Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud membagikan bendera merah putih kepada masyarakat Balikpapan yang melintasi depan kantor Balai kota 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-63, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, memimpin pembagian bendera merah putih kepada masyarakat yang melintasi kawasan depan Kantor Balai Kota pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan yang dilaksanakan sejak awal Juli hingga akhir Agustus. Pembagian bendera merah putih, menurut Rahmad, tidak hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Ia menegaskan pentingnya simbol bendera dalam menjaga semangat nasionalisme. "Bendera merah putih harus selalu hadir dalam kehidupan kita, baik secara fisik maupun dalam jiwa dan raga kita, karena NKRI adalah harga mati," ujar Rahmad dengan penuh semangat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan, Sutadi, turut menjelaskan bahwa gerakan pembagian 10 juta bendera merah putih merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus.

Khusus untuk Kota Balikpapan, sebanyak 7 ribu bendera merah putih dibagikan kepada masyarakat, di mana sebagian besar merupakan kontribusi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). "Bendera-bendera ini akan didistribusikan kepada seluruh lapisan masyarakat Balikpapan," terangnya.

Sutadi juga mengungkapkan bahwa pencanangan pertama program ini telah dilakukan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Juli 2024, dan dilanjutkan dengan pembagian bendera dalam rangkaian acara Hari Pramuka. “Sisa bendera merah putih akan kami bagikan pada saat peringatan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus nanti,” tambahnya.

Tidak hanya untuk masyarakat umum, bendera merah putih juga didistribusikan kepada berbagai forum dan kelompok masyarakat yang dibentuk oleh pemerintah, dengan setiap forum menerima 100 bendera.

Sutadi menyatakan harapannya bahwa melalui gerakan ini, rasa nasionalisme, kesadaran bela negara, dan cinta tanah air dapat semakin tumbuh di kalangan masyarakat. Kegiatan pembagian bendera ini berlangsung meriah dan diakhiri dengan upacara peringatan Hari Pramuka.

Wali Kota Rahmad, bersama para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Kepala Dinas, turut hadir dalam acara tersebut, memperkuat makna simbolis bendera merah putih sebagai lambang persatuan dan semangat kemerdekaan.

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Asisten III Administrasi Umum kota Balikpapan Andi Sri Juliarty

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan tengah mempersiapkan penyambutan yang sangat istimewa untuk kirab replika bendera pusaka dan teks proklamasi, yang direncanakan akan tiba di kota tersebut pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, yang puncaknya akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Asisten III Administrasi Umum Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, yang sering dipanggil Dio, mengungkapkan bahwa kirab ini akan dimulai dari Monas, Jakarta, dan melanjutkan perjalanan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Dari sana, replika bendera pusaka dan teks proklamasi akan diterbangkan menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Setibanya di Balikpapan, kirab akan melanjutkan perjalanan ke IKN.

Dalam persiapannya, Dio menjelaskan bahwa telah dilakukan beberapa rapat koordinasi dengan Sekretariat Negara di Jakarta untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar. “Kami ingin memastikan bahwa setiap detail sudah siap untuk menyambut kedatangan replika bendera pusaka dan teks proklamasi dengan penuh kehormatan,” ujar Dio dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Replika bendera pusaka dan teks proklamasi dijadwalkan tiba di Balikpapan sekitar pukul 13.30 WITA. Untuk menyambut kedatangan ini, tim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah disiapkan. Di bandara, prosesi penyambutan akan dimeriahkan dengan pertunjukan tarian tradisional dan iringan rabana yang dipersembahkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disporapar) Balikpapan.

Setelah acara di bandara, kirab akan melanjutkan perjalanan menuju IKN Nusantara. Sepanjang jalan dari bandara menuju tol Manggar, akan ada sekitar 12 ribu pelajar yang telah dipersiapkan untuk menyambut kirab ini.

“Kami juga mengundang masyarakat untuk ikut serta dalam acara ini dan menyaksikan kirab sebagai bagian dari semangat kemerdekaan,” tutup Dio, menekankan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam perayaan ini.