Penangkaran buaya tritip Balikpapan timur

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN – Daya tarik wisata Balikpapan semakin beragam. Tak hanya dikenal lewat pantai dan taman kota, kini kawasan Penangkaran Buaya Teritip kembali mencuri perhatian berkat kehadiran rumah adat Dayak atau rumah lamin yang menambah pesona budaya di tengah wisata edukatif khas kota minyak ini.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus berinovasi dalam mengangkat potensi wisata lokal agar makin dikenal luas. Salah satu langkahnya dengan menggelar trip wisata ke Penangkaran Buaya Teritip sekaligus melakukan promosi melalui berbagai platform digital.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi promosi wisata berbasis pengalaman langsung dan konten kreatif. “Kami sempat mengadakan trip ke Penangkaran Buaya dan membantu publikasinya.

Di sana juga ada rumah adat Dayak yang sangat menarik dan cocok untuk spot foto pengunjung,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Ratih menjelaskan, promosi wisata kini tak hanya mengandalkan brosur atau baliho, tetapi juga kekuatan visual di media sosial. Tim Disporapar bahkan telah mengambil gambar dan video di lokasi sebagai bahan promosi digital. “Kemarin tim kami mengambil gambar di sana dan langsung berkoordinasi dengan saya. Saya persilakan selama tetap bekerja sama dengan pengelola,” tuturnya.

Menurutnya, Balikpapan memiliki banyak destinasi potensial yang perlu diperkenalkan kepada publik. Diversifikasi wisata menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengenal satu tempat. “Kami ingin semua destinasi di Balikpapan terekspos. Jangan hanya satu lokasi yang dikenal, tapi banyak tempat lain yang bisa membuat wisatawan penasaran,” jelasnya.

Selain promosi digital, Disporapar juga membuka peluang kerja sama dengan pengelola wisata agar kawasan Penangkaran Buaya bisa menjadi lokasi kegiatan berbasis budaya dan edukasi. “Untuk event kepariwisataan nanti akan kami komunikasikan. Harapan kami, destinasi ini bisa hidup, ramai, dan terus berkembang,” tambahnya.

Ratih optimistis, sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat akan memperkuat citra Balikpapan sebagai kota wisata alternatif di Kalimantan Timur. “Jika dikelola dengan baik, Penangkaran Buaya Teritip bukan hanya dikenal karena buayanya, tapi juga karena nilai budaya dan keindahan visualnya,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Wisata Kebun Raya Balikpapan 

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata berbasis edukasi dan ekonomi kreatif. Salah satu bukti nyatanya adalah transformasi Kebun Raya Balikpapan, yang kini menjelma menjadi ruang hijau multifungsi, tempat rekreasi sekaligus pusat pembelajaran lingkungan dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebut Kebun Raya kini menjadi destinasi favorit bagi warga dan pelajar.

Selain menawarkan keindahan alam yang menenangkan, kawasan ini juga menjadi sarana edukasi tentang keanekaragaman hayati. “Kebun Raya itu sekarang banyak dikunjungi. Kalau ke sana, mereka bisa melihat berbagai jenis tanaman botani dan belajar mengenainya. Banyak juga yang memanfaatkan kawasan itu untuk camping,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Ratih menambahkan, kawasan wisata Meranti, yang berdekatan dengan Kebun Raya, kini berkembang pesat sebagai wadah pelaku UMKM. Setiap akhir pekan, pengunjung dapat menikmati pasar rakyat dan kegiatan senam bersama yang rutin digelar setiap Minggu pagi. “Sekarang di wisata Meranti sudah ada 180 UMKM yang aktif. Mereka menjual aneka produk lokal sambil ikut meramaikan kegiatan senam Minggu pagi,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas, Disporapar menerapkan proses kurasi ketat bagi pelaku usaha yang ingin bergabung. “Kalau ada tambahan UMKM, tentu kami persilakan, tapi tetap dikurasi. Kami ingin yang ikut benar-benar siap dan konsisten, bukan yang hanya sekali-dua kali ikut lalu berhenti,” tegas Ratih.

