
SWARAREPUBLIKA.com, Samarinda - 94 finalis kontingen Kaltim, dengan perak yang mendominasi. Setidaknya ada 55 medali perak yang berhasil dibawa pulang dari PON XXI/2024 Aceh dan Sumut lalu. Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menyebut 29 medali emas, yang gagal menjadi emas ada 55. Seandainya yang 55 itu separuhnya lolos, maka peringkat 5 bukan mustahil.
“Catatan terpenting kita adalah mental tanding atlet, dan fisik. Karena itu kedepan, kami sudah mencanangkan KONI Kaltim akan membentuk pelatih fisik yang jumlahnya 1.000 orang,” ujar Rusdi. Pada 2025 mendatang, dengan anggaran baru, pihaknya akan mencetak 1.000 pelatih fisik.
Langkah itu dilakukan untuk mewujudkan harapannya. “Tidak mungkin kita bisa prima, kalau fisiknya juga tidak prima. Contoh kita kemarin punya atlet sambo, ada 4 medali emas di BK PON. Semuanya gagal, tidak satupun menghasilkan emas,” jelasnya. “Begitu juga di kick boxing, karena satu medali emas di BK PON juga hilang. Ketika di lapangan, kami melihat fisik mereka,” lanjutnya.
Selain fisik, dikatakan Rusdi mental juga mendominasi. Meskipun pihaknya sudah mendatangkan psikolog yang luar biasa. “Namanya mba Neita itu kan masuk dalam squad psikolog Pelatnas SEA Games Kamboja. Itu juga kita tarik, dan dia memang orang asli daerah kita,” tuturnya.
Beberapa hal itu yang dikatakan Rusdi menjadi cacatan penting, dan harus terus dievaluasi di event-event yang akan datang. Foto: Atlet yang berhasil dapat medali perak, karena mental jatuh di final.
(ADV/Dispora Kaltim)