Kordinator Perencanaan Dispora Kaltim Juanda menegaskan pembangunan gedung parkir guna meningkatkan kenyamanan pengunjung 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tengah mempersiapkan solusi atas masalah parkir yang selama ini menjadi kendala di Stadion Gelora Kadrie Oening. Pembangunan gedung parkir modern direncanakan untuk mengatasi keluhan masyarakat, khususnya saat berlangsungnya acara besar.

Juanda, Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim, menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperbaiki tata ruang di sekitar stadion. “Selain menambah kapasitas parkir, kami ingin menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi semua pengguna fasilitas stadion,” ujar Juanda.

Langkah ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Yuni, seorang warga Samarinda yang sering menghadiri acara olahraga di stadion, menyambut baik rencana tersebut. “Selama ini sulit sekali mendapatkan tempat parkir, apalagi kalau acaranya besar.

Mudah-mudahan pembangunan ini cepat terealisasi,” ungkapnya. Namun, ada juga tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan pendanaan dan pengelolaan proyek ini. Juanda menjelaskan bahwa penganggaran diproyeksikan masuk dalam APBD Perubahan 2025 atau APBD Murni 2026.

Selain itu, pengelolaan gedung parkir akan melibatkan sistem keamanan modern untuk menjaga kenyamanan pengguna. Selain mengatasi masalah parkir, Dispora juga berupaya mengembalikan fungsi trotoar yang selama ini digunakan sebagai lahan parkir sementara.

Hal ini diharapkan tidak hanya memperindah kawasan stadion tetapi juga memberikan ruang lebih bagi pejalan kaki. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Samarinda.

Dengan rencana ini, Stadion Gelora Kadrie Oening diharapkan tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga simbol tata kelola fasilitas publik yang lebih baik di Kalimantan Timur.

(ADV/Dispora Kaltim)


H Hasbar Mara menyampaikan Dispora Kaltim menyelenggarakan pelatihan bagi para pengelola destinasi wisata 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kalimantan Timur memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan berkat kekayaan alamnya yang melimpah. Untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, diperlukan pengelolaan yang profesional dan terencana.

Menjawab tantangan ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menyelenggarakan pelatihan bagi para pengelola destinasi wisata di wilayah tersebut. “Dispora memfasilitasi pelatihan ini, tetapi pembinaan selanjutnya adalah tanggung jawab Dinas Pariwisata,” ungkap H. Hasbar Mara, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, saat diwawancarai di Samarinda.

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan membekali para pengelola dengan pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan standar pelayanan di destinasi wisata. Dispora Kaltim memainkan peran penting dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran pelatihan.

Namun, Hasbar mengakui adanya keterbatasan anggaran yang menjadi kendala dalam memberikan bantuan langsung berupa fasilitas material. “Postur anggaran kita terbatas, sehingga prioritas utama diberikan pada pelatihan. Dengan begitu, para pengelola memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memaksimalkan potensi destinasi wisata mereka,” jelasnya.

Pelatihan ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan daya tarik wisata Kalimantan Timur. Selain itu, para peserta pelatihan didorong untuk memahami pentingnya standar pelayanan yang baik dalam menarik wisatawan. Upaya ini tidak hanya mendukung perkembangan sektor pariwisata, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian lokal.

Dispora optimistis bahwa langkah ini mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Kaltim secara signifikan. Dengan pengelolaan yang lebih profesional, destinasi wisata di Kalimantan Timur berpeluang menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata bisa menjadi salah satu motor utama pembangunan daerah,” tutup Hasbar.

Ke depan, kolaborasi antara Dispora dan Dinas Pariwisata diharapkan dapat lebih ditingkatkan untuk menjamin keberlanjutan pengembangan destinasi wisata.

Optimalisasi potensi ini tidak hanya akan mengangkat sektor pariwisata Kaltim, tetapi juga memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia.