Sebagai langkah penguatan, pemerintah menyiapkan berbagai program pendukung seperti pelatihan kewirausahaan, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan edukatif di ruang terbuka. Disporapar juga mendorong komunitas dan generasi muda untuk memanfaatkan Kebun Raya sebagai ruang kegiatan kreatif. “Anak muda yang mau buat acara, kami arahkan ke destinasi wisata. Bisa untuk camping, edukasi lingkungan, atau kegiatan komunitas, jadi tidak melulu di hotel,” katanya.

Dengan perpaduan wisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi, Wisata Meranti dan Kebun Raya Balikpapan diproyeksikan menjadi ikon wisata berkelanjutan yang merepresentasikan harmoni antara alam, kreativitas, dan kesejahteraan masyarakat.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Taman wisata Pringgodani Balikpapan timur 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan Taman Wisata Pringgodani, yang kini berhasil menembus 15 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025.

Berlokasi di Balikpapan Timur, kawasan ini menjadi contoh nyata keberhasilan pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang tumbuh pesat sejak dirintis pada 2023. Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma menjelaskan, pihaknya sejak awal memberikan pendampingan intensif agar pengelola mampu memenuhi seluruh indikator penilaian desa wisata. “Awalnya kita bentuk sebagai kelompok sadar wisata pada 2023. Dari rintisan berkembang menjadi maju, dan harapan kami ke depan bisa mandiri,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Menurut Ratih, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan destinasi, tetapi juga mencakup berbagai aspek penting seperti atraksi wisata, kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga kesehatan dan keamanan pengunjung. “Kami datang langsung ke lokasi, melihat atraksi yang ditampilkan, bagaimana pengelolaan lingkungannya, juga memastikan ada jaminan kesehatan bagi pengunjung serta pengawasan terhadap pencemaran lingkungan, karena banyak UMKM yang beraktivitas di sana,” terangnya.

Hingga kini, Pringgodani telah memenuhi lima indikator utama desa wisata, yakni daya tarik, digitalisasi, kelembagaan, sarana prasarana, dan kebersihan fasilitas umum, termasuk toilet. Meski demikian, Ratih menegaskan bahwa pihaknya masih terus berupaya menyempurnakan berbagai aspek yang ada. “Sudah baik, tapi kita ingin lebih. Kita ingin terus meningkatkan dan menyempurnakan,” tegasnya.

Sebagai langkah memperkuat kolaborasi, Disporapar juga menggandeng berbagai pihak, termasuk PKK Kota Balikpapan dan pelaku usaha perhotelan untuk mendukung promosi dan pengembangan UMKM. “Kemarin saat saya ke sana, PKK Kota juga hadir. Mereka dari berbagai kecamatan, ikut mempromosikan produk UMKM. Kami juga mengundang pihak hotel untuk promosi di sana, karena setiap akhir pekan pengunjung cukup ramai. Jadi bisa sekalian promosi paket wisata atau fasilitas hotel,” jelas Ratih.

Selain itu, akses menuju kawasan wisata yang berjarak sekitar 300 meter dari jalan utama juga tengah dibenahi. Disporapar berencana menyediakan shuttle bus guna mempermudah mobilitas wisatawan. “Kami terus berkoordinasi agar akses wisata makin nyaman,” ucapnya.

Ratih menutup dengan optimisme bahwa Taman Wisata Pringgodani dapat terus mengharumkan nama Balikpapan di tingkat nasional. “Kami masih menunggu tim Kementerian Pariwisata datang melakukan survei lapangan, kemungkinan November ini. Mudah-mudahan bisa membawa nama baik Balikpapan di tingkat nasional,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Agung Widodo bersama Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma di momen hari sumpah pemuda (28/10)

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Prestasi gemilang ditorehkan pemuda asal Balikpapan di kancah internasional.

Agung Widianto, mahasiswa semester delapan Universitas Mulia sekaligus Ketua BEM pertama kampus tersebut, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam International Youth Innovation Summit 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Agung menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam kompetisi inovasi pemuda tingkat internasional.

