Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras memastikan yang dipertandingkan ada 1.042 nomor tanding, dan Kaltim mengikuti 432 nomor, dengan 659 atlet di PON XXI/2024 Aceh dan Sumut. “Tapi di perjalanannya, target kita adalah 3 koma sekian persen mestinya dapat 34 emas. Kalau dapat 34 medali emas, kita inshaAllah memang on the track di 5 besar,” kata Rusdi.

Sebetulnya, kata Rusdi gambaran sudah tercapai, mestinya. Perjalanan-perjalanan ini memang harusnya dievaluasi ulang. “Semoga nanti kedepan pada PON NTB dan NTT kita tidak lagi kecolongan. Ketika hari terkahir pada 19/9/2024, kita meloloskan sekitar 10 finalis,” tegasnya.

Sementara saat itu posisinya Kaltim sudah mengantongi 26 medali emas, dan harapan ada di tarung drajat dengan 6 finalisnya. “Begitu juga di kempo kita ada 4 finalis. Tarung drajat cuma dapat satu medali, ini kan menurut saya something wrong, yang dua Jerfy dan Nicholas harusnya medali emas,” bebernya.

Karena, kedua atlet itu sudah mengantongi emas di PON sebelumnya. Sehingga dia optimis saat dua petarung itu bertanding. “Begitu juga di kempo, saya kira ini menjadi pembelajaran buat kita.

Tapi ternyata tuhan belum bisa merestui kita kan, kita memang harus sportif berjiwa besar menerimanya,” tegasnya. Sehingga, kedepannya perubahan strategi perlu dilakukan pada masing-masing cabor yang akan kembali bertanding di PON XXII NTB dan NTT.

(ADV/Dispora Kaltim)

Igbal raih emas di PON bersama adik kandungnya Dinda

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Iqbal Chandra Pratama, pesilat asal Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Hal itu disambut baik oleh Bidang Prestasi Olahraga (Binpres) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Kepala Bidang (Kabid) Binpres Dispora Kaltim, Rasman Rading menyebutkan Iqbal layak mendapatkan penghargaan dari Kemenpora.

“Tentu Kemenpora RI punya catatan prestasi Iqbal dari waktu ke waktu. Sehingga akhirnya diberikanlah penghargaan itu kepadanya bersama puluhan insan olahraga lainnya,” kata Rasman, Rabu (9/10/2024).

Menurut Rasman, Iqbal memiliki catatan prestasi yang gemilang. Itu terbukti di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua, Iqbal berhasil bawa pulan emas. Ditambah PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut juga Iqbal menggondol emas. Bahkan SEA Games di Kamboja, Iqbal rebut emas. “Dia mewakili Indonesia, merebut emas di SEA Games.

Jadi tidak heran jika dia diberikan penghargaan dari Kemenpora RI,” tuturnya. Bahkan, menurut Rasman, semangat berjuangnya Iqbal ini harus dicontoh oleh atlet lain. Apalagi Iqbal sudah melampaui batas latihan. “Iqbal itu berlatih lebih dari apa yang diperintahkan coachnya. Jadi sekali lagi, tidak heran dia juara, dia dipanggil tinmas untuk mewakili Indonesia,” jelasnya.

Dari penghargaan ini, Rasman berharap semua atlet dan pelatih bisa menjadikan tolok ukur, untuk lebih mengasah lagi kemampuan atlet-atletnya di masing-masing cabor. 

(ADV/Dispora Kaltim)

Atlet panahan Kaltim di venue tanding memegang medalinya masing-masing 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), panahan Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengamankan 2 medali emas. Dikatakan Sekretaris Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim, Haidar Fathoni bahwa organisasi periode dibawah kepemimpinan Sutomo Jabir telah sukses mencapai prestasi. “Prestasi yang kami sangat syukuri.

