Dorong Atlet Tetap Fokus
  4. Disporapar Dorong Sinergi Solid dengan Pengurus Baru KONI Balikpapan untuk Matangkan Persiapan Porprov 2026
  5. POPDA 2025: Balikpapan Usung Misi Besar Antar 322 Atlet Raih Prestasi Puncak
  6. Balikpapan Mantapkan Posisi di Panggung Nasional Lewat Prestasi Duta Wisata 2025
  7. Perputaran Ekonomi Balikpapan Fest Tembus 7 Miliar, Even Makin Dilirik Nasional
  8. Balikpapan Kerahkan 322 Atlet untuk POPDA XVII, Targetkan Juara Umum
  9. Balikpapan Perbarui Dua Perda untuk Perkuat Arah Pembangunan Wisata dan Olahraga
  10. Balikpapan Lepas 322 Atlet Pelajar Menuju Popda Kaltim 2025 di PPU
  11. Balikpapan Fest 2025 Pecahkan Rekor, Dewa 19 Guncang BSCC Dome dan Dongkrak Ekonomi Kota
  12. Bali Juara Duta Wisata Indonesia 2025, Balikpapan Buktikan Diri Sebagai Tuan Rumah Nasional yang Sukses
  13. Soccer Clinic di Stadion Batakan, Wujud Sinergi Balikpapan dan Dunia Usaha Kembangkan Bakat Muda
  14. Balikpapan Fest 2025 Semarak dengan Parade Busana Nusantara dan Karya Desainer Lokal
  15. Balikpapan Catat Sejarah, Jadi Kota Pertama Gelar Ajang Duta Wisata Indonesia Tingkat Nasional
  16. Semarak Pickle Ball Balikpapan Open 2025: 205 Atlet Ramaikan Ajang Internasional di Kota Balikpapan
  17. Balikpapan Fest 2025 Tampilkan Keberagaman Budaya dan Semangat Ekonomi Kreatif
  18. Balikpapan Fest 2025 Jadi Panggung Kebangkitan UMKM Lokal
  19. Disporapar Balikpapan Gaet Sanggar Seni untuk Dongkrak Wisata Berbasis Budaya
  20. Duwis Talk ITK Hadirkan Diskusi Inspiratif, Dorong Peran Generasi Muda dalam Promosi Wisata Kaltim