Bersama timnya, ia memperkenalkan aplikasi edukasi investasi digital yang dirancang untuk membantu generasi muda memahami dan memulai investasi sejak dini. “Aplikasi ini inovasi digital di bidang edukasi investasi, agar pemuda bisa belajar berinvestasi sejak muda. Prosesnya panjang, mulai dari seleksi nasional hingga akhirnya terpilih sebagai delegasi Indonesia ke Malaysia,” ungkap Agung, Selasa (28/10/2025).

Ajang ini diikuti delegasi dari berbagai negara, termasuk Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia, dengan fokus pada inovasi yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. “Dari Indonesia ada empat tim yang berangkat, masing-masing lima orang. Kami bersaing dengan peserta internasional dengan inovasi berdampak sosial,” jelas Agung.

Dalam kompetisi tersebut, Agung dan timnya meraih Juara 3 untuk kategori aplikasi edukasi digital, sekaligus menyabet penghargaan Best Delegate dan Best Presentation. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan atas dukungan sejak seleksi hingga keberangkatan.

“Terima kasih khusus kepada Disporapar yang memfasilitasi dan memberikan rekomendasi. Bimbingan mereka menjadi motivasi besar bagi saya untuk tampil maksimal di Malaysia,” tambah Agung.

Pengalaman mengikuti ajang internasional selama empat hari ini membuka wawasan baru bagi Agung tentang potensi inovasi anak muda Indonesia. Ia berencana melanjutkan studi S2 di bidang pendidikan dan terus mengembangkan aplikasinya agar memberi manfaat lebih luas.

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Agung. “Ini bukti pemuda Balikpapan mampu bersaing di level internasional. Prestasi seperti ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lain,” ujar Ratih.

Ia menambahkan, pemerintah kota akan terus mendukung pemuda untuk menyalurkan ide kreatif di bidang teknologi, sosial, dan kewirausahaan, agar lahir lebih banyak talenta yang membawa nama baik Balikpapan di dunia global.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Natsya Sintia Maharani menerima penghargaan sebagai  pelopor muda Balikpapan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dunia modeling di Kota Balikpapan kian menunjukkan geliatnya seiring munculnya generasi muda yang berani berkreasi dan berpikir maju.

Salah satu sosok inspiratif di balik perkembangan itu adalah Natsya Sintia Maharani, mentor modeling sekaligus pelopor usaha kreatif di bidang fashion dan pengembangan bakat yang kini memperluas kiprahnya hingga ke Samarinda dan Bontang.

Usai menerima penghargaan Pelopor Muda Balikpapan 2025, Natsya mengungkapkan komitmennya untuk menjadikan modeling bukan sekadar ajang unjuk penampilan, tetapi sebagai sarana membangun karakter dan kepercayaan diri generasi muda.

“Kami ingin memperluas jaringan agar dunia modeling Balikpapan semakin dikenal, tidak hanya di kota ini, tapi juga di luar daerah seperti Samarinda dan Bontang. Tujuannya agar masyarakat melihat bahwa modeling bisa menjadi wadah pengembangan diri yang positif,” ujarnya saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).

Telah menekuni dunia modeling sejak usia tiga tahun, kini Natsya memimpin sekolah modeling yang menampung peserta berusia 3 hingga 28 tahun. Di tempat ini, para siswa tidak hanya diajarkan teknik catwalk, tetapi juga public speaking, photoshoot, koreografi, hingga pelatihan self-development untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara berjalan di atas panggung, tapi juga bagaimana berbicara dengan baik, bersikap profesional, dan menampilkan karakter yang kuat. Karena modeling bukan sekadar soal penampilan, tapi juga tentang kepribadian,” jelasnya.

Berbekal dedikasi itu, sekolah modeling yang dipimpinnya telah menelurkan sejumlah model berprestasi seperti Nadia Christie, Olah, dan Putri Nandha, yang berhasil menembus ajang modeling internasional di Thailand. “Beberapa anak didik kami sudah tampil di ajang luar negeri. Itu membuktikan bahwa anak Balikpapan mampu bersaing di kancah global,” tuturnya penuh kebanggaan.

Untuk melatih mental dan keterampilan tampil, kegiatan rutin digelar di dua lokasi, yakni Blue Sky Hotel Balikpapan dan Pentas City. Lebih dari 30 siswa aktif mengikuti latihan di bawah bimbingannya.  “Kami ingin mereka terbiasa tampil di depan umum, karena modeling bukan hanya tentang pose, tapi keberanian mengekspresikan diri,” kata Natsya.