(ADV/Dispora Kaltim)

Agus Hari Kusuma menegaskan mutasi atlet Dispora Kaltim belum menerima laporan resmi dari KONI Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan penjelasan mengenai isu mutasi atlet yang tengah ramai diperbincangkan.

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kusuma, yang juga menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur, menegaskan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim mengenai permasalahan tersebut.

“Sejauh ini, kami belum mendapatkan laporan resmi terkait mutasi atlet. Untuk hal-hal teknis lebih lanjut, sebaiknya menghubungi langsung KONI, karena mereka yang memiliki wewenang dalam keputusan tersebut,” kata Agus.

Agus menjelaskan bahwa tugas Dispora Kaltim lebih fokus pada pengelolaan anggaran yang mendukung kegiatan KONI, terutama dalam mempersiapkan atlet untuk berbagai ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kami hanya memastikan anggaran yang disiapkan sesuai dengan kapasitas daerah dan kebutuhan KONI, serta mendukung peningkatan prestasi atlet,” tambahnya.

Mengenai isu pemindahan atlet antar klub atau cabang olahraga, Agus menegaskan bahwa itu sepenuhnya merupakan ranah KONI. “Keputusan mengenai mutasi atlet atau hal teknis lainnya menjadi kewenangan KONI, sementara Dispora hanya bertanggung jawab untuk memastikan alokasi anggaran yang tepat,” jelasnya.

Lebih jauh, Agus mengharapkan KONI Kaltim dapat lebih transparan dalam memberikan laporan perkembangan atlet dan kebutuhan teknis mereka. “Transparansi laporan sangat penting agar publik dapat memahami dengan jelas.Kami berharap informasi yang disampaikan dapat memudahkan kami dalam memberikan dukungan yang optimal,” ungkapnya.

Agus juga menekankan pentingnya kerjasama yang kuat antara pemerintah daerah dan KONI dalam upaya pengembangan olahraga di Kaltim. “Melalui kolaborasi yang solid, kami berharap Kaltim dapat terus mencetak atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” tutupnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kadispora Kalimantan Timur Agus Hari Kusuma menekankan adanya perubahan dalam pelatihan atlet guna menggali potensi yang terbaik 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin memperkuat komitmennya untuk meningkatkan sektor olahraga dengan fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah sistem pengelolaan Standard Development Index (SDI) yang masih dirasa kurang optimal jika dibandingkan dengan daerah lain yang lebih maju.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kusuma, menegaskan perlunya perubahan signifikan dalam sistem pelatihan atlet guna menggali potensi terbaik mereka. Agus menambahkan bahwa SDI memiliki peranan penting dalam mengevaluasi berbagai aspek seperti fisik, mental, dan bakat seorang atlet, untuk memastikan mereka dapat bergabung dengan cabang olahraga yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“SDI merupakan dasar penting dalam menentukan proses pelatihan atlet. Tanpa data yang tepat, sulit untuk mengetahui apakah seorang atlet lebih unggul dalam cabang olahraga individu atau lebih cocok di olahraga tim. Oleh karena itu, sistem pengukuran standar sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Namun, Agus juga menyatakan bahwa pengelolaan SDI di Kaltim saat ini masih dilakukan secara manual dan belum didukung oleh teknologi modern, berbeda dengan negara-negara maju yang telah menggunakan laboratorium olahraga berteknologi tinggi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Dispora Kaltim tengah merancang pembangunan laboratorium klinik olahraga yang akan menjadi pusat pengukuran SDI berbasis teknologi mutakhir, serupa dengan sistem yang telah diterapkan di negara seperti Korea Selatan.

“Laboratorium ini akan mengubah cara kami dalam membina atlet, dari yang konvensional menjadi lebih berbasis data dan teknologi. Ini merupakan langkah pertama menuju transformasi besar dalam dunia olahraga di Kaltim,” ungkap Agus.

