Disporapar Balikpapan Gelar Pelatihan Jelly Art untuk Kembangkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Pemuda

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) gelar pelatihan pembuatan Jelly Art

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam membekali generasi muda dengan keterampilan inovatif kembali diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan jelly art yang digagas Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, sejak 17 hingga 18 Juni 2025, dan dipusatkan di Hotel Grand Tjokro Balikpapan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang kreatif bagi para pemuda, sekaligus memperkenalkan seni menghias jelly atau agar-agar sebagai peluang usaha yang potensial. Dengan menggabungkan unsur seni dan kewirausahaan, pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi anak muda Balikpapan untuk mengembangkan bakat serta menciptakan produk bernilai jual, Selasa (17/6/2025)

Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, secara resmi membuka pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemberdayaan pemuda melalui pelatihan yang aplikatif dan memiliki prospek ekonomi. Menurutnya, jelly art bukan sekadar aktivitas menghias makanan, melainkan keterampilan yang bisa diolah menjadi usaha kreatif.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan bekal kepada pemuda agar mampu menciptakan karya yang tidak hanya cantik dilihat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ini adalah bagian dari misi kami untuk menciptakan generasi muda yang mandiri dan kreatif,” ujar Ratih.

Pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik langsung yang melibatkan teknik dasar pembuatan jelly, pemilihan bahan berkualitas, hingga tips mencapai tekstur yang ideal. Selain itu, peserta juga diajarkan cara membuat berbagai pola artistik dengan teknik pewarnaan dan penggunaan alat khusus, yang menjadikan setiap karya jelly tampak unik dan menarik.

Lebih dari itu, peserta dibimbing untuk memahami pemanfaatan jelly art dalam berbagai konteks, seperti hantaran, suvenir pernikahan, hingga produk komersial yang dapat dipasarkan secara daring. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang relevan dengan tren masa kini.

“Program ini sejalan dengan visi kami menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman untuk semua. Kami percaya bahwa pemuda yang kreatif adalah kunci pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” tambah Ratih.

Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta yang berasal dari berbagai kalangan pemuda. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak muda yang ingin mengembangkan potensi diri melalui jalur ekonomi kreatif.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)