Kepala Satpol-PP Kota Balikpapan Boedi Liliono 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan menerapkan kebijakan ketat terkait jam operasional tempat hiburan malam, termasuk biliar, selama bulan suci Ramadan. Langkah ini bertujuan menjaga ketenangan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah memastikan bahwa seluruh tempat biliar wajib tutup paling lambat pukul 23.00 WITA.

Kepala Satpol PP Kota Balikpapan, Boedi Liliono, menegaskan bahwa aturan ini bukan pelarangan total, melainkan bentuk penghormatan terhadap kesucian Ramadan.

"Kami hanya membatasi, bukan melarang. Tujuannya agar ibadah masyarakat tetap berlangsung dengan khidmat," ujarnya, Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan seharusnya dihormati oleh semua pihak, termasuk pemilik tempat hiburan. Oleh karena itu, kebijakan ini dibuat untuk memastikan masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang tanpa gangguan aktivitas malam yang berlebihan.

Boedi juga mengimbau para pelaku usaha untuk menaati aturan yang telah ditetapkan. Ia meminta pengunjung untuk segera meninggalkan tempat biliar setelah jam operasional berakhir guna menghindari potensi pelanggaran.

"Harapannya, pemilik usaha mematuhi kebijakan ini, dan pengunjung pun dapat memahami serta mengikuti aturan yang ada," tambahnya.

Pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi bagi pelanggar. Satpol PP bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan melakukan pengawasan ketat dan menerapkan sanksi secara bertahap bagi yang tidak mematuhi aturan.

"Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya bertahap, mulai dari teguran administrasi, penghentian sementara, hingga pencabutan izin usaha jika masih melanggar," jelas Boedi.

Bagi tempat usaha yang dicabut izinnya, pemilik harus mengajukan izin baru agar bisa kembali beroperasi. Lamanya sanksi bergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan. "Durasi penutupan ditentukan oleh OPD terkait. Bisa beberapa hari, bulan, atau bahkan lebih lama tergantung pelanggarannya," tambahnya.

Ia memastikan pengawasan akan terus diperketat dengan koordinasi bersama OPD teknis. "Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat bekerja sama agar suasana Ramadan tetap kondusif dan penuh kekhidmatan bagi masyarakat," pungkasnya.

Selain itu, Satpol PP juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam pengawasan dengan melaporkan jika ada tempat hiburan yang melanggar aturan. Pemerintah berharap kebijakan ini bisa berjalan dengan baik dan didukung oleh semua pihak demi menjaga ketertiban selama Ramadan.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan  Elvin Junaidi 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan terus berupaya memperluas akses literasi bagi masyarakat, termasuk selama bulan Ramadan. Meski terdapat penyesuaian dalam jam operasional, layanan tetap berjalan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menikmati fasilitas perpustakaan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan, Elvin Junaidi, menegaskan bahwa selama Ramadan, perpustakaan tetap buka, meskipun layanan malam ditiadakan. "Ya, kita di bulan Ramadan ini tetap buka seperti biasa, hanya saja mungkin pelayanan menyesuaikan. Kalau biasanya kita juga buka malam hari, khusus di bulan Ramadan tidak ada layanan malam," ujarnya saat diwawancarai Selasa malam, 4 Maret 2025.

Meskipun layanan malam tidak tersedia, perpustakaan tetap mendorong masyarakat untuk membaca, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

"Kami tidak hanya mengandalkan perpustakaan fisik, tetapi juga memperbanyak koleksi buku digital. Ini agar masyarakat tetap bisa membaca kapan saja, tanpa terikat dengan jam operasional perpustakaan," tambahnya.

Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan memiliki sekitar 150 ribu koleksi buku, yang terdiri dari buku cetak dan digital. Buku digital ini dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke perpustakaan.

Selain itu, pemerintah juga memperluas jangkauan literasi dengan menambah titik baca di berbagai lokasi strategis.

"Saat ini ada sekitar enam titik baca, tiga di antaranya merupakan bantuan dari provinsi. Lokasinya tersebar di taman, rumah sakit, serta beberapa sekolah," jelas Elvin.

