BALIKPAPAN,Berbagai langkah dan kebijakan telah di lakukan Pemerintahan Kota Balikpapan dalam mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona yang sedang melanda Kota Beriman ini, mulai dari menjaga jarak (Phcycal Distancing), menghindari perkumpulan di tengah keramaian (Social Distancing), sampai melakukan penutupan di beberapa titik ruas jalan utama di Balikpapan.

Hal ini di lakukan guna memutus mata rantai Covid-19 yang semakin mewabah di Balikpapan, ini di buktikan dengan semakin meningkatnya Pasien Dalam Pengawasan(PDP) dan pasien positif yang sudah mencapai 18 orang, walaupun Orang Dalam Pengawasan (ODP) menurun. Budiono yang merupakan ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD kota Balikpapan dan tergabung di Komisi IV , angkat bicara mengenai hal ini.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengatakan" Pemerintahan Kota (Pemkot) Balikpapan sebaiknya harus fokus dalam menangani virus Corona yang melanda kota kita ini, dengan makin naiknya PDP dan Pasien Positif virus covid 19, harusnya Pemkot lebih sigap dan cepat dalam mengambil langkah serta kebijakan untuk menekan penyebaran virus ini" katanya melalui aplikasi whatsapp ,Selasa (14/04/2020)

Masih Budiono "kebijakan Pemkot dalam mengambil langkah dengan melakukan penutupan beberapa titik ruas jalan utama sampai hari ini belum sesuai yang di harapan, pasalnya masih banyak orang di jalan melakukan aktivitas, namun dampak yang di akibatkan dari beberapa penutupan ruas jalan yaitu melemahnya perekonomian kota Balikpapan,"imbuhnya.

"Seharusnya bagaimana pemkot Balikpapan memikirkan Perekonomian di kota Balikpapan tetap terus berjalan, dan pemberantasan virus corona juga harus di lakukan secepat mungkin tanpa memberikan dampak yang menyusahkan warga masyarakat kota Balikpapan, yang saat ini terjadi akibat penutupan beberapa titik ruas jalan utama, kasihan mereka yang berprofesi sebagai pekerja harian saat ini banyak di rumahkan, ojek online, pedagang, guru -guru swasta, UKM yang tidak lagi berjalan dan profesi lainya, siapa yang memikirkan nasib mereka"papar Budiono.

"Harapan saya pemerintah kota Balikpapan lebih memfokuskan terhadap wilayah-wilayah yang di anggap zona merah, mengadakan pengetatan di wilayah RT yang di dalamnya terdapat ODP dan PDP serta menempatkan petugas dan relawan untuk memantau pergerakan orang yang dinyatakan ODP sehingga kecil kemungkinan untuk melakukan aktivitas di luar rumah serta menimbulkan penyebaran baru"harap Budiono Sebelum mengakhiri Budiono menghimbau kepada masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, pakai masker bila melakukan aktivitas di luar rumah, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

Agus

BALIKPAPAN- Di tengah mewabahnya Virus Corona yang melanda kota Balikpapan kini warga masyarakat kota Balikpapan di hadapkan dengan persoalan baru, dengan Intensitas curah hujan begitu tinggi membuat beberapa wilayah di kota beriman ini tergenang air (banjir) seperti yang terjadi di wilayah RT 64 dan RT 41 Kelurahan Batu Ampar ,Kecamatan Balikpapan Utara.

Ini mengundang reaksi Amin Hidayat yang merupakan anggota komisi III DPRD kota Balikpapan dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi di mana sering terjadi banjir kerap kali hujan melanda kota Balikpapan, Selasa (14/04/2020)

Amin mengatakan " setelah saya meninjau langsung lokasi dimana sering terjadi banjir terkhusus di wilayah RT 64 dan RT 41 , kelurahan Batu Ampar, kecamatan Balikpapan Utara, saluran drainase yang ada tidak sesuai dengan dibet air yang datang tiap kali hujan menerpa(penyempitan saluran drainase), sehingga terjadinya luapan air yang menyebabkan banjir , hal ini hampir sama di semua titik banjir yang terjadi di kota Balikpapan ini" ungkapnya.

