Duwis Talk ITK Hadirkan Diskusi Inspiratif, Dorong Peran Generasi Muda dalam Promosi Wisata Kaltim

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih kusuma diacara Challenge Duwis Talk di ITK

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Upaya memperkuat peran generasi muda dalam memajukan sektor pariwisata kembali digaungkan melalui kegiatan Challenge Duwis Talk yang digelar di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Kamis, 6 November 2025.

Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita ini menjadi ruang edukasi sekaligus kolaborasi bagi para peserta untuk memahami lebih dekat potensi besar wisata Kalimantan Timur dan bagaimana kaum muda bisa turut mengambil peran strategis dalam pengembangannya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan hadir sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa promosi pariwisata tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif anak muda yang memiliki kreativitas, kemampuan komunikasi, serta jejaring yang luas.

Menurutnya, Duta Wisata merupakan representasi penting dalam menyebarkan narasi positif tentang kekayaan budaya dan destinasi lokal kepada masyarakat nasional maupun internasional. Kehadiran sejumlah tokoh penting turut memperkuat kualitas diskusi dalam kegiatan ini. Wakil Rektor ITK, Ketua Yayasan Duta Wisata Indonesia, Ketua DPN ADWINDO, serta para dewan juri Pemilihan Duta Wisata hadir memberikan pandangan terkait tantangan dan peluang pariwisata daerah.

Mereka sepakat bahwa transformasi sektor pariwisata membutuhkan figur-figur muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan advokasi, teknologi digital, serta kepekaan terhadap isu keberlanjutan. Melalui Duwis Talk, peserta diajak mendalami bagaimana peran Duta Wisata telah berkembang dari sekadar ikon promosi menjadi agen perubahan.

Dalam sesi diskusi, para Duta Wisata Nasional yang hadir membagikan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas di daerah masing-masing. Mulai dari strategi mengenalkan destinasi lokal, membangun konten kreatif di media sosial, hingga menghadirkan inovasi kegiatan berbasis komunitas, semuanya menjadi inspirasi baru bagi mahasiswa dan peserta lainnya.

Para peserta juga diberi pemahaman bahwa sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa memperhatikan aspek pelestarian budaya, kesejahteraan masyarakat lokal, dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, setiap gagasan yang lahir dari generasi muda diharapkan mampu membawa dampak positif jangka panjang.

Kegiatan Duwis Talk di ITK ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi pariwisata merupakan langkah penting dalam mencetak generasi muda yang siap menjadi wajah baru promosi wisata Kalimantan Timur. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, acara ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum untuk membangun komitmen bersama demi memperkuat identitas pariwisata daerah di panggung nasional.

(ADV/Disporapar)