Perempuan yang baru menyelesaikan pendidikan modeling di Jakarta itu menilai minat masyarakat Balikpapan terhadap dunia fashion dan modeling terus meningkat, khususnya di kalangan remaja. Namun, ia menyayangkan masih minimnya lembaga pelatihan yang memiliki kurikulum profesional. “Banyak yang berminat, tapi belum banyak sekolah modeling yang benar-benar fokus di Balikpapan. Saya ingin mengubah itu,” ungkapnya.

Natsya juga menyampaikan apresiasi kepada Disporapar Kota Balikpapan yang telah memberi dukungan dan ruang bagi komunitas kreatif muda untuk berkembang. “Kami berterima kasih kepada Disporapar yang telah mendukung dunia modeling. Ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan profesionalitas bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap ke depan dukungan dari pemerintah dan masyarakat terus mengalir, agar industri kreatif termasuk modeling semakin diakui sebagai bagian penting dari potensi Kota Balikpapan.  “Anak muda Balikpapan punya potensi besar. Dengan dukungan yang tepat, kami yakin bisa membawa nama kota ini ke tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Lukman raih penghargaan dengan predikat juara 1 pemuda berprestasi tahun 2025 Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Semangat muda dan kepedulian sosial menjadi fondasi utama kesuksesan Lukman Ari, mahasiswa semester tujuh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Balikpapan, yang berhasil meraih predikat Juara 1 Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan Tahun 2025.

Penghargaan bergengsi yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Balikpapan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025), itu menjadi bukti nyata bahwa prestasi bukan hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi terhadap masyarakat.

“Bagi saya, prestasi bukan soal popularitas atau penghargaan semata, tapi soal dampak. Seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar. Itulah semangat yang selalu saya pegang,” ujar Lukman dengan penuh keyakinan.

Lukman dikenal sebagai pendiri komunitas sosial “Menginspirasi”, yang telah aktif hampir satu tahun.

Melalui komunitas ini, ia bersama rekan-rekannya rutin melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti edukasi untuk anak putus sekolah, aksi bersih-bersih pantai dan kawasan kumuh, hingga program Jumat Berkah bagi warga kurang mampu. “Kegiatan kami sudah berjalan sejak Juli tahun lalu, dan alhamdulillah telah memberi dampak bagi lebih dari seratus masyarakat. Kami ingin anak muda Balikpapan tidak hanya sibuk di dunia digital, tapi juga terjun langsung membantu sesama,” ungkapnya.

Selain kegiatan sosial, komunitas yang ia gagas juga memiliki visi untuk membuka akses pendidikan bagi pelajar kurang mampu. Melalui pelatihan dan program beasiswa, Lukman berharap dapat mendorong lebih banyak generasi muda agar berani bermimpi dan berjuang menggapainya. “Semua kegiatan kami murni dari dukungan donatur pribadi, CSR perusahaan, serta bantuan dari instansi pemerintah. Kami selalu menjaga transparansi agar semua pihak merasa percaya dan terlibat,” jelasnya.

Komunitas “Menginspirasi” sendiri berada di bawah binaan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan. Lukman mengaku dukungan dari dinas tersebut menjadi salah satu motivasi terbesar baginya untuk terus bergerak dan berbuat lebih banyak bagi masyarakat. “Alhamdulillah, Disporapar sangat mendukung. Ibu Ratih Kusuma selalu memberi ruang dan dorongan agar kami terus berinovasi dan berkolaborasi. Itu jadi energi besar bagi kami,” tutur Lukman penuh semangat.

Di akhir wawancara, Lukman menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Disporapar Balikpapan atas pembinaan dan dukungan selama proses kegiatan hingga kompetisi berlangsung. “Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Ratih Kusuma dan seluruh jajaran Disporapar yang telah memberikan bimbingan dan fasilitas bagi kami para pemuda. Tanpa dukungan mereka, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini,” ucapnya dengan rasa haru.