Dirinya juga menduga terjadinya penyempitan saluran drainase bisa jadi di akibatkan sendimentasi yang menebal atau terjadinya pembangunan di dekat saluran drainase tersebut. " Terjadinya penyempitan saluran drainase mungkin di akibatkan sendimentasi atau bisa jadi akibat pembangunana di wilayah sekitar drainase , hal ini perlu kesadaran bersama dari masyarakat sekitar terkhusus pihak yang berbatasan langsung dengan saluran drainase tersebut, bisa membersihkan sendimen yang menutupi saluran drainase dan merelakan sedikit tanah yang di milikinya untuk pelebaran saluran drainase tersebut " imbuh amin.

Masih amin " Hal tersebut memang perlu di musyawarahkan secara bersama baik dengan masyarakat setempat serta pihak-pihak terkait dalam menanggulangi permasalahan banjir ini,"jelas politisi partai PKS ini.

Amin menambahkan"DPRD kota Balikpapan bermaksud untuk mengadakan Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan semua pihak yang terkait untuk mencari solusinya, tinggal mencari waktu yang tepat saja, karena saat ini kita masih di hadapkan dengan permasalahan mewabahnya Virus Corona (covid-19) yang melanda kota Balikpapan, yang kita tahu virus ini sangat berbahaya, mudah-mudahan permasalahan virus ini cepat berlalu, sesegera mungkin kita membahas permasalahn banjir yang mana permasalahan ini juga harus mendapatkan penanganan secepat mungkin"tutupnya. Agus

Balikpapan-Mewabahnya virus corona(Covid-19) di kota Balikpapan, membuat seluruh elemen di kota beriman ini melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran serta memutus mata rantai covid -19 yang sangat meresahkan warga masyarakat Kota Balikpapan.

Suryani yang merupakan anggota Komisi IV DPRD kota Balikpapan yang sangat peduli dengan warga masyarakat kota Balikpapan terkhusus warga masyarakat kecamatan Balikpapan timur dalam pemberantasan virus corona yang melanda kota Balikpapan dengan melakukan pembagian seribu (1000) masker geratis kepada warga.

Hal ini di lakukan guna menekan penyebaran virus corona yang sangat membahayakan ini, seperti yang di katakan suryani saat di sambangi awak media di kediamanya, yang terletak di kawasan Jl , Lumba-lumba Kelurahan Manggar , Kecamatan Balikpapan Timur , Senin(13/04/2020)

Suryani mengatakan" Dirinya sangat prihatin atas musibah yang menimpa warga masyarakat kota Balikpapan dengan mewabahnya Virus Corona yang sangat membahayakan sekali, hal inilah yang membuat saya melakukan langkah awal untuk pencegahan dini penyebaran virus corona (Covid-19) dengan membagi-bagikan masker kepada warga masyarakat terkhusus di wilayah Balikpapan timur"kata politisi Partai Golkar ini.

"Mudah - mudahan dengan hal kecil ini dapat membantu masyarakat dan Pemerintah Kota Balikpapan dalam pencegahan serta memutus mata rantai covid-19 yang melanda kota kita ini, saya berharap kepada seluruh warga masyarakat Kota Balikpapan agar dapat mematuhi himbauan Pemerintah Kota Balikpapan , mengurangi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di rumah saja terkecuali penting, selalu menggunakan masker apabila hendak melakukan kegiatan di luar rumah, rajin mencuci tangan serta lakukan pola hidup sehat" tutup Suryani.

Agus

Balikpapan-Pemerintah Kota Balikpapan sepakat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan untuk mengusulkan pengalokasian anggaran pembiayaan program penanganan Covid-19 sebesar 240 Miliar.

Anggaran yang diusulkan tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk penanganan kesehatan saja, melainkan digunakan untuk masyarakat Balikpapan yang terdampak secara ekonomi, serta membantu masa pemulihan (recovery) perekonomian di kota Balikpapan.

Dengan adanya usulan tersebut anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Fadlianoor angkat bicara, menurut dirinya " pelaksanaan bantuan sosial terkait perekonomian di Balikpapan saat ini belum dapat dipastikan , kapan bisa di laksanakan, Jadi perlu adanya penyesuaian data yang ada di Dinas Sosial, akan tetapi yang dipermasalahkan saat ini bantuan tersebut akan didistribusikan kepada siapa.

