Wisata Bambu Km 15 Disiapkan Jadi Ikon Baru Pariwisata Hijau Balikpapan

Wisata Bambu Kilometer 15 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sektor pariwisata berbasis alam dengan menyiapkan pengembangan Wisata Bambu Kilometer 15 sebagai destinasi unggulan baru.

Langkah ini dipimpin oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan yang menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang rekreasi keluarga dan pusat edukasi lingkungan yang terintegrasi. Hal itu disampaikan Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, pada Senin (24/11/2025).

Ratih mengungkapkan bahwa kawasan bambu yang memiliki luas sekitar lima hektare tersebut akan diarahkan sebagai ruang hijau alternatif di jalur poros Balikpapan–Samarinda. Selain memberi suasana teduh dan alami, area ini dinilai cocok sebagai lokasi pembelajaran mengenai ekosistem bambu, manfaat budidayanya, hingga peluang ekonomi yang dapat tumbuh dari tanaman tersebut.

Ia menyebut karakter visual hutan bambu yang unik menjadi daya tarik yang dapat bersaing dengan destinasi alam lainnya. Menurut Ratih, hutan bambu memiliki pesona estetika yang jarang ditemui di wilayah lain dan mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda. “Kami melihat potensi besar di kawasan ini. Suasana sejuk dan kontur visual bambu yang khas memberikan nilai lebih yang bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan, baik dari Balikpapan maupun dari luar daerah,” ujarnya.

Tak hanya mengedepankan aspek rekreasi, pemerintah juga menyiapkan konsep edukasi yang lebih mendalam. Wisatawan nantinya tidak sekadar menikmati suasana, tetapi juga dapat mempelajari berbagai pemanfaatan bambu, mulai dari bahan kerajinan, konstruksi, hingga produk kreatif bernilai ekonomi. Ratih menegaskan bahwa sebuah destinasi wisata modern perlu memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Ke depan kami berencana menggandeng kelompok perajin agar wisatawan bisa menyaksikan langsung proses pembuatan kerajinan bambu dan bahkan mencoba membuatnya. Dengan begitu, mereka pulang membawa pengalaman baru, bukan hanya foto,” jelasnya.

Guna menunjang kenyamanan pengunjung, Disporapar juga menyiapkan sejumlah fasilitas baru seperti jalur tracking bambu, gazebo, area UMKM, ruang terbuka untuk aktivitas komunitas, hingga area parkir terintegrasi. Fasilitas tersebut disiapkan agar kawasan ini tidak hanya menarik, tetapi juga mampu menampung berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif.

Ratih menambahkan bahwa pengembangan Wisata Bambu Km 15 merupakan strategi pemerintah dalam memperluas persebaran kunjungan wisata agar tidak terkonsentrasi pada destinasi tertentu seperti Pantai Manggar atau Hutan Sungai Wain. Kehadiran destinasi baru di jalur poros diharapkan dapat memberikan alternatif bagi wisatawan yang datang dari luar daerah. “Kami ingin Balikpapan memiliki wajah pariwisata yang lebih beragam. Penguatan wisata berbasis alam dan edukasi lingkungan harus menjadi identitas yang kita tonjolkan,” tegas Ratih.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan pengembangan kawasan tetap memperhatikan aspek konservasi. Prinsip utama yang dijaga adalah pembangunan tanpa merusak potensi alam yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

“Harapan kami, Wisata Bambu Km 15 dapat menjadi ikon baru pariwisata hijau Balikpapan sekaligus ruang rekreasi yang aman dan ramah bagi keluarga,” tutup Ratih.

(ADV/Disporapar)