Di masa depan, laboratorium ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dalam pemetaan potensi atlet, sehingga proses pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Agus optimis, dengan adanya fasilitas ini, kualitas atlet Kaltim akan semakin meningkat, dan mereka akan lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui pendekatan yang mengutamakan teknologi dan data yang akurat, kami yakin dapat melahirkan atlet yang berprestasi dan membawa Kaltim ke puncak kejayaan olahraga. Ini juga bagian dari visi kami menjadikan Kaltim sebagai pusat pembinaan olahraga unggul di luar Pulau Jawa,” tambah Agus.

Ia berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan olahraga dengan pendekatan yang lebih ilmiah. Menurut Agus, masa depan olahraga nasional tidak hanya ditentukan oleh bakat alami, tetapi juga oleh teknologi dan sistem pembinaan yang terstruktur.

“Kaltim bertekad untuk menjadi pionir dalam perubahan cara pembinaan olahraga. Dengan visi yang kuat dan fasilitas yang memadai, kami yakin Kaltim bisa menjadi kekuatan besar dalam olahraga Indonesia,” tutup Agus.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur Agus Hari Kusuma 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam bidang olahraga, menjadikannya salah satu daerah yang patut diperhitungkan di Kalimantan Timur. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agus Hari Kusuma, yang juga bertugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Kutim, mengapresiasi semangat masyarakat yang semakin tinggi dalam berbagai aktivitas olahraga.

Agus menyoroti bahwa lonjakan partisipasi masyarakat terlihat dari banyaknya kejuaraan yang digelar secara rutin, baik oleh pemerintah maupun komunitas lokal. Kegiatan olahraga kini menjadi bagian integral dari kehidupan warga Kutim. “Setiap hari ada saja kegiatan olahraga di Kutim. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya aktif, tetapi juga memiliki tekad besar untuk berkembang di berbagai cabang olahraga,” ungkap Agus.

Beberapa cabang olahraga unggulan di Kutim, seperti panjat tebing dan balap motor, mengalami kemajuan signifikan. Agus mencatat bahwa kemajuan ini tak lepas dari pembangunan fasilitas yang menunjang para atlet untuk berlatih dan bertanding. Sirkuit balap motor di Kutim, misalnya, telah menjadi pusat aktivitas penting yang melahirkan atlet-atlet berbakat. “Fasilitas adalah fondasi utama untuk kemajuan olahraga. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, potensi atlet Kutim bisa dikembangkan lebih optimal,” ujarnya.

Selain prestasi, Agus menekankan pentingnya olahraga sebagai medium sosial untuk mempererat persaudaraan. Ia mendorong inisiatif seperti turnamen antar pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak hanya mempromosikan kesehatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarindividu.

Sebagai langkah ke depan, Dispora Kaltim berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan Kutim sebagai salah satu daerah unggulan di bidang olahraga.

“Kolaborasi dan semangat yang solid akan membawa Kutim ke arah yang lebih baik. Saya yakin Kutim bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain, baik dalam hal prestasi maupun penguatan komunitas olahraga,” tutup Agus.

(ADV/Dispora Kaltim)

 

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim H Hasbar Mara

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Kalimantan Timur (Kaltim) yang kaya akan potensi seni, khususnya di bidang musik, masih menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan bakat muda. Meski tersebar di 10 kabupaten/kota, talenta musik di daerah ini belum dapat digali secara maksimal.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengakui adanya kesulitan dalam menjaring serta mengarahkan pemuda untuk berpartisipasi dalam kompetisi musik. Menurut H. Hasbar Mara, Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, kompetisi musik menjadi salah satu sarana strategis untuk menemukan bakat tersembunyi.

Namun, pelaksanaan kompetisi tersebut belum berjalan optimal. “Selama dua tahun terakhir, kami kesulitan menjaring dan memenuhi kuota peserta untuk kompetisi musik yang diadakan,” jelas Hasbar saat ditemui di Gedung Utama Kadrie Oening Tower.

Salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi adalah minimnya informasi terkait kegiatan musik yang diselenggarakan. Tahun lalu, misalnya, hanya 12 peserta yang mengikuti festival musik yang digelar Dispora Kaltim. Kondisi ini dinilai jauh dari harapan, mengingat banyaknya bakat terpendam di daerah tersebut.

Hasbar menyebutkan bahwa sosialisasi yang kurang masif menjadi tantangan utama. Pemanfaatan media sosial atau jaringan komunitas lokal untuk menyebarluaskan informasi dinilai belum optimal. Padahal, kompetisi seperti ini diharapkan mampu membuka peluang bagi musisi muda untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Dispora Kaltim kini menaruh harapan pada alokasi anggaran yang lebih besar serta strategi promosi yang lebih efektif di masa mendatang. Diharapkan, langkah ini dapat meningkatkan antusiasme pemuda Kaltim terhadap seni musik dan menjaring lebih banyak peserta berbakat.

“Kami percaya, jika pendekatan yang lebih terarah dilakukan, potensi besar di Kaltim ini akan lebih mudah ditemukan dan dikembangkan,” ujar Hasbar optimis.

Ke depan, Dispora Kaltim berencana menjalin kerja sama dengan sekolah, komunitas seni, serta media lokal untuk memaksimalkan potensi seni musik di Kaltim. Melalui langkah tersebut, Dispora berharap generasi muda dapat lebih percaya diri menampilkan karya mereka dan membawa nama Kaltim ke panggung yang lebih luas.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim Margaretha 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Era bonus demografi membawa peluang besar bagi Indonesia, tetapi juga memunculkan tantangan yang memerlukan kesiapan generasi muda. Menyadari pentingnya peran pemuda dalam masa ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menggelar Seminar Kepemimpinan bertema “Peluang Bonus Demografi dan Tantangan Daya Saing Pemuda” di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan agar mampu bersaing dalam dunia yang terus berkembang. Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Margaretha, menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam menghadapi perubahan.

“Mahasiswa dan pemuda harus siap menjadi tombak kegiatan yang membawa perubahan positif,” katanya dalam sambutan. Margaretha menjelaskan, untuk memastikan pemuda siap menghadapi tantangan global, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Regenerasi adalah kunci. Kami, generasi tua, akan berakhir, dan pemuda harus siap melanjutkan tanggung jawab besar di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akses pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Seminar ini dirancang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mengedepankan diskusi interaktif dengan para ahli dari berbagai bidang. Peserta diberi kesempatan untuk bertukar pandangan dan mendapatkan wawasan baru, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka baik secara lokal maupun internasional.

Dispora Kaltim berharap kegiatan ini menjadi jembatan yang memperkuat jejaring antara generasi muda dan para profesional, sehingga tercipta sinergi untuk pengembangan diri. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat mempersiapkan pemuda sebagai motor penggerak pembangunan di Kalimantan Timur dan Indonesia pada umumnya.

Seminar ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk menyadari potensi besar yang dimiliki sekaligus tanggung jawab besar yang menanti mereka. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu menjawab tantangan era bonus demografi dan membawa Indonesia menuju kemajuan.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala Seksi kepemimpinan kepeloporan dan kemitraan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur Rusmulyadi 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Indonesia kini berada di era bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif mencapai puncaknya. Situasi ini membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dan sosial.

Namun, bonus ini hanya akan memberi manfaat maksimal jika pemuda mampu menghadapi tantangan dengan meningkatkan daya saing. Dalam seminar bertema “Peluang Bonus Demografi dan Tantangan Daya Saing Pemuda”, Kepala Seksi Kepemimpinan Kepeloporan dan Kemitraan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusmuliyadi, mengingatkan pentingnya peran strategis pemuda dalam memanfaatkan momen ini.

“Pemuda harus menyadari potensi bonus demografi ini. Kita tidak bisa hanya berada di zona nyaman, tetapi harus meningkatkan daya saing,” tegasnya.