"Setidaknya data yang ada saat ini harus valid terlebih dahulu, jangan sampai ada data yang tidak sesuai, dan tidak jelas asal data tersebut dengan kata lain harus tepat sasaran" ujar Fadlianoor.

Ia pun menambahkan, " nantinya untuk penerima bantuan apa menggunakan data gakin, sementara penerima bantuan yang terdampak virus corona pastinya tidak semua masuk dalam golongan Gakin, melaikan semua lapisan masyarakat".

"Sementara itu bagaimana dengan masyarakat yang kesehariannya sebagai pedagang, Ojek Online atau Ojek pangkalan, supir angkot, bahkan saat ini banyak karyawan yang sudah mulai dirumahkan, Tentunya dampak sosial yang disebabkan adanya covid-19 bukan hanya masyarakat yang memiliki status gakin saja , oleh sebab itu Pemerintah kota Balikpapan harus teliti dalam mendata , jangan sampai bantuan yang di berikan tidak tepat sasaran" paparnya.

"Bahkan saat ini ada juga keluhan yang masuk pada saya, yang datang dari tenaga pengajar disekolah swasta akibat dampak dari virus corona, yang menyebabkan tidak adanya pemasukan yang diterima, sedangkan cicilan barang yang ada saat ini harus dibayarkan, dan pihak pemberi kredit tidak mau tau dengan adanya wabah corona".

"Untuk hal ini, sebaiknya pemerintah harus lebih teliti dalam setiap pendataan, jangan selalu menggunakan data yang ada saat ini saja, akan tetapi harus lebih jeli dalam melihat ini semua". Jika nantinya bantuan tersebut akan dilakukan pemerintah kota, sebaiknya pembagian tersebut dapat merata menyentuh semua masyarakat yang memang berhak menerima akibat dampak virus corona yang melanda kota Balikpapan.

Saat ini masyarakat selalu taat apa yang dihimbau oleh pemkot, asalkan kebutuhan masyarakat sehari-hari dapat tercukupi."Pastinya masyarakat akan taat untuk berdiam diri dirumah, asalkan kebutuhannya tercukupi, dan pembagian dana bantuannya pun harus merata".

Disamping itu Fadlianoor berharap, penerima bantuan merata, tidak boleh "doubel", maksudnya disini penerima bantuan tidak boleh menerima dari pemerintah pusat dan menerima pula bantuan dari pemerintah daerah.

"Dalam hal ini, sebaiknya percayakan pendataannya pada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat agat tepat sasaran dan juga RT lebih mengetahui setiap warganya yang mana berhak menerima bantuan". Terkait iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat ini masih tetap dan tidak ada perubahan, artinya belum mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh Mahkamah Agung (MA) soal pembatalan kenaikan.

"Tentu saja itu masih menunggu dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembatalan kenaikan iuran BPJS yang sudah diputuskan MA". Dan di Balikpapan sendiri sebaiknya pemkot dapat mengratiskan iuran BPJS masyarakat untuk golongan Kelas III, dan memberikan kompensasi pemotongan iuran sebesar 50 persen bagi golongan Kelas II,tegas Padli.

Balikpapan- Giat pemantauan titik penjagaan penutupan ruas jalan utama kota Balikpapan yang dilakukan Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi SIK bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos, turut dihadiri beberapa anggota DPRD lainnya yakni Taufik Qul Rahman dan Capt. Umar Hatta, Sabtu (11/4/2020) Malam.

Sebagai anggota DPRD yang di pilih oleh rakyat sudah sepatutnya untuk membela dan memberikan perhatian lebih kepada warga masyarakat kota Balikpapan, hal ini tergambar dengan beberapa anggota DPRD Balikpapan yang turun kelapangan untuk melihat secara langsung situasi kota Balikpapan serta melihat kondisi petugas yang berjaga melakukan penutupan di sejumlah jalan utama di kota Balikpapan

Pasca pemberantasan virus corona di kota Beriman ini , dan itupun merupakan hal yang harus dilakukan untuk memperhatikan petugas lapangan, pastinya ada banyak hal yang harus dipenuhi oleh pemerintah kota untuk petugas yang berjaga dilapangan.