Dengan prestasi ini, Lukman berharap semakin banyak pemuda Balikpapan yang tergerak untuk menebar kebaikan dan membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa menjadi jalan menuju perubahan.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Yayasan Sinar Kebaikan Bersama (SKEMA) 2025 raih penghargaan dihari sumpah pemuda ke 97

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Semangat kepemudaan di Kota Balikpapan kembali terpancar melalui kiprah Yayasan Sinar Kebaikan Bersama (SKEMA).

Komunitas ini sukses mempertahankan gelar Juara 1 Kategori Komunitas Pemuda Berprestasi Kota Balikpapan Tahun 2025, yang diumumkan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Halaman Balai Kota Balikpapan, Selasa (28/10/2025).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Balikpapan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi SKEMA dalam memberdayakan generasi muda dan masyarakat di wilayah pinggiran kota. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen para pemuda Balikpapan dalam menebarkan semangat perubahan dan kepedulian sosial.

Yayasan SKEMA yang berdiri sejak tahun 2020 dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, dan keagamaan. Komunitas ini tumbuh dari gerakan sukarela menjadi yayasan yang fokus membantu anak-anak putus sekolah serta menggerakkan kegiatan sosial di kawasan Balikpapan Timur. “Kami rutin turun langsung ke lapangan, khususnya di daerah Pantai Manggar. Anak-anak yang putus sekolah kami ajak belajar kembali dan kami berikan motivasi agar mereka punya semangat menatap masa depan,” ujar Richris Orvanidis Parubang, Pembina Yayasan SKEMA.

Ia menjelaskan, saat ini SKEMA memiliki sekitar 30 anggota aktif yang terus konsisten menjalankan berbagai program sosial selama empat tahun terakhir. Sumber pendanaan diperoleh dari donatur pribadi, program CSR perusahaan, serta dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan.

“Sudah dua tahun berturut-turut kami meraih Juara 1. Itu menjadi bukti bahwa kegiatan kami memberi dampak nyata. Kami berterima kasih kepada Disporapar yang selalu memberikan ruang, arahan, dan dukungan penuh terhadap komunitas kami,” ungkap Orvanidis.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan dorongan moral agar para pemuda terus berkontribusi bagi kemajuan kota. “Kami bangga bisa menjadi bagian dari semangat pemuda Balikpapan. Penghargaan ini kami persembahkan untuk semua anak muda yang mau turun tangan memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, khususnya kepada Kepala Disporapar Ratih Kusuma, atas dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan. “Dukungan dari Disporapar membuat kami semakin semangat untuk melangkah lebih jauh dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, SKEMA menargetkan untuk mendirikan sekolah dan rumah singgah bagi anak-anak putus sekolah serta memperluas jangkauan kegiatan sosial hingga ke tingkat provinsi. “Kami ingin menjadi wadah bagi anak muda yang ingin berkarya dan berdampak. Harapannya, semakin banyak pemuda yang tergerak untuk turun langsung ke lapangan,” tandas Orvanidis.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Suasana Balikpapan Fest 2025 dipastikan semakin bergemuruh dengan kehadiran ratusan motor gede yang akan memenuhi kawasan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome.

Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan siap memeriahkan perhelatan tersebut lewat gelaran Kalimantan Bike Week 2025 pada 7–9 November mendatang. Wakil Ketua HDCI Balikpapan, H Guruh Andrepada, menyebut kegiatan ini menjadi ajang bergengsi bagi para pecinta Harley di seluruh Indonesia. “Kalimantan Bike Week merupakan agenda dua tahunan yang selalu dinanti. Tahun ini, Balikpapan menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya setelah sebelumnya digelar di beberapa kota lain di Kalimantan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Menurut Guruh, Balikpapan mendapat kehormatan besar karena kegiatan ini bertepatan dengan Balikpapan Fest 2025, agenda tahunan pemerintah kota yang turut mempromosikan potensi wisata dan ekonomi daerah. “Kami berkolaborasi dengan Disporapar Balikpapan untuk memastikan acara berjalan sukses dan berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Hingga akhir Oktober, lebih dari 580 biker dari berbagai wilayah di Indonesia telah menyatakan kehadiran mereka. Ratusan motor Harley Davidson akan berkonvoi dan memadati area Dome, menciptakan pemandangan spektakuler bagi warga Balikpapan. Rangkaian kegiatan pun disiapkan dengan matang.

