Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim 

SWARAREPUBLIKA.com - Balikpapan - Camat Balikpapan Selatan, Muhammad Hakim, mengumumkan bahwa pengajuan Bantuan Sementara Tempat Tinggal (BSTT) untuk korban tanah longsor di dua lokasi, yaitu RT 38 dan RT 53, Kelurahan Sepinggan Baru, telah resmi dilakukan.

Hakim menyampaikan bahwa proses pengajuan BSTT kini sedang dalam tahap pemrosesan. “Kami sudah mengajukan BSTT ke bagian pemerintahan untuk kedua RT ini,” ujar Hakim dalam keterangan pers yang diadakan pada Senin (26/8/2024).

Untuk korban tanah longsor yang terjadi di RT 53, khususnya di sekitar area Gedung Kesenian, Hakim mengungkapkan bahwa BSTT yang diajukan mencakup jangka waktu satu tahun atau 12 bulan. Selain itu, pihak kecamatan juga telah mengusulkan perbaikan infrastruktur seperti pembuatan siring.

Hakim menambahkan bahwa surat resmi terkait perbaikan ini telah dikirim ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan teknisnya. Di RT 53, pihak kecamatan telah mendirikan tenda sementara dan menyediakan makanan bagi para korban, berkat bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan. Untuk korban yang berada di RT 38, mereka saat ini mengungsi di tempat keluarga sambil menunggu bantuan lebih lanjut.

“Jadi, saat ini ada dua lokasi yang terdampak longsor,” jelas Hakim. Hakim juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim penghujan. Ia meminta agar warga tidak membuang sampah sembarangan dan kembali aktif dalam kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus menggalakkan gotong royong di lingkungan masing-masing agar kebersihan tetap terjaga,” tambahnya. Pemerintah Kota Balikpapan dikenal dengan respons cepatnya terhadap bencana seperti kebakaran, tanah longsor, dan banjir.

Imbauan juga disampaikan kepada masyarakat untuk selalu waspada, memeriksa kondisi rumah, serta mengantisipasi risiko longsor terutama bagi yang tinggal di daerah lereng. Untuk menghindari banjir, masyarakat diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan drainase agar tidak tersumbat

(Jm/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Usman Ali

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Hujan lebat yang terus menerus mengguyur Kota Balikpapan menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali, mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati dan selalu memperhatikan potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi kapan saja.

Dalam keterangannya pada Selasa, 27 Agustus 2024, Usman Ali menjelaskan bahwa “Kota Balikpapan sangat rentan terhadap banjir dan longsor, terutama di daerah perbukitan yang banyak terdapat di kota ini.” Ia menegaskan bahwa BPBD Balikpapan bersama dengan TNI-Polri dan Badan SAR Nasional (Basarnas) telah siap sedia 24 jam untuk memberikan bantuan serta penanganan jika terjadi bencana.

Salah satu penyebab meningkatnya intensitas hujan di Balikpapan adalah dampak dari modifikasi cuaca yang berkaitan dengan pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN). “Hujan yang terjadi tidak hanya mempengaruhi Balikpapan tetapi juga Samarinda, yang merupakan kota penyangga IKN,” jelas Usman.

Hal ini menunjukkan betapa luasnya dampak perubahan cuaca yang dapat dirasakan oleh wilayah sekitar. BPBD Balikpapan mengingatkan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin memastikan bahwa aliran air tidak tersumbat. Pembersihan saluran drainase menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya banjir.

Selain itu, Kukuh Ribudiyanto, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, menekankan perlunya pemahaman terhadap kondisi lingkungan sekitar. “Drainase yang buruk dan kawasan yang rawan longsor harus mendapat perhatian khusus untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Kukuh Ribudiyanto juga menambahkan bahwa pohon-pohon tua dengan dahan yang lebat perlu diawasi karena memiliki potensi untuk roboh akibat angin kencang. Ia memperkirakan hujan lebat di Balikpapan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan puncaknya sering terjadi pada sore hingga malam hari. “Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga Februari mendatang.

Intensitas dan pola cuaca ekstrem ini akan bervariasi tergantung pola angin yang ada,” tutupnya. Dalam kondisi seperti ini, kolaborasi yang solid antara masyarakat dan instansi terkait sangat penting untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keamanan di Kota Balikpapan.

(JM/ADV/Diskominfo Balikpapan)