Inisiatif ini juga bertujuan memberikan alternatif kegiatan bagi masyarakat, terutama anak muda dan pelajar, dalam mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa. "Banyak anak muda yang menunggu waktu berbuka, biasanya mereka suka membaca. Maka dari itu, perpustakaan digital menjadi salah satu solusi agar mereka tetap bisa mengakses bahan bacaan dengan mudah," tuturnya.

Dengan berbagai inovasi ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan berharap minat baca masyarakat terus meningkat, khususnya di era digital yang menawarkan akses informasi yang lebih fleksibel.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas kesehatan Kita Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan terus berupaya menekan angka stunting dengan mengimplementasikan berbagai program strategis. Fokus utama dalam upaya ini adalah deteksi dini bagi ibu hamil dan balita, serta peningkatan kapasitas kader kesehatan yang bertugas di lapangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan bahwa salah satu langkah preventif yang dilakukan adalah pemeriksaan ultrasonografi (USG) di Puskesmas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi janin sejak dini guna memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berjalan normal.

“Kami mengadakan deteksi dini dengan pemeriksaan USG minimal dua kali selama masa kehamilan. Ini penting untuk memantau kesehatan bayi dalam kandungan serta mendeteksi potensi masalah sejak dini,” ujar Alwiati dalam wawancara pada Rabu (5/3/2025).

Melalui pemeriksaan ini, gangguan seperti kekurangan gizi atau hambatan pertumbuhan dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga intervensi bisa segera dilakukan. Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga gencar memberikan pelatihan kepada kader kesehatan di berbagai wilayah.

Mereka dibekali keterampilan dalam penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) serta pengetahuan mengenai pola asuh dan gizi yang optimal bagi ibu hamil dan balita. “Kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat.

Oleh karena itu, kami memberikan pelatihan agar mereka bisa membimbing ibu-ibu dalam mempersiapkan MPASI yang bergizi dan memahami pentingnya asupan makanan dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” lanjutnya.

Selain pelatihan, penguatan fungsi Posyandu juga menjadi bagian dari strategi penanganan stunting. Posyandu yang tersebar di berbagai wilayah dimaksimalkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada ibu hamil dan balita.

“Kami memperkuat peran Posyandu agar pemantauan tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal. Posyandu menjadi garda terdepan dalam memastikan status gizi anak tetap terpantau,” jelas Alwiati.

Meskipun angka stunting pada 2024 masih dalam tahap verifikasi oleh Kementerian Kesehatan, ia berharap berbagai program yang dijalankan dapat memberikan hasil yang positif. “Kami optimistis angka stunting di Balikpapan bisa turun. Kami akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar setiap program yang dijalankan benar-benar efektif,” tambahnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren stunting di Balikpapan mengalami fluktuasi, namun pemerintah daerah tidak tinggal diam. Dengan strategi berbasis deteksi dini, peningkatan kualitas kader kesehatan, serta perbaikan pola asupan gizi masyarakat, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh lebih sehat dan siap menghadapi masa depan.

(ADV/Diskominfo/J)

Ketua TP PKK Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas'ud 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan berkomitmen mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menekan angka stunting. Berbagai program strategis telah disiapkan untuk lima tahun ke depan guna memastikan tumbuh kembang anak lebih optimal.

Ketua TP PKK Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pihaknya akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta bantuan bagi keluarga yang membutuhkan.

Hal ini ia sampaikan seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Balikpapan dengan agenda Pidato Perdana Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2025-2030 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC/DOME), Rabu (5/3/2025). Menurut Nurlena, upaya penanggulangan stunting harus melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kami tidak hanya memberikan penyuluhan, tapi juga mendampingi langsung ibu hamil, ibu menyusui, serta balita agar mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup dan pola asuh yang benar,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan keluarga, lingkungan, dan pemerintah sangat dibutuhkan. Mari bersama-sama menciptakan generasi bebas stunting, tambahnya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam pidato perdananya sebagai wali kota periode kedua menyampaikan bahwa kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas utama. Pasalnya, stunting memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Pemkot Balikpapan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya edukasi kesehatan, skrining ibu dan anak, serta penyediaan gizi dan suplemen bagi ibu hamil dan balita. Fokus utama program ini adalah pencegahan sejak dini agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemberian suplemen zat besi bagi remaja putri dan ibu hamil untuk mencegah anemia, yang dapat berdampak pada perkembangan janin.