Artinya, target yang kami pasang diperiode kepemimpinan Pak Sutomo Jabir ini fokus bagaimana bisa mendapatkan satu medali emas,” kata Haidar, Rabu (9/10/2024) Haidar menjelaskan satu medali emas yang ditargetkannya itu untuk menutupi kekosongan medali di PON Papua tahun 2021 dan PON Jabar tahun 2016 lalu.

“Dibalik itu, bukan hanya prestasi dari pengurus saja sebetulnya. Ini juga semangat dari tim pelatih yang juga mau bersama-sama bekerja,” tegasnya, Menurut Haidar, pelatih mampu menerapkan program apa yang sudah dipersiapkan untuk atletnya.

Dan tidak lepas juga program dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim. “Program dari KONI ini sebenarnya harus lebih mantap dari Pengprov Perpani dan pelatih. Karena enam bulan yang diberikan KONI ini sangat-sangat lebih dari cukup seharusnya,” tuturnya.

Sehingga, terlepas dari kekurangan-kekurangan atau yang dirasa belum sempurna, menurutnya Perpani Kaltim sangat berterima kasih terkait enam bulan yang sudah dipersiapkan oleh KONI. “Terlepas dari anggaran anggaran kegiatan untuk yang lain-lain juga supplay, masalah try out dan training camp,” jelasnya.

Dia juga menegaskan jika training camp merupakan salah satu program pengprov yang juga di akomodir oleh KONI Kaltim. “Di sana kita bisa melihat 5 bulan berlantih ternyata pengprov bisa melihat hasil dari pelatda ini juga sebenarnya cukup memuaskan bagi kami,” imbuhnya.

“Tapi diberi lagi tambahan untuk training camp di Yogya selama 7 hari melawan squad tim utamanya PON dari Yogya. Dari situ kami mengaca bahwa insha Allah kami bisa menarget dapat satu medali emas,” pungkasnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

 

Ketua umum komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Rusdiansyah Aras 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan datang bakal kembali dilaksanakan di dua daerah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Tengah (NTT) pada 2028.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) Rusdiansyah Aras, dua daerah menjadi tuan rumah, memang menjadi tantangan tersendiri dalam mengamankan peringkat. “Sangat berpengaruh, tapi bagi mereka penyelenggara sih tidak berat.

Mereka menyiapkan tempat pelaksanaan yang tentunya ada bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” ungkap Rusdi. “Tetapi ketika mereka mengikutkan di daerah satunya, kan cabornya hanya separuh. Jadi beban mereka tidak keseluruhan,” tuturnya.

Sehingga memang kata Rusdi kosentrasinya yang terpecah, karena 64 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan ini bermain di dua daerah berbeda. “Kemarin saya sebentar di Aceh, kemudian sebentar terbang lagi ke Sumatera Utara (Sumut), karena atlet kita bermain di keduanya,” tuturnya.

Kendati demikian, pada PON yang akan datang pada 2028 mendatang, dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari sport science, kerja sama dengan berbagai daerah olahraga terbaik, hingga persiapkan atlet-atlet potensial.

Menurut Rusdi, pada PON XXI/2024 Aceh dan Sumut memang dirinya gagal membawa Kaltim duduk di 5 besar. Namun, 10 besar masih merestui Kaltim berada didalamnya. Maka, dengan begitu, dia berharap di PON XXII/2028 di NTB dan NTT, target bisa terpenuhi.

(ADV/Dispora Kaltim)

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - 94 finalis kontingen Kaltim, dengan perak yang mendominasi. Setidaknya ada 55 medali perak yang berhasil dibawa pulang dari PON XXI/2024 Aceh dan Sumut lalu. Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menyebut 29 medali emas, yang gagal menjadi emas ada 55. Seandainya yang 55 itu separuhnya lolos, maka peringkat 5 bukan mustahil.

“Catatan terpenting kita adalah mental tanding atlet, dan fisik. Karena itu kedepan, kami sudah mencanangkan KONI Kaltim akan membentuk pelatih fisik yang jumlahnya 1.000 orang,” ujar Rusdi. Pada 2025 mendatang, dengan anggaran baru, pihaknya akan mencetak 1.000 pelatih fisik.

