SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Balikpapan Fest 2025. Ajang tahunan ini bukan sekadar pameran produk, melainkan wadah strategis bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan inovasi sekaligus memperluas jaringan bisnis mereka.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebutkan bahwa minat masyarakat terhadap kegiatan tahun ini meningkat pesat. Dari total 207 pendaftar, hanya 90 UMKM yang dinyatakan lolos kurasi dan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan produknya. “Animo masyarakat luar biasa tinggi.
Proses seleksi dilakukan dengan ketat agar peserta yang tampil benar-benar siap dari segi kualitas produk, kemasan, dan pelayanan,” ujarnya saat ditemui di Dome BSCC Balikpapan, Kamis (6/11/2025) malam.

Selain UMKM terpilih, festival ini juga menghadirkan 20 stan dari instansi pemerintah, termasuk jajaran Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, Kodam VI/Mulawarman, dan Dharma Wanita, serta 10 tenant dari komunitas Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Ragam produk yang dipamerkan pun beragam—mulai dari kuliner, minuman, dessert, kriya, hingga fashion khas daerah.
Ratih menegaskan, Balikpapan Fest bukan sekadar arena jualan musiman, melainkan langkah nyata pemerintah untuk membantu UMKM naik kelas. “Tujuannya agar para pelaku usaha tidak hanya memperoleh keuntungan sesaat, tapi juga membangun jejaring yang kuat dan berkelanjutan,” terangnya.
Tahun ini, Disporapar menargetkan nilai transaksi sebesar Rp5 miliar selama empat hari pelaksanaan, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme itu muncul dari antusiasme pengunjung dan kualitas produk yang semakin baik setiap tahunnya. “Melihat tren positif dari penyelenggaraan sebelumnya, kami yakin target tahun ini bisa tercapai,” tutur Ratih.
Untuk memperluas peluang penjualan, area festival dibuka sejak pagi hingga malam hari dengan berbagai aktivitas pendukung seperti pertunjukan musik, lomba tematik, dan promosi interaktif bagi tenant. Konsep ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus memperkuat branding UMKM Balikpapan. Dari pemerintah pusat, Staf Ahli Kemenparekraf, Dadang Rizki Rahman, turut memberikan apresiasi terhadap kreativitas pelaku usaha di kota ini.
“Balikpapan Fest menunjukkan bahwa ekonomi kreatif di luar Jawa juga tumbuh pesat. Para pelaku UMKM di sini mampu menghadirkan inovasi yang tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.
Senada, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Baihaqi, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting menuju kemandirian ekonomi daerah. “Kami ingin ekonomi Kaltim tidak lagi bergantung pada sumber daya alam, tapi juga berkembang lewat produk lokal yang bernilai tambah tinggi,” katanya.
Pemerintah menargetkan 40 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan. Dengan dukungan kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Balikpapan Fest 2025 diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang mampu membawa UMKM Balikpapan menembus pasar nasional bahkan internasional.
(ADV/Disporapar Balikpapan)