Selain itu, pemberian asam folat akan diperluas guna mendukung pembentukan DNA, pertumbuhan sel, serta produksi darah sejak bayi dalam kandungan. Pemkot Balikpapan juga akan memperkuat edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin agar memahami pentingnya gizi serta pola hidup sehat sebelum memasuki fase kehamilan.

Untuk memastikan efektivitas program, digitalisasi data pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu dan Puskesmas akan diterapkan.

Rahmad Mas’ud turut mengajak berbagai pihak, termasuk dunia usaha, akademisi, dan organisasi masyarakat, untuk berkolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada peningkatan gizi dan kesehatan anak.

Melalui sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di Balikpapan dapat terus ditekan, sehingga anak-anak bisa tumbuh sehat dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik. 

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengelola sampah dengan lebih baik, mengingat potensi lonjakan volume sampah yang biasa terjadi selama bulan puasa.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan bahwa meskipun tidak ada penambahan personel atau armada, pihaknya melakukan penyesuaian penting dalam operasional pengangkutan sampah.

“Kami memajukan jadwal pengangkutan sampah yang sebelumnya dimulai pada pukul 22:00 WITA menjadi pukul 21:00 WITA. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi petugas mengkonsumsi sahur dan tetap melaksanakan tugas mereka dengan lancar,” ujar Dirman pada Rabu, 5 Maret 2025.

Penyesuaian waktu pengangkutan ini dilakukan karena volume sampah yang cenderung meningkat pada malam hari selama Ramadan. Dengan perubahan waktu tersebut, diharapkan dapat ada jeda yang cukup antara pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan pengangkutannya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, Dirman juga menyoroti prediksi lonjakan volume sampah menjelang Lebaran. Ia memperkirakan pada H-1 hingga dua hari setelah Hari Raya, volume sampah akan meningkat drastis, dari 400 ton per hari menjadi 700 hingga 800 ton per hari. Untuk mengatasi masalah tersebut, DLH telah merencanakan pemberlakuan jam lembur bagi petugas pengangkut sampah, dengan persetujuan Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud.

“Jam lembur ini sangat penting untuk menjaga kebersihan kota dan menghindari penumpukan sampah yang bisa mengganggu kenyamanan warga, terutama saat merayakan Idul Fitri,” tambah Dirman.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas selama periode Lebaran, DLH juga mengusulkan kenaikan insentif lembur menjadi Rp 100.000 per hari, yang sebelumnya Rp 50.000. Dirman berharap kebijakan ini dapat memberikan semangat lebih bagi para petugas dalam melaksanakan tugas mereka.

Terkait dengan pengelolaan sampah di pasar Ramadan yang ramai, DLH tidak berencana menambah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) baru.

“Kami merasa masyarakat Balikpapan sudah cukup sadar akan kebersihan dan disiplin membuang sampah pada tempatnya, jadi kami tidak merasa perlu menambah TPS,” jelas Dirman.

Namun, DLH tetap mengimbau agar para pedagang dan masyarakat membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu antara pukul 18:00 WITA hingga 06:00 WITA. Masyarakat juga diharapkan untuk mengemas sampah dengan baik agar tidak tercecer dan merusak pemandangan kota.

“Dengan saling menjaga kebersihan, kami berharap Kota Balikpapan tetap nyaman dan sehat selama Ramadan, serta menjelang perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah,” tutup Dirman.

Melalui langkah-langkah ini, DLH Kota Balikpapan berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi seluruh masyarakat selama bulan Ramadan.

(ADV/Diskominfo/J)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal selama bulan suci Ramadan, meskipun terdapat penyesuaian jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN).

Ia memastikan bahwa masyarakat tetap dapat mengakses berbagai layanan tanpa kendala, baik secara langsung maupun melalui platform digital. “Pelayanan tetap berlangsung normal dari Senin hingga Jumat. Meskipun ada perubahan jam kerja, yang terpenting adalah masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal,” ujar Rahmad Mas’ud, Selasa (4/3/2025).

