SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Berdiri kokoh di kawasan Lapangan Merdeka, Tugu Australia menjadi salah satu penanda sejarah penting yang melekat dalam perjalanan Kota Balikpapan. Monumen tersebut tidak sekadar menjadi simbol hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia, tetapi juga wujud penghormatan terhadap para prajurit yang gugur dalam pertempuran sengit pada masa Perang Dunia II.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan bahwa Tugu Australia menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang layak dikembangkan. Menurutnya, keberadaan monumen ini memiliki nilai edukatif sekaligus emosional yang mampu memperkuat karakter kota.
“Kalau kita melihat daya tarik Tugu Australia, seharusnya ini menjadi bagian penting dalam promosi wisata sejarah. Contohnya saat peringatan Anzac Day, kegiatan yang diadakan benar-benar melibatkan pihak dari Australia dan masyarakat sekitar,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Ratih menambahkan, lokasi tugu yang berada di jantung kota membuatnya mudah dijangkau oleh masyarakat maupun wisatawan. Namun, ia menilai masih diperlukan penguatan dalam hal penyampaian cerita sejarah agar pengunjung dapat memahami nilai perjuangan yang terkandung di balik monumen tersebut. “Selama ini pengunjung hanya melihat bentuk fisik tugu. Padahal akan jauh lebih menarik bila dilengkapi dengan storytelling yang menceritakan latar berdirinya Tugu Australia itu sendiri. Memang sudah ada peta di lokasi, tapi akan lebih baik jika disertai narasi yang informatif dan menyentuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Disporapar berkomitmen mengembangkan Tugu Australia sebagai bagian dari rencana besar promosi wisata sejarah Balikpapan. Upaya ini akan dilakukan melalui berbagai kegiatan pariwisata, publikasi di media digital, hingga kerja sama dengan komunitas pemerhati sejarah.
“Harapannya, pengunjung yang datang tidak hanya sekadar melihat tugu, tetapi juga memahami makna dan semangat perjuangan yang diwakilinya,” pungkas Ratih.
(ADV/Disporapar Balikpapan)