Hal tersebut diungkapkan Capt. Hatta Umar anggota Komisi IV DPRD Balikpapan" saya sangat mengapresiasi giat yang dilakukan Kapolresta dan Ketua DPRD Balikpapan yang memantau langsung kelapangan dengan mendatangi setiap pos-pos penutupan ruas jalan utama yang ada dibeberapa titik di kota Balikpapan sekaligus mengontrol langsung kondisi para petugas jaga di setiap pos-pos penutupan".

"Pemerintah kota Balikpapan sebaiknya harus lebih memperhatikan asupan gizi petugas dilapangan, agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga kebugarannya selama bertugas , karena mereka merupakan salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang melanda kota kita" jelas Hatta.

Beliau menghimbau "Kepada masyarakat agar dapat menahan diri untuk tidak beraktifitas keluar rumah jika tidak terlalu penting, dan meskipun keluar rumah untuk membeli makan pun sebaiknya dibungkus saja , selalu menggunakan masker apabila di luar rumah, lakukan pola hidup sehat ,rajin cuci tangan, semoga Ujian yang melanda kita semua dapat teratasi, amin ,amin ya Robbal Alamin"tutup Hatta.

BALIKPAPAN,Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi SIK , bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh S Sos, Sabtu malam (11/4/2020) mendatangi beberapa titik pentutupan ruas jalan utama yang ada dikota Balikpapan, ini di lakukan guna menekan penyebaran wabah virus corona yang melanda kota Balikpapan. Kedatangan rombongan buat memastikan kesiapan serta keluhan apa saja yang dirasakan petugas dilapangan dalam menjalankan tugas penjagan di titik-titik penutupan jalan.

Kombes Pol Turmudi SIK menjelaskan kepada awak media bahwasanya kehadiran dirinya di titik penjagaan penutupan ruas jalan utama ,sebagai bentuk upaya memastikan situasi dilapangan dalam pencegahan Covid-19 yang mewabah di kota Balikpapan, disamping itu kedatanganya bersama ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh S,sos untuk memastikan dan mendengarkan keluhan serta sekaligus memberikan support pada tim yang bertugas dilapangan.

Tidak hanya titik -titik penutupan ruas jalan utama yang di sambangi Kapolresta Balikpapan bersama ketua DPRD kota Balikpapan ini Bukan hanya itu saja, rombongan juga menyempatkan menyinggahi beberapa posko siaga Covid-19 yang dibentuk masyarakat baik Lurah,FKPM,Bhabinsa serta Bhabinkamtibmas disetiap Kelurahan dalam upaya pencegahan virus corona yang hingga saat ini belum berakhir.

"Saya pribadi melihat situasi dilapangan saat ini, masyarakat kita sudh mulai sadar untuk selalu tetap berada dirumah, dan keluar rumah untuk hal yang penting saja ,walapun ada beberapa wilayah, seperti dikawasan Kampung Baru, Balikpapan Barat masih ada warung kopi yang di jadikan tempat tongkrongan oleh masyarakat "tutur Turmudi.

"Giat turun langsung kelapangan yang kita lakukan ini, bukan bertujuan untuk membubarkan masyarakat yang sedang duduk diwarung-warung, berkumpul , hanya saja untuk mengingatkan dan menghimbau mengenai aturan-aturan yang sudah di tetapkan Pemerintah kota Balikpapan pasca pemberantasan penyebaran Covid-19 di Balikpapan kepada masyarakat agar dapat menjaga jarak (Phcycal Distancing) dan menghindari yang namanya berkumpul di tengah keramaian (Social Distancing), dengan harapan semua masyarakat Kota Balikpapan sadar, betapa Bahayanya virus ini, selain itu kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan, dan gunakan selalu masker disaat bepergian keluar rumah"papar Kapolresta Kota Balikpapan 

Di tempat yang sama ketua DPRD Abdulloh S Sos menyampaikan " Pemerintah kota Balikpapan telah mengambil langkah dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai virus corona ini , salah satunya dengan menutup beberapa ruas jalan utama pada jam-jam tertentu, alhamdulillah kesadaran masyarakat saat ini sudah cukup baik, dimana sebagian besar masyarakat tetap berada dirumah untuk mengikuti himbauan yang di tetapkan pemerintah kota Balikpaan, meskipun memang masih ada sebagian masyarakat yang masih berada diluar, akan tetapi setidaknya sudah cukup membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19"jelas ketua DPRD Balikpapan.