Menurut Rusmuliyadi, keberhasilan pemanfaatan bonus demografi bergantung pada kemampuan generasi muda untuk beradaptasi dengan perubahan, berinovasi, dan mengambil peran aktif. Ia pun memiliki harapan besar terhadap pemuda Kaltim agar mampu menduduki posisi strategis di tingkat nasional.

“Saya ingin melihat generasi muda Kaltim menjadi menteri atau bahkan pemimpin nasional. Ini adalah peluang besar yang harus disiapkan dari sekarang,” tambahnya.

Seminar ini juga menyoroti pentingnya sinergi dari berbagai pihak untuk mendukung kesiapan pemuda. Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan berperan aktif dalam menyediakan akses pendidikan, pelatihan, serta peluang yang relevan.

Dukungan ini diharapkan mampu menciptakan pemuda yang kompeten, berdaya saing tinggi, dan siap menghadapi tantangan global. Dispora Kaltim menekankan bahwa seminar tersebut menjadi langkah awal untuk memotivasi pemuda agar keluar dari zona nyaman mereka.

Generasi muda diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam pembangunan daerah, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Dengan adanya bonus demografi, masa depan Indonesia ada di tangan pemuda.

Melalui kolaborasi dan upaya bersama, diharapkan momen emas ini tidak terlewatkan begitu saja, melainkan menjadi landasan menuju kebangkitan ekonomi dan sosial yang lebih besar.

(ADV/Dispora Kaltim)

Rasman Rading menyampaikan Dispora Kaltim akan menjembatani konflik dualisme Ferkushi

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - Perselisihan internal yang melibatkan dualisme kepengurusan Federasi Kurash Seluruh Indonesia (Ferkushi) di Kalimantan Timur menarik perhatian serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.

Dispora Kaltim menyatakan komitmennya untuk berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik ini demi memastikan keberlanjutan dan perkembangan olahraga di daerah tersebut. Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan atlet sangat bergantung pada stabilitas kepengurusan organisasi olahraga.

Ia menambahkan, permasalahan internal seharusnya diselesaikan melalui prosedur yang sah dan sesuai aturan. “Perpecahan dalam organisasi dapat merugikan pembinaan atlet. Kami berharap semua pihak menyelesaikan permasalahan ini dengan mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Rasman.

Ia menjelaskan bahwa ketegangan ini bermula dari perbedaan pandangan dalam tubuh organisasi, namun ia optimistis bahwa penyelesaian melalui musyawarah dan komunikasi terbuka dapat menjadi solusi terbaik.

“Dualisme ini muncul akibat adanya perbedaan perspektif. Kami yakin, melalui dialog yang konstruktif, masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” lanjut Rasman.

Meskipun Dispora Kaltim tidak memiliki wewenang langsung atas kepengurusan cabang olahraga tersebut, Rasman memastikan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi jalannya mediasi dan mencari solusi atas konflik yang ada. “Kami siap untuk menjadi fasilitator dalam menyelesaikan masalah ini. Yang paling penting adalah menemukan solusi yang adil dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tambahnya.

Dispora Kaltim berharap semua pihak terkait dapat bekerja sama untuk mencapai solusi terbaik yang akan mendukung kemajuan olahraga di Kalimantan Timur. Rasman juga menekankan bahwa niat baik sangat diperlukan agar masalah ini tidak berlarut-larut.

“Dengan semangat yang baik, kami yakin konflik ini bisa segera diselesaikan. Kami tidak ingin masalah ini mengganggu prestasi olahraga di Kalimantan Timur,” tutupnya.

(ADV/Dispora Kaltim)

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading menyampaikan ingin membangkitkan kejayaan SKOI di Kaltim 

SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), tengah berusaha mengembalikan kejayaan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim sebagai lembaga pembinaan atlet berbakat di provinsi ini.