Selama Ramadan, jam kerja ASN di Balikpapan dimulai pukul 07.30 pagi dan berakhir lebih awal, yakni pukul 15.00. Namun, pemerintah kota menjamin bahwa seluruh sektor pelayanan tetap beroperasi secara optimal, terutama dalam bidang administrasi kependudukan, perizinan, dan layanan publik lainnya.

“Kami telah mengoptimalkan sistem layanan online agar masyarakat dapat lebih fleksibel dalam mengakses berbagai keperluan administrasi. Yang terpenting, tidak ada warga yang merasa kesulitan mendapatkan layanan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peningkatan layanan pada sektor kesehatan, keamanan, dan distribusi kebutuhan pokok. Selama Ramadan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit tetap siaga, terutama pada malam hari ketika aktivitas masyarakat meningkat.

Pengamanan di tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian juga diperketat untuk memastikan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah.

“Puskesmas dan rumah sakit tetap kami siapkan untuk melayani masyarakat, terutama di malam hari. Begitu juga dengan keamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian yang kami tingkatkan,” jelasnya.

Dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, Pemerintah Kota Balikpapan mengadakan pasar murah serta bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memastikan distribusi kebutuhan pangan tetap lancar.

“Kami terus mengawasi distribusi bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang bisa memberatkan masyarakat,” ungkap Rahmad Mas’ud.

Ia menegaskan bahwa meskipun ada perubahan jam kerja ASN, efektivitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama. “Yang terpenting, masyarakat tetap merasa terlayani dengan baik, baik melalui layanan langsung maupun digital,” pungkasnya.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran serta cuaca ekstrem selama bulan Ramadan.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di enam kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran dan perubahan cuaca, baik hujan lebat maupun panas ekstrem.

Imbauan ini dilakukan sebelum Ramadan, tepatnya di tanggal  27 dan 28 Februari lalu. Dalam upaya menjaga kesiapsiagaan, BPBD Balikpapan menyiagakan sekitar 300 personel yang bekerja dengan sistem shift selama 12 jam per hari.

"Kami tetap menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa mengurangi jam kerja. Kesiapsiagaan penuh diterapkan agar respons terhadap kejadian darurat bisa lebih cepat," ujar Usman Ali.

BPBD juga telah melakukan pemetaan wilayah dengan fokus pada daerah berpenduduk padat di bagian barat, serta kawasan lainnya di wilayah timur, tengah, dan utara kota. Menurut Usman, seluruh wilayah tetap harus diwaspadai mengingat pengalaman tahun lalu di mana terjadi dua kebakaran saat pertengahan Ramadan, meskipun di awal dan akhir bulan tidak ada kejadian serupa.

Dalam menghadapi kebakaran, BPBD Balikpapan terus berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan ketersediaan air dari hidran maupun sumber lainnya. "Kami bekerja sama dengan PDAM dan memanfaatkan sumber air lain seperti sumur masyarakat serta dukungan dari beberapa perusahaan yang siap membantu dalam keadaan darurat," jelasnya.

Saat ini, BPBD memiliki satu unit kendaraan pemadam dengan kondisi cukup tua, namun terus dilakukan perbaikan agar tetap beroperasi optimal. Selain itu, BPBD juga rutin melakukan inspeksi terhadap hidran di gedung-gedung tinggi guna memastikan fungsinya dalam pemadaman awal sebelum petugas tiba di lokasi.

"Kami juga memiliki tangga setinggi 32 meter, tetapi hanya satu unit. Saat ini ada sedikit kendala pada sistem hidroliknya, dan sedang dalam proses perbaikan," tutup Usman.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, BPBD Balikpapan berharap dapat meminimalisir risiko kebakaran dan dampak cuaca ekstrem selama Ramadan, serta memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

(ADV/Diskominfo/J)

Ruang baca perpustakaan kota Balikpapan

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Minat baca masyarakat Balikpapan masih tergolong rendah, berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan. Kebiasaan membaca belum menjadi budaya yang mengakar kuat di kota ini, sehingga diperlukan upaya bersama untuk meningkatkannya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan, Elvin Junaidi, mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat minat baca masyarakat berada dalam kategori sedang, bahkan cenderung rendah. "Kalau berdasarkan survei, minat bacanya masih dalam kategori sedang, bahkan cenderung rendah. Ini tentu bukan kabar yang menggembirakan," ujarnya saat diwawancarai Selasa malam, 4 Maret 2025.

