Kepala badan kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) kota Balikpapan Sutadi

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024, aparat TNI dan Polri di Kota Balikpapan telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kondisi kota tetap kondusif. Langkah-langkah pengamanan ini menjadi prioritas guna menjaga keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi yang akan datang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menyatakan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menjaga ketertiban selama Pilkada berlangsung. "Kita harus berjaga-jaga dan mengantisipasi, apalagi Pileg dan Pilkada beda eforia dan dari segi emosional juga berbeda," jelasnya kepada media.

Sutadi juga menegaskan keyakinannya bahwa TNI dan Polri telah siap untuk menjalankan tugas mereka dalam menjaga keamanan selama Pilkada berlangsung. Selain pengamanan dari TNI dan Polri, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan juga telah siap untuk mensosialisasikan Pilkada 2024.

"Insyaallah akan berjalan aman, karena kan sudah ada aparat keamanan baik dari Polda maupun Kodam yang sudah menjalankan tugasnya," ucap Sutadi dengan optimisme. Dalam upaya mendukung pengamanan Pilkada, Bakesbangpol Kota Balikpapan telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp 13 miliar kepada Polres Balikpapan dan Rp 2,5 miliar kepada Kodim 0905/Balikpapan.

Dana ini diperuntukkan untuk kebutuhan pengamanan selama proses Pilkada berlangsung. Tak hanya fokus pada pengamanan, Bakesbangpol juga mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pilkada dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama di jenjang SMA/SMK/MTS.

Sosialisasi ini akan dimulai pada tanggal 20 Agustus mendatang dan berlangsung hingga hari pelaksanaan Pilkada. "Kesbangpol bersama KPU, Bawaslu, dan narasumber lainnya akan melakukan sosialisasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa Pilkada ini sangat penting bagi masa depan kota ini.

Siapapun nanti yang terpilih, kami berharap yang memiliki hak suara dapat memilih sesuai dengan hati nurani," jelas Sutadi. Dengan persiapan yang matang dari berbagai pihak, diharapkan Pilkada 2024 di Kota Balikpapan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Bus Balikpapan City Trans (BCT) sedang menjalani survei selama tiga bulan untuk menentukan tarif yang akan diterapkan mulai Oktober 2024. Saat ini, BCT masih beroperasi di tiga koridor utama Kota Balikpapan dengan tarif sementara Rp 0,- sebagai bagian dari uji coba.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menjelaskan bahwa tarif BCT akan diberlakukan sesuai instruksi dari Kementerian Perhubungan. "Diminta oleh Kementerian Perhubungan, bulan Oktober ini sudah harus bayar, makanya operasional jalan terus," ujar Adwar.

Adwar, yang akrab disapa Edo, menambahkan bahwa operator dan konsultan surveyor harus melaksanakan survei hingga selesai. Survei ini berlangsung hingga akhir September 2024, dengan tujuan untuk mengukur tingkat kepuasan dan antusiasme masyarakat terhadap BCT. "Ini kan pelayanan publik yang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Itu yang harus diupayakan jalan terus," tambahnya.

Penetapan tarif akan melalui Surat Keputusan (SK) dari Menteri Perhubungan, dengan kemungkinan penetapan lebih awal jika data survei sudah memadai. "Semua tergantung surveinya," jelas

Adwar, menekankan pentingnya survei dalam proses penentuan tarif ini. Hasil awal survei menunjukkan tingkat penggunaan BCT cukup tinggi, dengan rata-rata di atas 50 persen. "Dari hasil survei penggunaan rata-rata di atas 50 persen, tinggal hitung tarifnya saja," ungkap Adwar.

menandakan bahwa hasil positif ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penentuan tarif. BCT saat ini mengoperasikan 17 unit bus, dengan tiga unit sebagai cadangan, melayani tiga koridor utama di Kota Balikpapan. "50 persen itu dari seluruh koridor," tambah Adwar.

Untuk menetapkan tarif yang adil, Pemerintah Kota Balikpapan juga aktif mensosialisasikan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyebarkan tautan survei dari konsultan untuk mengumpulkan pendapat masyarakat terkait tarif yang akan diterapkan.

"Kita bantu share ke masyarakat untuk minta dibantu komentarnya terkait tarif BCT," pungkasnya. Adwarberharap partisipasi masyarakat dapat memberikan gambaran yang jelas untuk penetapan tarif yang optimal.

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)