Pada 7 November, para peserta mulai berdatangan dan menginap di delapan hotel yang telah bekerja sama dengan panitia. Keesokan harinya, 8 November, rombongan akan melakukan konvoi bertema “Ride to IKN” menuju Ibu Kota Nusantara.

Di sana, mereka akan mengikuti seminar investasi, menyerahkan 300 paket sembako untuk warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial, serta melakukan penanaman pohon dan pelantikan pengurus baru.

Menariknya, malam harinya para peserta dan pengunjung akan dihibur dengan penampilan spesial grup band legendaris Dewa 19, yang akan menjadi puncak kemeriahan acara. Sebagai penutup pada 9 November, para biker akan mengikuti turnamen golf dan Fun Run di Grand City Balikpapan, sekaligus penyerahan bantuan sumur bor untuk warga sekitar Stadion Batakan.

“Ini bukan sekadar ajang otomotif, tapi juga momentum kebersamaan dan kontribusi sosial HDCI untuk masyarakat,” pungkas Guruh.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kota Balikpapan Ratih Kusuma 

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN – Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi ajang refleksi dan kolaborasi bagi seluruh pemuda di Kota Balikpapan untuk terus berkontribusi membangun daerah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menegaskan pentingnya sinergitas antar organisasi kepemudaan untuk memperkuat semangat kebangsaan serta menciptakan generasi muda yang berkarakter.

“Sinergitas dan kolaborasi dengan seluruh pemuda Balikpapan ini menjadi kunci membangun kota. Kita ingin semangat Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata,” ujar Ratih Kusuma saat ditemui di halaman Balai Kota Balikpapan, Selasa (28/10/2025) pagi.

Ratih menjelaskan, salah satu bentuk nyata pembinaan pemuda yang dilakukan pihaknya adalah melalui Forum Bela Negara Pemuda Kota Balikpapan. Program ini menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, serta integritas bagi para peserta. Proses seleksinya dilakukan secara bertahap, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, pemaparan hingga penetapan hasil akhir oleh tim juri.

“Forum Bela Negara ini merupakan salah satu upaya kami membangun kesadaran wawasan kebangsaan bagi pemuda. Mereka kami didik selama sepuluh hari penuh oleh Dodikjur (Pendidikan Kejuruan) agar terbentuk karakter yang tangguh dan disiplin,” jelasnya.

Program yang telah memasuki angkatan keempat ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkot Balikpapan dengan Kementerian Pertahanan RI. Para peserta menjalani pelatihan di asrama selama sepuluh hari dengan berbagai pembekalan dari lintas instansi. “Mereka mendapat pelatihan dan pembinaan dari BNN, kepolisian, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Agama. Semua pihak terlibat membangun karakter pemuda yang berdaya saing,” ujarnya.

Selain pembinaan fisik dan mental, peserta juga mengikuti kegiatan napak tilas ke lokasi bersejarah di Balikpapan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai perjuangan serta rasa cinta tanah air. Tak hanya itu, mereka juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat.

Ratih menambahkan, program serupa akan kembali digelar tahun depan. “Kita akan buka seleksi lagi untuk angkatan berikutnya. Harapannya, makin banyak pemuda Balikpapan yang terlibat dan menjadi agen perubahan bagi daerah,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, Disporapar Balikpapan berharap para pemuda mampu menjadi pelopor pembangunan dan penjaga nilai-nilai nasionalisme di tengah tantangan zaman.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ratih Kusuma giat dalam kompetisi Sepakbola FOSSBI U12 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Kamis (23/10/2025), Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kembali menunjukkan komitmennya dalam membina atlet muda dengan menggelar kompetisi sepak bola FOSSBI U12 2025.

Turnamen yang berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (23/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) di Borneo Anfield, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan, ini menjadi salah satu agenda tahunan yang rutin dilaksanakan untuk mencari dan mengasah talenta muda berbakat di bidang olahraga.