Abdulloh menambahkan" giat keliling saya lakukan bersama Kapolresta dan jajarannya sebagai bahan evaluasi kedepan serta langkah apa yang akan di ambil nantinya setelah melihat kondisi dilapangan , saya menghimbau masyarakat kota Balikpapan agar tetap menikuti himbauan pemerintah , agar virus corona yang melanda kota kita ini bisa berakhir dengan cepat"tutup Abdulloh.

Swararepublika,Di tengah gempuran Virus Corona yang melanda kota Balikpapan , berbagai upaya diambil Pemerintah kota Balikpapan untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini , baik dengan Himbauan sampai memberlakukanya Buka Tutup ruas jalan utama pada jam-jam tertentu guna untuk membatasi warga masyarakat kota Balikpapan melakukan aktifitas di luar rumah.

Hal ini mendapat tanggapan Anggota DPRD dari fraksi PPP H.Nurhadi Saputra ,SH.MA," dirinya menyampaikan bahwa di lakukannya penutupan ruas jalan dibeberapa titik di Balikpapan tidak begitu maksimal , dikarenakan banyak masyarakat yang mengeluhkan penutupan ini, sebagian besar adalah pedagang dan petani, serta nelayan , karena mereka harus mencari nafkah buat keluarga mereka, kalau tidak bekerja mau makan apa, informasi di dapat langsung dari masyarakat di wilayah Balikpapan timur "kata Nurhadi.

Buka tutup Ruas Jalan di jam tertentu sangat berdampak pada prekonomian warga masyarakat kota Balikpapan khususnya di wilayah Balikpapan timur. Selain itu Dalam proses  penanganan covit -19,masyarakat Balikpapan Timur sangat menginginkan pembangunan Rumah sakit di wilayah tersebut 'di karenakan jauhnya jangkauan dari wilayah Balikpapan Timur menuju rumah sakit yang ada di kota Balikpapan ini.

"akhirnya menemukan jawaban bukannya dibangunkan rumah sakit yang sesungguhnya justru malah sebaliknya, Asrama Haji akan dijadikan tempat penanganan pasien pasien Codvid-19 , yang akan dirawat jika pasien yang terdampak virus corona bertambah atau membludak, ini membuktikan bahwa di wilayah Balikpapan Timur sangat di butuhkan pembangunan rumah sakit oleh masyarakat " imbuh nurhadi.

Nurhadi juga menambahkan ", pemerintah kota Balikpapan , khususnya dinas kesehatan harus lebih memperhatikan tenaga tenaga medisnya, baik dari segi suplemenya sampai Alat Pelindung Diri (APD) , salah satu contoh puskesmas manggar Baru satu satunya puskesmas yang buka 24 jam tapi tenaga medisnya tidak dilengkapi alat alat kelengkapannya seperti masker, sarung tangan yang terbatas bahkan mereka justru membuat sendiri , bayangkan kasiankan dengan tenaga tenaga medis ini padahal mereka yang berhadapan langsung jika menemukan ada pasien yang berdampak virus Corona".

" Kami meminta kepada pemerintah kota Balikpapan agar dapat memperhatikan lebih Baik lagi seperti tenaga medis, petugas lapangan, sampai masyarakat , serta mampu bergerak secepat mungkin untuk penanganan virus Corona Ini" ucap nurhadi.

Sebagai wakil rakyat kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi wabah virus corona yang melanda Kota kita, Patuhi Himbauan Pemerintah, Kurangi aktivitas di luar rumah jika tidak penting , sesering mungkin mencuci tangan, terapkan pola hidup sehat. semoga virus corona ini bisa teratasi dengan cepat" tutup nurhadi

BALIKPAPAN, Dampak Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 tidak hanya di Negara lain bahkan berimbas sampai ke Kota-kota yang ada di Indonesia terkhusus kota Balikpapan yang tidak luput dari penyebaran Virus Corona tersebut, bukan hanya itu hal ini pun Berdampak pada Perekonomian masyarakat di Kota Balikpapan.