Elvin menegaskan perlunya kesadaran kolektif agar literasi bisa ditingkatkan. Menurutnya, data yang ada harus menjadi refleksi, bukan sekadar angka tanpa tindak lanjut.

"Kita harus jujur dengan data ini. Tidak bisa hanya menampilkan angka-angka yang bagus, tapi realitanya tidak demikian. Dengan adanya data ini, kita harap masyarakat, terutama orang tua, bisa lebih peduli untuk menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak-anak mereka," tambahnya.

Sebagai langkah nyata, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), untuk menanamkan budaya membaca sejak dini.

"Kami punya program untuk anak-anak PAUD yang datang secara terjadwal. Setiap hari ada kunjungan, bahkan dalam satu hari bisa mencapai 700 anak," jelasnya.

Namun, meskipun program literasi ini cukup efektif di tingkat PAUD, tantangan terbesar justru muncul pada kelompok usia remaja, khususnya pelajar SMA.

"Anak-anak PAUD bisa kita mobilisasi untuk datang ke perpustakaan. Namun, tantangan terbesar ada di tingkat SMA. Ini yang sedang kita cari cara agar mereka juga tertarik," ujarnya.

Sebagai upaya adaptasi terhadap kebiasaan anak muda, perpustakaan juga terus mengembangkan layanan digital. "Dengan adanya perpustakaan digital, harapannya bisa menarik lebih banyak anak muda untuk membaca. Karena mereka lebih akrab dengan teknologi, jadi kita sesuaikan dengan pola kebiasaan mereka," tutur Elvin.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program literasi demi meningkatkan budaya membaca di masyarakat.

"Tentu ini bukan pekerjaan mudah, tapi kita harus terus berusaha. Jika sejak dini anak-anak sudah terbiasa membaca, ke depannya mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih cerdas dan berwawasan luas," pungkasnya.

(ADV/Diskominfo/J)

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan – Wali Kota Balikpapan, H Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan terus berkomitmen menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Meskipun ada arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, Pemkot memastikan bahwa kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas utama.

Rahmad menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran akan diterapkan dengan memangkas berbagai kegiatan yang dianggap tidak berdampak langsung pada masyarakat.

"Efisiensi tetap dilakukan. Kegiatan seremonial, perjalanan dinas, dan bimbingan teknis akan kami kurangi," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Balikpapan, Senin (3/3/2025).

Menurutnya, meskipun ada penghematan anggaran, Pemkot Balikpapan tetap akan mengutamakan pembangunan infrastruktur serta peningkatan fasilitas umum yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami memastikan bahwa program yang menyentuh kepentingan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, tetap menjadi prioritas," tambahnya.

Rahmad juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini tidak akan berdampak negatif terhadap pelayanan publik. Pemkot Balikpapan tetap berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam sektor kesehatan, pendidikan, serta peningkatan fasilitas umum.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena yang kami pangkas hanya perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta pengadaan untuk ASN. Sementara program yang berhubungan dengan kesejahteraan warga tetap berjalan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa efisiensi anggaran justru bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah agar lebih tepat sasaran. Dengan adanya penghematan di sektor-sektor tertentu, Pemkot dapat mengalokasikan anggaran lebih besar untuk program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan pemerintahan yang lebih efisien dan fokus pada kepentingan publik. Rahmad menegaskan bahwa prinsip utama dalam pengelolaan anggaran adalah memastikan setiap dana yang digunakan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Balikpapan.

Dengan langkah ini, Pemkot Balikpapan berusaha menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan pembangunan yang tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi dan misi Pemkot dalam menciptakan kota yang lebih maju, nyaman, dan berdaya saing tinggi.

(ADV/Diskominfo/J)

Kepala Dinas kesehatan Kota Balikpapan Alwiati

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama dalam hal pola makan dan kebersihan lingkungan selama menjalankan ibadah puasa. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi berbagai gangguan kesehatan yang kerap muncul akibat perubahan pola hidup selama Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menekankan bahwa perubahan pola makan saat Ramadan dapat meningkatkan risiko penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Kondisi ini umumnya terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kurangnya asupan gizi seimbang.