SKOI yang dulu dikenal sebagai pusat pembinaan bagi atlet muda dengan potensi besar diharapkan dapat kembali menghasilkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. “Kami berencana mengadakan pertemuan dengan Kesra untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar SKOI bisa berkembang kembali.

Tujuan utama kami adalah menjadikan SKOI sebagai pusat olahraga unggulan di Kaltim, sesuai dengan visi misi yang pernah digagas oleh Bapak Awang Faroek,” ujar Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim. Rasman mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memahami akar permasalahan penurunan kinerja SKOI.

Ia menduga ada faktor pengelolaan yang belum optimal serta terbatasnya kesempatan bagi atlet untuk mengikuti try out di luar provinsi atau bahkan luar negeri. “Kami akan melakukan evaluasi mendalam untuk mencari tahu faktor penyebabnya, termasuk kemungkinan adanya masalah dalam pengelolaan atau kurangnya kesempatan bagi atlet untuk berlaga di luar daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Rasman menekankan bahwa fokus utamanya adalah mencari solusi dan tidak terjebak dalam masalah yang ada. “SKOI memiliki potensi luar biasa, namun selama beberapa tahun terakhir potensi itu belum sepenuhnya dimaksimalkan. Kami lebih mengutamakan upaya untuk menemukan solusi konkret guna memperbaiki situasi ini,” tambahnya.

Dengan tekad yang bulat, Dispora berharap SKOI akan kembali menjadi kebanggaan Kalimantan Timur dan menghasilkan atlet terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. “Kami yakin SKOI akan bangkit kembali sebagai pusat prestasi olahraga di provinsi ini,” tutup Rasman.

(ADV/Dispora Kaltim)

  1. Dispora Kaltim Berdayakan Pemuda Untuk Hadapi Tantangan Global
  2. Dispora Kaltim Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional dengan Inovasi Alat yang Aman
  3. Malam Anugerah Pemuda: Momentum Apresiasi dan Inspirasi di Hari Sumpah Pemuda Kaltim
  4. Dispora Kaltim Siapkan Generasi Muda yang Tangguh Melalui Program Strategis
  5. Rasman Berikan Semangat Buat Semua Atlet Piala Gubernur U-13 dan U-15
  6. Dispora Kaltim Fokus Perluas Akses Olahraga di Daerah Terpencil untuk Kembangkan Bakat Atlet Muda
  7. Dispora Kaltim Gelar Kejuaraan Paradik Pelajar 2024, Dorong Atlet Disabilitas Berprestasi
  8. Dispora Kaltim Gencarkan Pelestarian Budaya Lewat Olahraga Tradisional
  9. Dispora Kaltim Ingatkan Generasi Muda untuk Lebih Bijak Bersosial Media
  10. Dispora Kaltim Mulai Penyusunan Rencana Strategis Baru untuk RPJMD 2024-2026
  11. Dispora Kaltim Hadirkan Sistem Barcode untuk Menerima Masukan tentang Fasilitas Olahraga
  12. Penyelesaian Balap Liar, Dispora Kaltim Gandeng Polda dan Polres
  13. Dispora Kaltim Selenggarakan Turnamen Kaltim Open Pickleball 2024 di Unmul
  14. BERITA 62 UPTD Dispora Kaltim Menilai Potensi Kerja Sama Pengelolaan Parkir di GOR Kadrie Oening Samarinda
  15. Dispora Kaltim Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Olahraga dengan Pelatihan Berkelanjutan
  16. Dispora Kaltim Inisiasi IPO untuk Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat dalam Olahraga
  17. Dispora Kaltim Dorong Pemuda untuk Tunjukkan Kreativitas di Tingkat Nasional
  18. Rasman Tekankan Pentingnya Mental Tanding bagi Atlet di Pra POPNAS
  19. Dispora Kaltim Tingkatkan Kewirausahaan Pemuda untuk Kurangi Pengangguran
  20. Rasman Dukung Pengembangan Bakat Atlet Muda Lewat Kejuaraan Pelajar