Terkait dengan hal ini membuat Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah dengan membuat kebijakan memberikan subsidi pembayaran rekening PDAM bagi 82.321 pelanggan rumah tangga selama 3 bulan ,untuk mengurangi beban masyarakat akibat dampak dari penyebaran virus corona.

Seperti yang di sampaikan Taufik Qul Rahman ' anggota Komisi III DPRD kota Balikpapan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan, terkuhusus Wali kota dan Direktur Utama PDAM yang telah memberikan subsidi pembayaran pemakaian air PDAM sebanyak 10 m3(Kubik) per bulan , selama tiga bulan yang terhitung pemakaian mulai bulan Maret , April ,Mei , Rabu (08/04/2020) di ruang kerjanya.

“Saya berharap Jangan hanya 80 ribu lebih pelanggan saja yang diberi Bantuan Subsidi(Kompensasi), tetapi seluruh pelanggan PDAM yang ada di kota Balikpapan juga di berikan Bantuan Berupa Subsidi 10m3 .terkecuali Hotel, Mall, Pasar Modern dan Rumah Kos itu harus diwajibkan bayar Full”, imbuh taufik.

“Pada dasarnya dengan adanya musibah wabah virus corona atau covid -19 yang melanda kota Balikpapan, saya berharap kepada Pemkot Balikpapan, apa saja yang bisa dibantu untuk Masyarakat khususnya masyarakat kecil, masyarakat menegah agar segera bisa  di bantu secepatnya mengingat dampak virus ini sangat besar terhadap masyarakat” harapnya, Taufik.

"Saya meminta kepada pemerintah kota agar bisa menggratiskan secara full, tapi kita tetap bersukur bahwa walikota telah memberikan kompensasi berupa subsidi kepada 82.321 pelanggan dari 140 ribu lebih yang ada di kota Balikpapan, mudah-mudahan Pemkot Balikpapan bisa mensubsidi semua pelanggan yang ada di Balikpapan"tuturnya Taufik.

" Dalam memberantas serta memutus mata rantai Virus Corona yang melanda kota Balikpapan , Mari kita ikuti Himbauan Pemerintah Kota Balikpapan Agar tetap berada di rumah , dengan mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting, rajin mencuci tangan, menerapkan pola hidup sehat, menggunakan masker, mari kita sama -sama bahu membahu memberantas virus yang sangat membahayakan ini" tutup Taufik.

BALIKPAPAN,6/4/2020,Anggota DPRD dari fraksi Perindo Capten Hatta Umar melakukan monitoring terkait dengan penutupan ruas jalan dibeberapa titik yang ada diBalikpapan.

Monitoring ini dilakukan karena anggota DPRD juga bagian dari fungsi pengawasan dan ingin menyaksikan secara langsung dilapangan akan situasi dan kondisi yang terjadi.

Hatta Umar yang duduk di komisi IV terus melakukan komunikasi yang intens kepada seluruh petugas dilapangan "dari beberapa titik ruas jalan yang ditutup ada saja ditemukan oleh petugas jaga yang selalu beradu argument oleh sipengendara baik roda 4 maupun roda 2 yang ingin menerobos atau melewati jalur yang sudah diportal dengan alasan yang tidak logis.

Masih Hatta"dalam pelaksanaan monitoring di beberapa titik yang dijumpai anggota DPRD dari fraksi Perindo sempat bertanya kepada petugas jaga dilapangan ternyata masih ada ketidak singkronan jadwal Buka Tutup jalan dibeberapa titik, ada yang mengatakan jam 2 dan ada juga yang mengatakan jam 4 artinya hal hal yang demikian mestinya harus singkron.

Hatta menyampaikan kepada seluruh petugas jaga dilapangan untuk mengkonsumsi Vitamin atau suplement karena anggaran itu ada, jangan sampai petugas yang jaga dilapangan ikut sakit karena adanya cuaca yang tidak menentu.