Langkah itu dilakukan untuk mewujudkan harapannya. “Tidak mungkin kita bisa prima, kalau fisiknya juga tidak prima. Contoh kita kemarin punya atlet sambo, ada 4 medali emas di BK PON. Semuanya gagal, tidak satupun menghasilkan emas,” jelasnya. “Begitu juga di kick boxing, karena satu medali emas di BK PON juga hilang. Ketika di lapangan, kami melihat fisik mereka,” lanjutnya.

Selain fisik, dikatakan Rusdi mental juga mendominasi. Meskipun pihaknya sudah mendatangkan psikolog yang luar biasa. “Namanya mba Neita itu kan masuk dalam squad psikolog Pelatnas SEA Games Kamboja. Itu juga kita tarik, dan dia memang orang asli daerah kita,” tuturnya.

Beberapa hal itu yang dikatakan Rusdi menjadi cacatan penting, dan harus terus dievaluasi di event-event yang akan datang. Foto: Atlet yang berhasil dapat medali perak, karena mental jatuh di final.

(ADV/Dispora Kaltim)

 
Ketua bidang prestasi olahraga Rasman Rading 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendukung peningkatan prestasi untuk atlet daerah. Terlebih ada beberapa atlet Kaltim yang terpilih dan kini mempersiapkan diri mengikuti seleksi menuju SEA Games.

Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olahraga (Binpres), Rasman Rading mengatakan pihaknya memiliki atensi tersendiri buat Pelatnas. “Sudah semestinya pada saat pelatnas, pelatih-pelatih kita disini harus dilibatkan. Karena ada beberapa kejadian itu, atlet kita punya potensi, malah justru tidak dimasukkan dalam tim saat seleksi,” kata Rasman.

Dia mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun pengurus perovinsi (Pengprov) masing-masing cabor bisa menyertakan pelatih dari masing-masing daerah. “Pelatih harus diikutkan dalam seleknas, supaya tidak ada yang mencurigakan ketika dia tidak lolos. Atau kan ada yang cedera,” turutnya.

Menurut Rasman, untuk pelatih memang sudah seharusnya dilakukan restart ulang. Seperti mempertimbangkan pelatih tersebut layak atau tidak. “Maksudnya restart ulang, apakah pelatih ini masih layak dipertahankan atau tidak.

Contoh umpamanya dari kejuaraan single maupun multi event, kemudian dia tidak pernah mendapatkan medali emas untuk atlet, maka sudah seharunya di restart ulang,” tegasnya. Bahkan, menurutnya, bila perlu pelatih harus diganti. Selanjutnya,

upaya sungguh-sungguh harus dilakukan. “Lebih baik kita mendatangkan pelatih nasional, walaupun biayanya tinggi, tapi kan bisa menjadi jaminan. Bisa buat kita melatih atlet disini,” pungkasnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Latihan sepatu roda atlet Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pelatih sepatu roda Kaltim, Romiansyah ungkap dua perunggu didapatkan Adam untuk perorangan 200 meter, dan beregu 500 DT Adam, Rangga dan Evan.

Sempat sebulan penuh berlatih di DKI Jakarta, dengan alasan menyamakan lintasan dengan venue tanding di Kabupaten Pidie, menjadi pukulan terberat. “Kendalanya adalah karena kita pakai lapangan orang, kan kita nyewa, jadi ada sedikit kendala adalah di waktulah,” tegasnya.

Di mana, menurut Romi, ideal latihan meroda adalah 4 jam lebih. Sedangkan Kaltim hanya mendapatkan jatah 3 jam saja. “Harusnya 4 jam main, atau kita bisa seharian latihan inikan terkendala. Namanya kita di tempat orang, jadi kita dari jam 9-12 saja latihan,” bebernya.