Kepala Disporapar Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan ajang tahun ini mendapat antusiasme luar biasa dari pelajar dan klub sepak bola di Kota Minyak. Tercatat 40 tim dengan total 480 peserta ikut berpartisipasi, berasal dari berbagai sekolah dan klub di seluruh Balikpapan. 

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet, khususnya pada usia dini. Dari sinilah karakter, semangat, dan mental juara mulai ditempa,” ujar Ratih.

Lebih lanjut, Ratih menegaskan bahwa tujuan utama turnamen ini tidak semata-mata mencari pemenang, melainkan juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim. Ia berharap, melalui pertandingan yang kompetitif dan terarah, para peserta dapat mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding. “Kita ingin anak-anak ini tumbuh menjadi atlet tangguh yang tidak hanya berprestasi, tapi juga menjunjung tinggi etika olahraga,” tuturnya.

Selain pengalaman berharga, para peserta terbaik juga akan mendapatkan sertifikat, medali, dan dana pembinaan dengan total hadiah sebesar Rp23 juta. Menurut Ratih, apresiasi ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi para atlet muda untuk terus mengasah bakat dan semangat juang mereka. Ratih pun menyampaikan harapannya agar melalui ajang rutin seperti ini, semakin banyak lahir talenta muda dari Balikpapan yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.

“Kita ingin Balikpapan dikenal bukan hanya sebagai kota industri dan jasa, tetapi juga sebagai kota yang aktif melahirkan atlet-atlet potensial. Maka, mari junjung tinggi sportivitas dan semangat juang,” ungkapnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, ajang FOSSBI U12 2025 diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. “Selamat bertanding, tetap berjuang dengan hati, dan bawa nama baik kota kita dengan sportivitas sejati,” pungkas Ratih.

(ADV/Disporapar Balikpapan)

  1. Pemkot Balikpapan Perkuat Strategi Promosi dan Inovasi Destinasi Wisata
  2. Ajang Piala Gubernur Kaltim Squash Open 2025, 91 Atlet Adu Ketangkasan di Balikpapan
  3. Monpera Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Hidup dan Dinamis di Balikpapan
  4. Tugu Australia, Jejak Sejarah yang Perkuat Identitas Wisata Balikpapan
  5. Gamelan di Tepi Laut Iringi Semarak Gebyar Budaya di Pantai Manggar
  6. Pemkot Balikpapan Apresiasi Antusiasme Warga di APJI 41th Anniversary Food Run 2025
  7. Sumpah Pemuda Jadi Energi Baru, Disporapar Balikpapan Gerakkan Kolaborasi Generasi Muda
  8. Reses Halili Adinegara Fokus Tuntaskan Perbaikan Drainase di Gunung Samarinda
  9. Miss IIMS 2025 Jadi Panggung Perempuan Muda Balikpapan Menembus Dunia Otomotif
  10. Jaga Keseimbangan Wisata dan Budaya, Disporapar Balikpapan Ingatkan Pengelola Pantai Kilang Mandiri
  11. Bukit Kebo, Simbol Pariwisata Hijau Baru di Balikpapan Timur
  12. Balikpapan Bidik Predikat Kota Otomotif Masa Depan Lewat IIMS Garage 2025
  13. Kebun Raya Balikpapan Kian Menawan, Gabungkan Wisata Alam dan Edukasi Lingkungan
  14. Balikpapan Fest dan Borneo Culture Week Masuk Kurasi Awal KEN 2026, Bukti Kota Kreatif yang Kian Bersinar
  15. Wisata Meranti Kian Berkembang, Disporapar Dorong Sinergi Alam dan UMKM Lokal
  16. Angkat Berat Balikpapan Mantapkan Diri Hadapi Musim Kejuaraan 2025
  17. Petinju Muda Balikpapan Siap Buktikan Diri di Kejurnas Samarinda
  18. Sebelum Bertanding, Ratih Kusuma Beri Pesan Menyentuh Untuk Atlet Balikpapan
  19. Pemkot Balikpapan Siapkan Ajang Pemuda Berprestasi dan Wiramuda Expo 2025
  20. Dispora Kaltara Pelajari Pembinaan Pemuda ke Balikpapan