Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Stadion Batakan di Balikpapan akan mengalami penambahan fasilitas berupa lapangan latihan luar ruang atau outdoor. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengonfirmasi hal ini sebagai bagian dari upaya memenuhi standar stadion internasional.

"Insya Allah, pembangunan akan dilakukan tahun ini juga," ujarnya pada Kamis (2/4/2024). Pemerintah Kota Balikpapan telah berkomunikasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait rencana ini.

Rahmad menyebutkan bahwa Balikpapan mungkin akan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia untuk kategori usia U-16, U-17, dan U-19. Namun, untuk menjalankan peran tersebut, Balikpapan harus memiliki fasilitas penunjang, termasuk lapangan outdoor.

"Fasilitas harus disiapkan, terutama jika Balikpapan akan menjadi ibu kota negara," katanya. Selain fokus pada sepak bola, Pemerintah Kota Balikpapan juga berkomitmen untuk pengembangan dan pembinaan atlet di cabang olahraga lainnya. Tujuannya adalah agar atlet dari Balikpapan dapat meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Saat ini, Balikpapan telah memiliki beberapa fasilitas olahraga, termasuk Gedung Olahraga (GOR) Bulu Tangkis di kompleks Balikpapan Tennis Indoor Stadium di Jalan Asnawi Arbain, yang juga dikenal sebagai kawasan Beje-beje. Selain itu, rencananya akan dibangun fasilitas untuk pencinta dan atlet bola basket. "Kami siap menyediakan fasilitas agar bakat-bakat bisa berkembang," tambah Rahmad Mas'ud.

Asisten I Setdakot Balikpapan ZulkifliĀ 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadikan momen yang berbeda dengan peserta upacara mengenakan seragam adat dari berbagai daerah. Asisten I Zulkifli, mewakili Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud, memimpin jalannya upacara pada 2 Mei 2024 di halaman kantor pemerintah kota Balikpapan.

Transformasi sistem pendidikan yang besar bukanlah tugas yang sederhana.Untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran, kita harus melewati perjuangan yang tidak mudah. Namun, pada awal perjalanan ini, kita sadar bahwa setiap perubahan membutuhkan keteguhan hati dan komitmen yang kuat. Kita telah melihat semangat berani anak-anak Indonesia dalam bermimpi, karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas.

Guru-guru pun tak lagi ragu untuk mencoba hal-hal baru, karena mereka diberi kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-murid mereka dengan lebih baik. Para mahasiswa juga siap berkarya dan berkontribusi, karena ruang belajar tidak lagi terbatas hanya di dalam kampus. Kita juga merayakan kreativitas yang berkembang, karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin dalam gerakan merdeka belajar. Namun, lima tahun juga tidaklah cukup lama untuk membuat perubahan yang menyeluruh. Meskipun kita telah berjalan menuju arah yang benar, tugas kita belum selesai.

Semua yang telah kita lakukan harus diteruskan sebagai gerakan yang berkelanjutan. Semua upaya yang telah kita lakukan harus dilanjutkan sebagai perjalanan menuju perwujudan sekolah yang kita cita-citakan. Waktu yang berlalu membawa kita pada akhir masa pengabdian saya sebagai menteri.

Namun, semangat untuk memajukan pendidikan di Indonesia tetap berkobar di hati setiap individu yang terlibat dalam perjuangan ini. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang terus-menerus, kita akan terus melangkah maju menuju masa depan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.