Waktu latihan yang ada dikatakan Romi sangat kurang. Karena DKI Jakarta atau tuan rumah tentu memakai lapangan seharian. “Dia masuk langsung, dari jam 1 siang sampai malam latihan. Kalau kita dikasih waktu hanya beberapa jam saja, kalau arena hampir mirip seperti di venue tanding di Pidie,” imbuhnya.

Menjelaskan detail tempat, lapangan yang disewa oleh Kaltim ini indoor. Sedangkan saat bertanding, venue di Kabupaten Pidie adalah outdoor.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala Bidang Prestasi Olahraga (Binpres) Rasman Rading

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan rasa terima kasihnya pada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Hal itu berkaitan dengan terpilihnya Iqbal Chandra Pratama (silat) dan Muhammad Aliansyah (gulat) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenpora RI.

Dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olahraga (Binpres), Rasman Rading merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang sudah dicapai keduanya. “Kami tentu mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Kemenpora RI, karena telah memberikan kesempatan untuk ananda Iqbal dan Aliansyah sebagai ASN,” kata Rasman.

Dia mengungkapkan bahwa harusnya pengangkatan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet yang lain untuk meningkatkan kemampuannya. “Atlet dari cabor lain harusnya bisa meniru kedua atlet senior ini. Ditingkatkan lagi latihannya, dikeluarkan lagi kekuatannya,” tuturnya.

Selain itu, menurut Rasman, cabor-cabor lain juga harusnya bisa menerapkan pola latihan yang digunakan keduanya. Sebab, diketahui baik Iqbal maupun Aliansyah, mereka sama-sama memiliki porsi latihan yang lebih dari yang diberikan oleh pelatihnya. “Keduanya ini misal dikasih waktu latihan 5 jam, mereka akan berlatih 6-7 jam.

Jadi penerapan di diri mereka sendiri juga,” imbuhnya. Menurut Rasman, jika pola latihan yang diterapkan seluruh atlet, dia yakin akan banyak regenerasi dari keduanya yang prestasinya tak kalah.

(ADV/Dispora Kaltim)

Atlet kaltim khususnya di cabang olahraga futsal mendapatkan medali emas 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Banyak cabang olahraga (cabor) yang di luar prediksi justru berhasil membawa pulang medali emas dari PON XXI/2024 Aceh dan Sumut. Diakui Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras bahwa ini memang di luar dugaannya.

Tetapi memang pihaknya terus mengamati. “Seperti futsal, kriket itu saya amati keseharian mereka dari mulai tanggal 1 Maret saat mereka masul Pelatda. Mereka ini orangnya disiplin dan punya integritas,” tutur Rusdi.

Bahkan, tak hanya latihan saja, baik futsal maupun kriket, selalu kompak dalam ibadah dan makan. Mereka menerapkan disiplin hingga ke kehidupan pribadi. “Bersama-sama terus mereka itu, berbeda dengan yang lain.

ESaya rasa ini menjadi pelajaran juga untuk kawan-kawan, memang kedepan disiplin ini penting, tapi integritas ini lebih penting,” jelasnya. Pada PON kali ini, seluruh atlet yang masuk dalam Kontingen Kaltim ini adalah 100 persen atlet daerah asli Kaltim. Dia juga menegaskan, memang untuk menunjang prestasi, Kaltim tidak mendatangkan atlet dari luar.

Tetapi lebih memilih untuk mengandalkan kekuatan putra daerah. “Jadi 659 atlet kita adalah yang bisa menghasilkan medali total 337 atlet. Sisanya memang belum berhasil, itu semua asli atlet daerah,” tegasnya. Rusdi mengaku bangga, atlet asli Kaltim berhasil mendulang prestasi. Namun dari skuad kontingen Kaltim, 65 persen dari cabor bela diri.

“Tapi tidak menutup kemungkinan cabor permainan berhasil meraih emas. Contohnya futsal dan kriket, buat kami membanggakan dan catatan,” tukasnya.

(ADV /Dispora Kaltim)