SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qulrahman, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengagendakan rapat internal sebelum melakukan kunjungan lapangan serta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina Patra niaga.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keresahan warga Balikpapan terkait dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang berdampak buruk pada kendaraan. "Kami akan menggelar rapat internal terlebih dahulu, lalu melakukan kunjungan lapangan dan sekaligus RDP dengan Pertamina Patraniaga. Ini penting karena masalah ini sangat meresahkan warga, terutama para pemilik kendaraan di Balikpapan, baik roda dua maupun roda empat," ujar Taufik Qulrahman.
Menurutnya, jumlah kendaraan di Balikpapan sangat banyak sehingga masalah kualitas BBM menjadi perhatian serius. Dalam kunjungan kerja Komisi II ke Balai Kota, pihaknya mendapati keluhan dari warga yang mengalami kerusakan kendaraan akibat dugaan BBM oplosan.
"Tadi kami sempat bertemu warga saat berkunjung ke Balai Kota. Ada yang mengeluhkan mobilnya mengalami turun mesin akibat dampak BBM oplosan. Hal ini sangat memprihatinkan karena selama ini tertutupi, tetapi sekarang mulai terbongkar," tambahnya.
Taufik menyebut bahwa dugaan peredaran BBM oplosan ini tidak hanya terjadi di Balikpapan, tetapi sudah menjadi isu nasional, bahkan internasional. Oleh karena itu, DPRD Balikpapan akan bergerak cepat setelah libur untuk menindaklanjuti permasalahan ini melalui RDP.
"Setelah libur ini, kami akan langsung bergerak cepat menggelar RDP. Masalah ini sudah menjadi perhatian di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Apalagi, ada dugaan keterlibatan langsung dari beberapa pejabat penting di Pertamina. Bisa saja ini permainan yang melibatkan banyak pihak," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Balikpapan akan menjalankan amanah dan bekerja untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi yang menjadi bidang kemitraan mereka. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kualitas BBM yang dijual di SPBU Balikpapan sesuai dengan standar yang seharusnya.
"Kami akan segera menjadwalkan surat untuk RDP ini. Mungkin Senin atau Selasa, setelah libur, kita langsung gas untuk menindaklanjutinya," tegasnya.
DPRD Balikpapan berharap langkah ini dapat memberikan kepastian kepada masyarakat serta memastikan bahwa BBM yang beredar di Balikpapan aman dan tidak merugikan pemilik kendaraan.
(ADV/J)