SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperluas pilihan destinasi wisata alam kembali mendapat perhatian melalui rencana pengembangan Bukit Kebo sebagai kawasan panorama unggulan.
Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), pemerintah menyiapkan kawasan perbukitan tersebut sebagai lokasi wisata yang menonjolkan keindahan Balikpapan dari ketinggian dan menghadirkan nuansa alam terbuka yang masih natural. Rencana ini disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025).
Ratih menjelaskan bahwa Bukit Kebo menawarkan lanskap alam yang jarang ditemui di wilayah perkotaan. Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati deretan perbukitan hijau, hamparan kota, hingga garis pantai Teluk Balikpapan dalam satu pandangan. Keistimewaan panorama inilah yang membuat pemerintah melihat potensi besar untuk menjadikannya magnet wisata baru.
“Di Bukit Kebo, pemandangan kota dan laut bisa terlihat secara bersamaan. Ini keunikan yang tidak dimiliki semua daerah. Kami ingin tempat ini menjadi ruang rekreasi yang nyaman bagi semua kalangan, khususnya keluarga dan generasi muda,” ujar Ratih.
Untuk mendukung konsep tersebut, pemerintah mulai menyiapkan rancangan penataan berupa jalur tracking yang lebih aman, pembenahan area parkir, pembangunan spot foto permanen, hingga ruang edukasi lingkungan.
Menurut Ratih, pengembangan yang dilakukan tidak akan mengubah karakter alami Bukit Kebo. Pemerintah menegaskan bahwa konsep yang dikedepankan adalah ekowisata dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan. “Kami tidak ingin kawasan ini berubah menjadi tempat yang penuh bangunan beton. Prinsipnya, intervensi secukupnya saja. Biarkan alam yang menjadi daya tarik utamanya,” tegasnya.
Selain penataan dasar, Disporapar tengah mengkaji kemungkinan menghadirkan paket wisata petualangan ringan seperti area camping, fasilitas api unggun, dan program tracking terjadwal dengan pemandu resmi. Kegiatan tersebut dinilai mampu menarik minat kalangan pelajar maupun komunitas pecinta alam. “Kami ingin Bukit Kebo bukan hanya tempat berfoto, tetapi juga lokasi belajar dan beraktivitas di alam terbuka. Anak-anak bisa mengenal habitat alami sambil menikmati aktivitas luar ruang yang aman,” jelas Ratih.
Pemerintah juga melihat bahwa pengembangan Bukit Kebo berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Disporapar akan melibatkan UMKM lokal, terutama sektor kuliner dan kerajinan, agar manfaat wisata tidak hanya berpusat di area pantai yang selama ini mendominasi. “Kalau masyarakat sekitar ikut merasakan keuntungan, mereka secara otomatis ikut menjaga kawasan ini. Itu bentuk partisipasi yang paling penting,” imbuh Ratih.
Ratih berharap, Bukit Kebo dapat menjadi wajah baru yang menggambarkan perpaduan antara rekreasi dan konservasi di Balikpapan. Tahap awal penataan direncanakan mulai berjalan pada awal 2026. Pemerintah juga membuka peluang kerja sama bagi investor yang memiliki visi sejalan dengan konsep ekowisata.
“Kami ingin Bukit Kebo berkembang sebagai destinasi kebanggaan kota. Tidak hanya memberikan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman yang membuat orang ingin kembali,” tutupnya.
(ADV/Disporapar)