Banyak kekurangan kekurangan yang dilihat secara nyata dilapangan seperti contoh pengiriman asupan makanan untuk petugas jaga mestinya semua harus serentak dalam pengiriman makanan dan kopi ada juga yang belum mendapatkan suplemen serta Vitamin.

ini yang harus betul betul diperhatikan kepada pemerintah karena semua anggaran nya ada jangan sampai petugas dilapangan jadi ikut sakit, Menurut anggota DPRD dari partai perindo ini  bahwa program pemerintah harus secara cepat dan tegas mengambil tindakan bagaimana  dilaksanakan agar virus corona ini berakhir supaya masyarakat cepat beraktifitas, jika pemerintah pusat mengeluarkan aturan tentunya pemerintah daerah yang lebih faham untuk daerahnya.

Pemerintah kota tidak bisa membebankan semua ini kepada masyarakatnya ini semua tanggung jawab pemerintah dalam hal penanganan, keterlibatan masyarakat cukup mengikuti anjuran dari pemerintah jangan sampai sedikit sedikit swadaya masyarakat kasian masyarakat sudah sangat menderita dengan adanya wabah virus corona.

sementara DPRD melakukan rapat bersama jajaran pemerintah kota sudah menganggarkan untuk penanganan virus covit -19 ini. Jika ingin penanggulangan Virus Corona ini secara efektik dan maksimal mestinya disetiap RT harus disiapkan alat alat semprot disinfektan secara merata karena anggarannya ada,tegas Hatta.

BALIKPAPAN,Anggota DPRD dari Dapil timur Nurhady menyampaikan syukur alhamdulillah terkait dengan reses beliau sudah menjalankan tugas itu,  tetapi hanya dengan melakukan komunikasi lewat handphone dan aplikasi whatsapp ditambah juga dengan melakukan pertemuan terbatas sekitar 4 sampai 5 orang saja karena sesuai dengan anjuran pemerintah kita semua harus mengikuti imbauan imbauan tersebut.

Meskipun kegiatan reses ini tidak seperti biasanya dengan mengumpulkan banyak warga tetapi dengan adanya wabah virus corona ini kita semua harus saling memahami dan mengikuti apa yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Sebagai wakil rakyat dari dapil timur Nurhady menegaskan artinya jangan sampai menjadi sorotan dimana warganya dihimbau untuk tidak melakukan kumpul kumpul, "sosial distancing" melakukan jarak/batasan, dan tentunya masyarakat diminta untuk banyak diam dirumah tidak perlu keluar kecuali ada hal hal yang sangat urgent atau mau membeli kebutuhan sembako.

Dalam penanganan covit-19 untuk diwilayah timur secara pribadi ditambah dengan adanya permintaan dimasyarakat anggota dewan dari fraksi PPP nurhady sudah mengupayakan bahkan melakukan penyemprotan disinfektan ke berbagai rumah warga ditambah juga dengan melakukan  bagi bagi masker ,sarung tangan untuk warga,jelasnya.

Ini semua dilakukan karena memang tidak adanya ketersediaan untuk dimasyarakat apalagi situasi seperti sekarang ini sudah menjadi barang langka hingga akhirnya anggota DPRD dari komisi II melibatkan para pengrajin yang ada diwilayah timur untuk membuat masker kain sekitar 300 masker ditambah 1300 sarung tangan yang tentunya semua dikerjakan secara dadakan atau singkat tapi syukur alhamdulillah setidaknya masyarakat diwilayah Balikpapan timur terbantukan,ungkap Nurhadi.

BALIKPAPAN, Dalam memudahkan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam mendata masyarakat yang keluar masuk Balikpapan kesetiap lingkungan Rukun Tetangga (RT) guna memutus penyebaran virus corona. Melalui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan disetiap Kelurahan yang ada di Balikpapan, dimana setiap Kelurahan membentuk "Kampung Siaga Covid-19" Bertindak sebagai Narasumber dalam pembentukan kampung siaga covid-19 Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat (Balbar),Sabtu (05/04/2020)

Anggota DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman menyambut baik adanya pembentukan satgas dilingkungan RT kampung siaga covid-19 yang menurutnya sangat bagus, guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 kemasyarakat.

