Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud bersama dengan Istrinya Hj Nurlena Mas'ud melepas jalan santai yang diselenggarakan di halaman kantor Disdik kota Balikpapan 

 

 SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan berkolaborasi dengan Bank Indonesia menyelenggarakan acara jalan santai yang meriah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/8/2024) di Halaman Kantor Disdikbud Balikpapan dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, yang didampingi oleh istrinya, Hj. Nurlena Mas'ud. Sebelum melepas para peserta, Rahmad menyampaikan pesan penting dalam sambutannya.

Ia mengajak seluruh warga Balikpapan untuk selalu mengenang dan menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. "Perayaan hari kemerdekaan ini adalah momen untuk mengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini diraih dengan perjuangan yang tidak mudah.

Kesuksesan yang kita capai juga memerlukan semangat dan usaha yang keras," kata Rahmad. Ia menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa para pahlawan, termasuk dengan cara berpartisipasi dalam perayaan hari kemerdekaan.

Selain itu, Rahmad juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung. "Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan. Mari kita jaga lingkungan kita tetap bersih," tambahnya. Irfan Taufik,

Kepala Disdikbud Balikpapan, turut memberikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dari enam kecamatan di Kota Balikpapan, yang menunjukkan perkembangan fasilitas pendidikan non-formal di kota ini.

"SKB di Balikpapan kini memiliki fasilitas yang nyaman dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang setara dengan sekolah negeri," ujarnya. Jalan santai ini diikuti dengan antusias oleh anak-anak didik dan para guru, serta berjalan lancar tanpa hambatan.

(Jm/ADV, Diskominfo Balikpapan )

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan Andi Mufaidah

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan Kota Balikpapan. Salah satu dampak positif yang paling menonjol adalah peningkatan peluang kerja di berbagai sektor, khususnya sektor perhotelan.

Sebagai salah satu kota penyangga utama IKN, Balikpapan mengalami lonjakan permintaan tenaga kerja seiring dengan semakin pesatnya pembangunan di kawasan tersebut. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan, Ani Mufaidah, menyoroti bahwa salah satu sektor yang paling merasakan dampak pembangunan IKN adalah perhotelan. Menurutnya, permintaan tenaga kerja di sektor ini meningkat tajam.

“Hotel-hotel di Balikpapan mengalami lonjakan jumlah tamu karena adanya aktivitas di IKN, sehingga banyak hotel yang membuka lowongan kerja secara besar-besaran. Bahkan, di job fair kemarin, banyak hotel yang berpartisipasi untuk mencari karyawan baru," ujar Ani pada Jumat, 30 Agustus 2024.

Meskipun Disnaker Balikpapan belum terlibat langsung dalam rekrutmen proyek IKN, dampak positifnya terhadap sektor perhotelan sudah sangat terasa. Ani juga menambahkan bahwa pihaknya terus mencatat data terkait pencari kerja dan lowongan pekerjaan di Balikpapan secara berkala.

"Kami tidak memiliki kendala dengan pencari kerja, hanya saja anak-anak Balikpapan memang cenderung selektif dalam memilih pekerjaan, dan itu sudah menjadi rahasia umum," jelasnya.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, jumlah tenaga kerja lokal mengalami peningkatan yang signifikan sejak pembangunan IKN dimulai. Pada tahun 2020, tercatat ada sekitar 47.338 tenaga kerja yang bekerja di Balikpapan, dan jumlah ini meningkat pesat hingga mencapai 223.925 orang pada tahun 2023.

Peningkatan jumlah tenaga kerja tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang berdiri di Balikpapan. Pada tahun 2020, ada 325 perusahaan yang beroperasi, namun jumlah ini melonjak menjadi 1.277 perusahaan pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap, dengan terus berkembangnya IKN dan sektor-sektor pendukungnya, masyarakat lokal dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka.

(Jm/ADV/Diskominfo balikpapan)