SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Dalam upaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan menyelenggarakan pelatihan pengolahan ikan bandeng bagi pelaku UMKM binaannya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Rabu (11/6/2025) di Rumah Makan Torani, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Sebanyak 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM binaan DKUMKMP mengikuti pelatihan ini dengan antusias.
Pelatihan disusun dengan metode kombinasi antara teori dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami dasar pengolahan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam kegiatan usaha mereka.
Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan DKUMKMP Balikpapan, Ady Sumardi, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan mencakup beragam aspek penting dalam usaha olahan makanan berbahan dasar ikan bandeng. Mulai dari teknik mencabut duri ikan, metode pengolahan, hingga perhitungan harga pokok produksi (HPP) turut diajarkan.
"Pelatihan ini lengkap. Kita mulai dari proses dasar pengolahan ikan bandeng, cara mencabut durinya, pengembangan produknya, sampai ke strategi penjualan dan penghitungan HPP. Harapannya, peserta dapat menjalankan usaha dengan pendekatan yang lebih profesional," jelas Ady.
Pada hari pertama, peserta menerima materi teori yang mencakup manajemen usaha, potensi pasar, serta strategi inovasi produk. Sementara hari kedua difokuskan pada praktik pengolahan langsung. Aneka produk olahan seperti bandeng presto, bandeng crispy, pepes bandeng, bandeng bakar, hingga produk bandeng beku (frozen) diajarkan langsung kepada peserta.
Ady juga menekankan pentingnya inovasi dalam menciptakan produk bernilai jual tinggi. Menurutnya, pelaku UMKM didorong untuk menggali potensi lokal dan selera pasar, serta melakukan diferensiasi produk agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan industri makanan olahan.
“Bandeng dipilih karena merupakan komoditas yang melimpah di Balikpapan dan cukup diminati masyarakat. Ini menjadi peluang usaha yang sangat potensial bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, DKUMKMP berharap peserta tidak hanya sekadar menjadi pelaku usaha, namun mampu menjadi inovator yang menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di pasar lokal maupun luar daerah.
“Tujuannya agar peserta bisa mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Kami ingin ilmu yang mereka dapat tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam pengembangan bisnis mereka,” tutup Ady.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin DKUMKMP Balikpapan dalam mendorong pemberdayaan UMKM, yang diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
(ADV/Diskominfo Balikpapan)