"Perubahan jadwal makan saat sahur dan berbuka sering kali memengaruhi kondisi tubuh. Jika tidak disertai dengan pola makan sehat dan kebersihan yang baik, bisa berisiko terkena ISPA atau diare," ujar Alwiati di Balai Kota Balikpapan, Senin (3/3/2025).

Agar tetap sehat selama Ramadan, masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungan. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan guna mencegah penyebaran kuman dan bakteri.

"Menjaga kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah penyakit. Selain itu, lingkungan tempat tinggal juga harus tetap bersih agar terhindar dari berbagai sumber penyakit," jelasnya.

Alwiati juga mengingatkan masyarakat yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi, agar tetap disiplin dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

"Bagi penderita penyakit kronis, penting untuk tetap mengikuti aturan minum obat saat berbuka dan sahur. Jangan sampai lalai, karena bisa berdampak buruk pada kesehatan," tambahnya.

Selain itu, ia menyarankan masyarakat untuk memilih makanan bergizi dan menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka puasa. "Berbuka dengan makanan secukupnya sangat dianjurkan. Mengonsumsi makanan bergizi dan tidak berlebihan dapat menjaga keseimbangan tubuh serta mencegah gangguan pencernaan," ungkapnya.

Alwiati juga menekankan pentingnya mengonsumsi cukup air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Kekurangan cairan bisa menyebabkan dehidrasi, yang dapat berdampak pada kesehatan selama menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, menjaga pola makan dan kebersihan selama Ramadan bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga agar ibadah puasa dapat berjalan lancar. "Dengan pola makan yang baik, kebersihan lingkungan yang terjaga, serta asupan air yang cukup, kita bisa tetap sehat, produktif, dan menjalani ibadah dengan nyaman," tutupnya.

(ADV/Diskominfo/J)

  1. Hari Pertama Menjabat, Wali Kota Balikpapan Tegaskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga
  2. DKUMKMP Balikpapan Luncurkan Layanan Sobat UMKM Terpadu untuk Dukung Pelaku Usaha
  3. Pemkot Balikpapan Terima Bantuan SPKLU dari PLN untuk Dukung Kendaraan Listrik
  4. Pemkot Balikpapan Gelar Safari Ramadan di Enam Kecamatan
  5. Pemkot Balikpapan Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadan, Gelar Germas untuk Jaga Kesehatan
  6. Kasus DBD di Balikpapan Barat Meningkat, Warga Diminta Waspada
  7. Balikpapan Bahas Smart City dan Inovasi, Fokus pada Efisiensi dan Modernisasi
  8. Wisata Edukasi Madu Margomulyo, Potensi Baru di Balikpapan Barat
  9. Margomulyo Kembangkan Penelitian Ekosistem Mangrove, Libatkan Peneliti Internasional
  10. DLH Balikpapan Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Mangrove untuk Peringati HPSN 2025
  11. Penelitian Ekosistem Mangrove Margo Mulyo Siap Dilaksanakan Tahun 2025
  12. Satuan Polisi Pamong Praja Musnahkan Pom Mini dan Minuman Beralkohol Hasil Razia
  13. Pemkot Balikpapan Batasi Operasional THM dan Hiburan Jelang Ramadan
  14. Wakil walikota Balikpapan Bagus Susetyo: Efisiensi Anggaran di Balikpapan, Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas
  15. Pemkot Balikpapan Beri Kelonggaran bagi Pekerja Seni Musik Selama Ramadan
  16. Balikpapan Perkuat Demokrasi Melalui Sinergi dan Penghargaan Pemilu 2024
  17. Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Distribusi LPG dan Stabilitas Harga Jelang Ramadan
  18. Sinergi Bersama, Balikpapan Siap Menuju Kota Global
  19. Balikpapan Rayakan Hari Jadi ke-128 dengan Tabligh Akbar, Wakil Wali Kota Ajak Warga Jaga Harmoni dan Kemajuan
  20. Ribuan Warga Balikpapan Hadiri Tabligh Akbar Peringatan Hari Jadi ke-128 dan Isra Mi'raj