Selain itu juga sebagai pengingat bagi masyarakat tentang bahayanya penyebaran covid-19 yang begitu sangat cepat. Taufik juga menyampaikan "agar disetiap rumah wajib menyiapkan tempat untuk mencuci tangan, karena itu merupakan salah satu edukasi bagi masyarakat untuk pencegahan penyebaran virus corona yang mewabah di kota Balikpapan saat ini"ujarnya.

Kampung siaga covid-19 nantinya berfungsi untuk saling berkoordinasi dalam mendata warga disetiap RT yang masuk maupun keluar dilingkungan RT yang terindikasi terjangkit virus corona yang dibawa dari luar daerah. RT setempat juga nantinya akan diberikan edukasi agar tidak panik dan segera melaporkan pada satgas covid-19 yang dibentuk kelurahan atau puskesmas terdekat, sehingga dapat menjaga agar tidak terjadi kepanikan dimasyarakat.

Taufik meminta "agar masyarakat selalu waspada, dikarenakan saat ini penyebaran virus corona begitu sangat sensitif dan sulit terdeteksi siapa yang terjangkit virus covid-19' RT juga harus selalu menghimbau setiap warganya masing-masing agar menghindari jam malam, dan harus lebih sering melakukan interkasi didalam rumah saja, serta melakukan perilaku hidup bersih setiap hari"tutupnya

BALIKPAPAN,virus corona dikota Balikpapan hingga saat ini belum berakhir, bahkan di Balikpapan sendiri saat ini terdapat sebelas pasien covid-19 yang tengah dirawat, tentu saja butuh keseriusan dan kerja keras dari Pemerintah Kota dalam menghadapi serangan virus mematikan di kota Balikpapan saat ini.

Namun bukan saja Pemerintah, melainkan seluruh masyarakat kota Balikpapan diharapkan dapat terlibat dengan membantu pemerintah kota, bekerja sama dalam memberantas virus corona ini dengan mematuhi seluruh "Himbauan" Pemerintah, salah satuanya untuk tetap berada dirumah dan jangan keluar rumah jika tidak begitu penting dan mendesak.

Hal tersebut disampaikan Parlindungan Sihotang SE Anggota komisi IV DPRD Balikpapan saat berada di Posko Siaga Covid-19 dikawasan Perum BDS 2,terkait langkah pemerintah memberlakukan buka tutup Ruas jalan pada jam tertentu di kota Balikpapan, Minggu (5/4/2020).

Parlindungan sendiri mengatakan "bahwa saat ini langkah-langkah yang sudah dilakukan pemkot sudah cukup banyak dalam penanganan covid-19, salah satunya adalah dengan melakukan buka tutup beberapa ruas jalan yang ada di kota Balikpapan pada jam - jam tertentu, langkah ini diambil guna mengurangi aktifitas masyarakat keluar rumah untuk hal yang tidak begitu penting"kata parlindungan.

Masih Parlindungan "Seharusnya pemerintahan kota Balikpapan juga bisa memberikan edukasi terhadap masyarakat, bahwa buka - tutup jalan yang dilakukan pemerintah di jam-jam tertentu bukan semata-mata ditutup, melainkan salah satu cara pemerintah untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa masyarakat memang harus berada dirumah untuk sementara waktu, boleh keluar rumah untuk hal yang sifatnya mendesak(urgent), mudah -mudahan masyarakat kota Balikpapan memahaminya" ucapnya.

"Kenapa jalan tidak ditutup 24 jam, itu dikarenakan supaya tidak memberikan kesan bahwa wilayah ini sudah darurat sipil, akan tetapi penutupan jalan hanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap dirumah"jelas Politisi Partai Nasdem.

"Jadi itulah merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberantas codvid-19 yang semakin meresahkan warga msayarakat, namun memang masih banyak hal-hal yang kurang dan perlu segera di benahi oleh pemerintah kota dalam memberantas codvid-19 , selain itu pemerintah juga harus memikirkan kebutuhan - kebutuhan pokok (standar) kepada masyarakat.

Dan juga pemerintah kota Balikpapan harus menyediakan Alat Pelindung Diri (APD), untuk tenaga medis yang semakin kekurangan, serta ketersedian disinfektan dan Hand Sanitizer dirumah-rumah warga yang saat ini sudah sangat sulit didapatkan. " pungkas Parlindungan.